
Setelah pengingat Sistem muncul, proses integrasi dimulai dengan persetujuan dari Ryzel.
Tubuhnya tidak merasakan rasa sakit, hanya saja kulit kepalanya terasa kesemutan dan sedikit pusing.
Proses terjadi selama hampir 3 menit, tetapi bagi Ryzel itu terasa lama, seakan waktu berjalan sangat lambat, lebih lambat dari siput bergerak.
Selama itu, Haimi mencoba memanggil Ryzel, tak sedikit pun Ryzel gubris karena proses penyatuan masih berlangsung.
Pada akhirnya, Haimi menggoyangkan tubuh Ryzel berharap bangun dari kondisi diamnya yang terlihat aneh.
“Ryzel! Bangunlah, Ryzel! Jawab aku!“
Kemudian, Ryzel mendengar suara Haimi secara bertahap. Mengangkat kepalanya di atas meja makan dan ia menoleh dengan wajah bingung dengan tubuhnya yang masih digoyang-goyang oleh tangan Haimi.
Melihat Ryzel yang tiba-tiba menoleh ke arahnya dengan mata yang sayu, Haimi langsung memberhentikan gerakannya dan memandang wajah Ryzel dengan lega.
“Akhirnya kamu bangun,” ucap Haimi sembari menghembuskan napas.
“Ada apa, Haimi?“ tanya Ryzel dengan polos seolah-olah tidak ada yang terjadi.
“Ada apa?“ Haimi mengangkat kedua ujung alisnya dan menatap mata Ryzel dengan terpana. “Seharusnya, aku yang bertanya seperti itu, Ryzel. Kamu tiba-tiba diam setelah memesan makanan, aku ajak obrol, tetapi kamu tetap diam, dan itu berlangsung selama beberapa menit.“
Haimi merasa aneh ketika Ryzel diam sambil menangkupkan wajahnya di antara kedua tangannya di atas meja. Ia kira Ryzel masib mengantuk, ia mencoba membangunkannya dan Ryzel tidak bereaksi apa-apa. Setelah beberapa kali mencoba, pria ini masih diam dan tak memiliki reaksi apa-apa, seperti marah, terkejut, atau yang lainnya, pria tampan ini diam dengan mempertahankan postur duduknya.
Jujur saja, Haimi takut Ryzel sakit. Aneh saja jika tiba-tiba diam seperti patung tak bergerak. Orang tidur tidak seperti itu, mereka pasti bangun kalau diganggu, apalagi diganggu seperti perlakuan Haimi kepada Ryzel tadi.
“Aku mendadak merasakan kantuk yang berat. Makanya, aku memintamu duduk di sini terlebih dahulu untuk beristirahat,” Ryzel memberi tahu alasannya kenapa dia tiba-tiba diam sebelumnya dengan wajah yang serius.
Mendengar ucapan Ryzel, perasaan tidak percaya muncul di hatinya, tetapi begitu melihat wajah tampan Ryzel yang serius, rasa curiga menghilang begitu saja.
Tangan Haimi bergerak, mengambil tisu dari dalam tas, dan menyeka air keringat yang menempel di dahi dan hidung mancung Ryzel. “Sebaiknya, kamu bilang kepadaku, jangan diam-diam seperti itu, oke? Aku khawatir kami sakit dan lainnya.“
Manik mata Haimi tersimpan rasa khawatir yang jelas ketika menatap Ryzel sambil mengelap wajah Ryzel yang berkeringat.
Ryzel membiarkan Haimi membersihkan wajahnya, senyuman hangat perlahan terbentuk dan ia memperhatikan wajah cantik Haimi.
Wajah oval dengan mata yang agak sipit dengan hidung dan mata yang memiliki bentuk yang baik. Keseluruhan wajah Haimi terbilang cantik, tipe wajah yang makin cantik apabila dipandang secara terus-menerus.
Tilikan mata Ryzel sangat memesona, membuat Haimi yang sedang mengusap lembut wajah Ryzel tersipu.
Pipi Haimi kelihatan jelas berwarna merah. Bahkan Haimi menghindari lirikan mata Ryzel yang terfokus kepada matanya.
Haimi sama sekali tidak berani beradu pandangan dengan Ryzel. Mencegah dirinya melakukan hal yang tidak-tidak kepasa pria tampan di depannya ini.
Jika kelepasan, bisa saja Haimi memberikan segalanya untuk Ryzel bahkan kehormatannya sekalipun..
__ADS_1
Namun, Haimi tahan agar kejadian tersebut tidak terjadi. Dunia nyata tidak ada adegan seperti yang ada di novel maupun film.
Tidak mungkin baru kenal langsung melakukan hal panas seperti itu, kemudian hidup bahagia. Adegan semacam itu hanya ada di dalam kisah novel dan film.
“Ryzel, bisakah kamu menatapku dengan normal?“ Haimi berkata dengan malu kepada Ryzel.
Mendengar ini, Ryzel langsung menahan tawanya. Ia tersenyum dan mengangguk.
Melihat pandangan mata Ryzel yang normal dan tidak sering melirik wajahnya, Haimi bisa menyeka keringat Ryzel dengan cepat.
Setelah Haimi memberikan wajahnya dari keringat, Ryzel tersenyum tulus dan berkata, “Terima kasih, Haimi.“
“Sama-sama,” Haimi membalas dengan kepala yang tertunduk.
Gadis pemberani ini sekarang pemalu di depan Ryzel, tampak lucu seperti anak kucing.
Ryzel tidak tahan untuk tidak membelai kepala Haimi dengan gerakan yang lembut.
“Umm ….“
Gerakan Ryzel ini sangat tiba-tiba, Haimi terkejut pada awalnya, kemudian ia perlahan menikmati perasaan nyaman ini, makin lama usapan tangan Ryzel terasa candu.
Begitu tangan Ryzel terangkat, rasa tidak puas muncul di hatinya, Haimi ingin merasakan usapan tangan Ryzel lebih lama lagi. Namun, hal tersebut tidak bisa diwujudkan lantaran Haimi bukan siapa-siapa dari Ryzel. Haimi sadar bahwa dirinya tidak punya hak menyuruh Ryzel memperlakukan dirinya seperti barusan.
Setelah mengucapkan kalimat itu, pelayan warung makan pergi dari meja keduanya dan kembali ke dapur.
Makanan keduanya sudah matang dan sudah siap untuk disantap.
Menatap makanan di depannya, mereka berdua dengan lekas menghabiskan makanannya masing-masing.
Ketika makan, Ryzel mengingat sebuah kemampuan yang baru saja didapatkan.
Kemampuan negosiasi ini sangat bagus dan berguna. Dengan kemampuan ini Ryzel bisa membeli atau menyewa sesuatu dengan lebih murah jika memang kondisi dan syaratnya memungkinkan, tawar-menawar. Kemampuan ini mungkin kemampuan yang diinginkan oleh banyak orang, terlebih para wanita.
Satu kemampuan lagi berupa kemampuan bermain alat musik petik atau tekan, yaitu Kalimba. Ryzel nanti akan membeli alat musik tersebut untuk dimainkan saat merasa bosan.
Sesudah makan di warung makan sekitar area tempat parkir, mereka berjalan bersama menuju loket pembayaran tiket.
Ryzel membayar 25.000 KIP untuk tiket, sedangkan Haimi berbeda, dia bukan turis asing dan harganya dibedakan.
Ketika masuk ke dalam, mereka dibawa oleh pemandu ke jalur yang menanjak.
Jalur ini adalah jalur kedua, Ryzel dan Haimi bersama memilih jalur kedua untuk memulai mengeksplorasi tempat air terjun ini.
Jalan aspal ini menanjak ke atas, Ryzel dan Haimi bisa melihat pemandangan air terjun bertingkat dengan jelas dari atas.
__ADS_1
Makin mereka menanjak, makin indah pula pemandangan yang diberikan.
Mereka berjalan di jalan beraspal dengan waktu lebih dari 20 menit, kemudian mereka sampai di puncak air terjun.
Puncak air terjun ini memiliki ketinggian 50 meter, bisa dikatakan cukup tinggi. Memiliki pemandangan alam yang sangat memukau, air terjun ini memiliki air yang begitu jernih dengan desain air terjun yang seperti anak tangga yang bertingkat.
Alam memang indah dan cantik, tetapi manusia rela merusak alam demi kepentingan pribadi.
Sehabis dari puncak air terjun, mereka turun dan pergi ke jalur 1 dalam sekali perjalanan.
Berbeda dengan jalur 2 yang menanjak, jalur 1 adalah kebalikannya, memiliki permukaan yang landai atau menurun.
Mereka berdua secara hati-hati turun sambil menyusuri aliran air terjun yang bergerak ke bawah.
Ryzel sudah terbiasa dengan berjalan tanpa alas kaki, ia tak masalah saat berjalan di antara jalan bebatuan ini.
Selama itu, Ryzel tak lupa untuk bersiaran langsung. Semua pemandangan air terjun terekam oleh kamera. Para penontonnya bisa menikmati keindahan alam yang dirasakan oleh Ryzel secara langsung tanpa harus pergi ke tempatnya.
Sebelum berenang di air terjun, Ryzel diajak oleh Haimi untuk melihat beruang yang ada di penangkaran atau sarang.
Haimi terlihat antusias ketika melihat para beruang yang ada di dalam area lahan khusus tempat beruang dilindungi ini. Gadis ini memang menyukai binatang dan hewan.
Orang-orang di siaran langsung juga suka dengan beruang yang ditunjukkan oleh Ryzel. Tingkah beruang-beruang ini sangat lucu,, terlebih saat bermain satu sama lain dan mencari makan.
Mereka berdua berdiri sambil mengamati beruang dari anjungan pengamatan. Tiba-tiba 3 beruang hitam berjalan dengan keempat kakinya menuju keduanya yang berdiri di luar area sarang.
Haimi terkejut dengan kedatangan ketiga beruang ini. Gadis ini dengan cepat mengambil beberapa foto untuk diabadikan.
Namun, ketika ketiga beruang itu mendekat, sebuah pemandangan yang luar biasa terjadi.
Ketiga beruang ini berdiri serempak dengan kedua kakinya, kemudian melambaikan tangan ke arah Haimi dan Ryzel, seolah-olah sedang menyapa.
Lebih dari 100.000 orang yang menyaksikan gerakan beruang yang mendadak ini dengan wajah yang tercengang. Setelah menonton ini, para penonton yang terkejut mulai mengirimkan rentetan komentar dengan gila-gilaan.
“Jangan bilang beruang-beruang itu sedang menyapa, Ryzel?“
“Aaa … gemoy!“
“Tolong berikan aku hewan lucu seperti ini, aku mau!“
“Tampak seperti atraksi beruang, tiba-tiba mereka berdiri secara bersamaan seperti hewan yang pernah dilatih.“
"Aku tidak kuat, beruang hitam ini sangat lucu!"
“…”
__ADS_1