Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 65: Hadiah Aneh


__ADS_3

“Tunggu, Maly. Mengapa kamu menarik tanganku?“


Tangan Ryzel ditarik oleh Maly sehingga Ryzel mau tak mau mengikuti Maly yang sedang membawanya ke dalam kamar.


Kemudian Maly menyuruh Ryzel duduk di atas kasur.


“Tutup matamu, aku akan menghadirkan hadiahnya sebentar lagi,” kata Maly dengan wajah yang misterius.


“Bisakah aku tetap membuka mata saat kamu membawa hadiahnya?“ Ryzel malas menutup mata, takut ketika ia menutup mata ada sesuatu yang aneh terjadi.


Maly menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Tidak bisa, kamu harus menutup mata.“


“Ya, baiklah.“ Ryzel tersenyum masam dan menuruti permintaan Maly.


Begitu ia memejamkan matanya, Ryzel mendengar suara dari arah depan, lebih tepatnya di arah di mana Maly berdiri.


Suara kain yang bergesekan terdengar di telinga Ryzel membuat dahi Ryzel mengernyit dengan alis yang bertaut. Ryzel merasakan sesuatu yang aneh.


Benar saja, begitu ia diminta untuk membuka matanya, Ryzel melihat pemandangan yang mencengangkan di depan wajahnya.


Pemandangan berupa dua gunung kembar berwarna putih dengan puncak berwarna pink ditampakkan dengan jelas.


Belum sempat Ryzel merespons, tiba-tiba gunung kembar berukuran besar ini menabrak wajahnya hingga Ryzel terbaring di atas kasur.


Maly menindih Ryzel dan menghimpit wajah tampan Ryzel dengan kedua bola susunya yang besar dan kencang.


“Hei, apa yang sedang kamu lakukan—”


Baru saja Ryzel berbicara, mulut Ryzel disumpal oleh salah satu puncak gunung sehingga ia berhenti berkata sesuatu.


Ryzel sama sekali tidak diberi kesempatan oleh Maly untuk berbicara.


Saat ini, Maly benar-benar brutal dan mendominasi. Ryzel terus ditimpa oleh tubuhnya dan Maly duduk di atas perut Ryzel.


Ryzel merasa kesal dengan ini sekaligus tegang, adik kecilnya sudah berevolusi menjadi ular besar.


Kedua tangan Ryzel memegang pinggul Maly yang masih dibungkus oleh celana, dan ia mengangkat tubuh Maly dari tubuhnya.


Maly terkejut dengan gerakan Ryzel, ia berbaring di atas kasur sambil menatap Ryzel yang berdiri sedang melakukan sesuatu, membuka celananya.


Berikutnya, benda yang panjang, besar, dan putih berurat ditunjukkan ke Maly.


Sebuah bayangan tongkat panjang dengan ujung yang membulat menutupi wajah Maly yang memiliki ekspresi terkejut.

__ADS_1


Ular besar tersebut jatuh tepat di belahan antara dua gunung besar, kemudian ular besar tersebut bergerak maju mundur, seolah-olah sedang menggesekkan tubuhnya karena gatal.


Maly merasakan kenikmatan ini dan ia dengan sengaja menjepit ular besar dengan kedua gunungnya.


Sekali lagi Ryzel diberi pengalaman panas oleh wanita, tetapi dia tak melakukan hal tersebut sampai ke sesi masuk dan keluar atau kegiatan mencelup sesuatu ke lubang.


Mereka berdua hanya memainkan barang yang dimiliki satu sama lain.


Malam ini Ryzel benar-benar diperlakukan seperti bayi oleh Maly, ia disusui sambil ular besarnya dielus dengan belaian yang lembut. Terkadang juga ular besar Ryzel dicium dan dimasukkan ke dalam mulut, bagaikan lolipop isap.


Berkali-kali Maly meminta untuk dimasukkan, tetapi Ryzel memegang teguh pendiriannya.


Padahal, Maly sudah sangat menginginkan ular besar Ryzel yang berukuran 40 cm lebih ketika terbangun, itu sangat besar.


Bukannya takut, Maly makin menjadi-jadi, sangat ingin ular besar Ryzel dimasukkan ke dalam gua pinknya yang jarang ditumbuhi rumput hitam.


Padahal, jika Ryzel masukkan, ular besarnya tidak bisa masuk semua dan hanya setengahnya yang berhasil masuk, mungkin bisa semuanya dimasukkan, jika sering dilakukan.


Sayang sekali, Ryzel tidak ingin kegiatan itu terwujud. Ryzel belum siap untuk ke depannya apabila ia melakukan itu dengan seorang wanita.


Perasaannya ke Maly masih sebatas teman dan bukan pacarnya, perasaan ini belum berkembang ke tahap lanjut.


Selama 1 jam Maly memainkan ular besar hingga memuntahkan cairan putih susu yang kental dan agak berlendir dengan aroma wangi sedikit amis. Maly menelan cairan itu di mulutnya dan ia tersenyum senang.


Ryzel merasa lemas setelah ular besar miliknya muntah. Butuh beberapa menit untuk Ryzel kembali ke kamarnya.


Perasaan tadi benar-benar membuat Ryzel selalu terbayang-bayang. Dengan demikian, Ryzel tersadar bahwa dirinya memiliki orientasi lebih terhadap bola besar seorang wanita.


Sebelum tidur, Maly mengirimkan foto bola besarnya kepada Ryzel disertai dengan wajahnya yang seduktif.


Dugaannya benar, begitu Ryzel memandang beberapa detik bola tersebut, adik kecilnya berubah menjadi ular besar.


Apabila dibandingkan, bola besar milik Haimi lebih besar dari Maly, tetapi dari bentuknya, bola Maly lebih kencang dan bentuk lebih bulat sedikit mancung ke atas.


Jujur saja, Ryzel suka keduanya karena sama-sama besar.


Malam ini Ryzel tidur tanpa mengenakan busana sedikit pun di tubuhnya. Ryzel membiarkan ular besar yang ia punya berdiri di dalam selimut.


Keesokan harinya, di pagi hari, Ryzel mendapati kamarnya diketuk oleh seseorang.


Dengan wajah yang masih mengantuk, ia berjalan dan berniat untuk membuka pintu kamar.


Saat pintu kamar terbuka, Ryzel melihat Maly di depan pintunya dengan mengenakan pakaian yang seksi dan panas, ia memakai baju putih agak tembus dan celana seksi atau hot pants.

__ADS_1


Tanpa berkata-kata lagi, Maly mendorong Ryzel ke dalam kamar dan ia masuk ke kamar Ryzel.


Di sana, terjadi lagi kegiatan saling memegang barang satu sama lain.


Pada kesempatan kali ini, kegiatan mereka lebih brutal lantaran Maly sudah beradaptasi dengan Ryzel.


Maly ini sama dengan Haimi, wanita yang berani meski baru pertama kali berbuat ini kepada seorang pria. Sebelum Ryzel, tak ada yang menyentuh bolanya selain dirinya sendiri.


Gerakan Maly lebih lihai dari semalam, dan ia bahkan berinisiatif untuk melakukan kegiatan tersebut.


Lebih 2 jam berselang, mereka memberhentikan kegiatan panasnya dan memutuskan untuk menonton film bersama.


Hari ini Sistem tidak memberikan tugas masuk, tetapi Sistem menberi kisi-kisi, ia akan pergi ke sebuah tempat yang masih di kawasan Kamboja, memiliki jarak yang cukup jauh dari hotelnya. Tempat itu pastinya adalah pantai, sebab Sistem memberi tahu tempat tersebut dikelilingi laut.


Ryzel sudah menebaknya di dalam hati. Sudah memiliki jawaban ini dan siap untuk memesan transportasi untuk ke sana.


“Ryzel, maukah kamu menjadi pacarku?“ celetuk Maly ketika keduanya tengah asyik menonton film.


“Pacar?“ Ryzel menoleh ke Maly. “Tidak bisa, Maly. Kita berdua terlalu cepat untuk menjalin sebuah hubungan.“


“Aku sudah jatuh cinta padamu, Ryzel.“ Maly merangkak naik ke tubuh Ryzel dari posisi duduknya di sebelah Ryzel.


“Maly, sadarlah. Aku adalah pria yang baru dua hari kamu temui. Kamu tidak tahu sifat dan sikapku lebih dalam. Jangan terlalu gegabah.“ Ryzel menyentuh kedua pinggul ramping Maly dan menatap Maly dengan serius.


“Umm … baiklah. Namun, aku mau sesuatu hal dari kamu, jika kamu tak bisa menerima aku sebagai pacarmu.“


“Apa itu?“ Ryzel menjadi penasaran dan sedikit waspada, ia takut permintaan Maly ini aneh.


“Kita tetap harus berteman meski kamu sudah tidak di sini lagi. Bagaimana? Apa kamu bisa menjaga hubungan pertemanan kita?“


Ryzel menghela napas lega setelah mendengar permintaan Maly. Ia rasa dirinya mampu mengemban permintaan ini. Jadi, ia mengangguk setuju.


Di detik berikutnya, Maly mencium Ryzel dengan perasan sayang tak tertahankan.


Jari-jemari Ryzel naik ke atas dan memainkan puncak gunung Maly dengan cukup berpengalaman.


Tubuh Maly agak tersentak dan ia tanpa sadar mengeluarkan suara aneh ketika berciuman.


Durasi beradu mulut tersebut berlangsung lama, lebih dari 15 menit lamanya.


Setelah menonton film. Keduanya sepakat untuk pergi ke suatu tempat di Kota Phnom Penh.


“Ryzel, apa aku cantik memakai pakaian ini?“ Maly berdiri di depan Ryzel dengan mengenakan pakaian baru.

__ADS_1


Pakaian ini tampak terbuka, Ryzel bisa melihat belahan bola begitu jelas.


"Lebih baik kamu ganti baju itu sekarang, pakai baju yang lebih tertutup."


__ADS_2