
Ryzel menghiraukan tatapan tak percaya semua orang, dia mengelus dan menyentuh paruh ketiga burung elang seakan itu tak berbahaya.
Kedatangan ketiga burung elang ini menjadi pusat perhatian banyak orang, mereka baru pertama kali melihat burung elang sedekat ini di luar dari kebun binatang.
Pemandangan harmonis Ryzel dengan ketiga burung ini membuat pawang komodo tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka meminta semua jangan terlalu dekat dengan ketiga burung elang ditakutkan menyerang tiba-tiba.
Namun, imbauan itu tidak ditujukan untuk Ryzel. Jika mereka lihat lebih dekat lagi, pria yang bersama burung elang ini tampaknya sudah sangat dekat dengan burung elang. Mereka tahu perilaku hewan.
Maka dari itu juga, mereka bisa menjadi pawang komodo yang sebagai catatannya adalah hewan berbahaya.
Tepat ketika mereka memandangi Ryzel dengan ketiga burung elangnya, 5 ekor komodo tiba berjalan perlahan ke kumpulan para wisata.
Pawang komodo yang punya reaksi yang cepat segera menggiring wisatawan untuk menjauh.
Salah satu pawang komodo dari kelompok wisatawan yang berbeda mendekati Ryzel untuk memberi tahu bahwa di sini tidak aman lantaran komodo berjalan makin dekat dengan Ryzel.
"Maaf, Pak. Bisakah kamu pergi dari spot ini, komodo-komodo tampaknya berjalan ke sini karena tertarik dengan burung elang itu."
Mendengar ucapan pawang komodo, Ryzel melepaskan tangannya dan kemudian mengangguk. "Baiklah."
Setelah mengatakan itu, Ryzel berdiri dan menjauhi ketiga burung elang yang kelihatannya tidak sedang lapar.
Ketiga burung elang itu tidak mengikat Ryzel, melainkan diam dan mengarahkan sorot matanya yang tajam ke beberapa komodo yang berjalan hendak mendatangi mereka.
Semua wisatawan dan pawang komodo ingin mengusir komodo, tetapi itu tidak dilakukan takut membahayakan dirinya dan wisatawan jika komodo di luar kendali.
Jadi, mereka membiarkan kelima komodo datang menuju ketiga burung elang yang berdiri begitu polos.
"Pak, kami tak bisa menghalangi komodo untuk tidak menuju ketiga burung elang itu. Maaf, jika burung elang itu mati disantap komodo sebagai makanannya," kata pawang komodo yang berdiri memegang tongkat di dekat Ryzel.
Mendengar ini, Ryzel hanya tersenyum, menatap wajah pawang komodo, dan membalas ucapannya, "Santai, tidak perlu meminta maaf seperti itu, lagi pula komodo itu takkan memakan burung elang."
Wajah semua orang yang mendengar ucapan Ryzel menjadi bingung dengan apa maksud dari perkataan Ryzel.
Berikutnya, kelima komodo yang datang itu sudah dekat dengan ketiga burung elang dan mulai melakukan sesuatu.
Alih-alih menyerang ketiga burung elang, komodo-komodo tersebut hanya terbaring mengitari tiga burung elang tersebut tanpa melakukan apa pun.
Selanjutnya, burung-burung elang bergerak naik ke atas tiga dari lima komodo yang datang dengan wajah yang bangga.
Mata semua orang melotot dan memandang pemandangan ini dengan ekspresi terkejut.
Buan hanya para wisatawan dan pawang komodo yang kaget, Ryzel sendiri pun terpana dan mencoba untuk mengerti mengapa ketiga burung elang ini tidak diserang oleh komodo-komodo.
[Ding! Selamat Anda telah berhasil mempertemukan tiga panglima burung elang dengan komodo reptil purba!]
[Efek Spesial Berkah Dewa Burung Terbuka! Elang Haast telah dipanggil dan menjadi hewan peliharaan Anda secara permanen, semua spesies burung taat pada tuan rumah dan takkan pernah berkhianat!]
Begitu Ryzel menatap ketiga burung ini mengangkat kepalanya sambil berdiri di atas tubuh tiga komodo, sebuah pengingat dari Sistem terdengar di telinga Ryzel.
Sontak Ryzel terperanjat melihat pemberitahuan dari Sistem ini.
Ryzel segera diam dan tak berseru menahan keterkejutannya hingga perjalanan di Pulau Komodo ini selesai.
Ketiga burung elang ini pergi dan terbang di bawah mata semua orang, tetapi ketiganya memandang Ryzel sejenak dan membungkukkan tubuhnya sebelum pergi dan melesat terbang ke langit yang tinggi.
Semua wisatawan seketika melihat Ryzel dengan pandangan yang berbeda seolah Ryzel merupakan seorang dengan kemampuan super.
Ryzel tetap diam dan meminta pawang komodo untuk melanjutkan memberi penjelasan tentang komodo-komodo ini.
Setelah burung-burung elang pergi pun, komodo ini secara ajaib menjadi sangat penurut saat ditatap oleh Ryzel seakan sedang menghadap ke sang ketua ras.
Di Pulau Komodo ini satu per satu peristiwa aneh dan ajaib terjadi bersama dengan Ryzel.
Banyak sekali burung-burung yang mengelilingi Ryzel dan terbang berputar sambil bersiul indah terdengar sedang bersenandung.
Burung-burung tersebut berasal dari jenis yang berbeda dan tempat yang jauh di Pulau Komodo, ratusan burung tersebut mengelilingi Ryzel bagai memberi sebuah penghormatan, kemudian mereka terbang pergi ke tempat asalnya masing-masing.
Ryzel yang mengalami kejadian yang ajaib ini hanya bisa tersenyum dan menerima. Sejujurnya, dia tahu mengapa banyak sekali burung berdatangan kepadanya karena dia sudah menjadi raja burung di dunia ini. Sangat aneh, tetapi inilah kenyataannya.
Sebuah kemampuan aneh yang tak masuk akal datang kepadanya, terasa seperti tidak nyata.
Selain itu, peristiwa yang sangat luar biasa dan ajaib terjadi lagi ketika Ryzel berbicara dengan salah satu burung untuk mengambilkan setangkai bunga apa pun di sekitar di mana Ryzel dan yang lainnya berada.
__ADS_1
Burung tersebut pergi setelah Ryzel berkata seperti itu, dan tak perlu menunggu lama, setangkai bunga mawar di bawa oleh burung itu dan diberikan kepada Ryzel.
Hal ini membuat semuanya bingung sekaligus takjub. Mereka yang ada di Pulau Komodo tidak percaya Ryzel bisa memerintahkan burung, tetapi kenyataannya memang terjadi.
Semua kejadian aneh dan tak masuk di akal telah direkam oleh banyak wisatawan.
Setelah melihat semua keindahan di Pulau Komodo dan bertemu komodo secara langsung, Ryzel, Soomin, Raffy, dan beberapa kru kapal kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan.
Mereka sudah ada di Pulau Komodo selama hampir 3 jam.
Di sore hari, Ryzel dan orang-orang di kapal Pinisi pergi ke tempat wisata terakhir di hari ini, yaitu Taka Makassar.
Bersantai di atas kapal, Ryzel sedang melihat suatu berita di internet melalui ponselnya.
Ada berita baru yang panas di dunia Maya luar negeri dan juga dalam negeri, berita tersebut adalah tentang dirinya yang diberkahi oleh burung-burung.
Banyak berita luar negeri yang menyebut Ryzel sebagai Pangeran Burung karena banyak sekali burung yang menyukai Ryzel, bahkan sebuah video yang menunjukkan Ryzel bisa memerintahkan seekor burung menjadi sangat terkenal, dan karena itu juga Ryzel dipanggil dengan julukan tersebut pada berita-berita yang panas di internet sekarang.
Mengapa Ryzel disebut Pangeran Burung dan bukan Raja Burung, hal itu disebabkan karena wajah Ryzel yang tampan dan muda mirip dengan seorang pangeran di suatu kerajaan sehingga julukan Pangeran Burung lebih pantas ketimbang Raja Burung untuknya.
Soomin juga melihat berita-berita ini dan dia menoleh sambil tersenyum untuk melihat Ryzel yang duduk di sampingnya, dan Soomin berkata, "Kamu sedang terkenal karena burung-burung itu sekarang. Bagaimana perasaanmu?"
"Biasa saja," jawab Ryzel dengan santai sambil mengelus sesuatu di tangan kirinya. "Aku beberapa hari ke belakang ini sudah menjadi bahan berita para media, tidak begitu terkejut."
Mendengar pernyataan Ryzel, Soomin tersenyum dan berbaring di atas kursi pantai yang digunakan sebagai tempat mereka bersantai dan berjemur.
"Aku penasaran denganmu, apakah ada hubungan spesial antara dirimu dengan burung?"
"Entah, aku juga tidak tahu. Mungkin aku pria yang baik lalu aku disukai oleh semua burung karena itu."
"Terdengar sangat narsistik, tetapi itu terdengar benar, hmm ...." Soomin merasa perkataan Ryzel salah dan sekaligus benar. Dia menjadi bingung karena kalimat Ryzel.
Melihat Soomin yang kebingungan, Ryzel tidak bisa untuk tidak mencubit pipi Soomin yang agak gembul, Soomin terlihat lucu ketika bingung. Tampak sekali kebodohannya.
"Jangan dicubit, pipiku sakit!" keluh Soomin sambil menangkap tangan Ryzel. "Cubit bagian ini saja."
Soomin mengarahkan tangan Ryzel ke bagian dadanya.
Mengetahui maksud Soomin, Ryzel segera menarik lembut tangannya dan berkata, "Tidak boleh nakal, di sini ada anak kecil."
Mengangkat tangannya, Soomin menggaruk pipinya dengan canggung.
"Bang Ryzel, aku lupa dengan nama burung elang ini."
Suara Raffy terdengar di telinga Ryzel, memalingkan kepalanya ke kiri untuk melihat Raffy yang berdiri di dekat seekor burung elang raksasa, kemudian dia membalas, "Burung Elang Haast nama burung ini."
"Burung Haast! Aku baru ingat ...." Raffy teringat dengan nama burung ini dan memandang burung raksasa di depannya dengan wajah yang cerah.
Burung yang berdiri di dekat Ryzel adalah burung elang terbesar di dunia, mengalahkan Burung Harpy dan Burung Elang Laut Steller.
Terlebih lagi Burung Elang Haast yang dimiliki Ryzel punya versi terbaik dan bukan Burung Elang Haast biasa atau reguler.
Sistem memberi informasi tentang Burung Elang Haast yang Ryzel panggil, terdapat keterangan bahwa tinggi tubuh burung elang ini mencapai 160 cm, mengalahkan tinggi Raffy dan hampir sepantaran dengan Soomin. Rentang sayap lebih dari 4,2 meter dengan lebar ekor mencapai 170 cm.
Dengan cakarnya punya panjang 10 cm, mengalahkan panjang cakar harimau. Cakar sepanjang itu bisa merobek kulit manusia dengan mudah, bahkan bisa merobeknya kulit gajah dan burung unta.
Sosok Burung Haast yang berdiri di samping Ryzel yang sedang bersantai tampak sangat megah dan mengerikan. Semua kru kapal tak berani mendekati Burung Haast karena terlalu menakutkan untuk didekati.
Tak cuma ukurannya terlalu besar, warna dari Burung Haast ini juga terlihat mendominasi dengan perpaduan warna hitam dan emas.
Apabila dibandingkan dengan ukuran Burung Harpy dan Burung Elang Ekor Putih yang juga sedang berada di atas kapal Pinisi, mereka berdua yang terlihat besar kelihatan seperti seorang adik bagi Burung Haast.
Ketiga burung elang ini tak berani melawan Burung Haast, mereka bertiga sangat tunduk di hadapan Burung Elang Haast.
Burung Harpy, Ekor Putih, dan Elang Jawa adalah tiga panglima atau komandan dari Burung Haast, semua burung elang dipimpin oleh ketiga burung tersebut.
Selain Ryzel mendapatkan Burung Haast, Ryzel juga memperoleh ketiga burung elang tersebut, mereka semua ada di bawah kuasa Ryzel.
Kyakk!
Dengan siulan keras, Burung Haast dengan tiga burung elang tersebut terbang menuju ke Pulau Komodo meninggalkan kapal Pinisi.
Ryzel membiarkan mereka pergi karena ada sesuatu yang dilakukan oleh mereka di sana.
__ADS_1
Sebagai pemilik, Ryzel membebaskan mereka, terpenting tidak lupa untuk kembali bertemu dengannya.
"Ke mana mereka pergi?" Soomin menatap empat bayangan hitam yang terbang ke langit, kemudian menoleh kepada Ryzel untuk bertanya.
"Ada yang ingin mereka lakukan di Pulau Komodo, mungkin akan kembali lagi nanti di malam hari," jawab Ryzel sambil bangkit dari kursi.
"Apakah mereka ingin bertemu komodo dan bertarung?" celetuk Raffy sambil mengangkat kepalanya menatap wajah Ryzel.
Ryzel menggelengkan kepalanya dan berkata dengan senyuman, "Tidak, mereka adalah teman."
Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat Taka Makassar yang pulaunya hampir menghilang karena pasang.
Untungnya, masih ada daratan kecil yang terlihat. Segera mereka turun ke bawah dan bermain air di sana selama beberapa menit sambil mengambil beberapa gambar.
Taka Makassar adalah sebuah pulau yang bisa menghilang dan muncul karena ketinggian air laut, memiliki daratan dan pantai yang begitu indah, lautnya juga jernih sangat mengagumkan.
Setelah waktu menunjukkan pukul jam 4 sore WITA, mereka naik kapal lagi dan melanjutkan berlayar ke destinasi terakhir di hari besok yang jaraknya lumayan jauh.
Di malam hari, Ryzel dan Soomin masih belum tidur, mereka berdua menikmati pemandangan yang gelap di laut dan merasakan betapa dinginnya angin laut.
Raffy dan beberapa kru sudah tidur, kru lainnya masih bangun karena memang sudah jadwal mereka untuk tetap terjaga di malam hari ini.
"Besok adalah hari terakhir, kamu langsung pergi ke bandara dan pulang ke Korea Selatan?" Ryzel menengok untuk melihat Soomin yang mengenakan jaket tebal sedang duduk di kursi.
Pertanyaan Ryzel segera dijawab oleh Soomin, "Tidak, besok lusa aku akan pulang, besok aku masih ada di Indonesia sampai malam besok tiba. Bagaimana dengan kamu?"
"Kemungkinan aku akan kembali pulang ke Pulau Jawa. Namun, itu belum pasti. Lagi pula cukup melelahkan jika besok langsung pulang setelah pergi ke pulau terakhir yang akan kita kunjungi."
Mendengar perkataan Ryzel, Soomin menjadi senang, dan tiba-tiba dia duduk di atas pangkuan Ryzel dengan posisi yang saling menghadap. "Ayo kita bersenang-senang sekarang!"
Setelah Soomin mengeluarkan kata-kata itu, dia membuka jaket tebalnya dan menampilkan tubuhnya yang tanpa mengenakan pakaian kepada Ryzel.
Melihat ini nafsu makan Ryzel menjadi besar, dan tanpa banyak basa-basi menggendong Soomin ke kamar utama kapal sesekali berciuman.
Di malam hari ini ditakdirkan menjadi malam paling romantis yang mereka berdua lakukan.
Saking lelahnya Soomin di malam hari ini, dia telat bangun dari tidur di hari selanjutnya, itu pun harus Ryzel bangunkan agar Soomin tidak terlalu kesiangan untuk bangunnya.
"Kamu bermain terlalu keras, hum!" Soomin memukul Ryzel pelan dengan hati yang sedikit kesal.
Ryzel tidak menangkis pukulan Soomin, kemudian dia tersenyum dan berkata, "Bukankah kamu yang meminta?"
"I–itu ... bukan aku yang mau!"
Pipi Soomin memerah karena malu dan tidak ingin mengakui ucapan Ryzel.
Melihat mereka berdua yang sarapan sambil bermesraan.
Para kru kapal hanya bisa menahan rasa iri di dalam hatinya dan tersenyum kecut.
Banyak sekali pria dan wanita yang jomlo di kapal, mereka tentu ingin merasakan suasana hati yang Ryzel dan Soomin rasakan di pagi hari ini.
Sementara mereka semua iri, Raffy tak peduli dengan apa yang dilakukan Ryzel dan Soomin, dia fokus memakan makanannya hingga kenyang.
Tidak lama setelah mereka semua sarapan pagi, Burung Haast dan tiga burung elang lainnya mendarat di kapal Pinisi setelah pergi di sore hari kemarin.
Kedatangan mereka membuat para Kru menjadi berhati-hati dalam melakukan sesuatu di kapal.
Mereka masih bertanya-tanya tentang burung elang yang dipelihara oleh Ryzel. Para Kru baru pertama kali melihat burung elang sebesar itu.
"Kapan kita sampai di pulau tujuan terakhir?" tanya Ryzel sambil membawa Burung Haast ke ruang kendali kapal.
Nahkoda tersenyum sembari menahan takut di hatinya dan menjawab, "Di sekitar jam sepuluh kita akan tiba di sana."
"Baiklah." Ryzel mengangguk. "Aku ingin bilang beberapa pesan yang penting untuk Bapak Nahkoda dan lainnya ...."
Tiba-tiba Ryzel memberi banyak sekali pesan kepada nahkoda kapal yang berisikan hal penting.
Ryzel mengobrol dengan nahkoda dengan santai selama hampir setengah jam.
Burung Haast yang ikut dengan Ryzel tetap diam dan hanya melirik ke sekitar ruang kendali kapal lantaran penasaran. Sosok Burung Haast tampak seperti seorang penjaga atau pengawal Ryzel yang setia.
"Siap, Pak! Aku mengerti. Aku akan memberi tahu informasi-informasi itu kepada kru kapal kami."
__ADS_1
"Bagus. Aku keluar dahulu."