Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 193: Tugas Asisten Pribadi


__ADS_3

Suara magnetis dan penuh dengan rasa mendominasi bisa didengar oleh kedua telinga wanita yang duduk di sofa seberang Ryzel.


Mereka berdua segera duduk dengan sopan dan rapi, menahan pesona penampilan Ryzel yang seksi dan suara Ryzel yang menarik hati.


Kedua wanita ini menampilkan pipi yang memerah, tetapi mereka tetap menatap Ryzel dengan hormat, menjaga profesionalitas mereka sendiri.


Mendengar pertanyaan Ryzel, keduanya mengangguk hampir bersamaan.


Wanita yang memiliki alis paling tebal dengan hidung mancung yang cantik itu mengangguk, dan menjawab, "Perkenalkan namaku Neha berasal dari Turki, aku lulusan terbaik Universitas Stanford ...."


Ryzel duduk diam menyimak apa yang sedang diperkenalkan oleh wanita cantik ini.


Sayangnya, fokus Ryzel teralihkan saat jas yang dikenakan oleh wanita yang bernama Neha ini terlepas kancingnya dan menyemburkan dua bola besar yang dibalut dengan kemeja putih.


Mata Ryzel bisa menangkap sebuah warna merah muda di balik kemeja tersebut, itu seperti gelas yang mewadahi buah melon besar.


Neha yang sedang memperkenalkan diri langsung memeluk tubuhnya sendiri dengan wajah yang malu.


Senyuman terbentuk di ujung bibir Ryzel, kemudian dia menunjuk ke wanita yang satunya. "Perkenalkan diri kamu."


Setelah mengatakan kalimat itu, Ryzel melirik buah melon milik Abiella dan terkejut bahwa Abiella dikalahkan oleh Neha.


Buah Neha paling besar kedua, setelah Elendra istrinya.


Melihat Neha yang sedang berusaha menutup buah melon besarnya, Ryzel meminta pelayan mansion ini untuk memberikannya suatu kain atau apa pun untuk menutupi buah besarnya.


Namun, Neha menggelengkan kepalanya dan segera membuka jas hitamnya di depan Ryzel, mengekspos tubuh bagian atas yang dibungkus oleh kemeja putih.


Ryzel kira Neha ini agak gemuk, ternyata pinggang dan perutnya kecil, tetapi buah melonnya besar, sangat timpang dan tak seimbang.


Di bawah tatapannya, Neha menutupi tubuh bagian depan dengan jas hitamnya. Wajahnya sudah sangat merah.


Di dalam hati, Neha mengutuk buah melonnya yang tumbuh sangat besar. Hal ini sangat memalukan, apalagi terjadi di depan calon atasannya ini yang tampan dan sangat muda.


Wanita yang lain segera berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya kepada Ryzel dengan memberi tahu segala prestasinya, alasan pribadi ingin menjadi asisten, dan masih banyak yang lain.


Masih sama dengan Neha, wanita yang bernama Mary ini mengalami insiden, yakni roknya sedikit robek di belakang ketika hendak mengakhiri perkenalan diri dengan membungkuk.


Ketika roknya robek, Mary sengaja memperlihatkan robekannya kepada Ryzel, dan dua Roti'E yang mulus, besar, dan putih itu bisa dilihat oleh mata Ryzel.


Abiella yang duduk di sampingnya segera menutup mata Ryzel dan meminta pelayan mengambil kain atau rok lain untuk dikasih ke Mary.


Dalam hati Ryzel sekarang, suasana hatinya menjadi sangat gembira, dia menemukan dua wanita yang tepat untuk dijadikan sistem pribadi.


Selain penampilan yang luar biasa, kedua wanita ini juga pintar dalam masalah manajemen keuangan.


Sebelum itu, Ryzel ingin bertanya kepada keduanya tentang suatu hal.


"Aku akan memperkenalkan diriku sekarang. Namaku Ryzel, aku hanya lulusan sekolah menengah atas, tidak kuliah, tak ada prestasi akademik, tetapi aku punya saham Alfabets, LVHM, Apel ...."


Ryzel menyebutkan semua saham yang dia punya, sekaligus rumah dan yang lainnya.


Hal ini membuat kedua wanita tersebut menelan ludah, menahan rasa kesemutan di kepalanya.


Banyak sekali saham yang disebutkan, bahkan ada pulau pribadi dan mansion yang pernah ia dengar sudah menjadi milik Ryzel.


Semuanya bukan bohongan, Ryzel memberikan berkas dokumen tentang hal milik dan masih banyak berkas yang lain.


Semua kertas itu disimpan di dalam koper besar yang mahal dan mewah.


Melihat keduanya yang terpana dengan semua kertas-kertas yang Ryzel tunjukkan.


Ryzel tersenyum dan menjelaskan tentang tugas asisten pribadinya kepada kedua wanita di depan, "Aku membutuhkan asisten pribadi yang bisa bekerja sama untuk mengelola urusan keuangan dan terkait dengan personalku. Apakah kamu berdua bisa saling bekerja sama? Pasalnya, pekerjaan asisten ini akan berat. Mungkin salah satu dari kalian bisa aku kirim ke mana saja untuk mengurusi urusan administrasi dan yang lainnya. Tentu, harus ada satu dari kalian yang ikut denganku ke mana saja.


"Aku membutuhkan asisten yang mau diajak ke luar negeri dan ke mana saja yang aku inginkan. Apakah kalian berdua bisa memenuhi semuanya dan bersedia?"


Begitu mendengar semua kalimat Ryzel yang keluar, Neha dan Mary tenggelam dalam renungannya, memikirkan dan mempertimbangkan kesediaannya mengenai tugas asisten ini.


Tak perlu menunggu lama, keduanya tersenyum lebar kepada Ryzel, saling memandang satu sama lain dan mengangguk bersamaan.


"Aku bersedia, Tuan Ryzel."


Keduanya secara serempak menjawab kesiapannya untuk menjadi asisten pribadi Ryzel.


Ryzel bertepuk tangan dan menggendong Abiella gaya bridal, kemudian berkata kepada keduanya, "Baiklah, kalian berdua aku terima. Selamat untuk kalian berdua karena telah menjadi asisten pribadiku mulai hari ini. Masalah uang dan yang lainnya aku serahkan padamu. Kalian bisa bebas bergerak di mansion ini, dan mempelajari semua kekayaanku agar tahu kondisiku seluruhnya."


Kepala mereka mengangguk, kemudian dia melihat Ryzel membawa wanita cantik di pelukannya ke lantai dua.


Mereka berdua saling bertatapan dengan senyum di wajahnya.


Mengenai gaji, mereka berdua yakin akan digaji besar, mengingat kekayaan Ryzel.

__ADS_1


Berikutnya, mereka berdua merapikan berkas-berkas Ryzel dengan sangat rapi dan tersusun dengan baik sesuai kategori.


Keduanya membaca dengan baik-baik seluruh berkas, ini sangat banyak dan mereka butuh waktu yang banyak juga.


Makin banyak yang mereka baca, makin terkejut tentang semua surat kepemilikan ini.


Ada banyak mansion yang dipunya dari berbagai negara dengan harga yang fantastis dan kelewatan mahal.


Selain itu juga, ada beberapa kertas mengenai kepemilikan mobil, pesawat pribadi, kapal laut, kapal pesiar, dan helikopter.


Mereka tidak pernah menduga bahwa ada seorang pria yang masih muda mendapatkan ini semua.


Harga kapal pesiar saja sudah puluhan triliun, bukan lagi miliaran lagi.


Saham-saham juga banyak sekali dari perusahaan terkenal di dunia. Terlalu berlebihan.


Bisa dibilang, mereka sedang mendapatkan keberuntungan yang luar biasa.


Dua jam berselang, mereka sudah membereskan semua berkas dan hendak mereka simpan berdua karena ini akan dibutuhkan oleh Ryzel sewaktu-waktu.


Mereka bingung harus melakukan apa setelah ini, rencananya mereka berdua ingin pergi ke kamar, tetapi Ryzel tidak memberi tahu di mana kamarnya.


Namun, kepala pelayan datang ke mereka berdua untuk memberi tahu tentang di mana kamar mereka berada.


Kepala pelayan menuntun mereka ke lantai dua, melewati banyak sekali pintu dan lorong ruangan.


Begitu mereka melewati pintu ruangan yang besar dan berbeda sendiri, seolah sangat spesial.


Ada suara aneh yang bocor keluar, suara aneh ini membuat keduanya memerah, termasuk kepala pelayan yang agak tua ini.


"Tuan sedang bertempur dengan pacarnya. Abaikan saja, ayo ikut aku!" ucap kepala pelayan.


Mereka berdua mengangguk dan mengekor di belakang kepala pelayan hingga tiba di dua pintu ruang kamar.


Satu kamar untuk masing-masing dari mereka, tidak digabung sama sekali. Mereka yang membawa koper dan barang-barang yang banyak segera masuk ke dalam kamar untuk meletakkan semuanya di dalam.


Barang bawaan mereka sebenarnya tidak terlalu banyak, persediaan untuk satu Minggu atau lebih.


Neha di dalam kamar meletakkan baju-bajunya di lemari yang menyatu dengan tembok, terlihat mewah dan benar-benar modern.


Ketika dia membereskan semua barang, kepala Neha terbesit sosok Ryzel yang tampan.


Tubuh Ryzel penuh otot keras sempat terlihat di depan mata mereka, jubah mandi itu bergeser dan mengungkapkan otot-otot indah tersebut.


Mengingat sosok Ryzel di dalam pikirannya, Neha sangat mengidam-idamkan sosok pasangan seperti Ryzel, tak menyadari air liur menetes di sudut mulutnya.


Slurp!


"Kamu tidak boleh seperti itu, Neha. Ingat, dia itu majikan kamu sekarang. Anggap dia atasan dan bos, jangan macam-macam, nanti kamu akan dipecat," ucap Neha menyadarkan dirinya yang aneh.


Melirik dua bola di dadanya, Neha menjadi teringat dengan peristiwa yang memalukan tadi.


Tatapan Ryzel pada dua buah melonnya masih terbayang di dalam kepalanya, Ryzel terlihat sangat terkejut, dan ... dia tersenyum.


"Apakah dia menyukai dua benda besar ini?" Neha bertanya-tanya dengan ekspresi yang malu.


Memikirkan hal itu membuat Neha makin merah di wajahnya, sebuah bayangan muncul di kepalanya, Ryzel sedang memeluk dan menciumnya.


"Neha, kamu tidak boleh membayangkan hal itu. Di bos kamu!" Menepuk-nepuk pipinya, Neha mengaburkan bayangan romansa di pikirannya.


Di sisi lain, Mary juga memikirkan hal yang sama dengan Neha.


Menatap sosoknya di depan cermin besar, sorot mata Mary ke kedua Roti'E di tubuhnya penuh sebuah ketegasan yang terselubung sebuah tujuan.


"Mungkinkah dia menyukai roti milikku?"


Lengkungan tipis terbentuk di sudut bibir Mary, memandangi tubuhnya sembari menggigit jari.


Pada saat ini, pria yang sedang mereka pikirkan sedang sibuk bertempur dengan Abiella.


Kasur sampai berantakan, seprei tempat tidur terbuka karena ditarik oleh tangan Abiella sebagai pelampiasan rasa nikmat yang diberikan oleh Ryzel.


Beberapa cairan kental berwarna putih sedikit kuning keluar mengucur dari kue apem Abiella.


Sengaja Ryzel mengeluarkan muntahan dari senjatanya di dalam tubuh Abiella. Mereka berdua tidak akan lama lagi bersatu, menyimpan benih tidak masalah bagi Ryzel.


Ryzel belum puas dan terus menggempur tubuh Abiella selama 1 jam lagi.


Jam makan malam tidak lama datang, ketukan pintu terdengar dan Ryzel segera menghentikan kegiatannya.


Suara kepala pelayan yang memanggil Ryzel terdengar dari luar kamar. "Tuan, makan malam sudah siap."

__ADS_1


"Aku akan ke sana sebentar lagi. Ajak mereka berdua makan malam!" sahut Ryzel sambil bermain dengan kedua buah melon Abiella.


Abiella merasa lemas sekarang, dia terbaring di dalam pelukan Ryzel dan menikmati kehangatan dan kenyamanan dari pelukan seorang pria yang dicintainya.


Mau seberapa banyak dan sering dirinya dipeluk Ryzel, rasanya takkan pernah bosan.


Pria yang memeluknya tiada ada tandingannya, tak ada yang bisa menyamainya.


Ryzel, pria yang selalu dia miliki.


Tepat ketika Abiella ingin tertidur karena lelah, sebuah sinar merah muda bercahaya di dalam ruang kamar.


Mata Abiella menangkap cahaya ini dan dia segera melebarkan matanya untuk melihat apa yang sedang terjadi..


Saat matanya terbuka lebar, dia bisa melihat Ryzel menyentuh buah melon kirinya dan lampu merah muda muncul dari telapak tangan kanannya, cahaya itu menyebar ke seluruh tubuh.


Rasa lelah mulai terkikis dan berangsur-angsur menghilang setiap detik berlalu.


"Apa cahaya merah muda itu?" tanya Abiella dengan rasa ingin tahu.


Melepas isapan pada pucuk buah melon Abiella, kepala Ryzel bergerak untuk melihat wajah Abiella yang telah merah.


Mendekatkan wajah ke kepala Abiella, Ryzel menjawab, "Penyembuhan Cinta, aku mendapatkan berkah dari Dewa Cinta."


"Dewa Cinta." Mata Abiella terbelalak, dan menatap kedua mata Ryzel dengan rasa tidak percaya.


Tak berbicara, Ryzel menunjukkan kedua sayapnya dari belakang punggung.


Dengan begitu, rasa percaya muncul di dalam hati Abiella dengan dibarengi dengan perasaan takjub.


Prianya lagi-lagi mendapatkan sebuah kemampuan di luar nalar oleh orang yang mengaku sebagai Dewa.


Terkadang Abiella bertanya-tanya tentang identitas Ryzel, apakah dia seorang manusia atau dewa.


Apakah dia sedang melakukan kegiatan berkembang biak dengan dewa?


Pertanyaan tersebut terkadang muncul di dalam kepalanya.


Abiella tidak mempermasalahkan tentang ini, dia mencintai Ryzel tak peduli apa identitasnya.


Awal niat Abiella mendekati Ryzel saja bukan karena tahu identitas Ryzel, melainkan rasa tertarik yang membuatnya ingin bersama Ryzel. Kenyamanan yang belum pernah ia rasakan yang menciptakan perasaan cinta tumbuh di dalam hatinya.


Tak peduli dengan kekayaannya, Abiella sebenarnya bisa menafkahi Ryzel dengan gajinya sebagai seorang model.


Mungkin takdir memilihnya sebagai salah satu wanita paling beruntung sehingga dia dipertemukan dengan Ryzel yang sangat kaya dan memiliki ribuan kelebihan yang ia sukai.


Jadi, Abiella sekarang hanya perlu menikmati hidup di dunia ini bersama Ryzel yang luar biasa.


Setelah menampilkan dan mengungkapkan sayapnya, Ryzel menyimpan kembali, kemudian berganti pakaian bersama Abiella di dalam kamar sebelum pergi ke ruang makan bersama di lantai dasar.


Ceklek!


Tepat pintu kamar utama terbuka dan Ryzel bersama Abiella keluar, mereka berdua bertemu dengan Neha dan Mary yang sedang berjalan di depan kamar.


Melihat Ryzel keluar, Neha dan Mary langsung membungkukkan tubuhnya untuk menghormati dan menyapa Ryzel.


"Selamat malam, Tuan Ryzel!"


"Selamat malam, Tuan Ryzel"


"..."


Ryzel mengangguk melihat sikap mereka, merasa puas dengan performa awal kerja mereka sekarang.


Namun, pandangan Ryzel teralihkan ke dua belahan buah melon, dan ini membuat Ryzel sedikit terkejut dan tersentak.


Keduanya memang punya buah yang besar, Mary punya ukuran yang sedikit kecil dari besarnya ukuran Abiella dan Neha.


"Ayo pergi bersama ke bawah!"


Setelah ajakan tersebut, Ryzel menggandeng tangan Abiella dan berjalan di depan keduanya.


Kedua asisten pribadi itu mengikuti Ryzel dari belakang, sesekali melirik Abiella yang sudah jelas punya hubungan spesial dengan Ryzel.


Tidak tahu mengapa mereka berdua punya perasaan iri dan dengki melihat ini.


Mereka berdua mau menjadi pasangan dari suara pria kaya luar biasa, tampan tak tertandingi, sikap yang cocok dengan tipe ideal.


Setelah makan malam selesai, Ryzel menatap dua asisten pribadi barunya, kemudian bertanya, "Kalian sudah menyimpan berkas-berkas kekayaanku?"


"Sudah, tuan!" Neha mengangguk dengan cepat menjawab pertanyaan Ryzel.

__ADS_1


"Bagus." Ryzel tersenyum puas. "Kalian berdua aku minta datang ke kamarku di jam sepuluh. Ada yang ingin aku beri tahu kepada kalian."


__ADS_2