Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo


__ADS_3

Ryzel dan Raffy bangkit dari tempat duduk restoran, dan pergi meninggalkan restoran menuju ke suatu tempat di Tokyo.


Makanan yang mereka makan sudah Ryzel bayar langsung tanpa cicilan dan diskon.


Keluar dari bandara, Ryzel menelepon sopir taksi online untuk bertanya di mana keberadaannya.


Tidak lama menunggu, mereka akhirnya naik ke dalam mobil taksi dan dibawa ke tempat tujuan.


Hadiah-hadiah yang diberikan oleh Sistem barusan begitu melimpah.


Kemampuan bahasa Jepang yang lebih lancar dibandingkan sebagian orang Jepang, kemudian sebuah apartemen di daerah Tokyo yang memiliki harga 300 miliar rupiah, dan terakhir uang 100 miliar yen yang setara dengan 10 triliun rupiah.


Semua hadiah itu cukup banyak dan bernilai tinggi bagi Ryzel meski memang tidak bisa dibandingkan dengan total kekayaan yang dimiliki Ryzel seluruhnya.


Sudah puluhan menit mereka di dalam mobil taksi, mobil mereka berhenti di depan sebuah gedung tinggi pencakar langit dengan puluhan lantai.


"Terima kasih, Pak."


Sopir mobil masih terlihat muda sekitar berumur 30 tahunan. Ongkos sengaja Ryzel tidak ditambahkan karena budaya di sini berbeda dengan budaya di luar.


Akan tetapi, Ryzel memberi sebuah surat yang dibuat dadakan olehnya dan diberikan kepada sopir tersebut dalam bentuk sebuah uang penghargaan yang disematkan di dalam amplop dan itu bukan tips.


Dengan segala ucapan Ryzel, sopir itu seakan terhipnotis dan menerima hadiah penghargaan dari Ryzel karena telah mengantarnya ke tempat tujuan tepat waktu.


Uang penghargaan diterima oleh sopir karena itu bukan tips. Ryzel berkali-kali berkata bahwa ini bukan tips seperti apa yang dipikirkan oleh si sopir.


Sesungguhnya, Ryzel memberi sopir itu uang tips, tetapi dalam bentuk yang berbeda.


Dengan cara menggunakan amplop dan memberinya dengan kedua tangan sambil menunduk, sopir itu menerima uang penghargaan atas kerja kerasnya terhadap pekerjaan dari Ryzel.


Setelah itu, Ryzel dan Raffy masuk ke dalam gedung apartemen dan melaporkan tentang kepemimpinannya terhadap satu apartemen.


Ryzel memberi unjuk surat kepemilikan dan dibaca oleh pihak resepsionis dengan teliti.


Tak lama setelahnya, Ryzel dan Raffy tiba-tiba dilayani lebih hormat dari sebelumnya yang juga sopan.


Keduanya dibawa oleh beberapa petugas apartemen menuju lift dan diantarkan sampai ke tempat unit apartemen Ryzel yang letaknya ada di lantai 52 yang cukup tinggi.


Setibanya di dalam unit apartemen Ryzel, Raffy benar-benar tercengang karena kemewahan ini sedikit berbeda dengan ada yang di rumah di Bandung.


Pasalnya, pemandangan yang disajikan di apartemen ini begitu menakjubkan, pemandangan kota yang diisi oleh berbagai gedung tinggi bersinar berwarna-warni, enak untuk dilihat dan memanjakan mata.


Petugas memberi tahu tentang semua yang ada di unit apartemen milik Ryzel, dimulai dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, 5 kamar, 3 kamar mandi, dan beberapa ruangan khusus lainnya.


Apartemen Ryzel punya luas 350 meter persegi, dengan ukuran sebesar itu sangat cukup untuk Ryzel tinggali.


Usai petugas itu memberi tahu tentang semua fasilitas dan kegunaan barang yang ada di apartemen, mereka semua pergi ke bawah dengan sopan dan meninggalkan Ryzel serta Raffy di apartemen.


Ryzel dan Raffy segera menempatkan baju dan barang bawaan di apartemen ini.


Ada sebuah rencana Ryzel di malam hari ini untuk pergi berbelanja mengisi beberapa ruang penyimpanan pakaian dan beberapa barang di apartemen agar kelihatan lebih terisi.


Misalkan mereka ke sini lagi, mereka tidak perlu repot-repot membawa barang lagi.


Akan tetapi, Ryzel tidak akan mengisi banyak, hanya beberapa pasang baju saja. Sangat disayangkan jika meletakkan banyak baju di sini, tetapi Ryzel sendiri jarang ke sini.


Itu akan berdebu dan tidak berguna.


"Ayo kita jalan-jalan malam di bawah!" Raffy menarik tangan Ryzel dan berseru semangat.


Ryzel tersenyum dan dia mengangguk sambil membiarkan tubuhnya dibawa oleh Raffy ke luar apartemen.


Di jalan yang penuh oleh orang-orang di tengah berkumpulnya banyak gedung-gedung perbelanjaan, terlihat Ryzel dan Raffy sedang berjalan dengan mengenakan jaket yang cukup tebal.


Suhu di luar agak rendah dan terasa dingin, mereka butuh pakaian tebal agar tidak kedinginan.


Tidak lupa juga Ryzel mengenakan masker untuk menutupi setengah wajahnya.


Meskipun telah memakai masker, wajah Ryzel yang telah berada di puncak keindahan visual manusia masih bisa terlihat sebagian. Pasti ada beberapa wanita yang sadar dengan ketampanan Ryzel begitu lewat di dekatnya.


Ryzel tentunya tidak memedulikan banyak wanita yang meliriknya, bahkan Ryzel tahu ada beberapa pria yang memandangnya dengan aneh, ini membuat Ryzel merinding. Lebih menakutkan daripada alien dan setan.


Di tengah kota Tokyo Ryzel dan Raffy berbelanja beberapa makanan dan dicoba di tempat.


Beberapa pedagang yang penjualnya sudah ibu-ibu terkejut begitu melihat paras wajah Ryzel yang indah, termasuk orang-orang yang melintas di depan toko.


Masih dengan sikap ketidakpedulian yang Ryzel tampilkan, Ryzel fokus mencicipi makanan takoyaki dan cumi crepes asli Jepang ini.


Sebenarnya, Ryzel pernah mencoba cumi atau gurita crepes ini di negara lain.


Raffy menikmati makanan yang mereka beli, Ryzel pun sama.


Puas dengan mencicipi banyak jajanan pinggir jalannya Jepang, Ryzel dan Raffy pergi ke pusat perbelanjaan yang masih buka dan menjual barang-barang mahal.


Bersamaan dengan saham 7% Zel inc, sebuah kartu hitam yang sangat eksklusif diberikan oleh Sistem.


Dengan kartu ini, Ryzel bisa berbelanja dengan mudah dan cepat tanpa ribet.


Setelah berbelanja pakaian, aksesoris, dan beberapa mainan mahal, Ryzel dan Raffy berdiri di depan gedung dengan berbagai tas belanja yang cukup banyak.


"Sangat seru! Aku membeli baju keren!" Raffy mendongak untuk melihat wajah Ryzel yang berdiri di sebelahnya.


Ryzel menunjukkan senyuman. "Kita tidak akan berhenti berbelanja, besok kita akan pergi ke suatu tempat, kamu harus siap dan jangan tidur terlalu malam."


"Kalau begitu, kita harus pulang cepat ke rumah! Aku ingin tidur lebih cepat!" kata Raffy yang sangat antusias.


"Oke!"


Ryzel mengangguk kejam dan masih memperlihatkan sebuah senyuman.


Berikutnya, Ryzel dan Raffy menuruni tangga gedung dan pergi ke bahu jalan tempat khusus pejalan kaki melintas.


"Di sini dingin sekali, Bang Ryzel." Raffy berjalan di samping Ryzel dengan tubuh sedikit gemetar.


Ryzel yang melihat ini, segera berdiam diri dan hendak membuka jaketnya untuk diberikan kepada Raffy.


Dengan satu tangannya, Ryzel bisa membawa lebih dari 15 kantong tas, seolah itu sama sekali tidak berat.


Setelah berhasil membuka jaketnya dan hanya mengenakan kaos putih lengan pendek, Ryzel memberikan Raffy jaketnya untuk dikenakan, sedangkan sebagian barang bawaan Raffy diambil-alih oleh Ryzel.

__ADS_1


"Bagaimana sekarang? Sudah tidak merasa dingin?" tanya Ryzel memastikan kondisi Raffy.


Raffy mengangguk cepat dan tersenyum, dia menjawab dengan suara yang senang, "Aku merasa hangat."


"Baguslah, ayo kita lanjut berjalan lagi—"


"Aduh!"


Tiba-tiba suara wanita terdengar di belakang Ryzel.


Ryzel terkejut karena ada sesuatu yang menabraknya dari belakang.


Sontak Ryzel melihat ke belakang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu ... kalau berdiri jangan di tengah jalan!"


Di dalam penglihatan Ryzel, dia melihat seorang wanita yang cantik dengan rambut panjang bergelombang, mengenakan jaket yang besar dan celana yang cukup ketat.


Wajah cantik berbentuk oval ini menekuk, menunjukkan bahwa wanita ini sedang marah.


Ryzel hanya diam mendengar wanita cantik ini mengomel kepadanya.


Sebagai pria yang bertanggung jawab, Ryzel mengulur tangannya berniat untuk membantu wanita ini berdiri.


Akan tetapi, uluran tangan Ryzel ditepis dan wanita ini dengan lihainya berdiri dengan teknik dari suatu bela diri.


Alis Ryzel terangkat naik melihat penampilan wanita ini, dia terkejut wanita yang berasal dari Jepang ini punya latar bela diri.


Raffy yang melihat penampilan wanita cantik tadi terkagum-kagum dengan mata yang penuh bintang.


Setelah menepuk-nepuk pakaiannya, wanita ini melototi Ryzel dengan pandangan yang tidak baik. "Ganti rugi! Aku meminta ganti rugi atas kecerobohan yang kamu lakukan! Bokongku sakit karena kamu!"


Wanita ini tiba-tiba menunjuk Ryzel dengan suara yang agak tinggi. Kalimat yang terucap dari mulut wanita ini pun terdengar frontal dan berani.


Dengan suaranya yang keras, orang-orang yang lewat trotoar yang sama, segera berhenti dan melihat pemandangan Ryzel dan wanita tersebut berselisih.


Bisa dilihat, Ryzel hanya berdiri diam dengan kaos putih lengan pendek, tampilannya begitu tenang dan bahkan napasnya tetap stabil.


"Berapa yang kamu minta? Apa perlu kita pergi ke rumah sakit?" tanya Ryzel dengan santai.


Suara Ryzel yang magnetis membuat semua wanita, termasuk wanita yang bermasalah dengan Ryzel menjadi tertegun sesaat.


Menggelengkan kepalanya dengan cepat, wanita yang menabrak tubuh Ryzel menghilangkan kesan baik pada Ryzel yang sudah dianggapnya pria buruk.


"Jangan berpura-pura kaya! Aku tahu kamu tidak sekaya itu!" Wanita ini masih marah hingga menunjuk wajah Ryzel yang tertutupi masker.


"Apa maumu sebenarnya?" Ryzel merasa bingung dengan apa yang diinginkan wanita ini.


"Ikut aku! Aku ingin membicarakannya di tempat lain."


Tiba-tiba saja wanita ini mengambil tangan Ryzel dan menariknya ke suatu tempat.


Melihat kepergian Ryzel dan wanita tersebut, pejalan kaki kembali sibuk ke urusannya masing-masing.


Di sebuah restoran mewah, Ryzel, Raffy, dan wanita yang memarahi Ryzel sedang makan bersama.


Semua makanan ini dimakan oleh wanita tersebut satu per satu dalam porsi normal.


Bisa dilihat cara makan wanita ini, tampak liar seperti orang yang belum makan.


"Jadi, ini yang kamu inginkan sebagai ganti ruginya?"


Ryzel duduk dengan santai di kursi dan memandang wanita cantik yang aneh di kursi seberangnya.


"Ya." Wanita ini mengangguk tanpa malu. "Memangnya kenapa? Bukankah kamu yang menawarkan apa yang aku inginkan?"


"Tidak apa-apa. Namun, aku mau setelah ini, urusan kita selesai."


Sangat malas mengurusi masalah ini, Ryzel ingin menyelesaikan masalah semudah mungkin meski itu mengeluarkan uang.


Apalagi masalahnya sepele seperti ini.


"Oke!" Tangan wanita itu membentuk tanda oke kepada Ryzel tanpa melihat Ryzel sedikit pun.


Wanita ini memang terlihat kelaparan karena sudah tidak makan berhari-hari.


Ryzel menggelengkan kepalanya tanpa daya dan membiarkan wanita tersebut fokus dengan makanannya.


Sementara itu, Ryzel dan Raffy makan malam bersama di restoran mewah yang sudah terjamin kelezatannya.


Tidak lama berselang, makana yang ada di meja benar-benar habis tanpa ada sisa.


Wanita yang terlihat cantik dan kurus ini ternyata memiliki nafsu makan dan kapasitas perut yang besar.


Lebih dari 35% makan di atas meja ditekan olehnya.


"Akhirnya aku Meraka kenyang ...."


Saat ini, wanita tersebut bersandar di kursi dengan kedua tangan memeluk perutnya yang sedikit terlihat berisi. Bukan hamil, tetapi diisi oleh makanan.


Mata wanita tersebut akhirnya bergerak melirik Ryzel yang sedang menepuk-nepuk mulutnya dengan elegan.


Penampilan Ryzel sekarang membuat wanita tersebut terpana, dia baru sadar bahwa pria yang ia tabrak memiliki wajah yang sangat tampan. Baru kali ini dia melihat pria setampan Ryzel.


"Maaf, Pak. Ini total harga semua makanannya."


"Baik, gunakan ini."


Di bawah pandangan matanya, Ryzel yang tampan ini mengeluarkan sebuah kartu hitam yang terlihat aneh, tetapi memiliki kesan yang mewah.


Dia bisa melihat reaksi pelayan yang membawa kertas bukti pesanan terkejut dengan wajah yang pucat, dan sikap pelayan itu lebih-lebih sopan dari sebelumnya.


Mengetahui ini, wanita cantik ini merasa ada yang berbeda dengan Ryzel dan dia cukup tertarik. Akan tetapi, dia tidak berpikir Ryzel adalah orang kaya yang tajir melintir.


Ryzel dianggap sebagai orang kaya biasa.


Tepat ketika dia sedang bersantai sambil melihat Ryzel, dia mendengar ponselnya bergetar, kemudian dia mengambil ponselnya untuk mengangkat panggilan.


Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jepang. Dengan Ryzel, wanita ini berbicara menggunakan bahasa Inggris karena dia sempat mendengar Ryzel menggunakan bahasa asing dengan anak kecil di sebelahnya.

__ADS_1


Setelah Ryzel menggesek kartu, pembayaran semua makanan ini selesai, dan dia bisa pergi kapan saja.


Melirik wanita yang punya masalah dengannya sedang melakukan panggilan, Ryzel menunggu wanita di depannya menyelesaikan panggilan.


Terlihat wajah yang ditunjukkan wanita ini berubah, dan di akhir panggilan dia terlihat muram dan marah.


Ryzel sedikit mengetahui pembicaraan wanita ini dengan seseorang. Kedengarannya, wanita ini punya masalah dengan keluarga, tepatnya dengan orang tuanya.


Brak!


"Sialan!"


Selesai bertelepon, wanita ini tiba-tiba memukul meja dengan keras, wajahnya menjadi bengis dan sangat marah.


Raffy terkejut dengan gerakan wanita ini dan segera memegang tangan Ryzel karena takut.


Di sisi lain, Ryzel hanya diam dan memandang wanita ini dengan temperamen yang sangat tenang seolah sedang menatap pantai.


Sadar dirinya sedang ditatap Ryzel, wanita ini tiba-tiba menunjukkan sebuah senyuman dan senyum ini tampak mencurigakan serta aneh.


"Tanggung jawab kamu membuatku jatuh dan bokongku sakit belum selesai sampai di sini. Kamu harus menuruti keinginan terakhir sebelum masalah ini selesai," kata wanita tersebut dengan wajah yang licik.


"Ya-ya, apa yang kamu mau?" Ryzel bertanya dengan malas.


"Aku ingin tidur di tempat tinggalmu malam ini. Tidak boleh menolak, ini keinginan mutlak!"


Mendengar permintaan wanita aneh ini, Ryzel terkejut dan ketenangannya langsung menghilang.


"Berhenti sampai di sini. Aku tidak mau menuruti keinginan kamu atas dasar ganti rugi ini. Ganti permintaannya, atau aku beri uang saja agar masalah ini selesai," ucap Ryzel dengan tegas dan keberatan.


Masih dengan sikap keras kepala yang sama, wanita cantik ini menggelengkan kepala. "Tidak-tidak, aku tidak membutuhkan uangmu. Aku hanya ingin tanggung jawab kamu atas kesalahan yang kamu buat padaku! Mana sisi tanggung jawab kamu sebagai pria? Mana?"


Entah kenapa kalimat yang dilontarkan oleh wanita ini membuat Ryzel merasa sedikit kesal.


Dengan pertimbangan yang ia pikirkan di kepala selama beberapa detik. Ryzel akhirnya menuruti permintaan wanita aneh satu ini.


Pada saat berikutnya, mereka bertiga keluar dari restoran mewah dan berjalan menuju ke apartemen Ryzel yang tidak begitu jauh.


Namun, ada keanehan yang diperlihatkan oleh wanita yang ikut dengan Ryzel ke apartemen. Dia memandang sebuah kertas dengan pupil mata yang membesar.


'Sial, aku salah memilih orang. Uang yang dia keluarkan untuk membayar makanan di restoran itu lebih dari lima juta yen. Seharusnya, aku tidak memilih dia. Nasibku memang sial!'


Di dalam hati, wanita itu bergumam dengan perasaan yang menyesal seakan dia telah salah dalam membuat pilihan.


Kembali ke apartemen, Ryzel bisa melihat wanita ini diam dan duduk di atas sofa ruang tamu dengan wajah yang aneh.


Tidak tahu mengapa wanita ini tiba-tiba mengubah sikapnya yang mendominasi dan mudah marah menjadi pendiam dan pemalu.


"Hei, mengapa kamu diam? Apa ada yang salah dengan apartemenku?" tanya Ryzel dengan polos.


"Tidak, haha." Wanita ini melirik Ryzel yang berdiri di depannya dengan tawa yang dipaksakan. "Apartemennya bagus, kok."


Di permukaan wajahnya dia terlihat senang, tetapi di dalam hatinya sama sekali berbeda.


Wanita ini benar-benar menyesal telah berurusan dengan Ryzel.


'Sangat bodoh! Harusnya aku jangan memilih pria ini di jalan tadi! Apartemen ini berada di dekat tempat tinggal kaisar, sudah pasti identitasnya bukan main-main! Kalau seperti ini, masalah akan menjadi runyam!' kutuk wanita itu pada dirinya sendiri dalam hati.


Melihat wanita ini kembali diam, Ryzel berbalik dan melangkah menuju ruang keluarga untuk menonton televisi bersama Raffy.


Lama sekali wanita duduk di sofa, lebih dari 1 jam dia menundukkan kepala dan tak mau berbicara dengan Ryzel.


"Kamu!"


Pada saat Ryzel sedang asyik melihat film bioskop di televisi, sosok wanita yang bermasalah dengannya tadi muncul dan menghalangi televisi sambil menunjuk dirinya.


"Ada apa lagi? Kamu ingin apa?" Ryzel sangat malas meladeni wanita ini, tetapi mengingat dia bertanggung jawab atas jatuhnya dan bokong wanita itu masih sakit, dia harus menuruti permintaan wanita ini.


"Besok kamu harus ikut denganku ke suatu tempat! Wajib dan tidak boleh ditolak!" Wanita itu berkata dengan wajah yang kejam.


Ryzel mengulurkan tangan kanannya dan menyingkirkan tubuh wanita ini di hadapannya sambil membalas, "Ya, terserahmu. Aku akan ikut denganmu besok. Tolong minggir, aku sedang menonton film."


Wajah wanita ini yang terlihat marah berubah menjadi terkejut, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa tubuhnya tak bisa menahan tangan kanan Ryzel sedikit pun. Tubuhnya didorong ke pinggir tanpa ada perlawanan, padahal dia sudah melakukan kuda-kuda yang kuat


Hal ini membuatnya tidak percaya.


"Siapa sebenarnya kamu?!"


Dengan tingkah absurd wanita ini, Ryzel tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kepalan tangan yang hampir mengenai pipinya.


Tentu saja, dia bisa menangkis pukulan tersebut dengan satu tangan, dia melirik ke wanita ini yang menyerangnya dari samping sofa. "Aku Ryzel, siapa namamu?"


"Aku Minamoto Keiko .... Tunggu, bukan itu maksudku!" Wanita ini segera menarik tinjunya dan melayang tinjunya lagi lantaran kesal kepada Ryzel.


Sayangnya, tinju wanita ini mudah ditaklukkan.


Ryzel mengambil pergelangan tangan dan sikutnya, dan membuat wanita ini terjatuh mengikuti tangannya yang dipegang oleh Ryzel.


"Sakit!"


"Tolong diam. Aku ingin menonton filmnya." Ryzel menatap mata wanita bernama Minamoto dengan dingin.


Melihat pandangan Ryzel yang menakutkan, wanita ini langsung setuju dengan perkataan Ryzel. "Oke, aku akan diam! Tolong lepaskan tanganku dahulu!"


"Baiklah."


Setelah itu, Ryzel melepaskan tangan Minamoto Keiko dan kembali melanjutkan menyaksi jalan film.


Sementara Minamoto duduk di lantai dengan tangan yang masih terasa sakit karena dipelintir oleh Ryzel.


"Hei, kamu harus bertanggung jawab dengan tanganku," kata Minamoto dengan suara yang sedikit pelan sambil memegangi tangan kirinya yang sakit.


"Ya, nanti saja."


Ryzel merespons tanpa memandang Minamoto di samping sofanya.


Melihat tanggapan Ryzel yang tidak peduli, Minamoto merasa sangat kesal dan marah, tetapi dia tidak bertindak dan hanya memendamnya di dalam hati.


'Bajingan!'

__ADS_1


__ADS_2