Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung


__ADS_3

Sehabis mereka membereskan semua barang bawaannya, keduanya keluar kamar dan pergi ke resepsionis untuk Check-out.


Tidak perlu ditanya siapa yang membayar, tentu saja itu adalah Ryzel.


Sebagai pria, dia harus menjadi manusia yang tahu etika dan cara memperlakukan wanita dengan baik serta benar.


Maka dari itu, Ryzel harus menjadi pria yang lembut dan menghormati wanita, tetapi tidak kehilangan wibawanya sebagai seorang pria.


Memang sejak dahulu Ryzel telah menanamkan prinsip untuk lebih menghargai wanita tanpa melupakan identitasnya sebagai seorang pria.


Ada batasan dalam bersikap terhadap wanita, tidak perlu menjadi orang yang sangat penurut di hadapan wanita, cukup lakukan sesuai etika sendiri, seperti membayar makanan jika kita yang mengajak makan bersama.


Ryzel bukan pria yang menjadi anjing dari wanita, dan dia bukan budak dari wanita juga, atau biasa dikenal sebagai Simp.


Dia memiliki prinsip hidup yang berdasarkan etika yang berlaku di dalam masyarakat yang dia ketahui.


Setelah membayar semua makanan sarapan pagi dan juga kamar hotel, mereka berdua pergi ke tempat parkir hotel dan masuk ke dalam mobil Ryzel yang diparkir.


Mobil Ryzel terlihat sangat tampan, sama dengan pemiliknya, itu kelihatan lebih mendominasi bagaikan raja di antara banyak mobil di tempat parkir ini.


Entah kebetulan atau tidak, di sisi kiri dan kanan mobil Ryzel kosong. Seharusnya, ada satu mobil yang menempati ruang kosong di sisi mobil Ryzel, tampaknya itu sengaja dikosongkan.


Setelah Ryzel perhatikan di dalam tempat parkir ini, area tempat parkir sangat penuh, hanya tempat di sisi kiri dan kanan mobilnya saja yang kosong. Ini aneh.


Menggelengkan kepalanya, Ryzel tidak mau banyak berpikir tentang ini, dia mengabaikannya dan langsung menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya keluar dari hotel.


"Apakah benar rumah nenek kamu ada di dekat situs Candi Borobudur?" Ryzel menoleh sekilas ke Risa dan bertanya tentang tempat tinggal neneknya.


Masih ingat jelas Risa pernah bilang bahwa dirinya ingin ke rumah neneknya yang ada di Yogyakarta.


Risa tersenyum lalu menjawab pertanyaan Ryzel, "Benar, nenek aku ada di dekat tempat Candi Borobudur berada, di sekitar tiga kilometer dari sana."

__ADS_1


"Cukup dekat." Ryzel mengangguk. "Kalau begitu, kamu beri tahu aku alamatnya dengan lengkap."


"Oke."


Setelah percakapan itu, Ryzel melakukan mobilnya sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Gugel Meps.


Perjalanan dari hotel ke rumah Nenek Risa menghabiskan waktu lebih dari 1 jam, dan mereka baru bisa sampai di rumah Nenek Risa usai di dalam mobil selama 1 jam penuh.


Sedikit membosankan, tetapi ada Risa, dan perjalanan tidak terlalu membosankan dan sepi.


Setibanya di rumah Nenek Risa, Ryzel langsung diperkenalkan oleh Risa kepada Nenek dan saudara-saudaranya.


Tentu saja Ryzel bersikap sopan dan agak malu serta canggung saat perkenalan dengan Nenek Risa. Namun, itu tidak berlangsung lama, Ryzel bisa dengan cepat beradaptasi dengan saudara dan saudari Risa.


Jika boleh dikatakan dengan jujur, Ryzel benar-benar kikuk dan merasa canggung saat berada di keluarga Risa.


Mereka semua sangat antusias bertemu dengannya, terlebih 3 saudari Risa yang kebetulan hidup bersama neneknya.


Umur mereka bertiga cukup dekat dengan Risa yang berumur 26 tahun, dua di antara mereka berumur 23 dan satunya berusia 28 tahun.


Saudari Risa yang berusia 28 tahun ini yang cukup tenang sikapnya meski tetap agak aktif, paling tidak wanita satu ini tidak seperti dua lainnya.


Jikalau ditanya tentang wajah mereka bertiga, ketiganya punya kecantikan tersendiri, kecantikan wanita yang berasal dari Jawa Tengah dan sekitarnya memang terlihat khas, tampak ayu atau anggun dan juga tegas.


Namun, jika dibandingkan dengan kecantikan Risa, ketiganya memang berada di bawah kecantikan Risa.


Apabila diukur dalam satuan angka satu sampai sepuluh, ketiganya berada di angka tujuh dan delapan, sedangkan Risa hampir menyentuh angka sembilan.


Dan Ryzel tidak mempermasalahkan visual mereka bertiga, dia hanya ingin berkenalan dengan keluarga Risa mumpung sedang jalan-jalan bersama Risa di Kota Yogyakarta.


Tujuan utamanya untuk masuk dan menyelesaikan Tugas Masuk dari Sistem. Dipikir-pikir lagi akan hambar jika dia hanya menyelesaikan tugas tanpa ada cerita di perjalanan.

__ADS_1


Dengan adanya Risa, proses penyelesaian terasa menyenangkan. Dapat melakukan kegiatan itu apakah tidak menyenangkan? Jawabannya tentu saja menyenangkan sekali.


Di rumah khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini, Ryzel diperlakukan bagai seorang tamu spesial, tak ada satu pun dari sanak saudara Risa yang tidak menyukai Ryzel.


Mereka semua sangat ramah dan super aktif, lebih lagi nenek Risa yang sudah tua, kira-kira berusia 76 tahun.


Walaupun sudah tua, dia tetap semangat dalam menjalani hidup. Ketika bertemu dengannya pun Nenek Risa sangat senang walau agak kecewa saat Risa berkata bahwa Ryzel hanyalah seorang teman dan tak lebih dari itu.


Sangat jelas kalau Nenek Risa menginginkan cucunya ini memiliki hubungan lebih dalam dengan Ryzel.


Hanya dengan satu kali pertemuan, Nenek Risa dalam sekejap memiliki kesan yang sangat baik terhadap Ryzel.


Nenek Risa terkesan dengan penampilan dan sikap yang ditunjukkan oleh Ryzel. Oleh sebab itu, ada sebuah harapan dan keinginan pribadi yang berkaitan dengan cinta pada cucunya sendiri.


Di sana, Ryzel banyak mengobrol dengan Nenek Risa serta semua saudara-saudari Risa. Total ada 15 orang yang ikut makan siang di rumah Nenek Risa. Ada 3 saudari, 3 saudara, 6 orang tua atau paman dan bibi bisa kakak ipar, dan ada 3 tambahan orang, yakni Ryzel, Risa, dan Nenek Risa sendiri.


Sangat ramai di dalam rumah tradisional ini, tetapi itu merupakan hal yang bagus.


Memiliki banyak anggota keluarga akan mudah untuk harmonis, saling perhatian dan pengertian satu sama lain, tentu masalah perbedaan pendapat dan perselisihan kecil akan tetap muncul.


Setidaknya, keluarga merek tidak sepi dan sunyi.


Usai makan, Ryzel dibebaskan oleh Nenek Risa, dia bisa ke mana-mana tanpa harus ditanya terlebih dahulu oleh Nenek Risa.


Di kesempatan kali ini, dia berencana untuk masuk. Benar, dia lupa kalau dirinya belum masuk tugas pada Sistem.


Tak tahu mengapa Sistem ini tidak konsisten, biasanya dia memberi peringatan dan pengingat bahwa dirinya ingin masuk ke Lokasi Tugas Masuk atau tidak, dan sekarang itu tidak muncul sama sekali, sangat aneh.


Duduk di atas kasur yang empuk dengan wewangian yang sangat natural dan alami, Ryzel memejamkan matanya dan berkata, "Sistem, Aku ingin masuk di Yogyakarta sekarang!"


[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di wilayah Yogyakarta! Selamat Anda Mendapatkan Kemampuan Ahli Senjata Level 5, Uang 100 Miliar, dan Kemampuan Jari Ajaib!]

__ADS_1


__ADS_2