Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 77: Ryzel Sangat Hebat


__ADS_3

Bunyi nyari dari daging yang bertemu dan bertabrakan terdengar di seluruh ruangan tempat mereka berempat berada.


“Ahhh! Aku keluar!!“


Setelah kalimat itu jatuh, tubuh Aruny bergetar hebat di atas pangkuan Ryzel dan semburan air hangat membasahi perut bagian bawah Ryzel.


Noda merah darah seketika menghilang keh air hangat yang keluar dari lubang Aruny.


Semburan ini bukan terjadi pertama kali. Aruny sudah keluar 4 kali setelah 15 menit ia memompa adik Ryzel.


Sulit untuk wanita mengalahkan adik Ryzel.


Faktor keluar bukan hanya karena ukuran adik Ryzel, ada faktor lain, seperti otot perut Ryzel yang saat diraba itu menambah nafsu, ditambah wangi tubuh Ryzel yang sangat maskulin dan jantan, membuat para wanita mabuk kepayang.


“Aruny, gantian. Ini giliranku.“


Putrea si bola besar berganti posisi dengan Aruny. Ia langsung menancapkan adik besar Ryzel begitu naik ke pangkuan kaki Ryzel.


Kali ini darah tidak keluar, tetapi rasa sempit ini sama dengan Maly. Kemungkinan besar Putrea juga masih tersegel, bisa dilihat dari gerakan kakunya saat memasukkan adik Ryzel ke lubangnya.


Terlihat perbedaan antara yang pernah dan belum. Maly yang baru 2 kali coba saja sudah agak cakap, tidak sulit layaknya malam kemarin.


“Ryzel, milikmu benar-benar besar! Aku merasa lubangku tidak muat untukmu! Emmhh!“ Putrea meracau tidak jelas saat ini sembari mencoba untuk menggerakkan pinggulnya dan memompa adik besar Ryzel.


Tidak ada lubang di antara mereka yang tidak nikmat, semuanya memberikan perasaan luar biasa yang tak terkatakan.


Bola besar Putrea yang memiliki ukuran terbesar itu terombang-ambing, jika ada pria yang lihat, mereka pasti langsung tegang dan tidak tahan untuk tidak memegangnya.


Sambil bertopang pada tangannya di atas perut kuat Ryzel. Putrea terus bergoyang sampai lubangnya membuat suara becek, bagai jalanan yang basah lalu diinjak.


Putrea lebih baik dibandingkan Aruny. Dia bisa menelan tubuh adik Ryzel hingga 60% itu setengah tubuh lebih sedikit. Sensasi yang diberikan juga lebih nikmat ketimbang Aruny.


Secara keseluruhan semuanya sama-sama enak dan segar.


Putrea juga tidak bertahan lama, hanya beberapa menit ia mencoba memompa, dirinya keluar dengan tubuh bergetar hebat, hampir tidak bisa memompa lagi saking lemasnya setelah keluar cairan banyak.


Namun, nafsunya mengalahkan kelelahan, dia melanjutkan goyangannya sampai 15 menit lamanya, dia telah keluar lebih dari 5 kali.


Ryzel yang sedari awal diam dan membebaskan mereka bertindak semaunya, tiba-tiba bergerak.


Kedua tangan Ryzel memeluk Putrea dan ia segara berdiri sambil menggendong Putrea.


“Aaah! Ryzel!“


Putrea terkejut dengan tindakan Ryzel yang mendadak ini. Terlepas dari itu, ia merasakan ukuran adik Ryzel makin besar di dalam.


Alih-alih menjawab, Ryzel memompa tubuh Putrea dalam posisi berdiri dan sedang digendong.


“Ahh! Ahhh! Aaahh!“


Putrea melingkari leher Ryzel dengan tangannya. Sebuah inti dari kesenangan ini dapat dirasakan oleh keduanya, menambah hasrat mereka berdua dalam melakukan ini.


Kepala Putrea terangkat ke atas, pupil matanya melihat langit-langit ruangan, ekspresinya menampilkan perasaan kenikmatan yang tak terbayangkan. Tampilan Putrea sudah tidak seperti wanita baik-baik dan agak pendiam, dia benar-benar berubah menjadi harimau betina.


Selama 20 menit posisi ini dilakukan oleh Ryzel. Putrea yang hanya diam dan dipompa sudah belasan kali keluar, membuat lantai menjadi basah.


Aruny dan Maly dengan cepat mengelap lantai dengan lap supaya cairan tidak lama mengendap dan membuat lantai menjadi bau amis.


Serangan Ryzel sangat mengalahkan Putrea, sampai-sampai Putrea meminta ampun kepada Ryzel dan ingin berhenti sejenak.


Mendengar rintihan Putrea, Ryzel segera memberhentikan gerakannya dalam posisi berdiri ini. Ia meletakkan tubuh Putrea yang lemas setengah mati di atas sofa.


Melihat kondisi Putrea yang sangat lemas dan penuh oleh keringat, tak sadar Aruny dan Maly menelan ludah. Pria ini benar-benar monster bagi wanita.

__ADS_1


Ini sudah lebih dari 1 jam mereka menyerang Ryzel, bukannya Ryzel yang tumbang, tetapi mereka bertiga. Serangan Maly dan Aruny tidak berefek pada Ryzel, melainkan mereka yang kalap oleh serangan adik Ryzel.


Dikarenakan sifat mereka bertiga ini tidak pantang menyerah, Maly bangkit dari sofa dan berdiri di depan Ryzel. Tatapannya saat melihat wajah Ryzel terlihat sedang memprovokasi Ryzel.


Dengan nafsu yang masih membara, Ryzel membalikkan tubuh Maly dan kemudian mendorongnya ke sofa.


Maly yang dalam posisi menungging terkejut dengan apa yang terjadi, sebelum sempat berkata-kata, sebuah benda yang tebal, besar, dan panjang tiba-tiba masuk ke dalam lubangnya.


“Emmhh!“ Sensasi masuk ini berbeda dengan sebelumnya, baru pertama kali Maly bermain dengan posisi seperti ini. Rasanya sangat enak.


Ryzel dengan kuat memompa tubuh Maly. Posisi keduanya mirip dengan hewan yang sedang kopulasi.


Tangan Ryzel nakal, ia memainkan bola besar milik Aruny yang duduk tenang di sebelah kiri Maly, dan memainkan lubang Putrea yang sedang duduk lemas dengan kaki yang melebar.


Semua wanita ini merasakan perlakuan lembut Ryzel. Mereka semua tidak terasa disisihkan atau dipilih kasih oleh Ryzel.


Mereka bermain seperti ini hingga 5 jam lamanya, lantai ruang tamu sudah basah oleh cairan ketiga wanita ini. Sementara itu, sofa sudah tidak dipakai lagi sebagai tempat bermain, mereka pindah ke lantai vila dibandingkan di sofa.


Selama 5 jam, Ryzel belum keluar sama sekali, satu kali pun belum keluar. Berbanding terbalik dengan ketiga wanita yang selalu keluar di beberapa menitnya, mereka bertiga sangat lemah, padahal sudah bermain keroyokan melawan Ryzel.


Akhirnya, di sesi terakhir, Ryzel mengeluarkan cairan putihnya yang kental dan hangat kepada mereka bertiga.


Pada saat ini, ketiganya terbaring lemah dengan wajah yang penuh kepuasan dan ekspresi yang nakal.


Di atas bola besar mereka yang bulat terdapat cairan putih susu yang kental dan lengket. Jari-jari mereka dengan sengaja mengambil cairan ini dan memasukkannya ke dalam mulut.


Mata mereka bertiga memandang Ryzel yang berdiri di depan mereka dengan adik besar yang masih tegang dengan manik mata yang penuh godaan.


Meskipun mereka kalah telak, tetapi mereka bertiga tidak mau ini berakhir. Sayangnya, permintaan mereka tidak didengar oleh Ryzel.


Ryzel mengangkat tubuh mereka satu per satu menggunakan gaya bridal ke kamar mandi.


Di kamar mandi, Ryzel membantu mencuci tubuh mereka yang kotor dan penuh oleh keringat. Maly yang pertama Ryzel cuci tubuhnya. Di sana sempat ada kegiatan memompa lagi, hanya sebentar karena Ryzel membujuk Maly untuk tidak melanjutkan ini lagi karena sudah terlalu malam.


Mereka sebenarnya sangat lemas, berdiri pun kesulitan. Oleh sebab itu, Ryzel memandikan mereka bertiga agar tetap cantik, setidaknya Ryzel bertanggung jawab atas perbuatannya karena sudah membuat mereka lemas kelelahan.


Ketiganya Ryzel tempatkan di kasurnya masing-masing.


Setelah semuanya selesai, Ryzel meninggalkan mereka bertiga yang sudah tertidur begitu ditempatkan di atas kasur, tidak lupa Ryzel menutup tubuh mereka dengan selimut.


“Apa yang telah terjadi?“ Ryzel di dalam vila bertanya-tanya tentang apa yang sudah terjadi kepadanya.


Peristiwa yang baru saja dia alami terasa tidak nyata. Dari tadi pagi Ryzel memikirkan tentang kejadian yang dialami olehnya dengan Maly. Sekarang ia kembali merasakan peristiwa ini dan itu dengan 3 wanita sekaligus.


Sebagai perjaka akut, peristiwa ini adalah yang sulit untuk diterima. Baginya, kegiatan panas tersebut mustahil dilakukan, bahkan hanya mitos belaka.


Ryzel terbaring dengan perasaan yang tak percaya di atas kasur.


Hidupnya kini sangat berbeda dengan sebelumnya, ini … ini sangat luar biasa.


“Aku tidak pernah berpikir untuk melakukan ini dengan banyak wanita. Sudah ada tiga orang wanita yang pernah aku jamah. Apakah aku seorang 'Pakboi' sekarang?“ gumam Ryzel dengan suara yamg rendah dan tatapan ke arah langit kamar.


Bangkit dari keadaan tidur, Ryzel duduk bersandar di kepala ranjang. “Semestinya, aku bukan 'Pakboi' karena bukan aku yang ingin, tetapi wanita-wanita itu, dan juga … aku buka seorang 'Gigolo' karena aku tidak dibayar oleh mereka.“


Memikirkan ini, Ryzel menjadi bingung tentang perbuatannya yang barusan terjadi. Apakah ini salah atau tidak baginya, dirinya masih merenung dan berpikir.


Tanpa ia sadari, dirinya tertidur dalam keadaan bingung dan memikirkan hal tersebut.


Keesokan harinya, Ryzel pergi di pagi hari bersama ketiga wanita asli Kamboja menuju Pantai Saracen yang memilik pasir putih dan pemandangan air laut yang indah serta jernih.


Kegiatan mereka berempat di sana berenang bersama dan menikmati ombak kecil yang menabrak tubuh. Di sana juga mereka melakukan snorkeling, memandangi keindahan bawah laut yang tidak terlalu dalam.


Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan di Pulau Koh Rong. Oleh karena itu, mereka akan memaksimalkan menikmati keindahan pulau indah ini.

__ADS_1


Setelah snorkeling sampai siang hari, mereka berempat pergi ke arah pantai yang lainnya.


Di sore hari mereka bermain balon besar yang bisa membuat mereka terlempar jauh ke udara dan jatuh laut. Cara mainnya adalah duduk di sisi balon besar, dan sisi lainnya akan ada seseorang yang jatuh dan menekan sisi balon tersebut sehingga orang yang duduk sisi balon tadi terpental sampai jatuh ke laut.


Permainan atau wahana ini sangat seru, terlebih ketika Ryzel yang menjadi orang yang melompat untuk membuat orang yang duduk di sisi lain terbang.


Setiap Ryzel yang melompat, ketinggian orang terhempas itu sangat tinggi dibandingkan oleh petugas. Alasannya Ryzel menggunakan kekuatan fisiknya saat melompat dan jatuh di sisi balon sehingga menambah gaya dorong yang lebih kuat untuk orang terpental jauh nan tinggi.


Semua pemandangan ini direkam oleh Ryzel dan disiarkan langsung juga dengan judul ruang siaran langsung “Hari Terakhir di Pulau Koh Rong”.


Para penonton banyak yang ingin tahu. Ruang siaran langsungnya didatangi oleh 164.000 orang dalam satu hari ini.


Di suatu tempat, di dalam rumah yang sederhana di Jakarta, terdapat sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, anak kecil laki-laki, dan gadis yang menginjak ke umur yang dewasa.


Mereka semua sedang menonton siaran langsung Ryzel di ponsel gadis yang hendak dewasa tersebut.


Pandangan meraka begitu fokus seolah sedang memindai sosok Ryzel yang ada di dalam layar ponsel.


“Ayah, kurasa itu benar dia. Lihatlah wajahnya! Agak mirip, bukan?“ Seorang wanita tua berkata ke suaminya yang duduk di sebelahnya, sosok wanita ini langsing atau ramping, tidak gemuk dan berisi, sosoknya dijaga dengan baik.


Mendengar ucapan wanita ini, pria yang adalah suaminya menoleh dan mengangguk. “Aku juga merasa sama. Sepertinya itu dia.“


“Ayah dan Ibu sedang membicarakan apa, sih?“ Gadis ini menggerakkan kepalanya ke samping untuk melihat keduanya.


Wanita ini tersenyum dan berkata, “Pria yang ada di dalam layar mirip dengan kakak tiri kamu yang kamu benci saat kecil dahulu, masih ingat?“


“Kakak tiri? Memangnya kita punya kakak tiri?“ sahut anak kecil laki-laki yang duduk di antara mereka.


“Kakak tiri? Maksudnya abang tiri yang kulitnya hitam dan wajahnya jelek dan juga pendek itu?“ Ingatan Gadis ini cukup bagus, dia mengingat peristiwa buruk yang pernah ia lakukan.


Wanita tua atau ibunya mengangguk membenarkan dugaan anak gadisnya ini. “Benar, nama abang tiri kamu dahulu bernama Ryzel Dicky dan nama depan Ryzel sama dengan nama Tiktoder satu ini.“


“Berbeda sekali wajahnya, Bu. Dalam ingatanku, pria itu tidak tampan.“ Gadis ini tidak sependapat dengan tebakan orang tuanya.


“Coba kamu ingat-ingat lagi dan perhatikan wajahnya, bukankah itu hampir mirip postur wajahnya?“


Dengan rasa penasaran, gadis ini mencoba mengikuti ucapan orang tuanya dan kembali mengingat wajah orang yang dikenalnya dahulu.


Saat kecil, ketika Ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita, ia pernah bertemu dengan seorang anak kecil laki-laki yang lebih tua darinya 2 tahun. Anak ini memiliki kulit yang hitam, seperti sawo matang, pendek, dan tidak tampan. Ibu tirinya yang menikah dengan ayahnya ini atau yang sekarang menjadi ibunya ini tidak membawa anak tersebut dan dibiarkan tinggal di rumah nenek tiri.


Orang tuanya berkata bahwa mulai sekarang jangan anggap mereka berdua keluarga, yaitu anak kecil tersebut dan ibu dari ibu tirinya atau nenek tiri.


Alasannya adalah mereka berdua telah melakukan hal yang jahat.


Gadis ini masih percaya sampai sekarang ini. Dia tidak pernah bertemu dengan kedua orang itu sampai dirinya menginjak umur 17 tahun.


Setelah diingat-ingat lagi wajah anak laki-laki tersebut, memang ada persamaan pada beberapa wajahnya. Gadis ini membayangkan jika anak kecil yang ada di dalam ingatannya berubah menjadi pria tampan, dan hasil gambaran di ingatannya mirip dengan idolanya ini, Bang Ryzel Trapeler.


Mata gadis tersebut membulat dan ia melototi Ryzel yang ada di dalam layar ponsel.


“Apakah itu benaran dia?!“


Saat ini, Ryan dan ketiga wanita seksi luar biasa melebihi artis industri pertegangan ini kembali ke vila setelah menonton matahari terbenam. Mereka berempat pergi ke vila untuk istirahat sejenak sebelum makan malam bersama.


Ryzel duduk di atas kursi dan membuka akun Tiktodnya, ia memeriksa saldo Tiktodnya yang mulai terkumpul lagi.


Kemarin tanggal 19 Desember, Ryzel sudah mengalokasikan uang mereka ke situs lembaga amal, kemarin juga Ryzel sudah memberikan uang 2 juta rupiah kepada orang yang sudah menebak wahana wisata yang mereka akan coba.


“Hm? Pesan apa ini?“


Ketika memeriksa pesan di Instagrem, Ryzel tertarik dengan salah satu pesan yang masuk.


Saat membukanya, ekspresi Ryzel yang penasaran langsung berubah.

__ADS_1


“Ini?!“


__ADS_2