Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 208: Kerja Sama Besar


__ADS_3

Di dalam mansion, mereka semua duduk dengan begitu formal dan ekslusif.


Ryzel dan Pak Punin berada di tengah ruang tamu yang dimodifikasi tata letaknya oleh para pelayan dan para penjaga presiden.


Duduk di dua kursi sofa yang cukup dekat, tetapi posisinya tidak lurus ke depan, sedikit menyamping menghadap satu sama lain.


Setelah itu, mereka berdua membicarakan suatu permasalahan mengenai ekonomi di mana Pak Punin mengetahui bahwa Ryzel memiliki saham di perusahaan Zel inc.


Perusahaan Zel inc, Pak Punin juga punya saham yang kurang dari 1%, jauh lebih kecil ketimbang yang dipunya Ryzel.


Maka dari itu, sebuah ajakan yang eksklusif dan istimewa dilontarkan kepada Ryzel untuk bekerja sama dalam sebuah proyek besar yang dilakukan beberapa negara.


Kekayaan Ryzel hampir atau melebihi banyak sekali negara di dunia ini. Jadi, tidak heran apabila Pak Punin mengajak Ryzel dalam bekerja sama menginvestasi dalam proyek besar, yaitu Proyek Menambang Bulan, membuat stasiun luar angkasa di Bulan dan pergi ke Planet Mars untuk memeriksa sesuatu.


Proyek besar ini sudah diikuti oleh beberapa negara besar, mereka bekerja sama demi mencari energi yang lebih baik daripada batu bara dan energi alternatif lainnya, selain nuklir.


Ryzel cukup tertarik dengan ini, tetapi dia bertanya tentang keuntungan yang ia dapatkan. Pak Punin menjawab bahwa keuntungan penambangan dan akan diberikan beberapa persen sesuai dengan suntikan yang Ryzel berikan.


Investasi yang sangat riskan, bisa jadi Ryzel tidak mendapatkan keuntungan sama sekali dari permodalan yang diberikan darinya.


Mengingat dirinya tidak begitu mempermasalahkan uang.


Dengan begitu, Ryzel menggelontorkan dana sebesar 1 triliun dolar AS untuk investasi ini.


"Baik, Pak Punin. Aku ikut bekerja sama, aku akan mengirimkan uang sebesar satu triliun dolar untuk rencana bisnis besar ini," kata Ryzel kepada Pak Punin.


Pak Punin sedikit tersentak mendengar ucapan Ryzel.


Uang yang dikeluarkan oleh Ryzel benar-benar spektakuler jumlahnya, bahkan kekayaan pribadi miliknya tidak sebanyak itu. Hanya ada di rentang 300 miliar dolar, jauh sekali perbedaannya.


Yakin sekali kalau Ryzel ini masih punya uang banyak dari uang yang diinvestasikan. Tidak mungkin seluruh kekayaannya dikeluarkan untuk rencana proyek ini.


Dugaan Pak Punin memang benar, bahkan uang yang diberikan untuk investasi ini tidak sampai 8% dari jumlah uang yang berbentuk saldo rekening dan aset yang lain.


Masih tidak tahu bagaimana caranya pria semuda Ryzel bisa mendapatkan kekayaan yang luar biasa ini. Sangat luar biasa dan memukau.


Melihat Ryzel di depannya, Pak Punin memiliki harapan tentang dirinya bisa mempunyai anak seperti Ryzel.

__ADS_1


Tanpa menjadi presiden, dia bisa ikut kaya karena anaknya saja.


Sayangnya, itu cuma sebatas harapan yang mustahil untuk bisa diwujudkan melihat waktu yang sudah telat.


"Baik, aku akan melaporkan tentang modal ini dengan pihak negara yang lain," balas Pak Punin sambil tersenyum lebar.


Mereka berdua berjabat tangan, menandakan bahwa kerja sama ini sudah sepakat.


Tidak hanya itu saja, ada perjanjian tertulis yang sudah dibuat, dan sudah dibaca oleh Ryzel.


Dengan kemampuan berbisnis Ryzel, memang agak riskan, tetapi ada satu poin yang membuat Ryzel yakin dengan kerja sama ini akan membuatnya mendapatkan keuntungan.


Usia menandatangani kontrak perjanjian dan lainnya, Pak Punin diajak mengobrol santai dengan Ryzel.


Dari awal pertemuan juga Ryzel sudah menggunakan bahasa Rusia yang baik dan benar, bahkan Pak Punin memberikan jempol karena pelafalannya yang sudah sangat mirip dengan orang Rusia.


Bagaimana tidak, Kemampuan Bahasa Rusia Ryzel sudah ditingkatkan ke Level 10, atau level teratas karena Kemampuan Berkah Dewa Naga yang dapat meningkatkan pengalaman kemampuan dengan cepat.


"Kamu sangat-sangat hebat, aku tak menyangka kamu begitu tertutup, sangat tertutup hingga kami saja belum tahu seluruhnya tentangmu," Pak Punin berkata sambil menepuk bahu Ryzel yang tinggi.


Tidak tahu jawaban apa yang harus Ryzel jawab dengan perkataan Pak Punin.


Berikutnya, mereka melakukan makan malam bersama di ruang makan khusus untuk tamu yang spesial.


Pak Punin selesai makan, kemudian dia melirik ruangan sekitar dengan mata yang ingin tahu, kemudian berkata, "Aku sering bertanya-tanya tentang mansion ini, aku sempat menanyakan harga dari mansion besar ini, tetapi pemiliknya tak berniat menjual. Tidak disangka, pemiliknya adalah kamu sendiri."


"Memang tidak berniat untuk dijual, Pak Punin. Aku ingin mempertahankan bangunan ini selama aku hidup. Bangunan ini bisa dikatakan menjadi saksi mati sekaligus pencapaian akan perjuanganku selama ini," jawab Ryzel dengan senyuman yang ramah, tetapi ada rasa bangsawan pada senyum di wajahnya.


Pak Punin sudah merasakan temperamen spesial Ryzel, beliau menganggap Ryzel seseorang yang punya latar belakang yang kuat dan tersembunyi dan belum dipenuhi.


Lebih baik tidak macam-macam dengan pihak yang belum dipastikan mengenai kekuatannya.


Usai berbincang hangat dan terasa bagai sebuah keluarga, Pak Punin berpamitan dengan Ryzel karena hari sudah mulai gelap.


Di jam 8 malam, langit Moskow baru ingin gelap, perbedaan malam yang sangat besar.


Hal itu membuat Raffy kebingungan, dia bimbang ingin tidur jam berapa.

__ADS_1


Pak Punin pergi kembali pulang ditemani oleh pasukan penjaganya begitu ketat.


Ryzel bisa merasakan bahwa salah satu penjaga presiden mewaspadai dua pengawalnya.


Dilihat dari penampilan dan gerak-gerik tubuh mereka, pengawal Ryzel dan penjaga presiden agak setara keahliannya.


Hanya ada perbedaan sedikit di mana penjaga Presiden Punin lebih baik.


Ini hanya penglihatan kasar Ryzel, mungkin tidak seperti apa yang dispekulasikan.


Saat ini, Ryzel sedang berjalan-jalan di halaman depan rumah sambil melihat pemandangan malam hari di Kota Moskow.


Ryzel sama sekali tidak mengetahui bahwa ketika dia sedang berdiri di tengah halaman sambil menatap ke langit, ada dua orang wanita yang melihatnya di luar gerbang.


Mereka berhenti berjalan dan melirik Ryzel sesaat, kemudian berjalan kembali sambil berdiskusi satu sama lain.


Para penjaga sudah melotot ke arah keduanya ketika mereka secara terang-terangan melirik ke dalam halaman mansion Ryzel.


Telinga Ryzel bergerak, dia mendengar ada dua orang wanita yang mengobrol. Suaranya makin lama makin menjauh, terdengar mereka hanya melewati jalanan besar yang ada di depan mansionnya.


Mata Ryzel menyipit, dia menoleh ke suatu arah ke tembok yang mengelilingi halaman rumah.


Menepuk dahinya, Ryzel lupa dia tidak memiliki kemampuan melihat melalui benda padat.


Ryzel mengingat suara dia wanita karena iseng, dia akan menemukan kedua wanita tersebut besok atau nanti.


Tidak tahu harus melakukan apa, Ryzel bingung dengan kehidupannya sendiri setelah mendapatkan banyak sekali pencapaian di dunia ini.


Belum menemukan apa yang harus ia tuju selain mencari wanita yang cocok untuk dijadikan istri-istrinya, dan jalan-jalan.


"Suamiku!"


Navor berlari dari kejauhan, buah melon itu terombang-ambing dengan kuat, Ryzel berlari untuk menangkap Navor dan menciumi pipinya.


"Ada apa, Sayang? Mau bertempur?" tanya Ryzel kepada Navor.


Navor menatap kedua mata Ryzel dengan serius dan menjawab, "Ada sesuatu yang ingin aku beri tahu."

__ADS_1


__ADS_2