Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 105: Burung Berkunjung Kembali


__ADS_3

Penonton semua yang menyaksikan siaran langsung di awal malam hari ini sangat terhibur dengan adanya Zia. Gadis kecil ini sangat membuat orang merasa gemas hingga tak tahan untuk meremas pipinya yang gembul dan kenyal.


Semua orang tidak tahan jika ditunjukkan sesuatu yang kecil dan imut. Banyak para penonton ruang siaran langsung Ryzel meremas dan mencubit guling atau barang apa saja yang sekiranya kenyal.


Melampiaskan rasa gemas kepada Zia selama menonton siaran langsung Ryzel di sesi ini.


"Abang Izel mengajakku bermain bola basket , dia jago sekali, mendapatkan kartu yang banyak! Sebanyak ini!" Zia melebarkan tangannya sebagai gambaran betapa banyaknya kartu penukaran yang Ryzel peroleh.


Terus melihat ke arah layar ponsel Ryzel, tangan Zia mengambil boneka yang ada di tangan Amanda, kebetulan Amanda ikut melihat layar ponsel Ryzel meski tidak masuk ke dalam area yang tersorot kamera.


"Lihat!" Zia menunjukkan boneka ke layar ponsel. "Tante Amanda juga dikasih boneka sama Abang Izel, Tante Laulel pun sama."


Gadis kecil ini sungguh-sungguh menceritakan semua yang terjadi kepadanya di hari ini. Dapat membuat hati meleleh.


"Aku pantau sedari tadi, gadis kecil ini sangat energik dan pintar!"


"Tidak seperti anak kecil di daerah rumahku, mereka mencuri pakaian wanita lain, sangat nakal! Zia sangat imut!"


"Mohon doanya, Semua! Aku dan istriku sudah sepakat untuk menjalankan perang malam ini, semoga aku mendapatkan anak lucu seperti Zia."


"Coba saja adikku sepintar Zia, aku tidak akan mudah marah seperti sekarang ini dan tinggal di rumah dengan tenang! Adikku nakal sekali!"


"Karung sudah siap, tinggal anak kecilnya saja."


"..."


Siaran langsung tidak tayang begitu lama, setelah mereka selesai makan dan pergi ke tempat tinggal masing-masing, Ryzel mematikan siaran langsungnya karena privasi.


Sinta dan Zia pergi ke rumahnya yang ada di Jakarta Selatan dan Laurel pulang ke rumahnya lagi.


Sementara itu, Ryzel dan Amanda pergi ke hotel untuk pulang.


Usai jalan-jalan di mall, ada keanehan yang disadari oleh Ryzel, yakni Amanda yang tinggal di hotel.


Mengapa dia tinggal di hotel sedangkan rumahnya tak jauh dari hotel ini?


Memikirkan hal ini, rasa penasaran Ryzel tumbuh menjadi besar hingga dirinya tidak tahan untuk mengetahui alasan Amanda ini.

__ADS_1


"Amanda, mengapa kamu tidak ikut Zia dan Ibunya? Bukankah kamu tinggal di rumah yang sama?" tanya Ryzel dengan wajah yang menampilkan ekspresi heran.


Mendengar pertanyaan Ryzel membuat Amanda tersenyum, dan dia menjawab, "Kemarin malam ada acara tidak resmi, diselenggarakan oleh teman-teman sekolah di gedung mall sebelah dan pulangnya terlalu larut malam, terpaksa aku tidur di sini karena sudah sangat malam."


"Oh, begitu. Kamu menginap dua hari di hotel?"


"Iya, tanggung sekali. Selain itu juga, aku sering tidur di sini jika ada kesempatan karena pemandangan hotel di sini begitu indah." Amanda mengangguk dengan senyuman di wajah cantiknya.


Ternyata wanita ini langganan menginap tidur di tempat ini. Alasannya pemandangan yang disuguhkan di hotel ini yang membuatnya takjub.


Tidak heran jika Amanda rela tidak pergi ke rumah langsung dan lebih memilih untuk tidur di hotel yang cukup mahal ini.


Ryzel mengangguk setuju dengan Amanda yang mengatakan hotel di sini mempunyai pemandangan yang indah. Dirinya juga sama-sama menyukai pemandangan kota di sini, cukup memanjakan mata.


Mereka berdua terus berjalan dan menaiki lift sampai di kamar masing-masing.


"Selamat tinggal, Ryzel. Umm ... dan selamat malam!" Setelah mengatakan itu, Amanda mempercepat langkah kakinya ke pintu kamarnya, padahal kamarnya sudah lewat, dia mengantarkan Ryzel sampai ke kamarnya.


Tingkah Amanda membuat Ryzel menggeleng-gelengkan kepalanya, wanita memang sulit dimengerti.


Membuka pintu kamar, Ryzel segera masuk ke dalam dan menjalankan aktivitas malamnya di dalam kamar.


Masing-masing gerakan diulang berkali-kali, dan itu cukup membuat Ryzel berkeringat.


Begitu merasa tubuhnya lengket dan keringat menghilang, dia langsung mencuci badan di dalam kamar mandi sampai bersih.


"???"


Ryzel terperanjat kaget ketika pergi ke balkon kamar untuk menyalakan siaran langsung. Di depannya, lebih tepatnya di pagar balkon, terdapat tiga elang yang kemarin malam singgah di sini untuk makan.


Kedatangan Ryzel ke balkon sangat disenangi oleh ketiga elang ini, mereka mengeluarkan suara khas burung elang untuk menyapa Ryzel. Tatapan mereka tidaklah tajam, tetapi terasa lembut dan ramah.


Mengetahui ini, Ryzel menjadi senang, adanya ketiga burung elang, dia bisa memperlihatkan ketiga elang ini secara langsung kepada para netizen serta penonton.


Membuktikan kalau elang-elang secara alami datang kepadanya bukan karena dia memeliharanya.


Banyak orang yang membuat informasi palsu dan berita hoax tentang dirinya yang memelihara dan menangkap burung elang yang jelas-jelas dilindungi.

__ADS_1


Berita dan kabar tak jelas ini membuat Ryzel kesal. Maka dari itu, dengan kesempatan ini, dia akan membungkam berita aneh yang beredar.


"Hai, Kalian!" Ryzel melambaikan tangannya ke arah ketiga burung elang, dia mencoba menyapa ramah.


Tiga burung elang ini menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, juga melebarkan sayapnya sesaat hampir serempak seolah mereka sedang menyahut sapaan Ryzel. Mereka sangat pintar.


"Apa kalian ingin makan?" Ryzel tahu maksud kedatangan mereka.


Di pagi hari juga, mereka sempat datang untuk meminta makanan. Jumlah makanan yang mereka makan tidak banyak. Mungkin daging yang kemarin belum tercerna sampai habis.


Lagi pula, burung elang makan dua hari sekali, tidak setiap hari.


Malam ini, kemungkinan mereka datang untuk meminta makanan kepadanya.


Benar saja, mereka bertiga menggerakkan kepalanya ke bawah dan ke atas meski terlihat samar-samar.


Tahu akan hal ini, Ryzel segera memesan daging ayam dan sapi setengah matang atau medium rare, masing-masing satu piring yang memiliki berat bersih 1 kg setiap daging yang Ryzel pesan.


Nanti Ryzel pisahkan menjadi tiga piring, satu piring untuk masing-masing elang, dan itu akan ada daging ayam dan sapi. Semuanya sama rata.


Tuk! Tuk! Tuk!


Suara burung elang sedangkan mengambil daging di atas piring terdengar di balkon.


Ryzel berdiri sambil memegang ponsel yang tengah siaran.


"Halo, Semuanya! Aku punya sesuatu yang menarik yang ingin aku tunjukkan!"


Saat ini, Ryzel memperlihatkan tiga elang yang tengah makan malam.


Di saat yang sama, wanita yang pernah bertemu Ryzel dan bertingkah aneh pada Ryzel di TMII sedang rebahan sembari menelepon seseorang.


"Kamu tidak bohong, kan? Kalau bohong aku akan mengungkapkan aib kamu ke grup kelas!"


"Aku tidak berbohong, Septi! Lihat di internet, aku sedang digoreng oleh netizen!" kata wanita yang keluar dari lubang telepon.


Wanita yang bertemu dengan Ryzel di Taman Mini Indonesia Indah bernama Septi, dia mendengarkan perkataan temannya dengan wajah yang tercengang.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, Tia, aku akan lihat sekarang!""


__ADS_2