Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek


__ADS_3

Alaina duduk di atas ranjang, menatap neneknya yang terbaring lemah di tempat tidur.


Tatapan mata Alaina terlihat sangat lembut ke arah wajah neneknya yang penuh garis-garis halus dan keriput


Tangan Alaina memegang tangan neneknya dan berkata, "Namanya Ryzel, Nek. Dia calon suamiku."


"Suami kamu?" Nenek Alaina menatap lemah ke arah Ryzel.


Pupil matanya bergerak memindai sosok Ryzel secara keseluruhan, kemudian dia tersenyum.


"Nenek tidak masalah dengan calon suami kamu, dia tampan dan terlihat baik. Kamu hebat, Sayang."


Nenek Alaina mencoba mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Alaina.


Mendengar ucapan Neneknya Alaina tersenyum senang dan dia mengambil tangan nenek agar bisa menyentuh kepalanya sembari menundukkan tubuh.


Ryzel tersenyum begitu mendengar ucapan nenek Alaina, beliau menyukai dirinya, hal itu merupakan sebuah izin yang diberikan kepadanya untuk boleh menikahi Alaina.


Mereka berdua berbicara beberapa kata di depan Ryzel, dan sesekali Ryzel menjawab semua pertanyaan nenek dari Alaina.


"Nenek masih bisa berjalan?" tanya Ryzel kepada Alaina.


Berdiri berdua di ruang dapur, keduanya berbicara dan berunding dengan tenang


"Masih, tetapi tidak lancar, nenek sudah terlalu tua," Alaina menjawab dan sedikit mengangguk.


Ryzel menegaskan keputusan di dalam hatinya. Dia memang harus melakukan ini agar Alaina dan keluarganya tidak lagi hidup di ambang kemiskinan.


"Kalau begitu, kita bawa nenek ke mobil. Sebelum itu, kita bawa beberapa barang yang penting bagi nenek," kata Ryzel dengan serius.


"Untuk apa, Sayang?"


"Memindahkan keluarga kamu ke mansion. Kamu sekarang akan tinggal di mansion miliki."


Pernyataan Ryzel membuat Alaina terkejut, tetapi dia tidak menolah dengan rencana Ryzel, keluarganya memang butuh pindah ke tempat yang lebih layak kalau ada. Untungnya, Ryzel menawarkan kesempatan ini kepada keluarganya.


Dengan begitu, mereka berdua membawa 2 koper yang berisi barang-barang penting dan berharga bagi keluarga Alaina.


Dua pengawal Ryzel membawa 2 koper tersebut ke dalam mobil dan kembali untuk menjaga Ryzel serta keluarga Alaina.


Memang benar ucapan Alaina, neneknya harus ditemani untuk bisa berjalan karena tubuhnya sudah sangat lemah. Ryzel dan Alaina membantu nenek untuk turun ke bawah menuju mobil mereka yang terparkir.


Kedua adik Alaina masih menggandeng kedua tangan Raffy.


Dalam sekejap, Raffy merasakan bagaimana rasanya menjadi abangnya yang didekati banyak wanita.


Wajah dan penampilan kedua adik Alaina sangat cantik jika dilihat, dan memang mirip dengan Alaina.


Namun, Raffy belum mengenal rasa suka dan pikirannya murni anak kecil yang suka sekali dengan mainan dan hal-hal yang menyenangkan.


Ketika mereka sudah hampir sampai di bawah, gerombolan laki-laki berjumlah 10 orang datang menghalangi jalan Ryzel dengan gaya yang arogan.


"Mau ke mana kalian?!"


Salah satu pria mengenakan topi koboi menatap Alaina dengan wajah yang marah.


"Kamu ...."


Mata Alaina membesar melihat sosok pria di depannya, kemudian dia menjaga neneknya di samping Ryzel.


Melihat reaksi tak biasa Alaina, Ryzel tahu dengan apa yang sedang terjadi sekarang.


Orang-orang yang datang ini adalah kelompok yang biasa menagih utang.


Mereka datang ke sini untuk menagih utang pinjaman yang Alaina gunakan.


"Bayar utang kamu! Masih ada sepuluh ribu bolivar yang harus kamu bayar!"


Pria bertopi koboi menagih dengan suara yang keras dan intonasi yang marah.


Nenek Alaina yang mendengar ini segera mencengkeram erat tangan Alaina, terlihat ketakutan. Namun, Nenek Alaina kelihatan ingin menjaga cucunya.


"Alaina, kamu meminjam uang lagi sama me–mereka?"


"Iya, Nek. Maaf, aku masih belum mendapatkan pekerjaan, terpaksa aku harus mengutang ...."


Alaina mengucapkan kalimatnya dengan sedih, matanya perlahan memerah karena emosi yang ada di dalam hatinya.


"Sialan, mengapa kalian melakukan drama di sini?! Cepat bayar utang kamu sebelum pergi, Lacur!"


Pria bertopi koboi terlihat tidak sabaran dan dia meminta Alaina cepat membayar utang.


Pada saat Alaina ingin melangkah menuju mereka untuk membayar, Ryzel menahannya untuk tidak pergi untuk membayar utang kepada pria bertopi koboi.

__ADS_1


"Biar aku saja yang urus."


Setelah mengatakan kata-kata itu, Ryzel berjalan ke depan orang-orang yang terlihat bengis dan berbahaya ini.


Kedua pengawal Ryzel tidak bergerak, dia paham dan mengerti dengan arti dari tatapan Ryzel.


Urusan ini hanya Ryzel yang urus, tanpa ada bantuan orang lain, termasuk kedua pengawalnya.


"Aku ingin tahu berapa uang yang dipinjam Alaina selama tiga bulan ini?" tanya Ryzel dengan sikap yang tenang kepada mereka semua.


Melangkah maju ke depan, pria yang mengenakan topi koboi berhadap-hadapan dengan Ryzel di depannya.


Mendongak sedikit dan melirik Ryzel yang memiliki tubuh lebih tinggi dari tubuhnya, senyum pria koboi menjadi miring, dan dia menjawab, "Satu bulan pertama dia meminjam uang dua ribu bolivar, dan di bulan kedua seribu bolivar."


"Totalnya tiga ribu bolivar?" Ryzel menatap mata pria koboi di depannya mata yang tajam. "Mengapa kamu meminta uang sepuluh ribu bolivar?"


"Itu bunga karena dia tak bisa membayar di bulan kemarin." Pria koboi itu dengan tenang menatap mata Ryzel sembari tersenyum.


Namun senyuman pria ini membeku setelah tubuhnya diangkat oleh Ryzel hanya dengan satu tangan.


Dengan suara yang sangat dalam, Ryzel berkata, "Apakah ini caramu meminjamkan uang? Bunga tidak jelas dan besar kamu berlaku ke warga yang miskin?"


"Turunkan aku, Bajingan!" Pria itu meronta sekuat-kuatnya, berusaha untuk melepaskan cengkeraman tangan Ryzel pada kerah bajunya.


Melihat bosnya diperlakukan seperti itu, sembilan anak buahnya mulai bergerak untuk menyerang Ryzel.


Sayang sekali, baru saja mereka maju satu langkah, tubuh mereka membeku seketika dengan pupil mata menyusut ketakutan.


Tatapan Ryzel yang sangat tajam itu dapat dirasakan oleh mereka semua, membuat mereka merasa jiwanya dipotong-potong ribuan kali oleh pedang yang tak terhitung jumlahnya.


Keringat mulai mengucur deras di dahi dan seluruh tubuh mereka, kemudian semua tubuh mereka ambruk dan terbaring lemah di jalan.


Melihat semua anak buahnya terjatuh, pria bertopi koboi terkejut, dengan leher yang kaku dia melirik Ryzel di depannya.


Berikutnya, pria bertopi koboi tersebut gemetar hebat dengan keringat membasahi seluruh tubuh. Pakaian menjadi melekat ke sekujur tubuh akibat air keringat yang terus keluar.


Tak lama berselang, cairan kuning mengalir di antara kedua kakinya yang melayang dan mengalir ke bawah hingga menyentuh permukaan tanah yang menurun.


Ryzel melihat pria bertopi ini memejamkan matanya dengan tubuh yang lemas.


Melihat kondisi pria bertopi koboi yang seperti ini, Ryzel membawa pria bertopi ini ke tepi jalan dan menyandarkannya di tembok rumah warga.


Kesembilan anak buah pria bertopi koboi ini dibawa oleh kedua pengawal Ryzel dan ditempatkan di sisi pria koboi yang pingsan.


Setelahnya, Ryzel memasukkan uang 3 ribu dolar ke saku pria bertopi koboi tersebut, kemudian meninggalkan mereka semua yang pingsan bersama Alaina dan keluarganya.


Semua warga melihat ini dan mereka tercengang dengan apa yang terjadi barusan. Sama sekali tidak bisa dimengerti, mereka hanya melihat Ryzel mengangkat tubuh pria bertopi koboi yang cukup besar, tetapi diangkat layaknya karung berisi kapas, terasa ringan ketika dilihat.


Pria bertopi koboi dan anak-anak buahnya pingsan hanya karena dipandang oleh mata Ryzel.


Penduduk di sini bertanya-tanya tentang bagaimana semua pria yang mereka takuti pingsan begitu saja.


Pada saat mereka semua menatap kelompok pemeras dan penagih utang ini, sosok Ryzel dan keluarga Alaina sudah sangat dekat di tempat mobil mereka diparkirkan.


Dengan hati-hati Alaina dan Ryzel membantu nenek masuk ke dalam mobil, takut nenek sakit akibat terbentur atau tergesek benda yang sedikit tajam.


Sebelum Ryzel masuk ke dalam mobil dan berangkat bersama Alaina, Nenek, dan satu pengawalnya.


Ryzel membagikan uang kepada orang-orang yang ada di sini, masing-masing 100 bolivar kepada mereka semua.


Tambah 50 bolivar bisa menyewa satu wanita pekerja malam di rumah bordil.


Tentu saja, Ryzel tidak menyarankan mereka menggunakan uang itu untuk kegiatan tak terpuji tersebut. Lebih baik membelanjakan ke hal yang paling berguna dan krusial.


Seusai membagikan uang untuk tanda perpisahan, Ryzel masuk ke dalam mobil dan mengisyaratkan untuk satu pengawal yang membawa mobil yang satunya melaju lebih dahulu.


Dua mobil Rolls-Royce Cullinan bergerak meninggalkan tempat tinggal neneknya.


Di dalam mobil, Ryzel meminta pengawal yang duduk di kursi depan untuk memastikan bahwa rumah nenek Alaina kosong.


Nenek Alaina memutuskan untuk membiarkan saja rumah peninggalannya kosong, tetapi tetap dirawat.


Ryzel menuruti permintaan nenek Alaina.


Pengawal Ryzel menginformasikan bahwa ada orang yang akan merawat dan membersihkan rumah nenek Alaina dengan rutin setiap Minggu.


Jelas, orang itu akan digaji. Ryzel memberikan gaji yang cukup besar untuk pekerja yang kerjanya bersih-bersih.


Tak membutuhkan waktu yang lama, kedua mobil tersebut masuk ke halaman depan mansion, kemudian berhenti di tempat parkir bawah tanah mansion.


Kedua adik dan nenek Alaina terkejut dengan pemandangan mansion milik Ryzel, terlalu mewah dan elegan.


Mereka semua merasakan bagaimana terkejutnya Alaina saat pertama kali masuk dan datang ke mansion ini.

__ADS_1


"Nenek, kamu akan tinggal di sini mansion ini sekarang," kata Alaina dengan senyuman bahagia.


Nenek Alaina tersenyum dan mengangguk di atas kasur yang empuk. "Kuharap kalian cepat menikah dan memiliki momongan. Nenek tidak sabar untuk bisa melihat anak kalian berdua."


Pernyataan Nenek Alaina membuat pipi Alaina merah merona, asap mulai mengepul di atas kepalanya.


Alih-alih malu, Ryzel mengangguk dan menuruti permintaan nenek Alaina.


"Tidak akan lama lagi akan menikah, Nek. Aku sudah berjanji kepada Alaina." Ryzel tersenyum halus kepada nenek Alaina.


Alaina dan Ryzel berdiri di samping tempat tidur nenek, tatapan keduanya bertemu dan saling tersenyum.


Nenek Alaina yang melihat ini merasakan kebahagiaan di hatinya setelah puluhan tahun hidup di bawah garis kemiskinan.


Waktu masih tersisa banyak, Ryzel mengajak kedua adik Alaina dan Raffy ke mall untuk berbelanja baju.


Tidak lupa menanyakan semua ukuran pakaian Alaina dan nenek karena mereka ingin membelikan banyak pakaian untuk mereka tinggal selamanya di sini.


Saat pengungkapan ukuran, ada satu informasi yang Ryzel dapatkan, yaitu ukuran melon Alaina lebih besar dari Keiko.


Keiko digeser peringkatnya, berada di satu tingkat di bawah Alaina.


Meski begitu, perbedaannya cukup terbilang tipis, tetapi Ryzel sangat jeli dan bisa menemukan perbedaannya.


Ryzel juga menyadari bahwa wanita yang dipunya memiliki dua melon yang sangat bagus.


Tampak seperti dioperasi, tetapi mereka itu besar dan kencang alami karena gen dari lahir.


Dalam bentuk bulat dan ukurannya, mereka memang yang terbaik, tetapi memang warna untuk pucuk melon mereka berbeda.


Lebih bervariasi, tidak semuanya berwarna cokelat. Ada juga berwarna pink dan agak hitam.


Bagian lingkaran mereka pun berbeda, ada yang lebar, ada yang kecil dan lebih besar pucuknya. Pucuknya juga ada yang tenggelam dan ada yang menonjol keras.


Semuanya terlihat indah tanpa ada cacat.


Kasusnya sama dengan tempat lahir anak mereka nanti, bentuknya dan warnanya berbeda.


Dilihat-lihat, kedua adik Alaina dan Raffy ini sangat cocok, mereka kelihatan sangat akrab meski ada halangan dalam berbahasa atau berkomunikasi secara langsung satu sama lain.


Mereka lebih sering menggunakan bahasa tubuh atau isyarat untuk berkomunikasi meski terkadang Raffy dan kedua adik Alaina menggunakan bahasanya masing-masing dalam berbicara.


Tentunya mereka bertiga tidak bahasa yang digunakan satu dengan yang lainnya.


Mereka berbelanja banyak sekali pakaian, tas, sepatu, dan beberapa aksesoris. Ryzel juga tidak lupa untuk membelikan alat belajar untuk kedua adik Alaina yang akan disekolahkan.


Ketika pulang ke mansion setelah berbelanja, mereka membawa satu mobil box yang berisikan barang belanjaan mereka.


Alaina melihat barang-barang bermerek di atas tempat tidur hanya bisa tercengang dengan mulut ternganga lebar.


Ryzel hampir membelikan banyak koleksi tas mahal dari merek terkenal, ada puluhan sepatu, dan juga koleksi aksesoris lainnya.


Tentu saja ini adalah impian banyak wanita untuk dibelikan berbagai barang mewah.


Di dalam kamar, Alaina memeluk Ryzel dengan tangisan kebahagiaan atas semua yang telah Ryzel berikan kepadanya.


Sekarang dia merasa sedang ditimpa sebuah mimpi indah dari seluruh wanita di dunia.


Sehabis mereka makan malam, Ryzel memberikan cincin berlian merah kepada Alaina di depan nenek dan keluarga lainnya.


Hal yang membahagiakan terjadi lagi dan Alaina menyempatkan diri untuk memeluk Ryzel di depan semuanya.


Wajah nenek Alaina sedari datang ke sini terlihat sangat senang dan bahagia.


Nenek Alaina sangat menyukai calon suami Alaina ini dan dia merasa sangat lega.


Ryzel juga mempekerjakan salah seorang dokter wanita untuk merawat secara rutin nenek Alaina.


Dengan begitu, nenek Alaina akan terjamin kesehatannya di masa tua ini.


Apa pun nenek Alaina inginkan akan Ryzel kabulkan, nenek Alaina sudah dianggap sebagai neneknya sendiri, sama seperti nenek Risa.


Alaina sempat memberi tahu hubungannya dengan Ryzel kepada neneknya.


Neneknya cukup terkejut mengetahui bahwa Ryzel memiliki banyak wanita, tetapi melihat mereka semua mendapatkan ini dan Alaina memberi tahu bahwa kebahagiaannya tetap terjamin oleh Ryzel, nenek Alaina tidak keberatan dengan hubungan sebenarnya Alaina.


Keesokan harinya, nenek Alaina memberikan sebuah pesan kehidupan dan nasihat kepada Ryzel setelah makan pagi bersama.


Nenek Alaina meminta Ryzel dan Alaina ke kamar untuk menghadap dirinya.


Di sana, mereka berdua benar-benar diberikan banyak sekali pedoman hidup tentang percintaan sehingga Ryzel juga makin mengerti bagaimana caranya membahagiakan seorang wanita dengan baik dan benar.


"Nak Ryzel, aku harap kamu terus sukses dan bahagia bersama wanita yang memilihmu, termasuk Alaina. Aku percaya kamu mampu membahagiakan mereka semua. Ambil gelang ini, hadiah dariku atas kebaikan yang telah kamu berikan pada keluarga kami semua."

__ADS_1


Sebuah gelang kayu berbentuk hati atau cinta tergeletak di atas tangan Ryzel.


__ADS_2