Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 177: Anggota Bertambah Lagi


__ADS_3

Alessia dan Milena sulit untuk menerima identitas Ryzel yang sebenarnya. Keduanya terdiam di dalam bathtub dengan pandangan yang tidak percaya.


Jari-jemari Ryzel bergerak, sedikit air yang ada di dalam bathtub terbang keluar dan terbang melayang mengelilingi tangan Ryzel.


Tampilan ini sangat menakjubkan, membuat mereka berdua terpukau dengan sorot mata yang tidak bisa terlepas dari air yang terbang di udara.


Sebelum mereka berdua bereaksi, tubuh mereka berdua tiba-tiba terangkat oleh sesuatu yang tidak terlihat, terbang menuju Ryzel yang ada di depan mereka.


"Aaa!!"


Mereka berdua menjerit ketakutan di dalam kamar mandi, tetapi Ryzel peluk tubuh keduanya dan menahan suara mereka dengan ciuman mulut sehingga keduanya menjadi diam secara paksa.


"Apakah itu mengasyikkan?" tanya Ryzel dengan senyuman di wajahnya.


"Bagaimana kamu bisa melakukan itu?!" Alessia sangat terkejut dan hatinya berdebar cepat saat ini.


Tidak berbeda dengan Milena, dia juga sangat terkejut dan menambahkan, "Bagaimana caranya kamu bisa menerbangkan kita berdua?"


Ujung bibir Ryzel melengkung ke atas, sebuah senyuman muncul dengan perasaan yang puas, kemudian Ryzel menjawab, "Aku Dewa Air Atlantis sekaligus Dewa Angin. Aku bisa mengendalikan semua air di dunia ini, dan juga aku bisa menciptakan angin untuk membuat kalian melayang."


"Jadi, kamu adalah Dewa Air dan Dewa Angin?!" Milena menatap Ryzel dengan penuh kejutan


Alih-alih terkejut, Alessia tiba-tiba mencium leher Ryzel penuh kasih sayang yang tak terbendung lagi.


"Jangan lakukan itu, Alessia. Cium bibirku atau yang lain. Jangan di leher," kata Ryzel yang memperingatkan Alessia.


Tanpa menjawab, Alessia segera memindahkan ciumannya ke dada kanan Ryzel. Warna merah muncul di tubuh Ryzel.


"Sekarang kalian sudah tahu tentang identitasku, aku juga ingin memberi tahu kalian sesuatu yang lebih penting."


"Apa itu?"


Alessia melepaskan gigitan dan ciuman cintanya pada tubuh Ryzel, dan dia segera menatap Ryzel penuh rasa ingin tahu.


"Kita selesaikan ini satu jam lagi, aku akan memberi tahu kalian setelahnya.


"Um, oke, tetapi aku juga mau kamu mengeluarkan cairan, jangan kami berdua saja. Tunjukkan kalau kamu juga puas dengan pelayanan kami berdua," kata Alessia dengan wajah yang sedikit sedih.


Ryzel mendekatkan wajahnya ke wajah Alessia dan membalas, "Kamu ingin memiliki anak dariku?"

__ADS_1


"Kenapa tidak? Aku sudah jatuh cinta sejak pertama melihat matamu, aku juga sudah matang untuk menjadi ibu." Alessia mendekatkan juga wajahnya ke wajah Ryzel. Wajah keduanya menjadi lebih dekat, hidung mereka yang mancung saling bersentuhan.


Milena yang sudah berdiri melepaskan diri dari pelukan Ryzel hanya ikut senang dengan kedekatan mereka berdua. Sebenarnya, di dalam hati Milena ada rasa iri.


Sebelum sempat bergerak, Milena tiba-tiba dicium oleh Ryzel yang tengah menggendong Alessia.


Setelah ciuman keduanya selesai, Ryzel melontarkan sebuah pertanyaan kepada mereka berdua, "Kalian sudah siap memiliki bayi dariku dan menjadi ibu?"


"Aku sangat siap," jawab Milena yang sudah tidak peduli lagi dengan karirnya. Hidup bersama Ryzel merupakan suatu kebanggaan yang sebenarnya bagi dia.


Alessia menjawab dengan kalimat yang hampir sama.


Dengan jawaban mereka yang seperti itu, Ryzel akhirnya memberikan kepuasan kepada keduanya dengan cairan yang kental.


Akan tetapi, Ryzel tidak membuat cairan itu menjadi bibit yang lulus menjadi bayi di tubuh mereka berdua.


Sengaja Ryzel lakukan agar mereka berdua bisa fokus dengan karirnya untuk saat ini.


Belum saatnya untuk membuat mereka mengandung. Pasalnya, acara pernikahan yang akan dilakukan Ryzel kepada semua wanitanya masih lama, beberapa bulan lagi.


Ditakutkan mereka berdua sudah bulat terlebih dahulu perutnya.


Setelah mereka merasakan kenikmatan yang tidak bisa diucapkan, Alessia dan Milena meminta Ryzel untuk mencuci tubuhnya dan membiarkan cairan putih keluar dengan sendirinya..


Di satu kasur yang sama, Ryzel memeluk Milena dan Alessia di kedua tangannya.


Mereka berdua yang sudah mengenakan baju tengah memeluk Ryzel dengan posisi miring, mengelus-elus otot-otot tubuh Ryzel yang sangat indah tanpa ada cacat.


Ryzel berencana tidur tanpa mengenakan pakaian atas dengan mereka berdua.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Ryzel?" tanya Alessia yang masih ingat dengan ucapan Ryzel sebelumnya.


Mencium kening mereka berdua, Ryzel mulai menjelaskan tentang haremnya.


Setelah mengetahui tentang Harem Ryzel, mereka berdua menampilkan wajah yang rumit beberapa saat.


Tak lama kemudian, Alessia kembali bertanya, "Apa kamu mampu membagikan cinta kamu kepada kami semua dengan rata? Bagaikan memberikan cinta ke satu wanita?"


"Aku mampu," jawab Ryzel dengan tegas serta percaya diri.

__ADS_1


Milena dan Alessia masuk lagi ke dalam renungannya, kemudian mereka berdua mengangguk bersamaan.


"Kalau begitu, aku menerima menjadi istrimu. Namun, aku meminta kamu harus baik kepada kami semua selamanya." Alessia menatap kedua mata Ryzel dengan serius.


Menyentuh dagu kecil dan sedikit meruncing Alessia, Ryzel mengangguk. "Itu sudah menjadi tugasku."


"Aku terima kamu menjadi suamiku, tetapi ingat untuk tetap baik pada keluargaku," kata Milena yang ingat dengan keluarganya.


"Aku mengerti." Ryzel mengangguk dan membelai pipi Milena.


Jawaban Ryzel dipegang oleh mereka berdua. Akan mereka ingat sampai kapan pun.


Tidak menunggu lama, mereka bertiga akhirnya tertidur lelap bersama di tempat tidur yang empuk.


Di pagi harinya, Ryzel memberikan uang sebesar 600 ribu euro yang setara 10 miliar rupiah kepada Milena dan Alessia.


Uang sebanyak itu bisa menghidupi mereka berdua bertahun-tahun.


Tentunya, Ryzel berkata bahwa itu bukan uang utama mereka nantinya jika sudah menjadi istri.


Ryzel memberi tahu kepada mereka berdua bahwa dia memiliki uang lebih dari 12 triliun dolar, setara dengan 180 ribu triliun rupiah.


Uang 100 kuadriliun rupiah Ryzel dapatkan dari Berkah Dewa Angin yang ternyata punya kekayaan yang banyak.


Dengan begitu, kekayaan Ryzel sangat banyak dan sulit dihabiskan.


Mereka berdua terbelalak mengetahui tentang ini, Ryzel ternyata telah menjadi pria terkaya di dunia, lebih tepatnya orang terkaya di dunia.


Mengalahkan Eloy Ma yang mengganti Burung Biru menjadi Triple X Corp.


Keputusan yang telah mereka buat di malam hari merupakan keputusan paling tepat yang mereka pilih dalam hidup ini.


Omong-omong, Ryzel mendapatkan uang 5 miliar euro, Saham Perusahaan iPon sebesar 7%, dan Kemampuan Tenis dari berkunjung ke dua tempat yang ramai juga terkenal di Italia ini.


Terkadang Sistem tidak memberi tahu tentang tugas masuk dirinya. Itu juga pernah terjadi di Labuan Bajo.


Tidak masalah dengan ini, merasa dirinya mendapatkan kejutan yang tidak diketahui.


Saat ini, mereka semua sedang pergi ke Pantheon yang terkenal di Roma, Italia.

__ADS_1


Sebuah kuil yang digunakan menyembah Dewa-dewi Romawi. Sudah menjadi legenda kuil ini, Ryzel banyak menemukannya di dalam gim ponsel dan gim konsol. Gim lainya juga yang ada di laptop.


"Apakah Dewa-dewi Romawi mengenal kamu?"


__ADS_2