Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 42: Menunggu Tugas Masuk


__ADS_3

Keduanya mabuk berat dan tak sanggup untuk berjalan sampai ke hotel. Ryzel berinisiatif untuk mengantarkan mereka ke hotel dan membimbingnya ke kamar masing-masing.


“Ryzel, apa kamu tahu?“


Di lorong hotel, tiba-tiba Yochi bergumam seliweran tak jelas dan bertanya kepada Ryzel, entah apa yang ingin ia tanyakan.


“Ya?“ Ryzel merespons singkat, ia tidak ingin menyinggung orang yang sedang mabuk.


Orang mabuk biasanya memiliki amarah yang sensitif, lebih gampang marah bila diusik. Lebih baik Ryzel diam dan tak berkomentar.


“Aku sebenarnya kurang puas dengan kecantikanku, aku ingin menjadi seorang wanita yang tercantik di matamu ….“


Mendengar ini, Ryzel tersenyum tidak berdaya, Yochi bergumam mengenai dirinya.


Tampaknya wanita ini terobsesi kepada Ryzel sehingga alam bawah sadarnya masih memiliki pikiran terkait Ryzel.


Ryzel membiarkan wanita ini mengoceh tentang dirinya, orang mabuk memang tindakannya tak jelas, ocehannya pun tidak tahu ingin dibawa ke mana, apa yang dibicarakan simpang-siur, ke sana kemari tanpa arah.


Belum selesai Yochi berbicara, Tan ikut bergumam dengan kalimat yang sulit dimengerti orang biasa.


Keduanya terus berceloteh selama Ryzel mengantarkan mereka ke kamar hotel masing-masing.


“Fiuh~ ….“ Ryzel mengeluarkan napas panjang sambil memegangi kedua pinggangnya.


“Orang yang sedang mabuk memang meresahkan.“


Susah payah Ryzel membawa Tan dan Yochi ke kamar hotel, perilaku keduanya yang acak dan tidak dapat dipahami menghambat Ryzel untuk sampai ke kamar.


Untungnya, pihak hotel bisa membantu Ryzel untuk merawat mereka dan menjamin keamanan keduanya.


“Sepertinya mereka tidak akan bangun pagi, biasanya orang mabuk akan terbangun di siang hari. Semoga saja mereka tidak kecewa mengetahui aku sudah tidak ada di hotel,” gumam Ryzel yang masih memikirkan keduanya.


Kemungkinan besar, Ryzel akan berangkat di pagi hari, malam ini Ryzel tidak langsung tidur, ia akan menunggu sampai jam 12 malam tiba untuk melihat tugas masuk.


Saat ini, waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, masih ada 1 jam kurang sebelum jam 12 malam.


Sebelumnya, begitu sampai di kamar hotel usai mengantar dua orang mabuk, Ryzel menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang yang dipercaya untuk membantu sesama.


Besok adalah hari senin, artinya besok Ryzel harus memberikan tanda bukti bahwa uang yang didonasikan oleh para penonton benar-benar dialokasikan ke lembaga amal dan sosial.

__ADS_1


Dengan sigap dan hati-hati, Ryzel mengirimkan saldo uang yang ada di akun Tiktodnya dengan jumlah 125 juta yang Ryzel tambahkan 15 juta rupiah ke situs terpercaya KamiBisa.


Bukti transaksi dan transfer sudah Ryzel tangkap layar, tinggal dikirimkan buktinya ke media sosial Instagrem milik Ryzel.


Mungkin besok ia akan unggah buktinya.


Masih ada 1 jam lagi sehabis Ryzel mengirim uang donasi penonton ke situs amal.


Cara Ryzel memanfaatkan waktu kosong adalah dengan bermain gim yang bisa terhubung pada internet.


Gim yang dimainkan Ryzel bernama Mobel Lejen, gim yang dapat bermain bersama teman ataupun dengan orang lain dalam waktu bersamaan atau real time. Permainan Mobel Lejen sudah terkenal di Indonesia sejak beberapa tahun silam, sekarang masih populer dan dikenal dengan istilah permainan dengan pemain-pemain yang teramat ramah.


Pemain di permainan laga ini sangat ramah, sebab di dalam gim banyak pemain yang mendukung satu sama lain, bahkan jika teman permainan cupu cara bermainnya, pemain lain akan tetap mendukung dan memberi dorongan mental.


Maka dari itu, Ryzel senang bermain gim ini.


Ryzel terkadang mengisi ulang mata uang dalam gim dalam jumlah banyak, fungsinya untuk membeli kulit atau baju karakter permainan yang diperoleh.


Hampir semua baju atau tampilan karakter Ryzel miliki, sampai-sampai banyak teman dalam gim menyebutnya sebagai sultan.


Uang yang dipakai oleh Ryzel untuk isi ulang mata uang dalam gim berasal dari uangnya sendiri, lebih tepatnya dari hadiah tugas masuk.


Beda kasusnya apabila orang yang tak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap dipaksakan untuk membeli mata uang dalam gim, itu adalah sebuah masalah.


Belilah sesuatu yang harganya masih dalam jangkauan keuangan atau pendapatan. Jangan dipaksakan, itu bukan suatu yang harus dilakukan, tindakan tersebut memiliki efek yang berarti bagi kehidupan.


“Sialan! Penembak timku sangat jelek bermainnya, Dasar Bajingan!“


Kata-kata mutiara dengan sepenuh hati keluar dari mulut Ryzel, bagaikan sebuah ungkapan rasa terima kasih yang begitu tulus.


Dengan wajah yang merongos, Ryzel meletakkan ponselnya dan meminum air putih untuk meredakan kepalanya yang memanas.


Bermain gim adalah sebuah cara yang tepat untuk mengisi waktu kosong, sangat diperuntukkan bagi orang yang ingin menghabiskan waktu ketika sedang menunggu sesuatu.


“Sudah mau jam dua belas?“


Saat memeriksa jam di layar ponsel, ia melihat jam menampilkan angka 11.57 yang artinya 3 menit lagi jam 12 malam.


“Sebaiknya, aku memakan camilan sambil menunggu.“ Ryzel bangkit dari kursi dalam kamar dan pergi ke tempat tas ditaruh, tangannya mengambil jajanan kecil marshmellow cokelat kesukaannya.

__ADS_1


Begitu, Ryzel tengah sibuk membalas pesan dari para wanita sambil mengunyah camilan kecil, sebuah prompt Sistem yang ditunggu tiba-tiba muncul di dalam kepalanya.


[Ding! Tugas Masuk Utama Telah Dikeluarkan!]


Tugas : Masuk ke Luang Prabang, Laos.


Waktu : 2 hari.


Hadiah : Tidak diketahui.


Hukuman : Mengalami kelainan jiwa yang ingin mengubah alat vital menjadi perempuan.


[Tugas Masuk Secara Otomatis Diterima!]


Ryzel mengabaikan kolom hukuman dari Sistem, percuma dia protes, Sistem tidak akan mendengarkan.


Jadi, ia fokus ke lokasi tugas masuk kali ini. Lokasinya lumayan jauh, terbang dari Bandara Internasional Suvarnabhumi ke Bandara Internasional Luang Prabang memakan waktu lebih dari 7 jam.


Melihat di internet sudah tidak ada lagi pilihan transportasi lain yang lebih cepat, Ryzel memutuskan untuk memesan tiket pesawat.


Untungnya, tiket pesawat masih tersedia untuk Ryzel, dan ia mendapatkan jadwal perjalanan di pagi hari, lebih tepatnya jam 8 pagi.


“Hoaam~ ….“ Ryzel menguap sambil menutupi mulutnya.


Mata Ryzel bergerak melihat jam di layar ponsel, waktu masih memperlihatkan jam 12 malam lewat 10 menit.


Ada banyak waktu untuk Ryzel tidur dan istirahat sebelum berangkat ke bandara.


Maka dari itu, Ryzel bangun dari kursi dan kakinya perlahan menuntunnya ke kasur yang empuk, kemudian ia tertidur pulas.


Langit gelap pekat telah menghilang, digantikan oleh langit biru yang cerah dengan cahaya matahari yang menerangi seluruh daratan.


Pada saat ini, sosok Ryzel sedang berdiri di depan hotel, menunggu taksi yang dipesan melalui jejaring media sosial sampai di titik penjemputannya.


Di tangannya, terdapat gimbal yang sekaligus merangkap ponsel Ryzel. Dirinya menyiarkan siaran langsung selagi menunggu mobil taksi.


“Aku ingin pergi ke sebuah negara. Apa kalian bisa menebak negara apa itu?“ Ryzel tersenyum misterius ke arah kamera.


Para penontonnya yang sudah mencapai 47.000 orang, mulai mengirimkan rentetan komentar dengan isi tebakannya yang diyakininya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2