
Para penonton langsung mengirimkan jawaban pribadi dari pertanyaan Ryzel di ruang siaran langsung.
Dalam sekejap kolom komentar yang tayang langsung dibanjiri oleh rentetan curhatan pribadi para penonton, seakan-akan mereka semua sedang mengadu kepada Ryzel.
“Aku baik-baik saja, Ryzel. Cuma ada peristiwa yang sedikit sedih hari ini, yakni jari kelingking kakiku tersandung kaki meja.“
“Hari ini sangat membosankan, tidak ada yang membuatku terkesan, sama seperti hari-hari sebelumnya.“
“Pacarku hari ini mau mengajakku ke hotel, aku senang sekali!“
“Baru lima menit yang lalu aku putus dengan pacarku, hari ini sangat-sangat buruk!“
“Aku bahagia! Aku mendapatkan seorang adik perempuan!“
Semua orang memiliki harinya masing-masing, entah itu buruk, bahagia, senang, sedih, sial, dan beruntung.
Komentar yang dikirimkan oleh puluhan ribu penontonnya beberapa dibaca Ryzel sekilas.
Setelah menghela napas, Ryzel tersenyum ke arah kamera dan berkata, “Bagi kalian yang mengalami kejadian yang buruk, kalian harus semangat dan pantang menyerah, masih ada hari esok untuk menciptakan kejadian yang membahagiakan. Sebenarnya kebahagiaan bukan dicari, tetapi dibuat oleh kita sendiri.
“Untuk kalian yang sedang merasa senang hari ini, hendaknya kalian bersyukur, dan nikmati momen senang dan bahagia tersebut dengan baik. Tetap ingat! Kebahagiaan itu bersifat sementara, sama halnya kesedihan. Kalian semua jangan pernah menyerah dalam kehidupan ini, tetaplah bertarung dan jadilah pemenang dalam kehidupan kalian!“
Kata-kata Ryzel menginfeksi para penonton yang sedang menyaksikan siaran langsungnya saat ini.
Lebih dari 33.000 penonton merasa bersemangat dan mereka tersenyum sambil menatap layar ponselnya yang sedang menampilkan siaran langsung Ryzel, mereka semua mengirimkan rentetan dengan hati yang lebih baik dari sebelumnya.
“Siap! Aku akan jadi juara dalam kehidupanku sendiri!“
“Aku merasa tubuhku menjadi bersemangat, bagai mesin mobil yang diaktifkan!“
“Jiwa mudaku membara! Uraaa!“
“Oh, oh, oh, sial! Tubuhku memanas, aku ingin berteriak! Oraaa!“
“Terima kasih atas pengingatnya, Ryzel. Aku sayang kamu, emuach!“
Beberapa menit Ryzel di dalam mobil sambil berinteraksi dengan para pengikut Tiktod, mobilnya sudah dekat dengan Bandara Husein Sastranegara.
“Terima kasih, Pak!“ ucap Ryzel sambil menggendong kedua tasnya. “Ini, ada uang lebih untuk Bapak, selamat tinggal, Pak!“
Setelah turun dari mobil, Ryzel berjalan ke dalam Bandara sambil membawa ponselnya yang masih menyiarkan siaran langsung.
Sambil berjalan, ia berinteraksi dengan penonton di ruang siaran langsung.
“Kalian sudah makan siang? Ngomong-ngomong, aku merasa lapar. Apa kalian mau makan bersama denganku?“
__ADS_1
Usai berjalan-jalan di sekitar lokasi bandar udara selama 2 jam dan sambil mengobrol dengan penonton, Ryzel merasa perutnya kosong dan butuh asupan makanan.
“Sudah jam sebelas siang, sudah saatnya untuk makan siang! Aku mau makan bersama juga!“
“Ayo! Aku kebetulan sedang lapar juga, segera menuju dapur untuk membuat makanan!“
“Sial! Waktu istirahatku hampir habis, aku tak bisa turut makan bersamamu, Ryzel.“
“Aku tidak sabar untuk melihat Ryzel makan siang hari ini, camilan sudah siap untuk menemaniku menonton siaran!“
Melihat para penontonnya banyak yang antusias untuk makan bareng melalui virtual, Ryzel dengan cepat berjalan mencari restoran yang ada di sekitaran bandar udara.
Di sini banyak sekali restoran, Ryzel mencari restoran yang sekiranya bisa membuat dirinya kenyang untuk beberapa jam ke depan.
Di kejauhan Ryzel melihat sebuah restoran yang cukup ramai didatangi orang.
Begitu duduk, Ryzel diberikan selembar kertas yang berisi menu makanan dan minuman yang tersedia di restoran ini.
Restoran ini menyediakan menu makanan yang khas makanan Indonesia yang sering ditemui, yaitu nasi goreng, bakmi, kwetiau goreng, dan sejenisnya, tidak jauh dengan menu tukang nasi goreng di pinggir jalan, bedanya ada minuman dan beberapa makanan penutup.
Demikian, Ryzel memesan nasi goreng sapi, kwetiau goreng ayam, bakmi pangsit kuah, siomay, dan jus alpukat.
Semua makanan itu dipesan untuk dirinya sendiri.
Sambil menunggu makanan tiba di mejanya, Ryzel mengobrol lagi dengan para penontonnya yang sudah mencapai 50.000 orang.
Komentar-komentar bergulir sangat cepat dan sulit untuk Ryzel baca, ia harus melambatkan bergulirnya komentar dari banyak penggemar.
“Tidak-tidak, aku tidak ingin masuk ke dunia industri hiburan seperti itu, seperti yang kalian tahu, di sana pasti aku diatur dan itu sangat ketat, aku akan sulit untuk bisa berhubungan dengan kalian seperti sekarang ini.“
Para penggemarnya banyak dari kalangan wanita yang suka dengan grup band pria dari Korea Selatan, mereka bertanya tentang pilihannya apabila diundang untuk masuk ke anggota grup band.
Ryzel sama sekali tidak ada niatan untuk masuk ke industri hiburan seperti itu, ia ingin seperti sekarang yang menjelajahi berbagai tempat di dunia.
“Wajahmu tipe-tipe yang disukai oleh perusahaan CM, aku yakin kamu sebentar lagi akan diundang untuk masuk ke grup band di sana, seperti Jibril Prince.“
“Bagus, Ryzel. Lebih baik seperti ini saja, di sana terlalu berisiko, nanti tidak ada waktu untuk bertemu keluarga, bahkan menjenguk nenek yang sakit saja tidak diizinkan.“
“Kalau boleh aku berbicara jujur, wajah penyiar ini lebih tampan dibandingkan dengan wajah Jibril Prince. Tampannya bukan karena kulit putih dan tinggi, tetapi anggota wajahnya sangat baik.“
“Sayang sekali, aku ingin melihat Ryzel bergabung dengan grup band di negara itu, pasti netizen Indonesia bangga dan banyak yang mereaksi video Ryzel di Yitub.“
“Aku mendukung pilihanmu, Ryzel.“
Komentar mereka memiliki pendapat yang berbeda, ada yang mendukung dan ada yang keberatan dengan pilihannya.
__ADS_1
Kurang dari setengah jam Ryzel mengobrol bersama para penggemar di ruang siaran langsung, seorang pelayan datang ke mejanya dan membawa makanan-makanan yang dipesan oleh Ryzel.
Ryzel menempatkan ponselnya di ujung meja supaya sosoknya dan makanan yang disediakan di atas meja tertangkap kamera, dan penonton bisa melihatnya.
“Itadakimasu!“
Begitu mengucapkan selamat makan, tangan Ryzel mulai mengambil makanan yang ada di depannya, ia melahap makanan dengan penuh penghayatan.
Banyak dari penontonnya yang mengeluarkan air liur diam-diam saat menonton Ryzel makan semua makanan.
Setelah makan, Ryzel duduk di tempat duduk sambil menunggu keberangkatan pesawatnya, tidak bosan-bosannya Ryzel berbincang dengan para penggemarnya.
Segera, Ryzel mengakhiri siaran langsung karena pesawatnya ingin berangkat.
Selama hampir 5 jam di dalam pesawat, Ryzel sibuk bermain gim untuk mengisi waktu luang, juga membuat rencana tentang video yang ingin direkam untuk akun Tiktodnya nanti.
Setibanya di Bandara Internasional Phuket, Ryzel duduk di bandar udara untuk mencari tempat penginapan, di sini sudah agak sore, Ryzel butuh tempat untuk tidur semalam.
Setelah berhasil memesan kamar di salah satu hotel bintang 4 yang letaknya 2 kilometer dari bandara ini.
Ryzel naik taksi daring dari bandara menuju hotel, di bandara ada atm yang berlogo Mastercard yang di mana bisa digunakan untuk transaksi di luar negeri, Ryzel menukarkan uang 50 juta rupiah menjadi mata uang Baht Thailand, sekitar 113.000 baht.
Tepat ketika Ryzel masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang, tiba-tiba tirai virtual muncul di depannya bersamaan dengan prompt sistem berbunyi di telinganya.
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di wilayah Phuket!]
[Apakah Anda ingin masuk sekarang?]
Setelah mendengar suara dari Sistem, Ryzel tersenyum, kemudian ia menjawab iya di dalam hatinya.
[Ding! Anda Telah Masuk di Phuket! Selamat Kepada Anda Karena Telah Mendapatkan Kemampuan Bernyanyi Level 4, Mata Pemikat, 1 Miliar Baht, dan Kemampuan Berselancar Level 5!]
Sesudah pemberitahuan Sistem berbunyi, Ryzel merasakan ada sesuatu yang jatuh di atas pahanya.
Kemudian, disusul oleh sebuah energi hangat yang masuk ke dalam tubuhnya, menyebar ke setiap inci tubuhnya.
Tidak ada rasa sakit, hanya sebuah kenyamanan yang tak terlukiskan, bagaikan berendam di pemandian air panas.
Sayangnya, begitu kehangatan itu hilang, rasa nyeri dan pusing melanda tubuhnya dan membuat Ryzel menundukkan kepalanya dengan postur duduk di kursi mobil.
Supir tidak memperhatikan ini, ia sibuk menyetir mobil karena jalanan mulai padat karena sore sudah menjadi pekat.
Proses integrasi berlangsung selama kurang lebih 5 menit, Ryzel mengangkat kepalanya dan merilekskan tubuhnya sambil memejamkan mata.
Sesuatu ada yang berubah pada dalam tubuh Ryzel, terutama pada bagian kaki, kerongkongan, dan mata.
__ADS_1
Tepat ketika Ryzel membuka matanya, lampu biru muda terpancar sekilas dari matanya, sorot mata Ryzel tidak seperti sebelumnya, tampak ada sesuatu yang bersemayam di dalam bola mata hitam Ryzel sehingga orang ingin selalu menatapnya terus-menerus.