Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 22: Belajar Sejarah


__ADS_3

Di dalam Tugu Monas, mereka berlima diperlihatkan banyak diorama yang mengisahkan tentang sejarah Indonesia dahulu, sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang ingin memerdekakan bangsa dan rakyatnya.


Anak-anak sedikit mengerti dengan sejarah Indonesia, mereka masih kecil dan itu wajar, harus diajari lagi secara terus menerus dan konsisten supaya mereka mengerti itu akan terjadi di sekolah nanti.


Meskipun hari ini adalah hari kerja, tetapi di dalam Tugu Monas cukup terbilang ramai, tetap saja ini dianggap sedikit apabila dibandingkan dengan ramainya orang yang berkunjung ke Tugu Monas di hari pekan atau hari libur.


“Itu mereka sedang apa? Mengapa mereka berkumpul di dekat Monas?“ Gilang bertanya sambil menunjuk ke salah satu diorama yang ada di museum.


Ryzel melihat diorama yang ditunjuk oleh Gilang, kemudian ia menjelaskannya sesuai dari keterangan yang tertempel di dekat diorama.


Ini sangat sensitif Ryzel pun hanya bilang beberapa kalimat saja, ia takut diculik oleh seseorang atau suatu kelompok.


Sebabnya, diorama ini tidak yang tahu kebenarannya, cerita sejarah yang terkandung di dalam diorama menuai banyak kontroversi, orang-orang tidak tahu isi aslinya dari sebuah surat super yang diberikan oleh ketiga jendral.


Anak-anak juga pasti tidak begitu memikirkan sejarah tersebut, mereka hanya sekadar ingin tahu, tidak perlu mendetail menjelaskannya.


Mereka bertiga terus melihat 51 diorama yang ada di dalam museum secara bertahap, mereka ternyata memiliki keingintahuan yang lumayan tinggi. Dengan begitu, Ryzel memberikan pengetahuan sejarah kepada mereka, dimulai dari diorama yang menggambarkan sejarah pada kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, kehebatan dan keteguhan perjuangan kemerdekaan, dan pemerintahan masa orde baru.


Siaran langsung masih menyala, Ryzel pun menyoroti diorama yang bagus di dalam Museum Monas ini.


Lebih dari 20.000 penggemar di ruang siaran langsung menyaksikan Ryzel menerangkan sambil memberikan gambaran diorama, mereka terkejut Ryzel memilik pengetahuan yang bagus perihal sejarah.


“Sangat hebat! Penyiar bisa mendeskripsikan dengan padat dan singkat tanpa mengurangi maksud dan kandungan dari yang ada pada diorama.“


“Entah mengapa aku jadi antusias mendengarkan pengetahuan sejarah begitu melihat Ryzel menceritakan sejarah untuk ketiga anak itu.“


“Walaupun sulit fokus karena wajah tampan Ryzel, aku masih bisa menangkap beberapa poin dari sejarah yang Ryzel terangkan.“


“Hebat! Calon suamiku hebat sekali!“


“Terima kasih, Ryzel. Dari siaran langsungmu aku bisa mengetahui apa yang ada di dalam lantai dasar Tugu Monas!“


“Akhirnya aku bisa melihat seperti apa yang ada di dalam Monumen Nasional, sangat keren di sana!“


“…”


Dari banyaknya orang yang menonton, masih cukup banyak orang Indonesia yang belum pernah ke dalam Tugu Monas, mereka hanya pernah ke Monas dan berjalan-jalan di area tamannya yang sangat luas.


Mereka memandang Ryzel sebagai orang yang hebat, kemarin saja Ryzel memberi foto bukti uang yang mereka berikan ke Ryzel dialokasikan untuk membantu orang yang sedang kesulitan pada situs KamiBisa.


Semua saldo di akun Tiktod Ryzel yang didapatkan dari hadiah para penggemarnya benar-benar dikuras habis, semua itu ada buktinya, bukan hanya foto, tetapi video juga agar lebih dapat dipercaya.

__ADS_1


Cukup banyak uang yang dikumpulkan dari hadiah para penggemarnya, ada puluhan juta rupiah.


“Parel telah mengirimkan 2 Tudung Pengantin!“


“Joni telah mengirimkan 69 Melati!“


“Sukrisna telah mengirimkan 1 Mutiara!“


“Tejo Binjai telah mengirimkan 4 Buket Bunga!“


“…”


Selain komentar memuji, di ruang siaran langsung Ryzel dihujani banyak hadiah dari para penggemar sebagai rasa hormat dan kagumnya kepada Ryzel.


“Terima kasih, sudah mengeluarkan uang untuk donasi,” Ryzel mengucapkan terima kasih atas niat dan kerelaan mereka mengeluarkan uang.


Namun, masih banyak orang yang berkomentar bahwa uang yang dikirimkan untuk hadiah, sebagiannya untuk Ryzel. Sayang sekali, Ryzel tidak menerimanya, lebih baik menyumbangkan uang ini ke orang yang lebih membutuhkan di KamiBisa.


“Hari Senin depan, aku akan mengalokasikan uang yang kalian kirim, uang yang terakumulasi selama seminggu diberikan ke beberapa orang yang membutuhkan bantuan di situs KamiBisa. Aku akan mengirimkan buktinya dengan susunan bukti yang sama dengan kemarin.“


Seperti biasa, Ryzel memberi tahu kepada para penonton barunya informasi mengenai hadiah yang mereka berikan di ruang siaran langsung ini.


Sama dengan reaksi sebelumnya, penontonnya justru makin rajin mengirimkan hadiah, setelah mengetahui uang yang dikirimkan akan disalurkan ke lembaga amal.


Barulah mereka pergi ke atas Tugu Monas yang terdapat pemandangan yang indah.


Sesampainya di atas, ketiga anak ini terkagum-kagum oleh pemandangan kota Jakarta dari atas tugu, mereka silih berganti menggunakan teleskop untuk melihat lebih jelas panorama gedung-gedung kota Jakarta.


Ryzel pun menangkap semua pemandangan dari Tugu Monas ini dengan kamera ponselnya.


Puluhan ribu orang di ruang siaran langsung terkesima melihat pemandangan yang Ryzel tunjukkan.


Orang-orang yang belum sempat ke atas sini, mereka berterima kasih kepada Ryzel karena telah mengajaknya jalan-jalan melalui siaran langsung ini, mereka merasa terhibur, seakan-akan benaran ikut berjalan-jalan bersama.


“Abang, kita datang dari arah mana?“ Gilang menoleh dan bertanya kepada Ryzel yang tengah berinteraksi dengan para penonton.


Ryzel mengarahkan kamera ponsel ke tempat pintu masuk yang tampak kecil, dan menunjukkan arah tersebut kepada Gilang.


“Di sana, kita masuk dari arah pintu yang ada air mancurnya.“


“Air mancur?“ Gilang tidak melihat air mancur, mungkin terlalu jauh, jadi ia segera melihat dengan menggunakan teleskop. “Ya! Aku melihatnya!“

__ADS_1


Di dalam layar ponsel pun pemandangan air mancur tampak buram karena diperbesar, itu dapat mengurangi resolusi gambar.


Setelah puas di atas Tugu Monas, mereka berlima turun kembali dan keluar dari bangunan Tugu Monas yang sangat luar biasa ini. Mereka meninggalkan Tugu Monas dengan hati yang senang dan puas.


Melirik jam yang termuat di dalam layar ponselnya, Ryzel berpikir bahwa masih ada waktu untuk mereka menikmati liburan di Monumen Nasional ini.


Masih ada 2 jam yang tersisa sebelum hari menjadi sore. Dengan begitu, Ryzel membawa mereka berempat ke tempat makanan dan penjual jajanan yang dikunjungi olehnya kemarin bersama Dea.


Nama tempatnya adalah Lenggang Jakarta, terletak di area parkir mobil dan sepeda motor di pinggir kawasan taman.


Untuk bisa ke sana, mereka berlima mengantre di halte kecil untuk menaiki odong-odong atau bisa kecil yang memiliki muatan banyak orang.


Anak-anak kecil pasti menyukai kendaraan transportasi ini, Rani yang pendiam dan pemalu menunjukkan wajah penasarannya begitu melihat kendaraan seperti mobil yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga bentuknya mirip seperti kereta kecil, kendaraan tersebut berhenti depan mereka.


Ketika naik dan merasakan kendaraan odong-odong ini berjalan, ketiga anak ini terlihat senang, mereka tersenyum sambil melihat-lihat sekeliling taman Monas.


Ryzel juga merekam video ini, siaran langsungnya masih menyala dan belum selesai.


Usai turun dari kendaraan unik ini, Ryzel berpamitan dengan 25.000 penontonnya yang aktif berkomentar dan mengirimkan berbagai hadiah.


“Kelihatannya, sesi siaran langsung untuk hari ini berakhir di sini. Terima kasih untuk semuanya yang sudah menyempatkan waktu untuk menonton dan mengirimkan hadiah, semoga kalian sehat selalu. Jangan lupa bernapas dan selalu ingat untuk menyiram setelah buang air besar, aku Ryzel, kita bertemu di siaran langsung berikutnya, sampai jumpa!“


Di depan kamera, Ryzel melambaikan tangannya dan anak-anak di belakang Ryzel ikut melambaikan tangannya sambil tersenyum bahagia.


Sehabis pemandangan hangat dari Ryzel dan keluarga Ibu Nuraini ditampilkan, ruangan siaran langsung menjadi gelap, dan komentar membeku tidak lagi bergulir cepat, kemudian menghilang.


Tanpa menunggu lama lagi, mereka berlima berjalan keluar dari taman Monas dan masuk ke area parkiran yang terdapat spot atau tempat menjual makanan.


Di sana mereka makan-makan, berbagai makanan khas Jakarta mereka santap, misalnya soto betawi, ketoprak, dan kerak telur. Juga beberapa makanan enak yang anak-anak ini habiskan, tampak sekali mereka lapar sesudah menjelajah Tugu Monas.


Mereka pulang kembali ke Bundaran HI dan Ryzel membeli beberapa barang oleh-oleh untuk Ibu Nuraini dan ketiga anak kecil sebelum ia besok pergi dari Kota Jakarta.


“Terima kasih, Abang Ryzel!“


“Terima kasih banyak, Bang. Aku pasti rindu Abang. Besok hati-hati di jalan, ya!“


Gilang dan Bagus memeluk Ryzel dan ia mengucapkan rasa terima kasih yang begitu dalam dan tulus.


Sementara itu, Ibu Nuraini dan Rani melihat mereka dengan senyuman dan kesedihan, Rani diam-diam menangis dan terus memandang Ryzel dalam-dalam, ia akan mengingat Pria ini di dalam hidupnya untuk selamanya.


Rani berjalan perlahan, kemudian ia ikut berpelukan, gadis pemalu ini mulai berani untuk bertindak sesuai keinginan hatinya.

__ADS_1


Ryzel tersenyum dan memeluk hangat mereka bertiga untuk beberapa saat, kemudian ia berpamitan dengan Ibu Nuraini sebelum akhirnya meninggalkan mereka di trotoar sambil melambaikan tangannya.


__ADS_2