
Permintaan Soomin sulit untuk ditolak, Ryzel mengangguk sebagai jawabannya dan dia tersenyum pasrah.
Mungkin saja karena permainan dan performa Ryzel di tempat tidur sangat hebat membuat Soomin tidak tahan untuk mencoba lagi.
Dipikir-pikir, Ryzel punya ketahanan dan ukuran yang luar biasa sehingga tak heran apabila Ryzel selalu didambakan untuk melakukan hal itu oleh wanita.
Apalagi Ryzel memiliki sosok yang tampan dan enak untuk dilihat, kebersihan tubuh yang tinggi, wangi yang enak untuk dicium, dan masih banyak lagi hal yang dapat menjadi poin kesukaan wanita.
Maka dari itu, Soomin yang agak bodoh saja tak bisa menahan godaan untuk tidak melakukan itu dengan Ryzel lagi.
Setelah itu, mereka semua menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di Pantai Pink untuk berenang dan menikmati keindahan pantai.
Sesuai dengan namanya, Pantai Pink punya pasir pantai yang bercampur dengan suatu cangkangnya sangat kecil yang berwarna pink dalam jumlah yang tak terhitung.
Oleh sebabnya, pantai di sini terlihat berwarna pink.
Di Pantai Pink ini, mereka semua tak lupa untuk berfoto bersama. Ada banyak sekali foto yang diambil, salah satunya foto Ryzel dan Raffy yang terlihat bahagia.
Raffy tak lagi muram dan sedih, dia sangat senang bisa liburan bersama Ryzel.
Orang ia takuti awalnya, menjadi seseorang yang mulai dia sayangi. Dirawat oleh Ryzel jauh lebih baik daripada diasuh oleh ibunya sendiri yang sudah rusak.
Melihat waktu masih ada untuk pergi ke Pulau Komodo dan satu tempat wisata lagi, mereka memutuskan untuk segera pergi ke Pulau Komodo atau Taman Pulau Komodo.
Untuk ke sana cukup membutuhkan waktu sekitar paling lama 30 menit.
Di atas kapal, Ryzel dan yang lainnya bersantai di tempat khusu berjemur sambil menikmati pemandangan alam laut yang mengagumkan.
Ketika Ryzel melihat Raffy yang mengobrol dengan kru dan terlihat akrab, Ryzel baru sadar bahwa Raffy tidak mabuk laut.
Tidak semua orang bisa tahan dengan kapal yang bergerak terombang-ambing, kapal tidak selalu stabil karena gelombang laut takkan pernah tenang.
Akan selalu ada goyangan atau guncangan di kapal meski hanya sedikit, tetapi bagi orang yang tidak tahan, mereka akan muntah karena terasa mabuk dan tidak mengenakkan.
Mengetahui Raffy tahan dengan guncangan di kapal, Raffy memiliki bakat untuk bekerja di kapal.
Di masa depan, jika Raffy baik dan tak mengikuti sifat dari keluarganya, dia ingin membantu Raffy menggapai cita-citanya. Paling tidak, di antara anggota keluarga mereka ada orang yang sukses dan lurus hidupnya.
Ibu, Ayah, dan Kakak sudah susah diselamatkan, bisa dikatakan ada kemungkinan, tetapi susah untuk mengubahnya. Berbeda dengan mengarahkan kehidupan anak kecil yang masih polos, terbilang mudah, tergantung bagaimana cara kita mendidiknya.
Soomin yang duduk santai di samping Ryzel tiba-tiba berkata, "Sampai kapan kamu tak melakukan siaran langsung, Sayang?"
Mendengar pertanyaan Soomin yang mendadak ini, Ryzel menoleh dan mengambil buah di atas meja, kemudian menjawab, "Mungkin setelah aku pergi dari liburan ini. Tidak tahu juga pastinya, tetapi ada target setelah liburan selama satu sampai dua Minggu dan sesudah tahap persidangan berlangsung."
Masalah Ryzel diberi tahu ke Soomin karena Soomin sempat mengetahui permasalahannya dengan keluarga Septi di internet.
Tujuan Ryzel memberi tahu hal yang sebenarnya terjadi kepada Soomin agar tidak ada kesalahpahaman.
__ADS_1
Tentu, Ryzel tidak membela dirinya sendiri akan kasus ini tanpa bukti, dia memberikan beberapa video dan foto bukti yang dapat ditunjukkan ke Soomin.
Setelah penyidikan akan ada tahapan penuntutan, dilanjutkan pemeriksaan di muka pengadilan hingga nantinya ke tahap eksekusi.
Kemungkinan tahap persidangan ini akan berlangsung lebih dari satu bulan. Dalam waktu tersebut Ryzel tidak mau begitu aktif dalam kegiatan siaran langsung.
Bisa dibilang Ryzel sedang liburan dadakan karena suatu permasalahan penting.
Tidak mengapa itu bukan masalah bagi Ryzel, melihat pertumbuhan pengikut di akun Instagrem dan Tiktod yang lumayan. Seharusnya, tidak masalah jika Ryzel tidak melakukan siaran langsung selama kurang lebih sebulan.
Nantinya, dia akan mengisi kekosongan tersebut dengan mengunggah beberapa video pendek tentang dirinya dan ke mana dia pergi di media sosial agar para penggemar tahu apa yang dia lakukan.
"Sayangnya, aku tak bisa ikut denganmu," kata Soomin dengan berwajah sedih, "ada urusan yang belum aku selesaikan di negaraku sendiri. Kamu sudah tahu bahwa aku adalah seorang penyiar wanita juga, kami memang sulit untuk mengontrol para penggemar, dan mau tidak mau harus tetap mengikuti para penonton untuk melakukan siaran."
"Aku mengerti, kamu harus tetap jaga kesehatan dan jangan sampai memaksakan diri." Ryzel mengangguk karena dia paham apa yang dikatakan oleh Soomin.
Menjadi seseorang yang bekerja di depan kamera tidak semudah apa yang orang lain katakan. Butuh mental dan pengaturan waktu yang bagus karena para penggemar terkadang tidak mau tahu.
Tidak sedikit yang bahkan menjadi seorang streamer atau Penyiar yang diatur oleh para penggemar dan penonton setianya. Penyiar tersebut benar-benar terasa sedang diperbudak oleh orang-orang.
Saran Ryzel yang ditujukan kepada Soomin memiliki arti bahwa sebagai penyiar jangan selalu taat dengan penggemar, berikan diri sendiri untuk memilih sesuai keinginan sendiri dalam pekerjaan sebagai penyiar agar bisa menikmati dan tidak terasa begitu melelahkan.
Bekerja di bidang yang kita sukai tak begitu melelahkan. Ingat juga dengan kesehatan karena kesehatan lebih mahal dari apa pun.
Setelah obrolan tersebut, kapal Pinisi tiba-tiba didatangi kembali oleh ketiga elang yang sebelumnya sempat pergi ke suatu pulau yang ada di timur laut.
Ketiga burung elang ini membawakan beberapa ikan di kakinya. Melihat ini Ryzel tahu apa maksud dari kedatangan ketiganya ke sini, yakni meminta Ryzel untuk membuatkan ikan bakar lagi.
"Oke, jangan berisik, ini ikan bakar kalian."
Ryzel membawakan beberapa piring ikan bakar ke depan ketiga burung elang. Burung-burung elang ini mengeluarkan beberapa suara yang terdengar seperti sedang memarahi Ryzel yang lama membawakan mereka makanannya.
Dengan lekas mereka mulai menyantap ikan bakar mereka yang sudah dijatahkan masing-masing.
Ryzel dan yang lainnya sedikit lapar, tetapi ini belum jam makan.
Untungnya, kru di sini selalu membuat makanan camilan untuk mengganjal perut mereka kalau terasa sedikit lapar.
"Burung elang satu ini sangat kecil, apa dia berbeda keluarga?" tanya Raffy yang memperhatikan salah satu burung elang.
Kepala Ryzel menoleh untuk melihat apa yang dimaksud oleh Raffy dan dia menjawab," Benar, ketiga burung ini tidak satu keluarga karena mereka dari jenis yang berbeda."
Selanjutnya, Ryzel menyentuh tubuh burung elang yang disebut burung yang kecil oleh Raffy dan dia menjelaskan, "Burung ini disebut Burung Elang Jawa, dia berasal dari Indonesia asli. Ukurannya memang kecil, tetapi tetap berbahaya karena memangsa hewan lain ...."
Satu per satu burung elang diterangkan Ryzel kepada Raffy dengan perkataan yang mudah untuk dipahami anak kecil.
Tidak sampai 5 menit Ryzel menerangkan burung elang tersebut, Raffy menjadi paham mengala burung-burung ini punya ukuran yang tidak sama.
__ADS_1
Meskipun Burung Elang Jawa ini kecil, Raffy suka dengan burung elang ini karena terlihat keren.
Anak laki-laki suka dengan sesuatu yang keren, tak heran jika saat kecil banyak anak kecil yang memperebutkan suatu karakter pahlawan super di serial film.
Mungkin, Ryzel saja masih punya sifat anak kecil yang seperti itu.
Tidak lama setelah mereka menonton burung elang-elang makan di kapal, kapal mereka telah tiba di Pulau Komodo.
Kru yang memandu Ryzel segera meminta Ryzel dan yang lainnya untuk bersiap turun dari kapal dan pergi ke pulau.
Mereka tidak perlu membawa banyak barang, barang yang dibawa hanya barang penting. Ryzel membawa kamera, ponsel, dan beberapa barang lainnya yang tak begitu besar dan dimasukkan ke dalam tas.
Sementara itu, Raffy dan Soomin sangat minim membawa barang. Soomin membawa kamera juga untuk mengambil banyak foto komodo nantinya. Sementara itu, Raffy hanya membawa diri saja.
Saat turun dari kapal dan berjalan ke daratan Pulau Komodo, Ryzel sekejap menjadi objek yang harus dilihat oleh orang-orang.
Penampilan Ryzel yang tampan menjadi pusat perhatian orang-orang selain komodo saja.
Ryzel mengabaikan tatapan dari banyak orang dan bergegas ke dalam pulau untuk bertemu pawang atau pemandu wisata mereka di Pulau Komodo ini.
Di awal saja mereka sudah diperlihatkan sebuah gapura selamat datang dan monumen komodo yang besar.
Melihat ini mereka segera mengambil beberapa gambar sebagai tanda mereka sudah sampai dan pernah ke sini.
Beberapa saat kemudian, mereka melakukan persiapan untuk mencari komodo bersama pawangnya.
Di pulau ini banyak sekali tanaman dan rerumputan liar sehingga medan yang mereka lalui harus dilewati begitu hati-hati.
"Kita akan pergi ke lintasan yang dilewati komodo, mereka biasanya akan ada di sekitar sana.
"Aku akan menjelaskan sesuatu yang ada di sini. Pulau Komodo ini tidak hanya ada komodo saja, tetapi ada puluhan jenis mamalia, seratus burung, dan puluhan reptil di sini. Selain itu juga, flora yang banyak di sini."
Pawang komodo menjelaskan tentang isi di Pulau Komodo, dan dia bahkan memberi tahu apa saja hewan yang telah mereka temui di sepanjang jalan mencari komodo.
Namun, tepat ketika mereka sedang fokus mendengarkan penjelasan dari pawang, suara burung elang yang melengking terdengar di atas mereka.
Sontak mereka semua menengadahkan kepalanya untuk melihat ke atas.
Ryzel yang mendengar suara ini tahu siapa yang datang.
Di bawah tatapan banyak pengunjung yang ada di dekat Ryzel, ketiga burung elang mendarat tepat di depan Ryzel dengan pendaratan yang mulus.
Pawang komodo dan yang lainnya terkejut melihat tiga burung elang ini dan beberapa pawang burung meminta untuk wisatawan mundur dan jangan mendekat, termasuk Ryzel sendiri dipinta untuk menjauh.
Alih-alih menjauh, Ryzel malah mendekat dan mengelus ketiga tubuh elang tersebut.
Melihat ini, semuanya terperangah, rahang mereka semua terjatuh dengan mata yang membesar.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?!"
"Siapa pawang yang sebenarnya?!"