
Sebuah mansion besar dengan ukuran yang sangat-sangat luas, sekitar 10.000 m² luas tanah dengan luas bangunan rumah utama 8.000 m² dikarenakan ada tiga lantai bangunan.
Menyisakan banyak sekali lahan yang digunakan untuk beberapa fasilitas mewah, seperti kolam renang, lapangan basket sekaligus lapangan tenis, dan taman yang indah.
Secara keseluruhan, mansion ini terlihat sangat mewah dan lengkap, terlebih ketika Ryzel pergi ke dalam untuk melihat seperti apa di dalamnya, ternyata itu sangat mewah dengan gaya bangunan gabungan Eropa dan China.
Ryzel menyukai mansion besar ini karena dari luar saja ini sudah terlihat ekslusif di antara beberapa bangunan di sekitar.
Tidak heran juga kalau mengingat harganya, uang 3,5 triliun rupiah bisa membeli beberapa rumah mewah di Jakarta.
Beberapa pelayan dan penjaga mansion sudah dipekerjakan oleh Sistem secara langsung dan gaji Ryzel yang menanggung.
Tidak tahu mengapa Sistem tak lagi menanggung perawatan dari hadiah-hadiah yang diberikan.
Namun, Ryzel sama sekali tidak keberatan. Uang hanyalah angka dan nominal semata baginya.
Kekayaan yang sesungguhnya adalah keluarga.
Di dalam mansion, Ryzel, Raffy, dan kedua pengawal duduk di ruang tamu untuk menunggu tamu yang penting.
Ryzel mendapatkan sebuah panggilan dari seorang secara langsung melalui jalur media sosial.
Kedua pengawal tersebut diminta Ryzel untuk duduk di sofa yang lainnya dan bersikap biasa.
Diminta untuk tidak terlalu kaku dan formal. Ryzel menyukai sesuatu yang santai dan fleksibel.
Duduk di sofa, Ryzel memikirkan tentang apa yang ingin dibicarakan oleh orang yang akan datang ke mansionnya sekarang.
"Tuan, di luar ada tamu yang menunggu, tamu itu adalah Pak Presiden," ucap penjaga gerbang mansion melapor tentang apa yang terjadi di luar mansion.
Kepala Ryzel mengangguk, kemudian bangkit dari sofa bersama Raffy seraya berkata, "Biarkan mereka masuk."
"Siap! Laksanakan!"
Setelah kata-kata Ryzel keluar, penjaga gerbang itu berlari cepat untuk membukakan gerbang bersama penjaga lainnya.
Tamu yang datang ke tempat Ryzel adalah Presiden Venezuela dan beberapa menteri untuk membicarakan tentang sesuatu.
Sebagai kesopanan Ryzel terhadap presiden dari sebuah negara yang sedang ia kunjungi, dia pergi keluar mansion untuk menyambut kedatangan orang penting ini.
Jujur saja, Ryzel baru pertama kali bertemu dengan seorang presiden yang jabatannya tentu paling tinggi di dalam pemerintahan.
__ADS_1
Presiden dan jajarannya yang masuk ke dalam mansion ini cukup terkejut dengan kemewahan yang disematkan pada bangunan seluas ini. Mereka bahkan baru tahu bahwa ada mansion sebesar ini.
Sebelumnya, mereka hanya tahu ada perizinan pembuatan mansion, tetapi tidak tahu akan semewah ini.
Sistem memberi tahu bahwa mansion yang Ryzel miliki adalah bangunan yang baru dibuat. Tidak aneh juga apabila mereka baru tahu dengan mansion ini.
Di dalam ruang tamu yang luas, mereka semua duduk saling berhadapan dengan tenang.
Pembicaraan terjadi selama lebih dari 5 jam hingga makan siang terlewatkan sedikit.
Mereka semua makan siang bersama di dalam mansion dengan makanan yang enak dan terbaik tentunya.
Semuanya puas dengan jamuan makan Ryzel.
Tak lama berselang, presiden berpamitan kepada Ryzel untuk kembali bekerja karena masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.
"Terima kasih sudah memberikan bantuan. Aku berjanji akan memberikan Anda kebebasan," Presiden Venezuela berkata dengan suara yang dalam.
Geleng kepala Ryzel lakukan, dan dia membalas dengan mata yang serius, "Aku tidak butuh kebebasan. Aku hanya ingin uang yang aku pinjamkan dialirkan dengan tepat. Aku tidak mau melihat ada banyak sekali wanita yang menjadi lacur di sini. Gunakan uang itu untuk membuka banyak lapangan pekerjaan. Pada intinya, tolong benahi negara ini, aku berharap terbaik kepada Anda, Pak Presiden."
Mata Presiden menjadi tegas dan dia mengangguk dengan kejam.
Setelah beberapa patah kata mereka berdua lakukan, presiden keluar dari mansion ditemani oleh Ryzel sendiri sampai semua mobil yang datang menghilang dari halaman rumah.
Tidak tahu dapat dari mana informasi mereka bahwa Ryzel memegang saham dari perusahaan Zel inc. Mau tidak mau Ryzel membantu negara ini dalam krisis dengan cara meminjamkan uang sebesar 300 triliun rupiah.
Berharap negara ini tidak makin miskin karena Ryzel lihat di berita kalau wanita-wanita muda di sini melakukan pekerjaan lacur dengan harga yang murah saking benar-benar tidak punya uang.
Uang sebanyak itu diharapkan digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki negara dengan baik.
Di tahun kemarin sudah membaik, dengan uang sebanyak itu seharusnya membantu sekali.
Itulah alasan Ryzel meminjamkan uang kepada negara ini.
Hal yang membuat Ryzel salut adalah dengan pengetahuan mereka bahwa dirinya punya banyak uang.
Padahal, Ryzel tidak mengekspos keseluruhan uangnya kepada semua orang.
Setelah Ryzel periksa di malam hari setelah pertemuan terjadi, ada beberapa tim yang mencari identitas Ryzel di negara tersebut.
Tidak tahu apa yang ada di pikiran presiden meminjam uang kepadanya daripada ke negara lain.
__ADS_1
Kemungkinan memang utang luar negeri sudah banyak dan tidak ingin bertambah lagi.
Dengan ucapan presiden, Ryzel benar-benar punya kebebasan di sini. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan atas dirinya sendiri ingin ke mana saja. Semuanya akan dilancarkan urusannya yang ada di negara ini.
Namun, Ryzel masih harus mengikuti aturan negara. Ryzel mengerti dan pasti ikut menjalankan aturan.
Sebagai orang Indonesia, sebuah peribahasa yang dalam maknanya selalu Ryzel ingat, yakni "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" memiliki arti tentang mengikuti dan menghormati aturan di segala tempat berdaulat.
Tidak akan disalahgunakan dan Ryzel sendiri bukan orang primitif seperti itu.
Di malam hari, Raffy telah tidur lebih dahulu meninggalkan Ryzel tersadar sendirian di dalam kamar.
Dengan kebosanan yang memuncak, sebuah ide muncul di kepala Ryzel untuk pergi keluar mansion untuk melihat keadaan Kota Caracas.
Akan tetapi, baru saja Ryzel berjalan-jalan di trotoar kota, beberapa wanita cantik mendekati Ryzel dengan paras wajah mereka yang menarik.
Penampilan Ryzel yang tampan ditambah dengan pakaian yang rapi dan juga terdapat merek mahal, membuat mereka menjadikan Ryzel target.
Wanita-wanita yang berbondong-bondong ke Ryzel adalah seorang Lacur atau kupu-kupu malam.
Tak heran jika rumah bordil banyak di sini.
Prostitusi sangat melimpah karena memang pekerjaan ini adalah pilihan memungkinkan untuk para wanita memiliki banyak uang.
Ryzel menolak semua wanita tersebut dan fokus dengan jalannya tanpa memedulikan mereka lebih lanjut.
Ini bukan masalah Ryzel sendiri, negara harus mengurus mereka dan bukan dirinya.
Diberi bantuan pun akan tetap sulit karena mungkin pola pikir mereka dan strategi hidup mereka yang berujung ke pekerjaan ini lagi.
Tepat ketika Ryzel berjalan di trotoar dengan banyak sekali wanita berkumpul ke arahnya, ada seorang wanita yang berpakaian kurang menarik tidak ikut dengan wanita-wanita lacur yang lain.
Sebuah pikiran timbul di otak Ryzel setelah melihat wanita yang berbeda ini, kemudian dia mendekati wanita itu dengan ekspresi yang tenang.
"Apakah kamu menerima kegiatan itu dengan pria?"
Kalimat pertanyaan terlontar dari mulut Ryzel, dan wanita itu menatap Ryzel sesaat lalu mengangguk.
Terjadi penawaran harga, dan Ryzel meminta tawaran terendah dari wanita ini.
Dengan wajah yang pasrah, wanita tersebut menerima.
__ADS_1
Namun, ada keanehan yang terjadi saat Ryzel dan wanita tersebut di hotel.
"Kamu baru pertama kali bekerja?"