Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 58: Selebritas Kecil


__ADS_3

Pada makan siang kali ini, Ryzel memesan makanan yang sama dengan sarapan pagi, hanya ada 1 makanan yang ia bedakan dari sarapan pagi, kepiting yang ia makan di pagi hari diganti dengan makanan Ang Dtrai Meuk atau cumi panggang khas Kamboja.


Dari aroma yang dikeluarkan oleh makanan ini sangat mengundang nafsu makannya, tercium seperti makanan lezat.


Benar saja, aroma tidak membohongi ekspektasi, makanan ini terasa enak di mulut Ryzel.


Dengan demikian, ia memesan dua porsi makanan tersebut karena merasa jumlahnya sedikit, dan Ryzel belum puas.


Melihat nafsu makan Ryzel yang besar, Maly cukup terkejut dengan Ryzel, ia memandang Ryzel dengan tatapan yang tercengang.


Pria tampan ini tampak seperti orang yang sedang kelaparan, tidak makan selama 2 bulan.


Total porsi makanan yang Ryzel makan lebih dari 7 piring. Semua makanannya dihabiskan sampai tidak ada yang tersisa.


“Sepertinya kamu sangat lapar. Ini, punyaku masih banyak, kamu mau habiskan?“ Maly menawarkan makanan yang belum dia habiskan kepada Ryzel. Ia mengira Ryzel belum kenyang.


Perut wanita memiliki ukuran yang kecil, ditambah mereka juga memiliki prinsip untuk tidak berpenampilan gendutnya, wajar saja jika wanita selalu menawarkan makanannya kepada pacar atau pasangannya, bahkan teman yang berjenis pria atau laki-laki.


Tangan Ryzel melambai-lambai dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya, ia menolak tawaran Maly karena sudah terasa kenyang, perutnya hampir penuh. “Tidak, habiskan saja, Maly. Aku sudah kenyang.“


“Benar? Kalau masih lapar kamu boleh ambil makananku, daripada membeli lebih baik ambil makanan yang aku pesan saja.“


“Iya, Maly. Terima kasih tawarannya, tetapi aku sudah kenyang.“ Ryzel menggelengkan kepalanya beberapa kali menampilkan dirinya menolak.


Maly mengerti dan ia tidak lagi menawarkan makanannya kepada Ryzel.


“Habis makan siang, apakah kamu ada kegiatan lain?“ tanya Maly sambil menyesap jus jeruk di depannya.


“Ada, aku ingin melakukan siaran langsung,” Ryzel menjawab sambil meminum air putih yang ia pesan.


“Siaran langsung?“ Mata Maly membulat sepintas, kemudian ia menatap Ryzel dengan penuh minat. “Apakah kamu seorang selebgrem? Atau yituber? Biasanya mereka melakukan siaran langsung.“


“Aku seorang streamer luar ruangan di Tiktod dengan isi video aku sedang jalan-jalan ke beberapa negara, bisa disebut juga sebagai trapeler.“

__ADS_1


“Wow! Keren! Apakah seru jalan-jalan seperti itu?“


“Seru dan melelahkan, tetapi semua kegiatan memang melelahkan, makanya butuh istirahat untuk memulihkan tubuh yang lemas.“


“Benar juga. Namun, aku penasaran dengan akun Tiktod milikmu, bisakah kamu memberi tahu nama akun milikmu?“ Maly mengambil ponsel di atas meja dan siap untuk mengetik nama akun Ryzel.


“Ryzel Trapeler, cari saja, ada wajahku di akun tersebut, mudah untuk ditemukan.“


“Oke.“


Setelah itu, Malu dengan cepat mengetik nama akun Tiktod Ryzel dan saat menekan tombol mencari, sebuah akun Tiktod yang memiliki tanda official atau resmi keluar, terdapat foto Ryzel yang melakukan foto selfi atau swafoto. Terlihat tampan, Maly menyukainya.


“Apakah ini?“ Maly menunjukkan ponselnya yang menampilkan akun Ryzel.


Ryzel mengangguk. “Benar, itu akun milikku.“


“Kalau begitu, aku akan menekan tombol ikuti.“ Tanpa ragu Maly menekan tombol ikuti dan ia menjadi pengikut akun Tiktod Ryzel.


Namun, Ryzel terkejut ketika melihat akun Tiktod milik Maly, ini memiliki banyak pengikut. Ada lebih dari 70.000 pengikut di akun Tiktod Maly.


“Apakah kamu seorang artis?“ tanya Ryzel berhati-hati.


“Umm … bukan, mungkin selebritas kecil karena Instagrem. Jadi, saat aku membuat akun Tiktod, pengikut Instagrem juga berpindah ke aplikasi Tiktod,” jawab Maly sambil menjelaskan tentang identitasnya. “Aku tidak berbakat, kebetulan saja banyak orang-orang menyukai penampilanku dan aku memiliki popularitas. Sampai saat ini aku masih mencari tahu bakatku. Aku tidak ingin dianggap sebagai orang yang bisa makan karena penampilan.“


“Kamu sudah memiliki bakat piano, saranku kamu mengasah bakatmu itu sampai bagus dan cakap. Orang-orang pasti mengikuti karena alasan kamu pintar dalam bermain piano."


“Apakah aku memang memiliki bakat dalam piano menurutmu?“ Maly masih skeptis dengan bakat dalam bermain piano. Menurutnya, dia masih jauh dari kata berbakat.


“Kamu termasuk yang berbakat, tidak mudah untuk orang menguasai dan hapal not, kunci dasar, dan tuts piano.“ Ryzel menusuk buah ceri yang ada di gelas minumannya dan memakannya. Ryzel tidak berbohong dengan kalimatnya. Baginya, Maly memiliki bakat untuk menjadi pianis.


Begitu mendengar ini, Maly merasa ada sesuatu yang terbuka dalam tubuhnya, seakan-akan apa yang telah ia cari selama ini telah ditemukan. “Kalau memang seperti itu, aku akan mencoba untuk mengasah kemampuan ini. Terima kasih atas penerangannya, Ryzel!“


Maly tampak sangat bersemangat, ia merasa dirinya benar-benar bisa menjadi pianis yang andal sehingga dirinya tak lagi dianggap sebagai selebritas yang hanya mengandalkan penampilan dan bukan keahlian.

__ADS_1


Setelah berbincang selama setengah jam usai makan siang, mereka kembali ke tempat piano dan mulai sesi pelajarannya yang kedua.


Akan tetapi, pada kesempatan kali ini berbeda, Ryzel mengajari Maly sambil mengaktifkan siaran langsung di Tiktod. Anggap saja Ryzel sedang melakukan les pelajaran piano atau les musik piano.


“Ryzel sedang apa? Siapa wanita di sampingnya?“


“Aku lihat ini sepertinya Ryzel sedang duduk di dekat piano. Lihat tuts-tuts piano yang berwarna hitam dan putih! Itu pasti piano.“


“Kita memang bukan satu daerah, bukan satu ayah dan ibu, bukan satu keluarga, bukan satu kecamatan dan kelurahan, tetapi pikiran kita sama, Kawan. Gunung itu sangat bulat!“


“Aku tidak tahan dengan dua bulatan sempurna yang ditampilkan oleh wanita ini! Aku ****!“


“Siapa lagi wanita yang dekat dengan Ryzel? Mengapa semuanya kelihatan cantik? Aku juga mau dekat dengan Ryzel!“


“Jangan bilang mereka sedang mencoba untuk memainkan piano? Aku tidak sabar ingin mendengarkan gesekan senar biola!“


“…”


Rentetan kolom komentar memiliki semuanya yang ingin dikatakan. Sangat banyak komentar yang berbeda konteks dan isi kalimatnya. Kebanyakan mereka terfokus dengan siapa yang duduk di samping Ryzel.


Usai membaca segelintir komentar, Ryzel mulai memperkenalkan Maly kepada 60.000 orang yang baru saja masuk ke dalam ruang siaran langsung. Jumlah orang yang menonton makin bertambah setiap detiknya.


Maly tidak keberatan masuk ke dalam kamera, bahkan dia sangat antusias dan bersemangat ketika sedang diperkenalkan oleh Ryzel kepada para penontonnya.


Melihat jumlah penonton yang dengan cepat naik dan melonjak makin banyak, Maly sangat terpana, ia tidak berpikir bahwa peningkatan penonton ruang siaran langsung Ryzel sangat drastis seperti itu.


Ia makin bersemangat dalam belajar memainkan alat musik piano, berusaha untuk tidak mengecewakan orang-orang yang telah berekspektasi tinggi padanya.


Dengan usaha yang gigih, dan kesungguhan yang hebat, Maly dapat menyelesaikan memainkan sebuah lagu yang Ryzel pinta dengan cukup baik walaupun masih ada beberapa yang salah tekan kunci lagunya, setidaknya lebih bagus dari yang awal dan sebelumnya.


Oleh sebab itu, para penggemar Ryzel senang melihat Ryzel yang berkata bahwa Maly sudah bagus dalam pelajaran dasar piano ini. Tinggal perlu dibiasakan dan diasah oleh dirinya sendiri, bisa diasah di rumah tanpa ada bimbingan orang lain. Cukup gunakan internet dan cari pembelajaran secara online atau daring. Seharusnya, itu tidak akan sulit.


“Oh, iya. Aku hampir lupa. Apakah kalian bisa menjawab di mana aku sekarang? Harusnya kalian sudah tahu, kalau begitu aku akan memilih orang yang tercepat menebak tebakannya.“

__ADS_1


__ADS_2