Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 117: Bertemu dengan si Kembar


__ADS_3

"Oke, aku akan ke sana, tunggu dan jangan ke mana-mana."


Setelah mengatakan itu, Ryzel mematikan telepon dan pergi ke tempat yang diberitahukan oleh Rina.


Mereka berdua menunggunya di sebuah tempat, yaitu restoran mie ayam bakso yang pernah dia dan kedua wanita kembar kunjungi.


Ryzel masih ingat jalan menuju ke restoran itu, cukup dekat hanya dengan berjalan kaki saja sampai.


Di hari ini sangat ramai, ketika Ryzel melewati Alun-alun Bandung, terlihat banyak sekali orang yang berkunjung, lebih ramai dari saat itu dia datang.


Saat lewat tempat tersebut, banyak mata yang meliriknya, setiap Ryzel melintas di depan orang, pasti ada beberapa pasang mata yang memandangnya begitu menohok. Begitu terang-terangan.


Kebanyakan dari mereka adalah wanita, mereka menatap Ryzel dengan wajah yang merona, tetapi tidak sedikit pria yang ikut melihatnya juga.


Tahu akan hal ini, sekejap tubuh Ryzel merasa merinding.


Dengan cepat, Ryzel menutup wajahnya dengan masker mulut agar tidak menampilkan wajahnya begitu jelas.


Ryzel lebih baik memilih menghindari daripada sesuatu yang aneh terjadi padanya.


Setelah melewati banyak orang yang berkumpul dan berkunjung di dekat trotoar jalan, dia sampai di tempat makan yang dijanjikan Rina dan Rani.


Ketika masuk, dia dapat menemukan sosok keduanya sangat mudah dan kemudian Ryzel berjalan mendatangi mereka.


Melihat pria yang berjalan ke arahnya, Rina dan Rani bangkit untuk berdiri, sebuah senyuman penuh kerinduan ditampilkan oleh keduanya.


"Akhirnya, kita bertemu lagi."


Rina langsung memeluk Ryzel tanpa meminta izin terlebih dahulu.


Sontak Ryzel terkejut dan dia memeluk tubuh Rina perlahan.


Mereka berdua berpelukan tidak terlalu lama hanya beberapa detik, kemudian Rina berinisiatif untuk melepaskan pelukannya pada tubuh Ryzel, disusul oleh Rani yang tanpa berbicara memeluk Ryzel.


Terasa pelukan Rani lebih kencang dibanding pelukan Rina.


Dia masih ingat dengan Rani, wanita yang lebih pendiam ketimbang saudari kembarnya Rina, tetapi beberapa akhir ini, Rani memang tidak begitu pendiam kepadanya, sudah lebih terbuka.


Setelah menghilangkan kerinduan satu sama lain, Ryzel dan mereka berdua duduk kembali di meja makan. Ryzel tanpa basa-basi memesan makanan mie ayam dan beberapa makanan lainnya.


"Bagaimana dengan perjalanan kamu ke luar negeri, apakah itu menyenangkan?" Rina bertanya dengan wajah yang antusias, Rani yang duduk di sampingnya pun menatap Ryzel menunggu jawaban Ryzel.


Segera Ryzel merespons dengan anggukan, dan dia menjawab dengan senyuman khasnya, "Cukup menyenangkan, aku bisa melihat sesuatu pemandangan alam yang indah di sana dan bertemu dengan banyak orang baru."


"Oh, aku tahu itu." Rina tersenyum. "Tampaknya, kamu banyak didekati wanita luar negeri, ya."


"Eh, tidak juga."


"Kami berdua selalu menonton siaran langsung kamu, dengan jelas kamu selalu ditemani oleh banyak wanita saat berkunjung ke suatu tempat yang ada di sana."


Rani mengangguk membenarkan ucapan saudari kembarnya. Rani ingin mengucapkan sesuatu, tetapi dia terlalu malu dan tak berani.


"Oh, itu bukan keinginan aku, mereka sendiri yang bersedia melakukan perjalanan bersama dan membantuku dalam perjalanan di daerah sana. Sekali lagi, ku sama sekali tidak meminta mereka untuk menolongku," terang Ryzel kepada mereka berdua.


Mendengar ini, keduanya terdiam, mereka tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


Rina mengangguk kecil dan berkata, "Bagus kalau memang seperti itu, kukira mereka ingin dekat denganmu karena mereka menyukai kamu."


"Hehe, tidak seperti itu," kekeh Ryzel yang merasa itu adalah candaan.


Pada kenyataannya, apa yang diduga Rina merupakan sesuatu yang benar terjadi.


Semua wanita yang bertemu dengannya, kebanyakan mereka menyukai dirinya dan bukan murni ingin menolong.


Meskipun demikian, Ryzel tak membenci mereka, hak mereka ingin mencintai siapa saja, dan mereka boleh mencintai dirinya, Ryzel sama sekali tidak melarang.


Namun, Ryzel tidak bisa memaksakan diri sendiri untuk menyukai mereka. Kembali lagi, dia pun sama memiliki hak untuk mencintai orang lain dan tak bisa dipaksakan.


"Oh, iya, bagaimana dengan temanmu? Apakah dia baik-baik saja setelah putus?" Ryzel mengganti topik pembicaraan.


Rina berkata dengan senyum yang ingin tertawa, "Sangat lucu sekali mantan pacar teman Rani, beberapa hari yang lalu dia mendatangi Rani dan temannya ketika sedang jalan-jalan, pria itu memohon sampai bersujud minta untuk kembali berpacaran. Itu pemandangan yang lucu."


Mulut Rani ditutup, dia menahan tawanya juga setelah mendengar Rina yang memberi tahu kejadian tersebut. Sebagai orang yang ada di tempat kejadian, dia tahu betapa lucu dan konyolnya tingkah mantan pacar temannya ini.


Reaksi Ryzel tidak berbeda, dia tersenyum lebar untuk menahan tawanya setelah mendengar kabar gembira tersebut. Tak menyangka pria yang playboy itu bisa memohon dengan sangat memalukan.


Penasaran dengan kejadian tersebut, Ryzel bertanya, "Lalu bagaimana jawabannya?"


"Aku pasti menyebut teman Rani wanita bodoh jika dia tetap menerima pria itu. Untungnya, teman Rani tidak bodoh dan dia pintar. Dia menolak mentah-mentah permohonan mantan pacarnya tersebut."


"Um, ya, benar kata Rina. Temanku sama sekali tidak menganggap mantan pacarnya ada," kata Rani yang akhirnya membuka bicara.


"Pftt! Hahaha!" Ryzel tidak bisa menahan tawanya lagi.


Mendengar cerita ini membuatnya geli dan ingin tertawa.


Keduanya terkejut melihat Ryzel yang tertawa geli, mereka berdua saling menatap dan mengangkat bahunya bersamaan.


"Ryzel mengapa tertawa seperti itu? Apakah ceritanya begitu menggelikan?" tanya Rina dengan nada suara yang agak berbisik.


"Entah," jawab Rani yang juga tidak mengerti. "Mungkin memang cerita tadi begitu menggelikan baginya."


Ryzel masih tertawa, tetapi tidak terlalu keras, dia menahan tawanya hingga tawanya secara bertahap mengecil menjadi jarang dan lenyap.


Memikirkan cerita tadi, membuat Ryzel ingin bertanya mengenai kondisi Salsa.


"Selingkuhan mantan pacar teman kamu bagaimana kabarnya?" Ryzel menatap Rani dan Rina dengan wajah yang ingin tahu.


"Tidak tahu pasti, tetapi kata temanku, wanita tersebut telah memiliki pacar lain dan tidak lagi bersama mantan pacar temanku ini." Rani memutar sedotan yang tertancap di minumannya.


"Aku rasa, wanita itu memiliki sifat lacur, kamu tahu itu, Ryzel. Wanita yang mempunyai sifat yang mirip dengan wanita kupu-kupu malam jangan didekati, menjauhlah, mereka akan memerasmu dengan godaan yang teramat besar," Rina memberi siasat penting kepada Ryzel yang ada di depannya.


"Siap! Aku mengerti," kata Ryzel sambil tersenyum di mulutnya.


Rina dan Rani ikut tersenyum dan merasa lega Ryzel mendengarkan nasihat tersebut. Mereka tidak mau Ryzel terkena jebakan wanita yang seperti itu.


Setelah makan di restoran tersebut, Ryzel dan dua wanita kembar ini keluar dari restoran dan pergi mengelilingi daerah sekitaran alun-alun sambil membeli beberapa jajanan ringan.


Ryzel memanfaatkan momen ini untuk memulai siaran langsung.


Mengambil ponselnya dan gimbal dari tas, memasang kedua benda tersebut menjadi satu, kemudian memeriksa konektivitas WiFi yang telah tersambung di ponsel.

__ADS_1


Di detik berikutnya, layar ponsel Ryzel berubah menampilkan wajah Ryzel yang tampan dan ditutupi oleh deretan tulisan.


Komentar dalam sekejap menghujani ruangan siaran langsung Ryzel hanya dalam beberapa detik setelah mengaktifkan siaran langsung.


Tidak butuh lama untuk Ryzel mendapatkan ratusan ribu orang penonton di ruang siaran langsungnya tanpa berbuat yang menghebohkan jagat raya, seperti menyindir sesuatu yang berbau politik dan agama misalnya.


"Wow, siapa kedua wanita ini? Mengapa manis sekali?"


"Aku baru tahu bahwa ada yang lebih manis daripada gula!"


"Kembar?! Wanita cantik kembar?!"


"Enak sekali menjadi Ryzel, dia selalu mendapatkan wanita setiap ke mana pun dia berada."


"Ramai sekali! Apakah mereka semua ingin merayakan malam tahun baru nanti?"


"Ibu, aku telah menemukan istri!"


"..."


Dalam sekejap para penonton terfokus ke sosok Rani dan Rina setelah Ryzel tak sengaja menampilkan wajah keduanya.


Membaca para komentar-komentar di layar ponsel, Ryzel melirik Rani dan Rina dengan canggung. "Kelihatannya, aku tak sengaja memperlihatkan wajah kalian berdua, maaf."


Alih-alih marah, keduanya tersenyum memandang Ryzel dan bersamaan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, aku tak masalah dengan itu."


"Aku juga."


Mereka berdua tidak mempermasalahkan hal tersebut, dan membiarkan Ryzel menyoroti wajah mereka di ruang siaran langsung.


"Ah, baiklah. Terima kasih," kata Ryzel sambil menghela napas lega.


Setelah itu, Ryzel menjadi bebas bersiaran langsung di sepanjang jalan.


Mereka mengelilingi daerah museum dan alun-alun sembari mencoba beberapa makanan, tanpa mereka sadari langit menjadi remang-remang ingin malam.


Duduk di taman, mereka bertiga makan bersama mencicipi makanan jajanan pinggir jalan.


"Anu, apakah kamu Ryzel? Bolehkah aku berfoto bersama?"


"Ryzel! Aku ingin foto juga!"


"..."


Baru saja mereka mendaratkan tubuh di atas taman, banyak orang yang mengenali Ryzel dan meminta berfoto bersama.


Jelas, Ryzel tidak bisa menolak permintaan para penggemar yang kebetulan berasal dari Bandung.


Selain Ryzel, kedua wanita kembar ini pun dimintai foto.


Ketiga merasa seperti artis sehingga banyak orang-orang yang tak kenal Ryzel ikut berfoto.


Pada saat yang bersamaan, seorang wanita yang duduk dengan seorang pria menatap keramaian yang ada di depannya dengan penasaran.

__ADS_1


"Sayang, ada apa ramai-ramai di sana?"


__ADS_2