Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Sebuah suara muncul di benak Ryzel, sudah sangat familier meski muncul beberapa hari sekali.


Mendengar pemberitahuan dari Sistem, Ryzel tersenyum senang dengan hadiah tugas masuk yang diberikan.


Bagaimana tidak, Ryzel mendapatkan 10% saham dari 6 perusahaan besar di Rusia dengan total dividen yang didapatkan dan diakumulasikan sekitar 560 triliun rupiah.


Dengan demikian, harta kekayaan Ryzel bertambah banyak dan sampai bingung harus digunakan untuk apa.


Namun, sekarang Ryzel punya rencana untuk menggunakan uangnya dengan baik. Neha dan Mary dengan senang hati akan mengurusnya, tetapi bukan sekarang.


Saat ini dia sedang jalan-jalan dan tidak ada waktu untuk berbisnis begitu fokus.


Selain hadiah saham, Ryzel mendapatkan kemampuan berbahasa Rusia dan keterampilan bermain Hoki es, keduanya cukup baik.


Tidak lupa dengan mansion besar yang ada di Kota Moskow. Sistem memberinya tempat tinggal di Moskow berupa rumah mewah atau mansion mewah dengan harga 3 triliun rupiah.


Cukup mahal meski harganya masih di bawah harga Vila Les Ceres di Perancis.


Ryzel belum ke sana karena dia masih di restoran, sibuk makan bersama Raffy dan rombongannya.


Menunggu 2 mobil yang dibeli dan diminta untuk bisa digunakan langsung sebagai transportasi penjemputan.


"Sayang, kita akan ke mana?" tanya Neha sambil menyuapi Ryzel.


Melirik Neha di dekatnya, Ryzel tersenyum dan mencium pipi Neha sekilas, dan menjawab, "Mansion Novaruth, kita akan ke sana dan tinggal di selama beberapa hari ke depan."


"Mansion Novaruth?"


Dengan lekas Neha dan Mary mencari lokasi mansionnya, tetapi yang mereka berdua lihat lebih dahulu adalah harga tempat tinggal tersebut.


Harganya sangat mahal dan itu sulit untuk dibeli oleh orang-orang.


Neha dan Mary membaca deskripsi tentang apa saja isi dari mansion sambil sesekali memakan makanannya sendiri.


Mereka semua terkejut setelah membaca kemewahan ini, ternyata Ryzel punya banyak tempat tinggal di berbagai negara, termasuk di Rusia.


Apalagi, tempat tinggal yang dimiliki Ryzel termasuk yang termahal di Rusia.


Tidak heran, mereka harusnya tak perlu terkejut lagi, suaminya memang luar biasa.


Di depan Ryzel, orang-orang terkaya akan menunduk, bahkan orang terkaya di dunia yang tercantum di internet hormat pada Ryzel.


Sudah tidak aneh lagi, mereka tetap harus belajar dalam melihat dan merasakan keajaiban Ryzel. Entah itu kekayaan atau Kekuatan di luar pikiran manusia.


"Di mana surat-surat kepemilikannya, Sayang?" Neha menatap Ryzel dengan bingung.


Surat-surat mengenai kepemilikan mansion tersebut tidak dipegang olehnya dan Mary, tak pernah melihat sama sekali, juga tidak ada di data mereka.

__ADS_1


Ryzel menunjuk ke salah satu koper yang dibawa. "Di dalam koper itu, aku diam-diam taruh surat dan dokumen berisi kepemilikan mansion di sana."


"Sebentar, aku akan periksa dahulu," kata Mary yang meletakkan alat makannya.


Neha dan Mary membuka koper dan mencari dokumen tersebut dengan hati-hati.


Benar saja, di dalam koper ada satu dokumen yang berisikan lengkap mengenai kepemilikan dan surat-surat yang lainnya.


Ternyata Ryzel tidak memberikan mereka berdua mengenai harta keseluruhan yang dimiliki, ada beberapa yang belum dilaporkan kepada mereka berdua.


"Mengenai gaji para pelayan, aku ingin kalian samakan saja, buat mereka betah karena rumah-rumah yang ada di luar sana jarang aku kunjungi juga. Biarkan mereka semangat dalam merawat rumah," pinta Ryzel pada mereka berdua.


"Aku mengerti, Sayang."


Keduanya menanggapi dengan anggukan, kemudian melanjutkan membuat data tentang ini pada laptopnya.


"Suamiku, aku ingin makan daging lagi." Navor duduk di atas paha Ryzel layaknya gadis kecil dan mengelus lembut dagu Ryzel.


Ryzel terkejut dengan gerakan Navor yang tiba-tiba, kepalanya mengangguk beberapa kali menerima permintaan Navor.


Meskipun punya tubuh kecil, nafsu makan Navor begitu besar, dia bisa makan beberapa porsi makanan dalam sekali sesi makan.


Bukan masalah bagi Ryzel, terpenting semua wanitanya bahagia dan Ryzel bisa mewujudkan kebahagiaan mereka semua.


Beberapa daging steak dan olahan masakan yang terbuat dari daging diantarkan oleh pelayan ke atas meja Ryzel.


Navor cemberut sembari mengangguk. Sedikit tidak senang dirinya tidak diperbolehkan makan dengan lahap.


Cara makan Navor bukan lahap lagi, melainkan rakus dan kasar sehingga itu terlihat aneh di mata para pengunjung yang juga sedang makan di restoran.


Tidak lama setelah mereka makan di restoran, mereka semua naik ke dalam mobil Bentley yang muat untuk empat sampai lima orang.


Ada satu mobil lagi, digunakan oleh para pengawal Ryzel yang selalu menjaga keselamatan mereka semua.


Lebih dari 20 menit kemudian, mereka akhirnya sampai di depan sebuah tempat tinggal yang punya desain mirip istana besar.


Semua mata mereka tampak menyala dengan kilauan emas.


Mereka tak perlu banyak melihat area luar, dengan cepat pergi ke dalam mansion yang luar bisa penampilan eksterior bangunannya.


Mansion ini lebih lega luas bangunannya, lebih dari 2 kali lipat luas bangunan Vila Les Ceres.


Dilengkapi banyak sekali ruangan, semua fasilitas mewah pasti ada di sini, ditambah dengan ada 33 ruang kamar di dalam bangunan.


Salah satu kamar dari puluhan kamar tersebut ada yang paling mewah yaitu kamar yang ada di lantai 3, tentu saja itu kamar yang akan dipakai oleh Ryzel dan para wanitanya.


Mereka semua duduk di ruang keluarga dan bersantai bersama-sama sambil mengobrol banyak hal.

__ADS_1


Masih ada waktu banyak untuk menunggu makan malam, mereka menghabiskan waktu dengan menikmati kebersamaan.


Tidak tahu tepatnya kenapa Ryzel seperti ini, dia selalu senang memainkan bola milik Navor.


Ketika sedang waktu luang, Ryzel meminta Navor untuk membuka bajunya dan memberikannya buah melon paling besar dengan pucuk yang bersembunyi.


Setelahnya, Ryzel akan mengangkat Navor ke atas pangkuannya dan bermain-main sembari mengobrol dengan dua asisten pribadinya.


Sesekali Neha dan Mary juga minta untuk dimainkan pada Ryzel. Jadi, ada 3 pasang buah melon.


Raffy tidak melihat kegiatan mereka karena setiap kali menoleh, Ryzel akan pura-pura mengelus Navor dan wanitanya.


Kegiatan mereka dianggap hanya sebatas kasih sayap saja sesama keluarga.


Namun, tepat di jam 5 sore waktu Rusia, Ryzel tiba-tiba didatangi oleh beberapa mobil mewah bermerek Rolls-Royce, berhenti di depan halaman mansion.


Jujur saja, Ryzel terkejut dengan kedatangan mobil-mobil ini, kemudian Ryzel keluar dari mansion untuk melihat secara langsung siapa saja orang yang berkunjung ke tempat tinggalnya.


Ryzel memasang temperamen yang dibutuhkan untuk terlihat dihormati, disegani dan ditakuti. Di luar negeri tidak perlu terlalu ramah karena ini wilayah yang asing bagi Ryzel.


Dia tidak tahu apakah pihak lain datang ke sini dengan baik atau tidak sama sekali.


Berdiri di depan teras halaman depan yang luas, mata Ryzel menatap pagar mansion yang luas.


Begitu Ryzel lihat dan tunggu, beberapa orang keluar dari mobil dan berdiri di depan pagar besar Ryzel dengan pakaian yang rapi berjas.


Jelas, orang-orang ini hujan orang sembarangan.


Dilihat dengan jelas, wajah Ryzel berubah saat melihat salah satu orang di antara pria berjas ini.


Ekspresinya menjadi terkejut selama beberapa saat, kemudian dia menenangkan dirinya dan kembali bersikap tenang nan elegan.


Kali ini, Ryzel tidak menunggu tamu tak diundang ini untuk masuk sendiri.


Ryzel sendiri yang menyambut mereka karena orang-orang ini sangat penting.


Pagar mansion besar terbuka dan beberapa orang jas hitam itu masuk dengan langkah yang khas dan tampak gagah.


Ryzel tersenyum dari kejauhan dan mendekati seseorang yang berjalan paling depan dengan aura pemimpin yang kuat.


Sosok Ryzel dan pria yang paling gagah itu berhadapan, kedua tangan mereka terulur dan berjabat tangan.


"Selamat sore, Pak Ryzel, senang bertemu dengan Anda hari ini!"


"Selamat sore juga, Pak Presiden Punin!"


Tamu yang datang kekediaman Ryzel adalah orang nomor 1 di Rusia, Presiden Punin

__ADS_1


__ADS_2