
Ryzel menangis dalam diam selama terbang di atas langit dengan pesawat. Lebih dari 4 jam dia di dalam pesawat, dan dengan selamat mendarat di bandara.
Tiba di Bandung tepat di jam 10 malam, segera Ryzel memesan ojek online untuk bisa sampai ke rumahnya yang ada di Bandung.
Di dalam mobil, Ryzel memberi tahu Rina dan Rani tentang kedatangannya. Mereka terkejut dan menawarkan untuk menjemput, tetapi itu sudah terlambat karena dia sudah berada di mobil menuju ke sana.
Ternyata Rina dan Rani betah di sana selama beberapa hari ini, mereka terkejut lantaran Ryzel liburan di Bali begitu cepat.
Sesampainya di rumah, kedua wanita kembar ini menyambut hangat Ryzel, bahkan dia tidak malu untuk memeluk tubuh Ryzel secara bersamaan.
Bagi Ryzel, peristiwa ini tidak terduga, dia tak pernah berpikir bahwa wanita kembar ini akan memeluknya begitu erat.
Di saat itu juga , Ryzel tersadar bahwa kedua wanita ini punya aset yang besar, di antara mereka berdua punya bola yang sama besar.
Tiba-tiba adik besar Ryzel sedikit goyah, tetapi masih bisa ditahan.
'Sial, mengapa aku cepat bangun?!' keluh Ryzel di dalam hatinya.
Pada sekarang ini, Ryzel masih diam di depan pintu rumah berukuran besar yang terbuka lebar, membiarkan kedua wanita ini memeluknya.
Tidak lama kemudian, wanita kembar melepaskan kedua tangannya di tubuh Ryzel dan tanpa berbicara membawa Ryzel masuk ke dalam.
"Enak sekali menjadi bos, dipeluk wanita cantik yang kembar." Salah satu satpam yang menjaga rumah Ryzel sempat melihat mereka bertiga berpelukan dan masuk ke dalam rumah.
Satpam yang lain mengangguk setuju. Dia juga iri dengan bosnya, yaitu Ryzel.
Menoleh melihat Satpam yang bergumam pertama, Satpam yang mengangguk tersebut berkata, "Kedua wanita itu kembar, jika mereka berdua menikah dengan bos, berarti bos sedang melakukan poligami."
"Eh?! Benar juga!" Satpam tersebut mundur selangkah karena terperangah. "Tunggu, bagaimana bisa begitu?!"
Ucapan temannya terasa salah, tetapi juga benar.
Di saat yang sama, Ryzel dan kedua wanita ini duduk di atas meja makan untuk menunggu makanan yang dimasak oleh pembantu rumah matang.
"Jadi, kamu sepakat untuk bertemu dengan mereka di sini?" Rina bertanya kepada Ryzel dengan ekspresi ingin tahu.
Mereka berdua sudah tahu tentang kasus yang dihadapi oleh Ryzel, video tentang undangan terbuka yang dibuat Septi telah dia tonton.
Sebenarnya, mereka terkejut Ryzel bisa terkena kasus ini, sulit untuk dipercaya Ryzel yang baik masih ada yang menjahatinya.
__ADS_1
Dipikir-pikir, orang baik memang kerap dijelekkan oleh orang jahat, ini fenomena yang wajar.
Keduanya percaya Ryzel tidak seperti apa yang dikatakan oleh Septi, Ryzel mustahil melakukan hal tersebut, pasti ada sesuatu yang mereka lakukan kepada Ryzel, tetapi mereka tutupi.
Selama bersama Ryzel beberapa hari ini, Rina dan Rani tidak dapat perlakuan tak mengenakan dari Ryzel. Sebaliknya, Ryzel membuat mereka nyaman dan enak, dalam maksud membuat mereka senang karena sudah memindahkan mereka ke rumah yang besar ini.
Orang tua Rina dan Rani tidak percaya mereka bisa tinggal di rumah Ryzel. Omong-omong, orang tua dari wanita kembar ini tahu tentang Ryzel karena beberapa tentangnya membicarakan Ryzel.
Bisa dibilang orang tua Rina dan Rani termasuk penonton setia Ryzel karena sebelumnya sudah pernah ikut menonton siaran langsung Ryzel, ketika masalah ini belum datang.
Ryzel mengangguk sambil mengeluarkan Jenbook di dalam tas penyimpanan ruang angkasa, dan menjawab, "Iya, aku yang menawarkan mereka untuk bertemu di sini lantaran aku berkata kepada mereka bahwa aku masih di luar pulau sehingga cukup jauh untuk pergi ke Jakarta."
"Oh, begitu." Rina mengerti alasan Ryzel. "Namun, kami berdua tiba bisa menemani kamu, ada mata pelajaran besok pagi dan siang hari."
Kepala Rani manggut-manggut menandakan ucapan Rina benar dan tidak berbohong.
"Tidak apa-apa, aku sendiri tak masalah menghadapi mereka."
"Aku harap masalah ini cepat selesai, kami berdua mendukung penuh kamu, Ryzel."
Kedua mata dari Rina dan Rani terlihat dipenuhi harapan begitu menatap Ryzel. Mereka kelihatan tulus.
Mulut Ryzel sedikit membentuk kurva, senyum alama muncul, dan dia berkata, "Terima kasih banyak."
"Lihat video ini."
Layar Jenbook Ryzel diarahkan menghadap mereka berdua, sebuah video siap untuk diputar.
Dengan sentuhan jari telunjuk Ryzel, video tersebut mulai diputar.
Dalam video terlihat dua sosok sedang berpelukan, tepatnya salah satu sosok itu memeluk sosok yang lain.
Dilihat lebih lama, Rina dan Rani menangkap siapa kedua sosok tersebut.
Video ini adalah rekaman cctv yang diambil dari dua cctv yang berbeda letaknya, dan menampilkan sosok tersebut dari dua sudut pandang sehingga bisa dilihat kedua sosok dengan jelas.
Selain ada dua sosok yang sedang berpelukan, ada beberapa sosok kecil dan besar di belakang mereka berdua yang berpelukan.
"Itu kamu dan Septi?" Rina bertanya dengan ekspresi yang menunjukkan perasaan ingin tahu.
__ADS_1
Kepala Ryzel mengangguk untuk sekian kalinya.
Respons Ryzel membuat mereka heran, Septi ini tidak didorong oleh Ryzel, berbeda dengan pengakuan dia di Tiktod.
Dengan kualitas gambar cctv ditingkatkan oleh Ryzel, keduanya bisa melihat tingkah laku Septi yang aneh.
Dari adegan ini, wanita kembar tersebut tahu siapa yang salah.
"Agak memaksa, aku melihat kamu tidak nyaman di dalam video ini." Rina meraba perasaan Ryzel di dalam video.
"Benar. Maka dari itu, aku tidak membalas memeluk wanita tersebut. Awalnya, wanita ini tidak memberi tahu sama sekali tentang identitasnya.
"Setelah kejadian ini terjadi, aku masih belum tahu siapa wanita tersebut hingga akhirnya tahu begitu teman Septi membuat video bahwa wanita di dalam video yang ditangkap dari kamera ponsel tersebut adalah Septi," terang Ryzel dengan jujur.
Memang benar, Ryzel sendiri tidak tahu bahwa wanita yang memeluknya adalah Septi.
Mendengar pernyataan Ryzel, wajah keduanya berubah, kulit mereka menjadi merah dan raut wajah menjadi menekuk, seperti kucing yang sedang marah.
Dengan begitu, Ryzel menjelaskan tentang hubungannya dengan Septi yang sesungguhnya kepada Rina dan Rani.
Mereka adalah adik dan abang tiri, bukan keluarga kandung, bahkan tidak ada hubungan darah sama sekali di antara keduanya.
Pasalnya, Septi sudah ada sebelum ibu Ryzel dan ayah Septi menikah.
Selain itu, cerita tentang ibunya yang berubah sikap diberitahukan kepada keduanya dengan gamblang. Tak sadar Ryzel berhasil membuat kedua wanita ini ikut sedih terhadap nasib hidup Ryzel yang mengenaskan dan sedih.
Cerita hanya berkutat di masalah keluarga Ryzel, tidak sampai merambat ke hal yang lain.
Berikutnya, beberapa makanan telah siap disajikan, beberapa pembantu datang meletakkan makanan ke atas meja makan.
Aroma wangi dari banyaknya makanan di depan meja mereka mereka menyelimuti ruang makan ini.
Tanpa menunggu lama lagi, mereka bertiga menyantap semua makanan yang dibuat oleh beberapa pembantu.
Secara keseluruhan, makana ini cukup enak, terasa seperti masakan keluarga yang hangat dan menyentuh hati.
Ryzel makin menyukai para pekerja ini, kemungkinan besar Ryzel akan menaikkan gaji dari pekerja yang bertugas memasak makanan ini.
Selepas menghabiskan makanan, Ryzel dan wanita kembar pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi sebelum tidur.
__ADS_1
Meski sudah larut, mereka harus duduk selama satu jam untuk makanan benar-benar turun ke perut.
"Ryzel, kami berdua ingin berbicara kepadamu mengenai sesuatu. Bolehkah kita pindah ke kamarku sekarang?"