
Mendengar ini, Maly yang sedang membawa tas besar dan koper yang isinya barang bawaan tersenyum malu dan canggung. Mengalihkan kepalanya ke mereka berdua dan berkata, “Aku dan Ryzel tidak melakukan apa-apa hanya tidur biasa.“
Aruny dan Putrea memicingkan matanya ke arah Maly, mereka berdua sulit percaya dengan jawaban Maly.
“Apakah itu benar?“ Aruny mengamati tubuh Maly yang tengah berdiri di depannya.
Tampaknya memang ada yang berbeda dari tampilan Maly sekarang, seperti aura gadisnya menghilang dan menjadi agak terlihat dewasa.
Sorot mata keduanya yang mencurigai dirinya, membuat pipi Maly menjadi merah, tubuhnya terdiam kaku. “Iya, aku cuma ketiduran di sana, dan Ryzel tidak berbuat apa—”
“Jangan membohongi kami berdua, Maly. Aku tahu kamu pasti telah melakukan hal 'itu' dengan Ryzel, kan? Jujur saja.“ Putrea mengetahui keanehan pada tubuh Maly. Gerak-gerik Maly saja sangat ketahuan bahwa dia sedang berbohong.
Keduanya menatap lekat tubuh Maly dan menginterogasi.
Tidak ada yang bisa Maly lakukan untuk menyembunyikan tentang ini, dan akhirnya ia mengaku bahwa dirinya telah melakukan kegiatan itu dengan Ryzel.
“Emm, ya. Aku sudah melakukannya,” kata Maly dengan wajah yang tersipu. Asap mengepul dari pipinya.
Mendengar pengakuan dari Maly, sontak keduanya terkejut, mata keduanya membesar menatap Maly.
Ternyata wanita yang pernah disakiti ini melakukan hal tersebut dengan pria. Mereka mengira Maly takkan pernah melakukan hal atau kegiatan panas dengan seorang pria. Bukan tanpa alasan mereka memiliki opini tersebut. Di grup pesan yang ada di salah satu aplikasi media sosial, mereka membahas tentang pria, Maly ini adalah wanita yang sering mengungkap pernyataan yang memiliki kesan seperti membenci para pria, dikarenakan hal itu mereka bisa mendapatkan opini dan spekulasi tersebut.
“Bagaimana rasanya? Apakah barang besarnya itu bisa masuk?“
“Jangan bilang kamu ketagihan?“
“Maly, tolong ceritakan pengalaman semalam itu kepada kami berdua!“
Mereka semua mengobrol serta membahas seputar kejadian yang sempat dialami oleh Maly semalam di vila Ryzel. Sambil menunggu Ryzel datang, mereka mengobrol tentang hal tak senonoh.
Ketiganya tampak asyik berbincang meski obrolannya terdengar ambigu dan aneh.
Saat ketiganya ini menunggu di dalam vila mereka, Ryzel yang telah membereskan barang bawaannya telah dekat dengan tempat vila mereka bertiga berada. Ryzel sedang berjalan dan mendatangi mereka.
“Bagaimana? Tidak apa-apa, kan?“ Aruny menatap Maly yang terlihat rumit.
__ADS_1
Maly merenungi ucapan mereka berdua barusan, dan menimbang-nimbang keputusan yang akan dibuatnya.
“Namun, kalian tidak boleh berpacaran dengannya. Lagi pula, Ryzel tidak ingin berpacaran.“ Maly menatap kembali kedua temannya ini dengan wajah yang serius.
“Tenang saja, kami berdua juga bukan karena suka, aku hanya mengagumi pria ini setelah mendengar ceritamu. Aku ikut penasaran dan ingin mencobanya juga.“
“Itu terserah kamu berdua, aku tidak memiliki hak untuk melarang. Semua pilihan ada di tangan Ryzel. Aku bukan pacarnya dan tak bisa menahan kalian,” kata Maly dengan hati yang pasrah.
Mendengar ini, senyuman teman-temannya ini makin lebar. Tampak sangat senang, seperti anak kecil yang diberi mainan.
Pada saat Maly menoleh ke arah liar vila, ia melihat Ryzel di kejauhan sedang berjalan ke arah mereka. Sontak saja Maly memberi tahu mereka berdua untuk keluar dari vila.
Pandangan Maly ketika bertemu Ryzel terasa berbeda, sangat lembut dari biasanya dan juga penuh perhatian.
Maly langsung memeluk Ryzel begitu sampai dan tak lupa untuk mencium pipi Ryzel.
Respons Ryzel diam dan membiarkan Maly mencium pipinya. Sebuah perubahan sikap yang dengan jelas Ryzel tunjukkan.
Kedua temannya, Aruny dan Putrea cuma diam di belakang melihat temannya ini bercumbu mesra dengan Ryzel. Di dalam hati mereka berdua terdapat rasa iri yang muncul.
Perubahan pada Maly yang begitu jelas, tempramen yang dipancarkan tubuhnya sangat berbeda, ia seperti seorang ibu yang perhatian kepada anaknya, perhatian kepada Ryzel.
Masalah minum, makan, bahkan hal kecil selalu diperhatikan oleh Maly, wanita ini sangat perhatian. Sementara itu, Ryzel hanya diam dan menerima perlakuan hangat Maly tanpa menolak.
Pemandangan mesra mereka ini membuat teman-temannya merasa tidak dihargai atau tak dianggap ada.
[Ding! Terdeteksi Anda Telah Masuk di Samloem Koh Rong! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Kemampuan Anti-disease dan Uang 2 Juta Dolar Kanada!]
Sesampainya di vila baru dekat Pantai Malas atau Lazy Beach, sebuah pemberitahuan dari Sistem berbunyi di telinga Ryzel.
Saat berikutnya, Ryzel mengalami proses integrasi yang telah terjadi belasan atau bahkan puluhan kali.
Sensasi yang sama tetapi dengan kemampuan yang berbeda. Ryzel tahu bahwa dirinya sudah tidak akan terkena penyakit apa pun di dunia ini, mau itu dari virus, bakteri, atau jamur, dirinya takkan pernah sakit lagi, termasuk penyakit kelamin yang ganas.
Ryzel senang dengan mendapatkan hadiah ini, salah satu faktor penyebab dirinya mati atau tewas di masa depan menghilang. Secara tidak langsung membuat Ryzel menjadi panjang umur.
__ADS_1
[Anti-disease merupakan sebuah kemampuan yang membuat pengguna tidak akan mengalami sakit. Semua penyakit yang ada tidak akan bisa menginfeksi tubuh pengguna. Meskipun penyakit itu ganas dan terkenal dengan dampak mengerikannya. Mulai hari ini Anda tidak akan sakit lagi.]
Sehabis membaca keterangan yang ada di dalam layar tipis di depannya, Ryzel hanya bisa tersenyum. Walaupun ini sangat keren, tetapi dia tidak heran lagi dengan Sistem. Kemampuan ini tampak melawan hukum alam dan dunia.
Tak lama setelah Ryzel menyelesaikan proses integrasi, ketiga wanita itu datang ke vilanya untuk mengajak pergi ke tempat wisata pertama hari ini.
Tentu saja, Ryzel tidak menolak. Dengan lekas, ia membawa peralatan siaran langsung dan membawa barang yang diperlukan.
Wisata yang akan mereka lakukan adalah pergi ke pantai untuk menyelam.
Di pantai, di atas perahu, mereka berempat sudah memakai peralatan menyelam, tangki oksigen, sepatu sirip, pakaian selam, dan lainnya.
Di detik berikutnya, mereka berempat melompat bersama dari perahu dan tenggelam ke lautan.
Sebuah pemandangan indah muncul tepat di depan mata mereka. Pemandangan bawah laut yang menakjubkan, disertai ikan-ikan cantik berenang yang memiliki warna yang beragam, tanaman laut bergoyang-goyang memberikan kesan ramai dan keren. Banyak sekali terumbu karang dan tanaman laut, serta ribuan ikan yang berenang di antara mereka berempat.
Ikan-ikan di sini kebanyakan adalah ikan kecil. Mereka terlihat sangat mengagumkan dengan warna tubuh mereka yang berbeda dengan corak yang bermacam-macam.
Mereka berempat menyelam didampingi oleh pemandu dari agen yang menawarkan jasa penyelaman kepada pengunjung.
Ryzel membawa ponselnya yang telah dipasang bungkusan atau penutup ponsel spesial untuk menyelam. Sebenarnya, alat ini sudah sering ia pakai sejak di Thailand. Hasilnya memang bagus dan sesuai dengan pernyataan dan spesifikasi yang dicantumkan pada kotaknya.
Dengan begitu, para penonton yang melihat siaran langsung hari ini, menikmati keindahan laut yang memukau dan majestik luar biasa.
Setelah menyelam, mereka berniat untuk pergi ke tempat selanjutnya, yaitu mercusuar yang ditinggali.
“Sial! Ini terlihat serupa dengan pemandangan di film horor!“
“Omaga! Tempat yang seram! Aku ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Aku sudah tidak sabar!“
“Aku tidak salah masuk ruang siaran langsung, kan? Mengapa ini menjadi menyeramkan suasananya?“
“Ih, takotnya!“
“Mamah, aku takut!“
__ADS_1
“…”