
[Perisai Allies: Perisai yang mampu digunakan sebagai senjata pelindung, ketangguhannya bisa memblokir dan menahan semua serangan dari senjata yang dibuat manusia, ledakan nuklir sama sekali bukan lawan senjata ini.]
Melihat deskripsi tentang senjata yang didapatkannya sekarang, ekspresi Ryzel menjadi terpana melihat perisai di tangannya.
Mengangkat perisai dan membalikkan beberapa kali dengan kemampuan telekinesis, perisai ini sangat indah dalam segi bentuk.
Bahan atau material yang digunakan juga sudah berubah, bukan lagi dari stainless steel, melainkan material yang tak dikenal.
Seharusnya, perisai ini bersatu dengan kekuatan Ryzel sendiri, material berubah karena telah menyatu atau bergabung menjadi bahan yang kuat dan tangguh.
"Sangat bagus dan bermanfaat," gumam Ryzel dengan senyuman puas.
Ruang di dekatnya menjadi robek dan Ryzel melemparkan Perisai Allies ke dalam ruang kosong tersebut.
Merasakan berat pada Perisai Allies, Ryzel berpikir itu masih bisa digunakan oleh manusia biasa. "Mungkin aku akan memberikannya ke keluargaku nanti, perisai itu sangat penting bagi keselamatan. Tidak berat, mungkin hanya sekitar enam kilogram beratnya."
Memikirkan ini, hadiah yang selanjutnya siap Ryzel keluarkan dari ruang penyimpanan sementara Sistem.
Masih ada satu hadiah lagi yang ditahan Sistem karena Ryzel belum sempat mengeluarkan dan menerimanya.
Segera, dengan cahaya putih yang muncul dari dalam kamar, seekor anak rusa yang masih kecil dengan tanduk mungil di kepalanya berdiri di depan Ryzel, tampak bingung dan menatap ke kiri dan ke kanan mencari sesuatu.
Begitu mendongak, anak rusa dengan kulit berwarna agak merah ini langsung melompat ke pelukan Ryzel, gerakannya begitu mendadak, tetapi reaksi tubuh Ryzel lebih cepat dari kecepatan anak rusa merah ini.
Pipi Ryzel dijilat anak rusa yang mungil dan lucu ini, kelihatannya hewan kecil ini menyukai Ryzel, atau menganggap Ryzel sebagai induknya.
Saat anak rusa itu menjilat pipi lalu menjilat tangan Ryzel, ujung jarinya tiba-tiba digigit anak rusa tersebut.
Setetes darah merah mencuat keluar dari kulit jari Ryzel, kemudian dijilat oleh anak rusa merah tersebut tanpa tahu tujuannya.
Saat berikutnya, anak rusa merah meronta-ronta meminta Ryzel menurunkannya ke bawah. Mengerti maksud anak rusa tersebut, Ryzel meletakkan kembali anak rusa ke lantai dan memandangi apa yang ingin dilakukan hewan lucu satu ini.
"Apa yang dilakukan dia?"
Ryzel berdiri di dekat tempat tidur, melirik anak rusa yang meringkuk di tengah kamar sambil memejamkan kelopak matanya.
__ADS_1
Tepat setelah Ryzel bertanya-tanya, lampu putih bersinar terang keluar dari tubuh anak rusa kecil dan menyelimuti seluruhnya hingga Ryzel tak bisa melihat sosoknya.
Sebagai pria yang sudah melihat beberapa perubahan pada makhluk hidup aneh, yaitu Navor dan Zimey, pemandangan di depannya kelihatan sangat akrab dan biasa.
Jadi, Ryzel hanya berdiri dan mengawasinya, tak lupa mengendalikan asap gelapnya untuk menghalau sinar terang keluar dari kamar.
Jujur saja, pertanyaan selalu muncul di otak Ryzel atas keheranannya, mengapa selalu ada cahaya di setiap kali sesuatu bertransformasi atau berevolusi, padahal tanpa sinar yang benderang terang evolusi tetap baik-baik saja.
Lebih dari 3 menit berlalu, sinar putih telah berangsur-angsur menghilang, kegelapan yang menjadi tembok penghalang cahaya juga ikut lenyap.
Sekarang Ryzel bisa melihat perubahan yang terjadi pada anak rusa merah barusan.
Kini dia telah berubah dan tumbuh menjadi rusa dewasa dengan ukuran tubuh rusa dewasa pada normalnya.
Hanya ada perbedaan pada warna kulitnya yang kini menjadi putih dengan terdapat samar-samar pancaran sinar emas, tanduknya yang memiliki ruas-ruas tersebut juga berubah menjadi berwarna emas dengan sentuhan warna putih setiap ujung ruas tanduk.
Ada surai emas yang sangat cantik di lehernya yang jenjang, sungguh penampilan yang cantik dan indah.
Hal yang mengejutkan adalah rusa ini tiba-tiba melayang di lantai dengan keempat kaki tak menapak sama sekali.
Keempat kaki rusa dewasa bergerak dengan anggun dan tubuhnya melaju menuju Ryzel yang ada di depannya.
[Rusa Legendaris — Ghroa: Rusa yang diciptakan oleh makhluk misterius dan dijadikan tunggangan ke mana saja. Memiliki kemampuan super, yaitu Terbang, Telekinesis, Api Emas, Regenerasi Super, Manipulasi Cuaca, Angin, Air, Bola Cahaya, tanaman, dan mengubah ukuran ke rusa kecil.]
"Ghroa?"
Tanpa sadar Ryzel menyebut nama rusa putih yang sekarang sudah ada di depan matanya.
Mendengar namanya disebut, rusa itu meringkik layaknya kuda sambil menaikkan dua kaki depannya.
Kiekk!
Tanduknya yang besar itu mendadak muncul api emas, bola air, bola cahaya, dan bola angin, di sela-sela tanduknya yang keren.
Selain itu juga, rusa dewasa ini mulai mengubah sosoknya menjadi anak rusa yang kecil dan imut.
__ADS_1
Anak rusa putih itu terbang dan mengelilingi sosok Ryzel beberapa kali sebelum jatuh di pelukan Ryzel.
Bulu yang cukup tebal dari anak rusa ini, membuat Ryzel betah menyentuh tubuh kecilnya.
"Kupikir darahku ini sangat penting," kata Ryzel pada dirinya sendiri.
Sekarang dia sadar bahwa darahnya sangat penting, tak boleh sembarang makhluk hidup memiliki darahnya. Sangat berbahaya kalau dipikir-pikir.
Rusa Legendaris bernama Ghroa, memiliki beberapa kemampuan ajaib yang harusnya mengambil dari kemampuan Ryzel sendiri.
Namun, ada satu kemampuan yang tak dimiliki Ryzel, sudah jelas itu kemampuan original Ghroa sendiri, yakni Manipulasi Tanaman.
Kemampuan yang sangat bagus dan berguna bagi planet ini.
Puas bermain dan berlari-larian dengan Ghroa di kamar, Ryzel membawa anak rusa tersebut ke luar kamar dan pergi ke lantai bawah.
Anak rusa ini sangat antusias, berlari sambil melompat-lompat di lantai, sesekali dia mengitari Ryzel terlihat sangat senang.
Begitu menuruni tangga, Ghroa tidak lagi melompat-lompat, melainkan dia menuruni tangga dengan hati-hati menggunakan keempat kakinya.
Ryzel menjaga dan memperhatikan anak rusa turun dari tangga, takut jatuh dan terluka. Otak Ryzel masih belum beradaptasi dengan keajaiban Ghroa, dia bukan rusa biasa.
"Aaa, lucu sekali!!"
Ketika semua wanita Ryzel melihat kedatangan Ghroa dari tangga, mereka berteriak bersamaan karena tak kuat melihat keimutan dan kelucuan Ghroa dalam mode kecil.
Satu per satu mereka memeluk tubuh Ghroa yang punya bulu lembut dan lumayan tebal, mengelus-elus untuk merasakan kehalusan bulunya.
Neha yang penasaran dengan kedatangan rusa ini di dalam rumah langsung bertanya kepada Ryzel, "Dari mana kamu menemukan rusa kecil ini?"
Belum Ryzel menjawab, Navor terlebih dahulu membalas pertanyaan Neha, "Makhluk ajaib, dia memiliki kekuatan yang hebat."
"Ghroa, aku tahu makhluk ini," lanjut Zimey sambil mengelus bulu tubuh Ghroa.
Semua wanita Ryzel memindahkan pandangannya ke Navor dan Zimey, mereka menjadi penasaran dengan rusa kecil yang lucu satu ini.
__ADS_1
Namun, Ryzel cukup terkejut karena kedua naga ini tahu tentang identitas Ghroa.
"Zimey dan Navor, aku meminta keterangan dari kalian berdua tentang Ghroa."