
Perintah Ryzel adalah perintah mutlak bagi mereka berdua sekarang karena keduanya sudah bekerja di bawah kendali Ryzel sebagai asisten pribadinya.
Tidak bisa disanggah dan ditolak, akan ada ganjaran ketika mereka menolak perintah Ryzel.
Kepala Neha dan Mary mengangguk lembut satu kali sebagai respons awalnya.
"Baik, Tuan Ryzel. Kami akan ke kamar Tuan dua jam lagi," jawaban Neha dengan senyuman lembutnya.
Mary ikut mengangguk dan menambahkan, "Kami berdua pasti ke kamar Tuannya. Kami takkan lupa."
Respons mereka berdua cukup membuat Ryzel merasa puas. Kedua wanita ini benar-benar mengabdi kepadanya dengan baik.
Ryzel menoleh ke Abiella dan Raffy, kemudian ketiganya pergi menuju ke lantai tiga untuk menonton film bersama.
Sementara kedua asisten pribadinya diberikan tugas untuk melihat-lihat seluruh ruangan yang ada di mansion agar bisa lebih cepat beradaptasi di tempat tinggal ini.
"Ini terlalu besar!"
Neha melirik ke keseluruhan interior lantai dasar yang punya ukuran yang luas, ada beberapa pintu di lantai dasar yang dapat membawa mereka ke ruangan lainnya.
Melirik Mary di sebelahnya, Neha bertanya, "Dari mana kita memulai?"
Menyentuh kedua pinggangnya, Mary melirik ke sekita untuk memilih ruangan yang akan mereka masuki dan lihat.
"Bagaimana kita ke ruangan itu?" Tunjuk Mary ke salah pintu yang terdapat di arah barat.
Dengan Mary yang sudah memilih, pilihan dibuat oleh mereka berdua dan sepakat untuk pergi ke pintu yang ditunjuk oleh Mary.
Keduanya masuk ke pintu tersebut atas izin kepala pelayan dan pelayan yang lain.
Saat dibuka, mereka melihat sebuah ruangan yang luas dengan tempat tidur yang besar dan juga rapi.
Ternyata ruangan yang mereka pilih adalah ruang kamar yang serbaguna. Kata pelayan itu ruang kamar yang bisa digunakan untuk kamar tamu atau kamar apa saja.
Satu demi satu mereka masuki, ditemani oleh para pelayan yang sudah bekerja lama di bangunan mewah dan besar ini.
Mereka baru sadar bahwa mansion ini cukup dekat dengan bangunan terkenal di dunia, yaitu Menara Eiffel.
Begitu mereka masuk ke salah satu ruang kamar di lantai 3, mereka bisa melihat pemandangan Menara Eiffel bersama bangunan-bangunan lainnya yang
menambah kesan indah.
__ADS_1
Kamar mereka berdua tidak mendapatkan pemandangan tersebut, hal ini membuat keduanya ingin meminta dipindahkan ke kamar tersebut.
"Kalau Nyonya Neha dan Nyonya Mary ingin tinggal di kamar ini, butuh persetujuan langsung dari Tuan Ryzel. Kami tidak memiliki wewenang dengan kamar-kamar ini," ujar salah satu pelayan dengan sikap yang sopan.
Neha dan Mary mengangguk, untuk bisa di kamar ini mereka harus membutuhkan izin langsung dari Ryzel.
Hal ini membuat mereka berdua ragu untuk mempertahankan keinginan mereka tinggal di kamar ini.
"Apakah itu tidak apa-apa jika aku berbicara langsung mengenai hal ini kepada Tuan Ryzel?" tanya Neha kepada pelayan yang memberi tahu informasi sebelumnya.
Pelayan tersebut menjawab dengan cepat, "Saya tidak tahu lebih tentang itu. Kami sebagai pelayan biasa belum pernah meminta sesuatu kepada Tuan Rumah."
Semua pelayan mansion ini sangat sopan dan menjunjung tinggi kehormatan pemilik mansion.
Untuk membuat permintaan ke pemilik mansion adalah pilihan berat dan sulit untuk dilakukan oleh mereka yang hanya sekedar pelayan biasa.
Pasalnya, kepala pelayan saja tidak pernah meminta sesuatu kepada pemilik mansion.
Mereka semua menghormati hubungan antara majikan dan pelayan tanpa adan sesuatu unsur yang lain, seperti cinta.
Mendengar penjelasan dari salah satu pelayan ini, mereka berdua mendapatkan kesimpulan bahwa Tuan Ryzel ini memang sulit untuk didekati.
Akan tetapi, dua jam yang berikutnya mereka diminta untuk pergi ke kamar Tuan Ryzel.
Dugaan mereka tentunya menjurus ke persoalan cinta dan kelanjutannya.
Bagaimana tidak, kamar merupakan ruangan yang penuh dengan hal-hal privasi setiap orang. Tak bisa sembarangan bisa ke kamar orang lain atau kita sendiri.
Namun, mereka sudah dapat izin untuk bisa pergi ke sana.
"Aku menyerah, sama sekali tidak berani meminta permintaan untuk dipindahkan ke kamar ini. Lagi pula, kamar yang sudah aku tempati sama bagusnya, cuma ada perbedaan di pemandangan luar jendela. Itu bukan masalah bagiku," kata Mary dengan niat hati yang berubah dan lebih memilih untuk menyerah.
Bukan tanpa alasan berpikir dan berniat seperti itu.
Mary punya pandangan sendiri, yaitu dalam segi interior dan perabotnya tak ada yang berbeda.
Malahan Mary sangat menyukai kamarnya yang sekarang. Bagaimana tidak, semua kamar di mansion ini semuanya cantik dan indah, punya gaya interior berbeda-beda di setiap kamar yang ada di dalam mansion milik Ryzel.
Pada intinya, tak ada yang lebih bagus atau jelek di ruang kamar yang dibuat di mansion ini. Seluruh kamar bagus setara dengan kamar hotel bintang 4 dan 5 yang punya harga mahal setiap kali menginap dalam satu malam.
Tidak ada keluhan, protes, atau pertentangan dengan kamar yang sudah mereka tempati sekarang.
__ADS_1
Namun, Neha masih punya keinginan untuk memiliki pemandangan Menara Eiffel di kamarnya sehingga dia punya keyakinan yang kuat untuk mengungkapkan keinginannya di depan Ryzel.
"Aku ingin mencoba permintaan ini. Semoga saja ini bukan kesalahanku yang telah aku buat," Neha berkata dengan api keyakinan yang kuat di dalam pupil matanya yang indah. "Terima kasih, Mary."
Neha berterima kasih kepada Mary karena sudah membiarkan kamar tersebut diperjuangkan olehnya sendiri tanpa ada perebutan yang dapat menciptakan perpecahan di antara keduanya.
"Sama-sama."
Dengan obrolan tersebut selesai, mereka berdua ditemani oleh beberapa pelayan untuk pergi ke beberapa ruangan yang masih ada banyak di lantai 3 mansion.
Mereka bisa melihat bahwa banyak sekali ruang kamar.
Hal ini bisa dikaitkan bahwa Ryzel ingin membangun gedung mansion yang punya banyak sekali ruang kamar, dan tak lupa untuk melengkapi seluruh fasilitas mewah di mansionnya.
Benar, selain ada banyak sekali kamar di mansion ini, ada juga banyak fasilitas yang lengkap di beberapa pintu ruangan yang sudah mereka buka.
Ketika mereka pergi ke lantai 5 pun banyak sekali fasilitas lengkap nan mewah, membuat orang yang kaya meneteskan air liur karena mengetahui kemewahan mansion Ryzel.
Mansion yang punya harga sudah triliun tak perlu diragukan lagi dengan kualitasnya. Pasti itu tersemat banyak sekali kemewahan dan kemegahan.
Sama seperti kalimat yang sering dibicarakan orang-orang, kalau ada harga pasti ada kualitas.
Tidak mungkin jika kita sudah mengeluarkan banyak sekali uang yang telah disimpan selama 7 turunan, dan cuma dapat mansion kecil yang minim fasilitas
Mungkin hanya ada di novel.
Puas dengan mansion Tuan Ryzel, mereka kembali ke lantai paling bawah atau lantai dasar untuk bersantai selama beberapa menit.
Selanjutnya, mereka berdua ke kamar masing-masing untuk mencocokkan pakaian yang dipilih.
Mereka berdua kelihatan sangat bimbang dan bingung dengan pilihannya sendiri.
Pertemuan ekslusif bersama Ryzel harus menunjukkan tampil sosok terbaik mereka di depan majikan.
Jika tidak, itu membuat tuannya kecewa dan malas mempekerjakan dirinya lagi sebagai asisten pribadi.
Dengan waktu puluhan menit yang tersisa, mereka berdua berhasil menemukan pakaian yang cocok di jalan malam ini.
Neha mengenakan pakaian ketat dan transparan berwarna hitam. Meski transparan itu tak bisa melihat dengan jelas warna pucuk buah melon milik Neha.
Keluar dari kamar, Neha sangat cantik dan panas. Lekukan tubuhnya yang indah dapat dilihat dengan jelas kali ini.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik!"