
Dalam beberapa kedipan mata, Ryzel langsung berubah menjadi seorang pianis yang andal dan cakap dalam memainkan alat musik piano.
Pengetahuan bermain piano masuk ke dalam otak Ryzel, termasuk memori otot tangan yang tertanam di sel jaringan otot jari-jari Ryzel.
Andai saja ada piano di bandara ini, mungkin Ryzel akan memainkan sebuah lagu sekarang. Sayangnya, tidak ada piano, Ryzel tidak bisa mempraktikkan kemampuan barunya.
Ryzel mengambil ponselnya yang tak sengaja mengeluarkan bunyi nada dering. Saat ia menyalak layar ponselnya, ia mendapatkan puluhan pesan transfer uang masuk dari aplikasi bank miliknya. Ternyata itu adalah hadiah uang dari Sistem yang telah dikonversikan menjadi mata uang rupiah.
Uangnya saat ini sudah mencapai 1 triliun lebih 700 miliar rupiah. Benar, ini semua uang yang Ryzel terima dari tugas masuk Sistem.
Nominal yang sangat banyak bagi Ryzel yang tidak pernah memegang uang 1 miliar bahkan ratusan juta sekalipun.
Sampai sekarang, Ryzel tidak tahu mau diapakan uang yang terkumpul ini. Membiayai ketiga anak yang ia temui di Jakarta juga masih tersisa banyak.
Uang ini masih Ryzel pikirkan digunakan untuk apa. Terpenting, sekarang dia harus rajin menyelesaikan tugas masuk yang diberikan oleh Sistem.
Jika tidak, Ryzel akan menerima hukuman dari Sistem yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Ryzel sangat takut terhadap hukuman Sistem lebih dari apa pun di dunia ini.
Merasakan proses integrasi kemampuan telah selesai, Ryzel bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar area bandara.
Ia sudah memesan hotel yang berada di beberapa kilometer dari lokasi bandara.
Melihat langit masih gelap, Ryzel perlu istirahat terlebih dahulu.
Naik pesawat di malam hari memang tidak mengenakkan karena setibanya di lokasi tujuan masih malam dan ia menjadi kurang tidur.
Begitu sampai di hotel yang sederhana dengan fasilitas layaknya hotel bintang 3, Ryzel terkapar di atas kasur dan ia tidur secara brutal tanpa adanya aba-aba.
Kedua tasnya di taruh di atas lantai kamar, sama sekali belum dirapikan dan dibenahi.
Ryzel tertidur pulas dan bermimpi tentang buah dada Haimi yang besar. Tanpa sadar, pada bagian di antara kedua kakinya menjadi basah selama dirinya tidur.
“Mimpi basah?“
Begitu bangun keesokan harinya, Ryzel merasakan basah di area sekitar adik besarnya. Ternyata dia mimpi basah semalam. Selain itu, Ryzel masih ingat mimpinya yang semalam.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Ryzel merasakan kerinduan kepada Haimi.
Dengan gegasnya, Ryzel berlari ke kamar mandi dalam kamar, ia mencuci diri hingga bersih, tak membiarkan sedikit kotoran tanah dan debu yang menempel di sekujur tubuhnya.
Melihat dirinya di dalam cermin terlihat tampan dan elegan, bagai seorang bangsawan muda yang arogan. Ryzel berjalan ke meja yang berada di sebelah kasurnya untuk mengambil ponsel.
Ketika ia memeriksa ponselnya, terdapat 17 panggilan telepon yang tidak terjawab. Panggilan tersebut berasal dari banyak orang. Orang-orang itu adalah Rina, Haimi, Gina, Diya, Yochi, dan Tan.
Tidak hanya panggilan telepon saja yang tidak terjawab, banyak pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
Mereka menanyakan kabar tentang Ryzel setelah mendarat dari pesawat. Mereka tahu bahwa Ryzel pergi ke negara lain.
Maka dari itu, mereka menanyakan tentang kondisinya sekarang.
Tanpa menunggu mereka khawatir lebih lama, Ryzel menjawab pesan mereka semua satu per satu.
Namun, hanya ada Haimi yang menjawab pesan Ryzel begitu pesan Ryzel terkirim.
Sebelum turun dari hotel, Ryzel melakukan panggilan video dengan Haimi.
Di dalam layar, Haimi kerap kali menunjukkan belahan buah yang dia punya sambil memberi tatapan menggoda kepada Ryzel. Sengaja dilakukan agar Ryzel cepat kembali ke Laos dan bertemu dengannya.
Selama panggilan tersebut dilakukan, Ryzel menahan hawa nafsu hewaninya yang ingin berkembang biak dengan Haimi. Adik besarnya sudah menjadi sangat besar selagi panggilan itu terus berjalan.
Dikarenakan keteguhan hati Ryzel yang kuat, Ryzel sama sekali tidak menunjukkan sesuatu yang besar kepada Haimi, bahkan sampai panggilan tersebut dimatikan.
Untuk meminimalisir rasa sakit pada joninya karena ruang yang sempit, ia membuka celananya dan membiarkan joni bebas bergerak ke mana saja.
Sifat brutal Haimi makin lama makin parah. Ryzel tidak bisa membayangkan jika dirinya masih berada di satu hotel yang sama dengan Haimi.
Kemungkinan besar dia sudah habis dimakan oleh Haimi dan dipaksa mengeluarkan cairan putih yang kental untuknya.
Gina pun masih sama, tetapi tidak brutal. Ia hanya memamerkan belahan tidak sampai frontal dan terang-terangan mengungkapkan bentukan buah dadanya tersebut.
Rina, Rani, dan Dea, terlebih Yochi, mereka masih berhubungan baik dengannya tanpa ada bumbu panas seperti Gina dan Haimi.
__ADS_1
Tak disangka, Haimi yang awalnya terlihat seperti wanita baik-baik, ternyata seorang wanita yang memiliki nafsu begitu besar.
Namun, dipikir-pikir lagi, awal pertemuan juga Ryzel melihat Haimi yang memakai bikini seksi. Cuma tidak begitu terbuka, memang samar-samar masih terlihat besar.
Usai menjawab semua pesan dari orang-orang, Ryzel meninggalkan kamar hotel yang barang-barangnya belum sempat ia benahi menuju lobi hotel yang tersedia tempat untuk makan.
Di sana, Ryzel sarapan dengan makanan-makanan khas Kamboja. Banyak makanan yang enak di sini. Oleh sebab itu, Ryzel memesan sekitar 5 jenis makanan khas Kamboja yang direkomendasikan.
Makanan yang dipesan Ryzel, seperti Amok, Samlor Machu Trey, Kuy Teav, Kampot Pepper Crab, dan Lok Lak.
Kebanyakan makanan yang disediakan berasal dari hewan laut atau makanan laut.
Ada juga makanan aneh, tetapi untuk sekarang, Ryzel belum siap untuk memakannya. Sarapan pada pagi hari ini dengan makanan-makanan yang normal saja.
Amok adalah hidangan berjenis ikan, mirip dengan pepes ikan di Indonesia, cuma sedikit berbeda di bumbu. Samlor Machu Trey juga masih sama, dikarena bahan bakunya dari ikan, bedanya dibuat menjadi sup yang enak dan segar. Sementara Kuy Teav adalah makanan berjenis mie dengan kaldu yang berasal dari rebusan tulang sapi, ini menjadi salah satu makanan mie yang disukai oleh Ryzel.
Selanjutnya, makanan Lok Lak yang merupakan hidangan yang terbuat dari irisan daging yang disajikan dengan nasi atau salad, rasanya enak, terlebih tekstur dagingnya yang berjus dan gurih. Hidangan terakhir yang dicicip oleh Ryzel adalah Kampot Pepper Crab, sudah jelas dari namanya, ini adalah hidangan kepiting yang digoreng utuh dan disajikan dengan bumbu yang enak dan ada taburan merica hijau kampot yang unik.
Secara keseluruhan, makanan ini lezat, Ryzel dengan mudah menerima rasa dari masakan ini.
Setelah sarapan pagi, Ryzel berjalan keluar dari restoran dalam hotel, tetapi begitu keluar.
Ia mendengar sebuah suara piano yang cukup enak didengar.
Begitu ia mencari sumber suara, Ryzel menemukan seorang wanita yang sedang duduk dengan piano di tengah lobi hotel.
Ryzel baru sadar bahwa ada piano di tengah lobi hotel.
Nada yang dimainkan oleh wanita ini cukup bagus dan tepat, Ryzel bisa menilai kemampuan wanita ini dari nada yang keluar dari piano, masih harus banyak belajar.
Ketika Ryzel sedang asyik mendengarkan suara piano yang menenangkan, ia mendengar beberapa tanda nada yang tak sesuai dengan nada lagu yang sedang dimainkan oleh orang ini.
Di detik berikutnya, nada piano yang ditekan menjadi tidak jelas dan akhirnya wanita tersebut menghentikan permainan pianonya.
Tepat ketika wanita ini berdiri dan berbalik hendak beranjak dari kursi piano, matanya langsung bertemu dengan wajah Ryzel yang tengah berdiri di belakangnya. Terlihat sedang mengamati dirinya bermain piano.
__ADS_1
“Permainan pianonya cukup bagus.“