Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung


__ADS_3

Kepala Alaina mengangguk pelan dan mulai memberanikan dirinya untuk terbuka kepada Ryzel.


Perasaan nyaman dan aman telah didapatkan dari Ryzel, pria yang baru saja ditemuinya. Namun, tidak tahu mengapa hati dan otaknya memilih untuk percaya kepada Ryzel, orang yang tak lama datang di kehidupannya ini.


Memang aneh, perasaan di hati sangat-sangat aneh.


Melirik wajah Ryzel yang tampan tiada tanding, Alaina membuka mulutnya dan menjelaskan tentang keluarganya, "Semua kekacauan ini dimulai ketika kedua orang tuaku berpisah beberapa tahun yang silam. Tak ada yang menyangka akan seburuk sekarang ini.


"Orang tua memutuskan berpisah karena hubungan cinta mereka sudah tidak baik lagi, aku dan kedua adikku dibawa kepada nenek yang sudah tua. Pada saat itu, nenek memiliki pekerjaan sebagai penjual kue kecil-kecilan. Nenek masih bisa membiayai sekolah adik kecil aku sekolah untuk anak kecil dan diriku sendiri yang masih di bangku sekolah, dibantu oleh kedua orang tuaku yang memberikan uang setiap bulannya.


"Tidak ada yang salah beberapa tahun berjalan tanpa kedua orang tua yang biasanya hadir di sisiku dan adik-adikku. Namun, kedua orang tuaku tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berpamitan denganku dan semuanya. Entah apa yang terjadi sebenarnya, orang tuaku yang berpisah itu satu per satu meninggal dunia di tahun yang sama ...."


Air mata tidak bisa ditahan lagi, mata Alaina digenangi air mata kesedihan.


Pemandangan ini yang tak bisa Ryzel tahan, dia segera memeluk Alaina di dalam air sambil mengelus kepalanya dengan dagunya.


Setelah sedikit tenang, Alaina masih berada di pelukan Ryzel, tetapi dia tetap terus melanjutkan ceritanya.


"Aku tak punya orang tua lagi, kasih sayang dari orang tua tidak bisa lagi aku rasakan ...." Alaina tidak mengusap air matanya karena itu percuma. "Dengan mereka tidak ada, aku dan kedua adikku makin terpuruk—tidak ada yang memberikan uang kepada kami semua ... nenek tidak lagi bekerja karena dia sudah terlalu tua ... aku harus berjuang setelah aku lulus sekolah."


Suara Alaina terputus-putus karena dadanya terasa sesak oleh tangisannya. Menangkupkan wajahnya di dada Ryzel, mulut Alaina yang bergetar kembali terbuka di sela napas yang terasa berat. "Aku bekerja selama tiga tahun sambil merawat kedua adikku dan nenek yang sudah tua. Jujur ... aku merasa sangat lelah dan hampir ingin menyerah ketika pekerjaanku hilang. Adik kecil aku masih bersekolah karena mereka ada di akhir jenjang sekolah masa anak-anak. Umur adikku delapan tahun, mereka membutuhkan keluarga yang selalu mendukungnya.


"Tidak ada jalan lagi, sebagai anak pertama aku harus terus berjuang. Pada akhirnya, aku memilih jalan terakhir, menjadi lacur yang dimulai hari ini. Namun, aku tak menyangka kamu akan mendatangiku untuk menjadi pelanggan pertamaku. Aku sangat-sangat berterima kasih ...."


Pelukan erat dirasakan kembali di tubuh Ryzel, dua benda besar itu menekan otot-otot perutnya dengan kuat. Terasa lembut dan kenyal.


Tangan Ryzel memeluk tubuh Alaina dan menggosok punggungnya secara perlahan.


"Aku ingin bertanya kepadamu. Pertanyaan ini hanya satu kali aku berikan. Jadi, aku harap kamu menjawabnya penuh kehati-hatian dan kesungguhan."


"Pertanyaan? Um, aku mengerti. Aku akan menjawab dengan sungguh-sungguh." Menghapus jejak air mata di pipinya, Alaina segera mengangguk menatap Ryzel.


Mata Ryzel yang lembut itu berubah menjadi tegas, kemudian dia bertanya dengan suara yang dalam, "Apakah kamu ingin menjadikan aku pelanggan pertama dan terakhir atau tidak sama sekali?"


Tubuh Alaina tersentak mendengar ini dan dia memandang wajah Ryzel dengan terkejut.


Alaina mengetahui maksud dari pertanyaan Ryzel barusan.


Jelas, pertanyaan Ryzel adalah pertanyaan pria yang sedang mengungkapkan cintanya kepada wanita.


Dengan kata lain, Ryzel mengungkapkan dirinya mencintai Alaina.


Kedua mata Alaina memandang Ryzel dengan perasaan tidak percaya. "Apakah kamu serius bertanya tentang itu? Aku tidak layak untukmu, sama sekali tidak pantas menjadi pasanganmu, aku rendahan ... aku—"


Sebelum Alaina meneruskan hinaannya kepada diri sendiri, sebuah ciuman menghentikan Alaina, perkataan merendahkan diri sendiri tersebut ditahan secara paksa.


Bibir Ryzel yang lembut itu menahan Alaina untuk berbicara lebih lanjut.


Pupil mata Alaina membesar, memandang wajah Ryzel yang begitu dekat.


Secara tak sadar Alaina membalas ciuman ini, pikirannya menjadi kosong, seluruh tubuhnya dikontrol atas kemauan hati.


Kedua tangan Alaina melingkari leher Ryzel sembari mengusap kepala bagian belakang Ryzel penuh sayang.


Ciuman berlangsung lebih dari 5 menit tanpa henti, kemudian mereka melepaskan diri satu sama lain dengan kontak mata yang dalam.


"Kamu pantas menjadi pasanganku. Berhenti untuk meremehkan dirimu sendiri, kamu adalah wanita bernilai tinggi. Aku mencintaimu," kata Ryzel dengan senyum menawan.


Pipi Alaina makin merah, tetapi matanya masih menatap Ryzel. Senyuman manis muncul di bibirnya dan Alaina membalas, "Tuntun aku untuk menjadi wanita yang kamu inginkan. Aku lebih mencintaimu ...."


Alaina memeluk Ryzel dengan perasaan luar biasa.


"Jadilah diri sendiri, itulah yang aku inginkan darimu."


Kata-kata itu jatuh, Ryzel memeluk Alaina dan melakukan ciuman sekali lagi.


Di malam ini, mereka berdua dipenuhi dengan kemesraan yang mekar.


Beradu bibir adalah hal yang mereka berdua lakukan di kolam sana.


Mereka di kolam renang tidak bisa berlama-lama, Ryzel membawa Alaina keluar dari kolam dengan keadaan masih mengenakan kain putih.


Keduanya tidak berpisah, mereka berdua menyeka dirinya sendiri sampai kering tanpa melihat satu dengan yang lain.


Setelah itu, mereka mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya sementara.


Ryzel menggendong Alaina yang sudah kering menggunakan gaya bridal hingga tiba di kamar yang lain, tentunya mewah.


Terbaring di atas kasur, Alaina memasang pose yang menggairahkan Ryzel.


Berdiri di depan tempat tidur besar memandang Alaina yang masih mengenakan handuk di tempat tidur, tangan Ryzel bergerak untuk melepaskan handuk dan senjata besar dan panjang itu dipamerkan kepada Alaina.

__ADS_1


Senjata tersebut membuat Alaina tercengang.


Menatap benda besar yang perlahan mendekat, ludah Alaina tertelan tanpa sadar dengan hati yang degup kencang.


Selanjutnya, kedua bola bulat dan kencang itu melawan senjata Ryzel yang besar, di dalam kamar tersebut suhu menjadi baik dan terasa hangat.


Tidak lama kemudian, suara aneh muncul di kamar disertai jeritan kepuasan dari seorang wanita yang meminta untuk lebih keras dalam menyerangnya.


Setelah 3 jam berlalu, suara jeritan itu diganti dengan suara permohonan untuk menyelesaikan pertempuran.


Ryzel dan Alaina di dalam kamar tersebut saling berpelukan posisi miring. Keduanya saling bertatapan dengan mata yang penuh cinta dan kasih sayang.


Mata Alaina sudah lemah ingin tertidur, tetapi dia paksakan untuk memandang pria di depannya.


"Kamu ... kamu sangat buas, Ryzel. Aku sangat bahagia dengan pertempuran barusan."


Suara manis dan merdu Alaina terdengar di telinga Ryzel. Rasanya suara ini datang dari hati.


Alaina merasa sangat puas karena serangan Ryzel. Bagaimana tidak, senjata yang dipunya Ryzel begitu besar dan panjang.


Terasa sangat penuh di dalam, Alaina tak bisa mengendalikan semuanya, ditambah lagi serangan Ryzel tidak melemah sama sekali selama berjam-jam.


Setiap serangannya kepada tubuh Alaina tidak berkurang, melainkan bertambah kuat.


Hal itu membuat Alaina terus menerus mengeluarkan keringat dan air dalam tubuhnya begitu banyak.


Bisa dikatakan, Alaina kalah telak dan tak bisa mengalahkan Ryzel sama sekali.


Terlihat bagian tubuh Alaina yang mengeluarkan suatu cairan kental berwarna putih susu di antara kedua kakinya.


"Besok aku ingin kamu mengantarkan aku ke rumahmu."


"Apa pun yang kamu mau, Sayang."


Alaina menatap Ryzel penuh kelembutan dan dia membelai wajah Ryzel sebelum menutup matanya tertidur.


Malam hari ini adalah malam terbaik dan membahagiakan yang pernah di dalam hidup Alaina.


Pertempuran barusan membuat Alaina berangsur-angsur menerima Ryzel sebagai pasangannya seumur hidup.


Ini sudah takdir, pikiran yang ada di dalam kepala Alaina.


Alaina berharap mimpi ini tidak cepat berakhir.


Alaina terbangun dari tidurnya dan melihat bahwa sosok pria yang tampan bak pangeran negeri dongeng tengah tidur sambil memeluk dirinya.


Jantung Alaina berdebar hebat, tangannya terangkat mencoba menyentuh pipi pria yang ada di sampingnya.


Sebelum tangan Alaina dapat menyentuh, mata pria itu terbuka, kemudian tersenyum memandangnya.


Senyuman tersebut sangat memesona, membuat Alaina tersipu dalam sekejap.


"Selamat pagi, Sayang."


Tidak memberi kesempatannya untuk menyapa kembali, tubuh Alaina dipeluk dengan erat.


"Aaa!"


Tubuhnya terangkat hingga ke atas tubuh pria tampan tersebut dan keduanya saling bertatapan selama beberapa detik.


Di detik tersebut, Alaina sadar bahwa peristiwa semalam bukanlah mimpi indahnya, melainkan kenyataan yang benar-benar terjadi.


Kini Ryzel telah menjadi pasangannya, dan itu nyata.


Selama 1 jam, keduanya melakukan pertempuran lagi, tetapi di kamar mandi sekaligus mandi.


Setelahnya, Ryzel mengajak Alaina untuk bertemu adiknya dan juga mengobrol sejenak sebelum sarapan pagi.


Pengungkapan terjadi di saat obrolan singkat di antara keduanya, Ryzel memiliki banyak wanita yang akan dinikahi.


Jujur, Alaina sangat kecewa tahu akan tentang ini.


Akan tetapi, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan Ryzel tak boleh sia-sia begitu saja karena hal itu.


Alaina sudah terlanjur cinta dan sayang, tidak ada salahnya menjadi salah satu wanita dari seorang pria tampan yang sangat-sangat kaya.


Lagi pula, Ryzel berjanji akan membahagiakan dia tanpa dibeda-bedakan dari wanita lain di dalam anggota kelompok Harem.


Bermodalkan cinta, kasih sayang, ketulusan, dan tubuh, Alaina mendapatkan semua yang diinginkan.


Baginya, ini merupakan pertukaran yang sangat-sangat sepadan.

__ADS_1


Sehabis menerima menjadi anggota Harem Ryzel, keduanya bersama Raffy pergi ke bawah untuk makan pagi bersama.


Raffy tidak tahu dengan identitas wanita ini, tetapi dia menyukai Alaina karena sifatnya yang baik.


Begitu melihat Raffy, Alaina memancarkan aura kakak dan keibuan yang kental, dia langsung berkenalan dengan Raffy dan seketika akrab.


Pelayan mansion datang membantu Alaina mengenakan pakaian yang bagus sesuai dengan perintah Ryzel.


Mereka akan segera pergi ke rumah Alaina, dan itu harus mengenakan pakaian yang rapi serta cantik.


Ryzel dan Raffy juga mengenakan pakaian yang rapi nan rupawan, tidak terlalu formal.


Semuanya menaiki mobil yang dibeli oleh pengawal Ryzel selama perjalanan ke berbagai negara ini, bermerek Rolls-Royce Cullinan 2 buah.


Satu mobil untuk Ryzel dan satunya untuk pengawalnya selama bertugas di sini.


Ryzel mengendarai mobil mewah di jalanan Kota Caracas, tentu membuat banyak orang yang melirik.


Kedua mobil mewah tersebut melintas di antara mobil-mobil di jalan dengan santai tanpa terburu-buru.


Di dalam mobil, Alaina lagi-lagi harus beradaptasi dengan segala kemewahan yang datang kepadanya, ini agak sulit, butuh waktu agar bisa menerima kemewahan tanpa terkejut luar biasa secara bertahap.


Arah dari kedua mobil adalah tempat terpencil di sisi Kota Caracas. Bisa dibilang sebuah perkampungan biasa dengan penduduk dari berbagai macam golongan dan kalangan.


Kedatangan dua mobil mewah dengan cepat menghebohkan warga perkampungan.


Beberapa anak-anak dan orang tua melihat dua mobil mewah tersebut sampai ke titik pemberhentian.


Kedua mobil berhenti di pinggir jalan tempat di mana mobil banyak yang parkir.


Tidak ada lahan untuk parkir di sekitar, terpaksa harus di pinggir jalan.


Sosok Ryzel, Alaina, Raffy, dan kedua pengawal keluar dari kedua mobil itu hadapan beberapa orang yang penasaran.


Ketika mereka semua melihat Ryzel yang menggandeng tangan Alaina dan Raffy, ini membuat mereka terkejut.


Beberapa dari warga yang melihat mobil mahal Ryzel mengenali Alaina. Mereka semua memanggil Alaina dan menyapa.


Alaina tersenyum kepada orang yang mengenali dirinya dan melambaikan tangan.


Berikutnya, Ryzel dan yang lainnya pergi ke tempat daerah yang bisa dibilang kumuh di Kota Caracas.


Daerah yang mereka kunjungi ini sangat padat sampai-sampai dari tempat mereka berjalan terlihat sebuah pemandangan rumah yang ditumpuk.


Sungguhan terlihat ditumpuk.


Ryzel dan rombongan berjalan sesuai dengan petunjuk Alaina. Mereka melewati banyak sekali gang yang menanjak untuk bisa sampai ke rumah Alaina.


Lebih dari 10 menit mereka berjalan, mereka akhirnya tiba di sebuah rumah yang jelek dengan beberapa bagian rumah ada yang rusak tak layak pakai.


Alaina menatap Ryzel, memberi sebuah isyarat atau arti tertentu.


Selanjutnya, Alaina membuka pintu untuk Ryzel dan yang lainnya seraya berkata, "Nek, aku pulang."


Suara Alaina terdengar sampai ke dalam rumah, kemudian dua gadis cilik yang kembar muncul dari dalam rumah dan berlari menuju Alaina.


"Kakak!!"


Kedua gadis kecil tersebut memeluk Alaina penuh akan kerinduan.


Alaina berjongkok dan memeluk keduanya dengan pelukan yang erat.


Pemandangan ini membuat Ryzel dan dua pengawal terdiam, beberapa orang di luar rumah pun ikut terdiam dengan hati yang sedih.


"Kakak, kamu ke mana saja? Nenek mencari kamu sepanjang malam," tanya salah satu adik kecil Alaina dengan sorot mata yang polos.


Senyuman terbentuk di wajah cantik Alaina, dan dia menjawab, "Kakak menginap di abang ipar kamu. Nenek di mana, Sayang?"


"Abang ipar?" Adiknya bingung sembari menatap Alaina.


Alaina mengangguk dan kemudian menunjuk ke sosok Ryzel yang berdiri di belakang Alaina.


Kedua mata yang polos itu melebar dengan mulut yang terbuka lebar.


Ekspresi kedua adik Alaina begitu lucu, Ryzel dan yang lainnya tersenyum menahan tawa terhadap keimutan di depan mereka semua.


Sehabis terkejut, kedua gadis kecil mendekati Ryzel dan berkenalan begitu akrab, Ryzel yang memiliki banyak temperamen positif membuatnya disukai banyak sekali orang dari berbagai kalangan umur.


Raffy juga sempat berkenalan dibantu oleh Ryzel untuk menerjemahkan apa yang dikatakan dua gadis kecil ini.


Dalam sekejap, kedua gadis tersebut menyukai Raffy sebagai calon keluarganya, bahkan dia ditarik ke ruangan lain di dalam rumah.

__ADS_1


Ryzel dan Alaina mengikuti, sedangkan pengawal Ryzel menjaga di depan rumah Alaina menghadap banyak sekali warga yang ingin tahu.


"Alaina ... siapa pria cerah dan tampan ini?"


__ADS_2