Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 141: Melakukan Persiapan Besar


__ADS_3

Kabar dan isu tentang dirinya yang diceritakan begitu buruk membuat Ryzel sangat-kesal dan ingin menghancurkan orang.


Dia mengepalkan tinjunya dengan kuat sampai berderak. Dia benar-benar kesal dengan masalah yang dibuat oleh Septi dan keluarganya.


Makin banyak ia baca artikel tersebut, makin membuatnya geram.


Namun, dia masih ingat dengan rencananya, dia akan terus diam dan melakukan sesuatu yang penting.


Selama satu sore ini sampai menjelang malam, Ryzel benar-benar tidak keluar kamar, dia masih diam dan menghibur dirinya.


Ada sesuatu keputusan yang ia pikirkan saat ini, dia ingin bertemu Septi dan keluarganya tentang apa yang diinginkan oleh mereka, tetapi setelah tugas masuk sistem ini selesai.


Saat Ryzel membaca komentar yang ada di beberapa video pendeknya yang diunggah pada platform Tiktod, banyak sekali para penggemar setianya yang meminta untuknya membuat video klarifikasi dan tanggapan mengenai Septi.


Namun, dia tidak menjawab komentar ini dan membiarkan begitu saja, dia masih menunggu hasil pak Jhony yang sedang berusaha membantunya.


Selain Bapak Jhony, ada beberapa orang yang membantunya untuk mencari kebenaran dari kasus ini.


Di malam hari, Ryzel melakukan panggilan dengan orang-orang terdekat, seperti Maly, Linh, Rina dan Rani, Amanda, Risa, Laurel, Firda, Haimi, dan wanita lainnya, tak lupa menelepon Ibu Nuraini yang merupakan saksi hidup dari peristiwa itu.


Ryzel bahkan meminta bantuan Ibu Nuraini dan ketiga anak kecil. Mereka mempunyai senjata berupa bukti.


Malam ini menjadi malam yang panjang, Ryzel mencari cara dan kekuatan untuk membongkar kejahatan Septi dan keluarganya.


Pada saat yang sama, Septi, Gelisha, dan keluarga Septi sedang tertawa bersama di dalam rumah Septi.


Mereka tampaknya gembira seperti sedang mendapatkan berlian di depan rumah.


"Aku sangat bangga kepadamu, Bu! Lihat saja aku Tiktod milikku, pengikutku langsung bertambah banyak, lebih dari lima puluh ribu orang hanya dalam satu hari lebih, hahaha!" Septi tertawa senang sambil memegang ponselnya yang masih menampilkan antarmuka akun Tiktodnya.


Ibu dan Ayah Septi tersenyum bahagia saat tahu Septi punya penggemar yang banyak.


Mereka berdua mengerti apa artinya pengikut banyak, itu akan membuat mereka mendapatkan uang dari iklan sponsor.


Ibu Septi memandang Septi dengan wajah yang bangga dan berkata, "Ibu memang hebat, rencana Ibu sangat berhasil. Lihat saja beberapa hari nanti, kamu pasti mendapatkan uang yang banyak!"


"Rencana kamu memang hebat, Sayang. Kita hanya perlu melakukan langkah terakhir untuk ini," tambah Ayah Septi dengan ekspresi yang licik.

__ADS_1


"Kapan kita akan melakukan itu?" Septi bertanya dengan serius.


Kedua orang tua Septi termenung memikirkan tentang waktu yang tepat untuk melakukan aksi mereka selanjutnya.


"Bagaimana kalau besok? Seperti yang kita tahu, seharian ini dia tidak menunjukkan tanda-tanda ingin siaran langsung. Dia pasti sedang bingung dan depresi menghadapi ratusan ribu netizen yang ramah. Di momen ini sangat pas untuk membuat video itu," jawab Ibu Septi yang punya otak sepintar Berret Insten.


Mendengar ucapan Ibu Septi, mereka ayah dan anak ini terdiam sesaat, merenung memikirkan pilihan ibunya.


Selama mereka berpikir, Gelisha yang merupakan teman Septi yang bergabung membantu Septi dan keluarganya menghancurkan Ryzel kini terdiam.


Wanita ini tidak ikut tertawa, dia tenggelam ke dalam pikirannya yang sedang beradu mengenai moral dan pilihannya sendiri.


Gelisha tampak tidak baik-baik saja, dia bahkan kelihatan takut dan cemas, sangat berbeda dengan suasana hati keluarga Septi.


Memalingkan kepala melihat mereka semua, pupil mata Gelisha bergetar dengan kecemasan yang kuat. Tampaknya, dia telah salah memilih jalan untuk balas dendam dan membantu keluarga ini.


Mata Gelisha menjadi tegas, dia akhirnya menemukan pilihan barunya yang sesuai dengan keinginannya sendiri.


"Anu, aku baru saja dikirim pesan oleh ibuku untuk pulang, lagi pula ini juga sudah malam, aku ingin pulang dahulu. Terima kasih, sudah mengajakku ke rumah."


Melihat Gelisha yang kelihatan cemas, Septi mengangguk dan mengizinkan temannya pergi.


Ibu dan Ayah Septi pun memperbolehkan Gelisha untuk pulang ke rumah, mereka tahu bahwa ini sudah malam dan memang tidak baik untuk seorang gadis pulang malam-malam.


"Silakan saja, hati-hati di jalan, telepon aku kalau ada apa-apa," ujar Septi yang terlihat peduli dengan Gelisha.


Gelisha tersenyum lega melihat dirinya diizinkan pulang dan dia dengan cepat menganggukkan kepalanya. "Baik, terima kasih, Septi."


"Ya, sama-sama. Jangan lupa untuk kembali ke sini besok pagi, bantu kami merekam video," Septi mengingatkan Gelisha tentang rencana mereka besok pagi.


Mendengar ini, Gelisha mengangguk dan mengiakan.


Berikutnya, Gelisha keluar dari rumah Septi dan bergegas pergi ke rumahnya.


"Hei, kalian benar-benar ke sini?!"


Tepat ketika Ryzel ingin tidur, dia mendengar sesuatu dari kolam renangnya.

__ADS_1


Begitu dia pergi ke luar kamar dia melihat tiga burung elang mendarat di dekat kolam renangnya dan sedang berjalan menuju ke dalam kamar tempat tidurnya.


Benar, ketiga burung elang ini adalah burung-burung yang sempat ke Pantai Pelabuhan Ratu yang ada di Sukabumi.


Ketiganya sungguh terbang ke Bali hanya untuk bertemu dengan Ryzel.


Tanpa banyak basa-basi, Ryzel menelpon pihak hotel untuk mengirimkannya beberapa daging steak setengah matang atau dimasak medium yang telah dipotong-potong.


Tak lupa juga dia memesan beberapa botol air minum.


Setelah Ryzel menyajikan makanan dan minuman di depan mereka bertiga, burung-burung elang ini dengan lahap memakan daging-daging tersebut.


"Sulit dipercaya kalian terbang seribu kilometer lebih hanya untuk bertemu aku," gumam Ryzel sambil mengelus-elus kepala Burung Elang Harpy.


Jarak dari Sukabumi ke Bali sekitar seribu kilometer jauhnya, dan itu bukanlah jarak yang dekat.


Namun, mereka bertiga ini sanggup terbang sejauh itu dan berhasil datang menemuinya.


Masih belum diketahui bagaimana mereka bisa mengetahui di mana Ryzel berada. Padahal, mereka ini tidak diberitahukan tentang ke mana dan kapan Ryzel pergi ke Bali.


Sama halnya saat Ryzel ke Pantai Pelabuhan Ratu, dia sama sekali tidak berkomunikasi dengan ketiga burung elang ini, tetapi mereka bisa menemukannya tepat di hotel saat itu.


Usai makan, mereka bertiga minum air yang sudah diwadahi dalam mangkuk lebar oleh Ryzel. Tidak baik minum air dari kolam renang, dan itu banyak bahan kimia.


Ketiga burung elang ini tiba-tiba ikut berdiri di dekat Ryzel yang duduk di tepi kolam renang. Mereka bertiga menatap Ryzel dengan tatapan ramah mereka, tak lupa untuk menggosokkan kepalanya ke tubuh Ryzel.


Ternyata burung predator ini bisa bertingkah seperti kucing yang manja.


Ryzel tersenyum senang melihat mereka menggosokkan kepalanya ke dirinya.


Tepat ketika dia sedang asyik mengelus-elus tubuh mereka bertiga, mendadak Burung Elang Jawa menyerahkan sebuah gelang yang terbuat dari tali hitam yang dikepang.


Mengambil gelang tersebut, Ryzel berterima kasih kepada Burung Elang Jawa dan segera memakai gelang tersebut di tangan kirinya.


Kini Ryzel punya dua gelang yang cukup menambah penampilannya menjadi lebih keren.


[Ding! Judment Bracelet telah memberikan Anda kemampuan spesial – Eyes of Verity!]

__ADS_1


__ADS_2