Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 195: Merekrut Dua Wanita


__ADS_3

Mary yang mendatangi Neha di depan pintu kamar terpesona dengan pakaian yang dikenakan Neha.


Dia bisa melihat bahwa pakaian Neha ini sangat nakal, semacam lingerie transparan yang dipakai oleh istri yang sudah bersuami.


Namun, Neha ini benar-benar akan digunakan di pertemuan dengan bosnya.


Mendengar ucapan Mary, sudut mulut Neha melengkung sedikit, kemudian melirik pakaian Mary yang tak kalah seksi dan cantik.


Sambil mengenakan mantel besar yang menutupi seluruh tubuh, Neha membalas ucapan Mary, "Kamu juga, Mary. Kamu sangat cantik."


Pakaian yang dikenakan oleh Mary begitu cantik, terdiri dari gaun berwarna putih, tetapi bagian atas gaunnya begitu terbuka sehingga dia buah melon putih terlihat ingin tumpah.


Kedua model rambut yang mereka berdua gunakan berbeda. Neha diikat kuda, sedangkan Mary diuraikan dengan rambut bergelombang panjang sampai menyentuh dada.


Dengan begitu, mereka berdua mengangguk, kemudian berjalan bersamaan hingga sampai ke depan pintu kamar Ryzel.


Dari luar kamar, keduanya bisa mendengar suara aneh yang muncul di dalam kamar Ryzel.


Pipi mereka berdua memerah karena tahu suara apa yang muncul di sana, itu suara wanita yang tengah mendapatkan kenikmatan dunia.


Neha dan Mary saling memandang satu sama lain, meminta pendapat masing-masing tentang ini.


Melirik jam yang dipakai dan telah menunjukkan jam 10 malam, Mary berkata kepada Neha, "Kita harus mengetuk pintunya. Ini sudah jam sepuluh malam, sesuai dengan permintaan Tuan Ryzel."


"Apakah ini baik-baik saja? Mereka sedang melakukan itu, takut mengganggu," balas Neha dengan ragu.


Wajahnya masih tersipu karena suara yang timbul dari dalam kamar. Terdengar sangat panas, heboh, dan intens.


Perkataan Neha ada benarnya, tetapi menurut Mary, mereka berdua harus mengikuti perintah Ryzel untuk bertemunya di dalam kamar.


Jadi, lebih baik mencoba dahulu untuk boleh masuk ke dalam.


"Tidak apa-apa. Aku akan mengetuk pintu sekarang."


Setelah mengatakan itu, mata Neha melihat Mary yang mengulurkan tangannya ke depan pintu, kepalan tangannya memukul biasa beberapa kali.


Tok! Tok! Tok!


"Tuan, kami berdua sudah ada di depan kamar," panggil Mary sambil mengetuk pintu belasan kali ketukan.


Telinga Neha mendengar bahwa suara yang ada di dalam kamar menghilang usai Mary memanggil Ryzel di dalam kamar.


Tak lama berselang, suara pintu yang hendak dibuka bisa didengar oleh mereka berdua.


Pintu terbuka lebar dan mereka berdua bisa melihat seseorang yang membuka pintu lebar-lebar.


"Kalian berdua masuk ke dalam. Aku akan memberi tahu kalian di dalam kamar."


Sosok Ryzel muncul di depan mereka berdua. Hanya mengenakan celana pendek dengan senjata besar yang sedang aktif tercetak di balik celana.


Sangat besar hingga terlihat meliuk-liuk di dalam.


Melihat senjata Ryzel, mereka berdua mengalihkan pandangannya dengan rasa malu ke wajah Ryzel yang tampan dan menggoda.


Paras wajah Ryzel sekarang terlihat begitu menggoda, dengan tatapan yang acuh tak acuh, keduanya sedikit tersentak melihat tuannya yang tampan.


Mendengar ucapan Ryzel barusan, Neha dan Mary memberi respons yang cepat.


"Baik, Tuan!"


"Kami akan masuk ke dalam, Tuan!"


Ryzel mengangguk melihat tanggapan mereka berdua, kemudian kembali masuk ke dalam dan diikuti oleh kedua wanita cantik ini.


Setibanya di dalam, mereka berdua bisa melihat Abiella yang tertidur di atas tempat tidur ranjang yang luas dan besar.


Kamar Ryzel sangat-sangat luas dengan berbagai perabot yang mahal dan interior yang megah.


Kondisi Abiella tampak begitu kelelahan dengan wajah yang lemah. Tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya dan cuma kepala yang terlihat.


Mereka berdua dibawa Ryzel ke sofa yang ada di dalam kamar.


Tubuh Ryzel yang penuh otot dengan otot perut 10 bungkus ditampilkan di depan mereka berdua.


Pemandangan ini membuat keduanya sangat malu, tak berani menatap Ryzel secara langsung.


"Aku memanggil kalian ke sini untuk meminta kalian berdua mengelola keuanganku," ujar Ryzel membuka percakapan.


Sebuah tas kecil diambil oleh Ryzel dari samping sofa seberang mereka berdua, dan diletakkan di atas meja depan Neha dan Mary.


Tangan Ryzel menarik ritsleting dan belasan ATM dari berbeda dunia keluar dari dalam tas.


Mereka semua menaikkan alisnya dan menatap kartu atm bertebaran di atas meja.


Melihat kartu atm miliknya yang banyak dan beberapa buku tabungan, Ryzel berkata kepada mereka berdua, "Ambil setengah kartu atm di sini dari masing-masing kalian. Simpan untukku. Aku malas untuk mengurusi kartu ini semua. Di sana ada uang jutaan sampai ratusan juta dolar. Jaga baik-baik."


"Ba–baik, Tuan!"


Tidak bisa menentang perintah Ryzel, keduanya segera menyimpan semua ATM Ryzel yang diberikan tersebut, mereka akan menyimpannya dengan baik-baik.


Kartu atm akan disimpan ke dalam dompet atau sesuatu yang khusus dan selalu bisa mereka bawa.


Pekerjaan ini sangat berat bagi mereka karena Ryzel atau tuan barunya benar-benar percaya kepada mereka berdua.


Sampai-sampai memberikan banyak kartu atm yang punya saldo jutaan dolar yang tak pernah mereka punya satu pun.


Ratusan ribu dolar saja itu sudah banyak bagi mereka, sedangkan Ryzel punya banyak sekali jutaan dolar di masing-masing kartu atm debit.

__ADS_1


Mereka tidak tahu bahwa Ryzel menyimpan 3 kartu kredit yang selalu bisa dibawa ke mana-mana dan berlaku di banyak negara.


Salah satunya adalah Black Card dari bank yang berbeda.


Sistem memberikannya ketika mendapatkan berkah Dewa Angin yang punya 100 kuadriliun rupiah.


Tidak tahu bagaimana Dewa Angin mendapatkan banyak sekali harta dan uang.


Setelah melihat mereka berdua mengambil semua kartu atm dan bukti tabungan, Ryzel menatap sosok keduanya dengan mata yang tajam.


Pakaian Mary malam ini sangat panas dan membuat dirinya bergairah kembali.


Dua buah melon yang siap panen itu ingin keluar dari wadah besar. Bokong Mary pun bisa terlihat dari sini, itu melebar ke mana-mana.


Menahan rangsangan ini, Ryzel melirik keduanya yang sibuk menyimpan dan merapikan kartu atm untuk mereka bawa nantinya ke dalam kamar.


Ryzel berpikir bahwa sekarang dia harus membicarakan perkara gaji.


"Masalah gaji, apakah kalian berdua ada permintaan ingin seberapa banyak gaji kalian?" tanya Ryzel kepada mereka berdua dengan sikap yang santai duduk bersandar di sofa.


Pertanyaan Ryzel yang sudah ditunggu-tunggu oleh keduanya.


Mereka sebelumnya sudah membahas tentang gaji yang ingin diajukan.


Di depannya, Ryzel melihat mereka saling memandang satu sama lain, kemudian Neha menatap Ryzel dengan wajah yang merah dan dipaksakan untuk melihat kedua mata Ryzel.


"Tuan, saya meminta gaji tujuh ratus juta rupiah per tahun karena menurut saya gaji sebesar itu setara dengan kemampuan saya selama bekerja ke depannya," kata Neha dengan sikap yang sangat sopan. Takut perkataan dan gaya bicaranya membuat Ryzel tersinggung.


Keringat muncul di dahi mereka berdua setelah mengatakan ini. Sebenarnya, gaji sebesar itu tidak begitu banyak, ada banyak gaji yang besar melebihi itu di luar negeri.


Jelas, Ryzel mengetahui seberapa besar gaji-gaji dari berbagai profesi di luar sana, khususnya di luar negeri.


Ryzel menyentuh dagunya sedikit mengelus, dia menatap Neha dan Mary dengan pandangan yang serius sedang berpikir.


Tatapan Ryzel yang diarahkan kepadanya, membuat Neha dan Mary gugup dan takut dengan jawaban Ryzel yang terucap nanti.


Keringat sudah muncul di dahi mereka, kegugupan melanda seluruh tubuh, mereka tidak berani lagi untuk melirik secara langsung ke mata Ryzel.


Kepala Ryzel mengangguk sekali, sebuah keputusan telah berhasil dipilih di dalam kepalanya.


Menatap kedua wanita besar ini, mulut Ryzel terbuka dan berkata, "Baiklah, aku akan memberi kalian gaji sepuluh miliar rupiah per tahun."


"Sepuluh miliar?!"


Keduanya terbelalak mendengar keputusan Ryzel sekarang.


Gaji mereka yang diajukan oleh mereka sendiri itu ditingkatkan Ryzel berkali-kali lipat.


Duduk di sofa dengan wajah yang tercengang tak bergerak sembari menatap wajah Ryzel, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.


Sudut mulut Ryzel terangkat naik dan dia mengangguk seraya menjawab, "Benar, gajian kalian sepuluh miliar per tahun. Aku ingin tahu performa kerja sebagus apa yang akan kalian tunjukkan kepadaku."


Dengan gaji besar, mereka berdua diharuskan memberi manfaat yang lebih bagus.


Mendengar kalimat Ryzel, mereka berdua paham arti dari ucapannya.


Ryzel meminta mereka berdua untuk sungguh-sungguh dalam bekerja sebagai asisten pribadinya. Uang 10 miliar rupiah adalah uang yang banyak. Mereka bisa menggunakan gaji per tahun tersebut untuk membeli banyak barang, bahkan bisa membeli rumah di Amerika Serikat.


Maka dari itu, mereka menerima gaji yang diberikan oleh Ryzel tanpa banyak protes.


Gaji yang diberikan sudah melebihi permintaan mereka berdua, tidak ada alasan untuk menolak, melainkan mereka bersyukur.


"Kami akan menunjukkan etos kerja yang tinggi, Tuan!"


"Kami berdua takkan mengecewakan, Tuan!"


Keduanya berdiri bersama dan membungkuk kepada Ryzel yang ada di depannya sebagai tanda terima kasih.


Namun, mereka tidak sadar bahwa Ryzel melirik ke salah satu bagian tubuh mereka yang sekarang ditonjolkan, yakni buah melon besar itu.


Ketika menundukkan tubuhnya sedikit, belahan buah melon bisa terlihat jelas oleh mata Ryzel.


Di balik mantel besar Neha terdapat buah melon yang besar dan disembunyikan. Melon itu terungkap sekarang.


Dalam sekejap, sebuah pikiran masuk ke dalam otak Ryzel, dia memiliki ide untuk ini.


"Neha, tolong kemari," pinta Ryzel sambil melihat Neha yang berdiri di depannya.


Neha terkejut mendengar suara Ryzel. Menelan ludahnya, Neha mengikuti permintaan Ryzel.


Sosok Neha berjalan sambil menurunkan pandangannya ke bawah, tampak malu dilihat oleh Ryzel.


Dalam retina Mary, sosok Neha duduk di atas pangkuan Ryzel, kemudian mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.


Wajah Ryzel mendekati telinga Neha terlihat membisikkan sesuatu di telinganya.


Usai berbisik di telinga Neha, tanggapan Neha adalah mengangguk.


Kedua tangan Ryzel tampak meremas bokong Neha yang sedikit lebih kecil dari Mary lalu menepuk satu kali hingga berbunyi nyaring.


Neha bangkit dari pangkuan Ryzel dan berjalan kembali ke sofa dengan wajah yang merah merang, benar-benar membuatnya jengah tak tertahankan.


Begitu Neha duduk di samping Mary, sebuah suara datang dari Ryzel, meminta Mary untuk pergi ke Ryzel.


"Duduk di sini, aku ingin membisikkan sesuatu kepadamu," ucap Ryzel pada Mary yang berdiri tepat di hadapannya.


Mary mengangguk kejam, perlahan melebarkan kakinya dan duduk di atas pangkuan Ryzel.

__ADS_1


Aroma wangi pria yang memabukkan tercium di hidung Mary, ini melemahkan Mary, dia tak tahan mencium aroma pria yang bersih.


Mata Mary melihat wajah Ryzel mendekat lalu berhenti di samping kepala untuk berbisik.


"Apa kamu mau menjadi wanitaku?" bisik Ryzel di telinga Mary.


Sebelum Mary bisa bereaksi, kedua telapak tangan Ryzel mendarat di dua roti besar Mary, meremas dengan pola yang berbeda.


Merasakan remasan tangan Ryzel tersebut wajahnya merah tersipu, saking merahnya terlihat samar-samar asap keluar dari wajahnya.


Tanpa banyak berpikir, Mary menanggapi bisikan Ryzel dengan anggukan kepala yang menandakan persetujuan dari hatinya.


"Kembali ke sofa dan duduk di sana, aku ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu."


Setelah mengatakan itu, Ryzel melepaskan cengkeramannya di dua Roti'E milik Mary.


Mary menurut dan meninggalkan Ryzel di tempat.


Berikutnya, Ryzel beranjak pergi dari sofa dan pergi ke belakang mereka berdua untuk melakukan sesuatu.


Sementara keduanya menunggu dalam ketegangan pada tubuhnya.


Mary dan Neha sangat tersipu, detak jantung mereka berdua makin cepat setiap detik berlalu.


Mereka berdua menerima dirinya menjadi wanita Ryzel, bagaimana mereka bisa menolak kalau pria yang mereka incar mengatakan hal tersebut.


Entah apa yang mereka dapatkan dari hubungan yang sangat instan dan cepat ini.


Sosok Ryzel berjalan ke depan mereka berdua tanpa busana, senjata besar dan ampuh untuk menaklukkan para wanita itu ditunjukkan di depan mereka berdua dengan gagah dan berani.


Neha dan Mary terkejut dengan sosok Ryzel yang tiba-tiba seperti ini.


Mereka memandang senjata Ryzel yang besar dan panjang, serta memandang keindahan otot tubuh Ryzel yang luar biasa indah.


"Ayo kita mulai melakukan pertempuran pertama!"


Keduanya mengetahui maksud dari ucapan Ryzel dan keduanya memberikan respons setuju.


Berdiri di depan Ryzel yang tampan dan panas, mereka berdua mulai melepaskan bungkus atau cangkang mereka, mengekspos keindahan tubuh mereka berdua di dalam mata Ryzel.


Setelah melihat keindahan dunia di depannya, dugaan dan tebakan Ryzel adalah benar.


Buah melon milik Neha begitu besar, setara dengan milik Abiella, hanya berbeda bentuknya saja, sedangkan Mary sedikit lebih kecil.


Pucuk keduanya berbeda warna. Milik Neha berwarna cokelat, dan milik Mary berwarna merah muda.


Bentuknya tetap kencang bulat. Memang memiliki pik Neha lebih menggoda karena pucuknya tersembunyi seakan malu.


Dengan begitu, mereka berdua melayani Ryzel di hari pertama kerja.


Kejadian ini sangat tidak terduga bagi Ryzel dan kedua wanita ini.


Ryzel tidak menyangka semudah ini mendapatkan keindahan yang baru saja ditemui.


Apalagi dua kecantikan yang Ryzel ambil alih ini masih tersegel.


Sungguh tidak terduga. Di dalam otak Ryzel, orang luar negeri, seperti Mary itu punya nafsu yang besar dan mungkin sudah tidak tersegel lagi.


Pasalnya, di sana sangat bebas, asalkan jangan menyinggung dan membuat orang terganggu. Wanita di sana liar karena tidak mempermasalahkan mengenai **** bebas.


Tak menyangka Mary adalah wanita yang terjaga dan belum pernah mendapatkan pasangan.


Neha, wanita dari Turki, Ryzel tahu kondisi sosial di sana yang cukup menjunjung tinggi mengenai kehormatan wanita meski ada banyak juga yang tidak. Ada kemungkinan lebih bagi Neha tersegel.


Segel itu terbuka dan langsung dipakai barangnya selama 4 jam tanpa berhenti. Abiella yang tertidur ikut bersama Neha dan Mary dalam pertempuran melawan Ryzel yang sangat kuat.


Sayang sekali, mereka bertiga tak kuasa mengalahkan Ryzel, ketiganya berakhir dengan terbaring lemah di atas tempat tidur dalam keadaan yang benar-benar kelelahan.


Muntahan cairan putih kental ada di tubuh ketiganya, menandakan Ryzel menembakkan jurus pamungkas.


Ryzel bisa mengontrol muntahan tersebut, apakah ingin membuat tubuh mereka membulat atau tidak.


Sayangnya, Ryzel memilih untuk tidak karena masih ada perjalanan yang panjang.


Neha dan Mary juga baru saja bekerja dengannya, kalau mereka mengandung secepat ini, membuat pekerjaan mereka kepada Ryzel tidak bagus.


Semburan cahaya merah muda keluar dari telapak tangan Ryzel membidik tubuh Neha dan Mary. Perasaan lelah dan tak lemas berangsur menghilang, keduanya bisa berjalan dengan energi yang penuh.


"Kalian berdua tetap menjadi asisten pribadiku sekaligus wanitaku yang akan aku nikahi dan menjadikan kalian istri seumur hidup," kata Ryzel kepada dua wanita yang duduk di atas dua kakinya masing-masing.


Mendengar ucapan Ryzel, mereka berdua terpana.


Wanita yang dimaksud oleh Ryzel ternyata bukan alat pelampiasannya, melainkan menjadi istrinya.


Mereka berdua mengerti bahwa Abiella juga wanita Ryzel yang akan dinikahi.


Dengan demikian, Ryzel ini ingin mereka semua menjadi istrinya.


Selanjutnya, sebuah pengungkapan terjadi lagi, Ryzel memberi tahu tentang anggota harem yang lain.


Hal ini benar-benar memberikan kejutan besar bagi Neha dan Mary.


Tetap saja keduanya ingin menjadi wanita Ryzel lantaran cinta dan nafsu yang mereka rasakan terhadap Ryzel.


Keduanya sudah terbuai oleh kenikmatan yang diberikan Ryzel.


"Masalah dengan gaji, aku tidak akan memberikan kamu gaji, melainkan uang menafkahi kamu mulai sekarang. Apa yang kamu berdua inginkan, aku akan memberikannya. Sebelum itu, aku akan memberikan kalian berdua uang jajan atau makan untuk beberapa bulan. Kalau kurang dan habis, kalian beri tahu aku. Juga, jika ada apa-apa pada kalian, tolong beri tahu aku karena kamu berdua bukan lagi orang lain. Kalian sudah menjadi wanitaku seutuhnya."

__ADS_1


__ADS_2