Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 210: Wanita Aneh Dirantai


__ADS_3

Kepala wanita itu mendongak, tatapannya terlihat sangat bengis, seolah bisa menusuk tubuh orang yang menatap matanya.


Ryzel sama sekali tidak takut dengan tatapan wanita ini. Senyuman dilemparkan sebagai balasan dari sorot mata tajam wanita tersebut.


"Apa yang kamu bilang!?!"


Kalimat yang dikeluarkan oleh wanita yang dibelenggu ini membuat Navor marah karena suami tercintanya dihina.


Kedua mata wanita itu terlihat meremehkan Navor, kemudian dia berkata dengan senyuman mengejek, "Cih, naga muda sepertimu berani menantangku? Kamu tidak tahu betapa mengerikannya aku saat dahulu."


"Apakah aku peduli?" Navor menaikkan alisnya. "Tidak sama sekali, Tua!"


"Bajingan! Kamu ingin aku bakar?!"


"..."


Mereka berdua tiba-tiba saling mengejek satu sama lain dan beradu jotos dengan emosi di dalam hati mereka.


Ryzel menggelengkan kepalanya tanpa daya, wanita memang mudah untuk bertengkar dan tersinggung. Contoh nyatanya ada di depan Ryzel sendiri.


Maka dari itu, usaha Ryzel dalam membuat hubungan antara istrinya yang satu dengan lainnya begitu kuat karena ia takut hubungan mereka semua renggang, bahkan saling membenci satu sama lain..


"Apimu tidak sekuat apiku, Wanita Tua!" Navor berkata dengan wajah yang kesal sambil menciptakan bola api yang terbuat dari api emas.


Suhu api emas ini sangat panas, membuat wanita yang dirantai ini menjadi berkeringat.


Api emas yang disalin Navor dari kekuatan Ryzel punya suhu yang mencapai ratusan ribu derajat Celcius, bahkan lebih dari itu jika Navor mau.


Ancaman berbahaya dari bola api emas Navor dapat dirasakan wanita itu dengan terang-terangan.


"Sayang, simpan kembali api emasmu." Ryzel memeluk Navor dari belakang dan merendah buah melon milik Navor.


Tubuh Navor sedikit tersentak merasakan kelembutan dan kehangatan dari pelukan Ryzel. Gerakan suaminya terlalu tiba-tiba.


Sesuai dengan permintaan Ryzel, bola api emas yang ada di tangan Navor menghilang, masuk kembali ke dalam tubuhnya.


Cup!


Ryzel mencium pipi Navor karena telah menuruti perkataannya, terlihat mesra.


Wanita yang dirantai tak suka dengan kemesraan di depannya, kemudian dia mencibir, "Menjijikkan, aku tidak sanggup melihatnya. Lebih baik kalian berdua pergi dari sini kalau memang ingin bermesraan."


Sudut mulut Ryzel terangkat naik mendengar ucapan wanita ini. Melepaskan lingkaran pelukan di tubuh Navor, berdiri menatap wanita di depannya, perlahan Ryzel berjalan ke depan wanita yang misterius ini.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya wanita itu dengan wajah yang tidak bersahabat. Matanya masih menatap tajam Ryzel, tampak sangat-sangat tak suka.


Ryzel berdiri diam tepat di hadapan wanita ini sambil memandangi seluruh sosok tubuhnya.


Tubuh wanita yang sedang dirantai memang terlihat sedikit kotor dan bau, sangat busuk, tetapi Ryzel bisa mentolerirnya.


Bentuk tubuh wanita di depannya bisa dikatakan sangat seksi dan panas, bahkan kedua buah melonnya ini tidak kalah dengan yang dipunya Neha dan Mary.


Sorot mata Ryzel diperhatikan oleh wanita ini, dia merasakan dirinya sedang dilihat hati-hati oleh Ryzel bak barang yang bisa dibeli.


Tentu, ini menambah ketidaksukaannya terhadap Ryzel.


"Bajingan! Apa yang kamu lihat!" Wanita itu meraung keras kepada Ryzel.


Ryzel tetap mempertahankan senyumannya dan menahan bau mulut dari wanita ini. Matanya masih tertuju pada wajah wanita tersebut yang terlihat cantik.


Dengan wajah khas wanita Rusia, memiliki bola mata hijau dan rambut cokelat panjang sedikit ikal, paras wajahnya tak kalah dari wanita-wanita yang sudah dimilikinya.


Temperamen Ryzel yang memikat dan memesona membuat wanita itu terdiam sambil menatap langsung bola mata Ryzel.


Wanita itu menggelengkan kepalanya, mencoba melawan suatu perasaan yang aneh di kepala dan hatinya.

__ADS_1


"Menjauhlah, Pria bejat!"


Sekali lagi wanita itu meraung mencoba melawan pesona Ryzel yang memabukkan dan berbahaya bagi hatinya sebagai seorang wanita.


Alih-alih menjauh, Ryzel mendekat sambil mengulurkan tangannya ke pipi wanita ini.


Wajah wanita itu menjadi kaku, dia tidak bisa menggerakkan lehernya sama sekali untuk menghindari sentuhan Ryzel.


Pada akhirnya, sentuhan lembut dari tangan Ryzel dapat dirasakan oleh wanita itu.


Seluruh tubuhnya tersentak disertai perasaan sengatan listrik di sekujur tubuhnya.


Hatinya yang kosong terisi oleh suatu rasa yang aneh, tetapi keanehan ini tidak membuat tubuhnya menjadi risih, melainkan menjadi nyaman.


Perlahan-lahan hatinya tenggelam oleh perasaan aneh ini, menatap Ryzel dengan pandangan mata yang lembut.


Ryzel bisa melihat sorot mata dari mata ini berubah dan tidak ada lagi penolakan terhadap dirinya.


Senyuman Ryzel makin melebar. Dia tahu bahwa kemampuannya akan cinta aktif dan efektif kepada wanita ini.


"Maukah kamu menjadi wanitaku, Zimey?" Ryzel memandang kedua mata wanita di depannya dengan perasaan yang hangat.


Sepasang mata wanita itu melebar, melotot ke arah Ryzel dengan ekspresi tercengang.


Zimey adalah namanya, nama yang diberikan oleh warga yang tinggal di Rusia.


Bagaimana pria ini tahu dengan namanya? Padahal, dia sendiri tidak menggunakan wujud aslinya.


Kemampuan Ryzel diperkuat oleh Peningkatan Kemampuan sehingga tubuh wangi Ryzel mengeluarkan lebih banyak dan kuat wewangian yang dipancarkan.


Secara otomatis mengalahkan aroma busuk dari Zimey.


"Aku yakin kamu tidak seburuk yang diceritakan orang-orang sampai menjadi mitologi di sini," kata Ryzel dengan nada suara yang lembut.


Mata Zimey bergetar, hatinya cukup tersentuh kata-kata Ryzel yang terdengar tulus.


Wangi yang sudah sangat lama belum pernah Zimey cium.


Manik mata Zimey terpaku pada mata Ryzel yang memesona, terdiam membiarkan Ryzel menatapnya lebih dekat.


Mulut Ryzel masih membentuk kurva senyuman, melirik Zimey dengan serius, dan melanjutkan, "Aku bisa melihat sifatmu yang baik, tidak ada keburukan dan kejelekan yang asli pada dirimu, semuanya itu palsu, hanya kebaikan murni yang bisa aku lihat dari dalam tubuhmu."


Zimey benar-benar tergoda dengan ketampanan Ryzel yang luar biasa. Segala aspek yang ada di diri Ryzel membuat Zimey lupa diri dan hilang ingatan tentang siapa dirinya.


Klik!


Berikutnya, suara jentikan jari terdengar dan semburan air besar dari belakang tubuh Ryzel menimpa tubuh keduanya.


Dengan gerakan Ryzel yang cepat, rantai-rantai sihir yang mengikat pinggang, kedua tangan, dan kedua kaki Zimey terpotong oleh potongan ruangan terbatas milik Ryzel.


Benda terkuat apa pun akan terpotong oleh serangan manipulasi ruang Ryzel yang terbatas.


Alasan mengapa terbatas, Ryzel tidak bisa begitu memanipulasi waktu.


Waktu adalah sesuatu yang berbeda lagi, dan akan bisa diakses ketika Kemampuan Manipulasi Ruang Ryzel ditingkatkan ke tingkat tertinggi.


Dengan begitu, tubuh Zimey terlepas dan bebas sekejap.


Namun, sebelum Zimey bisa bereaksi, tubuhnya dipeluk Ryzel sambil berendam.


Air yang Ryzel munculkan dari mata air pegunungan ini memenuhi ruang besar yang menjadi tempat Zimey terpenjara.


Senjata Ryzel bawa air yang ada di suatu pegunungan untuk membersihkan tubuh Zimey yang bau.


Benar, Zimey sangat bau dan harus dibersihkan.

__ADS_1


Pelukan yang dilancarkan Ryzel membuat Zimey tak bisa berbuat apa-apa selain diam dan membiarkan tubuhnya digenggam erat.


Zimey membalas pelukan Ryzel dan menikmati sentuhan pria yang sudah lama tak dirasakan.


Sentuhan dari tangan Ryzel adalah sentuhan yang paling enak bagi Zimey, dia bisa bersumpah akan hal itu.


Hatinya yang dipenuhi perasaan benci terhadap manusia perlahan menghilang di hadapan Ryzel.


Tak membutuhkan waktu lama untuk Zimey menjadi jinak dan lembut.


Air pegunungan asli itu tidak lagi menyembur keluar dari lubang yang Ryzel buat. Sistemnya hampir sama dengan portal.


Ketinggian air di ruangan ini sudah sepinggang Ryzel, hampir membuat Navor tenggelam.


Untungnya, Navor menggunakan kekuatannya untuk membuat pelindung di sekitar tubuhnya. Air yang ada di ruangan ini tak bisa menyentuh Navor sama sekali karena dia sendiri yang mengendalikan air agar tidak mengenai tubuhnya.


Di bawah tatapan mata Navor, tangan Ryzel memainkan kedua roti besar Zimey dengan gerakan yang lembut.


Zimey tidak bergerak, dia melemaskan tubuhnya dan bersandar sepenuhnya pada tubuh Ryzel.


Kedua tangan Ryzel bergerak untuk menggosok seluruh tubuh Zimey. Paling tidak, kotoran yang menempel langsung tergerus.


"Emmh ...."


Saking nyamannya, Zimey hampir tertidur di dalam pelukan Ryzel, dia sama sekali tidak mempermasalahkan tentang gerakan Ryzel yang nakal.


Wajah Zimey tiba-tiba berubah, dahinya mengernyit, merasakan ada sesuatu yang salah pada gerakan Ryzel.


Benar dengan dugaannya, Ryzel mengangkat salah satu kakinya, sebuah senjata besar masuk ke dalam kue apem yang dipenuhi parutan kelapa hitam yang ikal.


Perasaan penuh dan hangat dapat dirasakan Zimey sekarang. Mendadak matanya melotot setelah dia merasakan senjata besar Ryzel menghantam kuat bagian yang paling dalam pada tubuhnya.


Dalam sekejap Zimey menjadi lemas dan dia meminta Ryzel untuk berhenti sejenak.


"Tunggu, ini pertama kalinya aku melakukan pertempuran. Selama ribuan tahu aku hidup, aku belum pernah berani melakukan pertempuran. Tunggu sebentar, aku harus beradaptasi dengan sensasi ini," pinta Zimey dengan wajah yang berwarna merah.


Sayang sekali, Ryzel tidak menuruti permintaan Zimey. Dengan gerakan pinggul yang cepat bagaikan senapan mesin. Senjata Ryzel menghantam bagian terdalam Zimey berkali-kali dan itu membuat Zimey berteriak kesakitan.


Jeritan kesakitan hanya bertahan beberapa saat sebelum akhirnya Ryzel mengeluarkan keahliannya dalam membuat wanita takluk.


Tidak butuh waktu lebih dari 3 menit, Zimey mengeluarkan semburan mata airnya untuk pertama kali.


Memeluk Ryzel, tubuh Zimey menjadi lemas, dia benar-benar tidak tahu bahwa pertempuran bersama pria bisa seindah ini.


Berikutnya, Ryzel terus menerus menyerang Zimey dengan jurusnya yang ampuh dalam membuat Zimey mengeluarkan mata air dari tubuhnya.


"Ak–aku ... aku mau menjadi wanitamu, tolong jadikan aku wanitamu selamanya!"


Berbarengan dengan suara lantang yang dikeluarkan mulut Zimey, tubuh Zimey bergetar hebat di pelukan Ryzel dan semburan mata air menyatu dengan mata air pegunungan.


Zimey tidak mampu lagi melawan Ryzel, dia meminta untuk menyudahi sesi pertarungan ini.


Sesuai dengan permintaannya, Ryzel memberhentikan gerakannya dan menyimpan kembali senjata besarnya.


Sekarang Ryzel harus fokus membersihkan tubuh Zimey, dibantu Navor dengan syarat.


Navor melemparkan syarat kepada Ryzel supaya dia boleh memasukkan senjata Ryzel di tubuhnya selama bersih-bersih.


Dengan senang hati Ryzel menerima permintaan ini meski aksi membersihkan tubuh Zimey sedikit tidak fokus.


Mata air yang berasal dari pegunungan menghilang setelah Ryzel membuangnya ke dalam tanah.


Ryzel menggendong Zimey di dalam pelukannya, wanita ini terdiam sejak kekalahannya dalam pertempuran barusan.


Meskipun diam, tubuh wanita ini begitu jujur ingin bertempur sekali lagi dengan Ryzel.

__ADS_1


"Sayang, kamu?"


"Siapa wanita ini?!"


__ADS_2