
Mendengar ucapan terakhir wanita ini, Ryzel menoleh untuk melihat wanita tersebut yang berdiri di belakangnya.
"Apa yang kamu bilang barusan?"
"Aku ****, memangnya kenapa?" Wanita itu balik bertanya kepada Ryzel seolah tidak mengatakan sesuatu yang salah.
Ryzel menepuk dahi dan menggelengkan kepalanya, wanita ini memang polos, awal mereka bertemu saja wanita ini terlihat begitu lugu dan tidak mengerti apa-apa.
Wanita ini Ryzel temukan di pelabuhan, wanita yang berasal dari Korea Selatan ini tampak kebingungan saat ia temui di pelabuhan.
Ketika Ryzel tanya dan dekati, dia mengaku dirinya lupa untuk mencari agen tur ke Pulau Komodo.
Seharusnya, dia sudah memesan agen tour dari jauh-jauh hari, saking lupanya dia tidak ingat dirinya belum memesan agen tur sehingga di pelabuhan hanya bisa berdiri kebingungan.
Soomin adalah nama wanita itu, dia berkata nama Soomin memiliki arti cerdas, tetapi apa yang Ryzel lihat sekarang ialah kebalikannya. Sikap Soomin yang ceroboh ditunjukkan kepada Ryzel dari awal mula bertemu dan sekarang pun sama.
Begitu mendengar Soomin mengatakan kalimat tadi, Ryzel terkejut karena perkataannya ambigu.
Melihat Soomin yang tidak tahu ucapannya tadi itu tidak sopan, lantas Ryzel beri tahu dengan ucapan yang sopan, "Lain kali jangan mengatakan kalimat yang barusan kamu keluarkan, itu sangat tidak baik."
"Um, baik. Aku mengerti, Oppa." Soomin mengangguk dengan wajah yang bersalah.
Meskipun agak bodoh, Soomin masih menurut dengan apa yang Ryzel katakan.
Senyuman yang menampilkan kepasrahan ditampilkan di wajah Ryzel, lagi-lagi Soomin menyebutnya Oppa, padahal umurnya jauh lebih tua dia daripada Ryzel sendiri.
Soomin merupakan wanita yang bekerja sebagai Broadcast Jockey genre gaming. Soomin hampir sama dengannya, tetapi berbeda genre atau kategori siaran langsungnya.
Broadcast Jockey yang disingkat ** adalah profesi yang menyiarkan kegiatannya di depan kamera yang menyala, entah main gim atau sekadar makan-makan sambil mengobrol dengan para penonton.
Tentu, ** bekerja di dalam ruangan, berbeda dengan Ryzel streamer luar ruangan yang menyiarkan kegiatannya di luar, seperti jalan-jalan mengunjungi suatu tempat.
Tak heran jika Soomin menjadi seorang streamer, selain bodoh, wajahnya cukup cantik, terlebih tubuhnya benar-benar berkembang di bagian depan dan belakang.
Setelah itu, Ryzel mengajak Raffy dan Soomin untuk berjemur di bagian kapal yang dikhususkan untuk berjemur sambil menikmati pemandangan laut.
"Mengapa kamu liburan ke sini?" tanya Ryzel mengambil minuman es jeruk di meja.
Duduk dengan kaki yang rapat, Soomin menjawab, "Aku penasaran dengan hewan komodo, aku memutuskan untuk ke sini."
"Oh, begitu. Kamu ke sini ingin liburan juga karena kejenuhan di pekerjaan, ya?"
__ADS_1
"Iya, aku lelah menjadi **, aku ingin menghibur diriku sendiri dan menangkan diri. Kamu juga tahu menjadi streamer itu melelahkan."
Soomin tampak mengeluh, dia memang sedang berada di titik kejenuhan akan pekerjaannya.
Ryzel akui, profesi streamer memang pekerjaan yang melelahkan karena rasanya seperti diatur oleh para penonton untuk tetap terus siaran.
Untungnya, Ryzel tidak begitu merasa karena dari awal pun dia bukan untuk mencari uang.
Berbeda dengan Soomin memang murni untuk mencari uang melalui siarannya sehingga dia butuh profit yang banyak melalui para penontonnya.
Mengatur penonton suatu hal yang sangat sulit, penonton adalah tahta tertinggi di media sosial.
"Kamu tidak takut pergi sendirian? Apakah kamu tidak berpikir tentang bahayanya pergi ke luar negeri seorang diri?"
"Tidak. Tujuanku pergi sendiri karena memang ingin menikmati perasaan bebas sendirian dan juga ingin menenangkan diri. Jika aku membawa orang lain, pasti itu merepotkan."
Wanita ini sangat berani bepergian ke luar negeri sendiri saja tanpa ada teman dan yang lainnya. Dengan santainya dia tidak memikirkan bahayanya.
Jawaban Soomin memverifikasi dirinya memang ceroboh dan bodoh.
Memijat dahinya, Ryzel merasa sangat heran dengan Soomin, dia benar-benar sangat lugu.
"Kamu tahu? Bepergian sendirian bukanlah hal yang bagus, terlebih kamu pergi liburan di negara yang masuk ke daerah Asia Tenggara. Beruntung kamu ke sini, bukan ke negara yang lain di Asia Tenggara."
"Rawan sekali kejahatan, bukan warga lokal pelakunya, biasanya adalah orang asing yang menetap secara ilegal. Jadi, aku sarankan kamu jika ingin pergi lagi ke suatu negara di Asia Tenggara, lebih baik bawa teman atau orang lain supaya kamu aman dari tindak kejahatan para orang asing," jawab Ryzel dengan tampang yang serius sambil mengangkat gelas jusnya.
"Aku mengerti, Oppa. Habis dari Indonesia aku akan pergi bersama orang lain."
"Baguslah."
Apa yang Ryzel katakan memang benar, selama dia pergi ke luar negeri, rasanya tidak sepenuhnya aman, ada rasa kekhawatiran.
Dia juga melihat warga asing yang tinggal di sana punya penampilan yang aneh dan ganjil.
Untungnya, Ryzel tidak mengalami perilaku kejahatan yang di lakukan orang di beberapa negara yang dia kunjungi.
Alasannya mungkin karena dia bepergian bersama orang lokal di sana sehingga pelaku kejahatan menghindar darinya.
Menatap Soomin di kursi santai di sampingnya, Ryzel tidak bisa membayangkan apa jadinya Soomin ke negara lain.
Kemungkinan besar akan ditipu dan diperdaya oleh pelaku kejahatan.
__ADS_1
Sifatnya yang lugu dan ceroboh menjadi sasaran empuk para pelaku. Mengetahui ini, Ryzel menjadi khawatir dengan Soomin.
Beberapa jam kemudian selama kapal melaju mengarungi lautan, Ryzel dan lainnya bisa melihat sebuah pulau di kejauhan yang tampak begitu indah.
Pulau ini terdiri dari bebukitan kecil yang menakjubkan.
"Pak, sebentar lagi kita sampai di Pulau Kelor. Jangan lupa untuk bersiap untuk turun."
Salah satu anggota kru kapal mendatangi Ryzel untuk memberi tahu di mana lokasi mereka sekarang .
"Ya, terima kasih informasinya." Ryzel mengangguk mengerti menanggapi salah satu kru kapal.
Setelah itu, Ryzel mengingatkan kepada Raffy dan Soomin untuk siap-siap, mereka akan turun dari kapal dan pergi ke Pulau Kelor.
Beberapa saat kemudian, Ryzel dan yang lainnya berjalan di garis pantai yang cukup lebar dan panjang.
Pemandangan Pulau Kelor sangat mengagumkan, air jernih dan biru dengan pasir putih di bibir pantai begitu majestik dan luar biasa indah.
Di depan mereka terdapat bukit kecil yang lumayan tinggi, di sana adalah tempat spot untuk berfoto-foto.
Akan ada pemandangan yang lebih indah dari atas sana.
Raffy baru pertama kali ke sini, dan dia sangat kegirangan melihat pemandangan pantai yang seindah ini.
Tangan Raffy yang kecil mengambil pasir putih di bawah dan meremasnya hingga pasir putih keluar dari sela-sela jarinya.
"Keren!"
Raffy sangat menyukai pantai, mungkin ini pertama kalinya pergi ke pantai.
Pemandangan yang memesona membuat Raffy tidak banyak bicara dan fokus menikmati keindahannya.
"Di sini masih belum keren, kita akan pergi ke atas sana untuk melihat pemandangan yang lebih spektakuler," ujar Ryzel sambil menunjuk ke atas bukit di depannya.
"Aku tidak sabar. Ayo pergi!" Raffy menarik tangan Ryzel dan berlari di atas pasir pantai yang basah.
Soomin yang di belakang mengikuti mereka berdua dengan wajah yang penuh kekaguman akan keindahan Pulau Kelor.
Mereka tidak tahu bawah di langit di kejauhan terlihat tiga titik hitam yang perlahan membesar seakan mendekati mereka semua.
Beberapa kru kapal ikut menemani untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
"Tampaknya, menjadi bos sangat enak, ya. Aku jadi ingin seperti Pak Ryzel yang kaya."