
Ryzel melihat bahwa wanita cantik berambut pirang panjang dan mengenakan gaun dengan punggung terbuka berdiri diam seolah menunggu sesuatu.
Gerak-gerik wanita ini juga seperti ada sesuatu yang membuat Ryzel penasaran.
Dengan rasa ingin tahu yang terus mengembang di hatinya Ryzel memutuskan untuk menghampiri wanita ini secara langsung, mumpung Raffy tidur di atas kasur karena jetlag, dia butuh istirahat.
Turun dari apartemen, Ryzel berjalan dengan pakaian rapi dan tampan berupa jas hitam, kemeja hitam kotak-kotak, dan celana jeans panjang.
Rambutnya menggunakan gaya rambut belah tengah ala pria Korea Selatan.
Secara keseluruhan penampilannya sekarang begitu menarik mata lawan jenis, beberapa orang yang melihat Ryzel keluar dari apartemen pun seketika terpincut dan pandangan mata mereka terkunci pada sosok Ryzel.
Wanita yang Ryzel tuju tidak mengetahui kedatangannya, masih berdiri membelakanginya sembari melihat ponsel dan sesekali menoleh ke sekelilingnya tanpa melihat ke belakang.
"Halo, apa kamu sedang butuh bantuan?" Berdiri di samping wanita itu, Ryzel bertanya sambil melirik wajah wanita tersebut secara langsung.
Suara Ryzel yang magnetis dan nyaman untuk didengar itu masuk ke dalam telinga wanita itu, kemudian dia menoleh ke arah kanan dan melihat Ryzel berdiri di samping sambil menatap dirinya.
Bola mata wanita ini membulat saat melihat Ryzel, dan rona memerah tumbuh di pipinya.
"Aku tidak butuh bantuan, aku sedang menunggu teman wanitaku," jawab wanita ini dengan wajah yang makin merah. Matanya masih melihat wajah Ryzel dengan tatapan yang tertarik.
Mulut Ryzel melengkung mendengar jawaban wanita ini.
"Apakah masih lama menunggunya?" Ryzel sedikit ingin tahu dengan urusan wanita ini.
"Um, katanya dua puluh menit lagi dia akan sampai di sini."
Wanita tersebut melirik ponsel sejenak lalu kembali melihat wajah Ryzel dengan ekspresi yang sedikit malu-malu.
"Bagaimana kalau kamu menunggu di sana? Tentu, menunggu bersamaku?" ajak Ryzel yang memutuskan untuk menemani wanita ini menunggu temannya.
"Restoran itu?" Wanita tersebut menunjukkan ke restoran yang dimaksud Ryzel. "Kamu tidak apa-apa jika kita pergi ke restoran di sana?"
"Sama sekali tidak masalah. Kamu mau?"
Kepala wanita itu mengangguk kecil dengan sikap yang malu. "Um, aku mau kalah itu bersamamu."
Alis Ryzel sedikit terangkat mendengar ini, dengan cepat mengabaikan kata-kata wanita itu, kemudian Ryzel memimpin pergi ke restoran yang ia tuju.
Di dekat apartemen Ryzel terdapat banyak restoran, akses untuk membeli makanan cukup mudah.
Setelah beberapa saat duduk di dalam restoran, Ryzel mendapatkan beberapa informasi tentang wanita yang ia temui ini.
Wanita yang Ryzel temui bernama Alessia, dia asli orang Italia bagian utara, terkenal dengan perbedaan genetik rambut yang berwarna pirang dan pupil mata biru.
Alessia ini punya rambut pirang dan mata biru yang indah.
Secara keseluruhan penampilannya sangat cantik dan enak untuk dipandang.
Tentu saja, berbicara dengan wanita Italia jangan membahas tentang pekerjaan, lebih baik membahas hobi, selera, dan cita-cita atau impian.
Impian Alessia sederhana, dia ingin menjadi wanita yang baik dan memiliki karir seorang yang terkenal di internet.
Omong-omong, impiannya sudah hampir tercapai karena pengikut Alessia di Instagrem sudah menyentuh 200 ribu orang.
Ada hal menarik bagi Ryzel yang ada pada diri Alessia ini, wanita ini suka dengan permainan bola basket.
__ADS_1
Beruntung, Ryzel tahu tentang permainan bola basket karena Sistem sudah memberinya sebuah pengetahuan dan kemampuan bermain bola basket.
Dengan begitu, mereka berdua mengobrol begitu asyik dan sempat tawa muncul di antara keduanya.
Selama Ryzel mengobrol dengan wanita di depannya ini, matanya sesekali melihat ke belahan bola besar itu. Alessia punya aset yang besar, gaun yang dikenakan cukup seksi desainnya meski tidak begitu seksi pada bagian bawah gaunnya.
"Kamu tidak kedinginan memakai baju sedikit itu?" tanya Ryzel yang penasaran pada Alessia.
"Jujur saja, aku kedinginan. Maka dari itu, aku meminta temanku membawakan jaket tebal untukku," Alessia menjawab dengan jujur.
Tanpa banyak bicara lagi, Ryzel membuka jas hitamnya, dan meletakkannya di atas bahu Alessia.
Wajah keduanya sangat dekat ketika Ryzel menaruh jasnya pada tubuh Alessia dengan gerakan yang hati-hati. Hal ini membuat Alessia sangat malu hingga seluruh wajahnya menjadi merah merang.
Warna merah pada wajahnya menjadi makin jelas, aroma wangi Ryzel yang alami tercium oleh hidungnya, membuat Alessia hampir mabuk.
Alasan Ryzel melakukan ini adalah dia melihat Alessia ini wanita yang sayang dengan keluarganya. Sering kali Alessia menyebut ibunya dan keluarganya dalam obrolan mereka berdua. Jelas, Alessia ini sayang pada keluarganya sendiri.
Wanita Italia memang punya karakter tersebut. Apabila kita mencinta wanita Italia, berarti kita harus mencintai keluarganya juga.
Mereka memang sangat peduli dengan namanya keluarga.
Tindakan Ryzel ini dianggap hangat dan romantis oleh Alessia, dan dia dengan inisiatif untuk memasukkan satu garpu spaghetti ke mulut Ryzel.
Dalam waktu belasan menit saja, keduanya sudah memiliki suatu perasaan satu sama lain.
Namun, kemesraan mereka harus disela karena teman Alessia sudah tiba di restoran.
Mereka berdua melihat seorang wanita cantik dengan rambut cokelat bergelombang dan mata cokelat masuk ke dalam restoran dengan gaya jalan yang elegan.
Wanita ini tidak kalah cantik dengan Alessia, bahkan asetnya jauh lebih besar dari yang dipunya Alessia.
Berikutnya, teman Alessia berkenalan dengan Ryzel dengan sikap yang tenang dan santai. Tampak wanita ini lebih bisa mengontrol dirinya di depan Ryzel yang sangat tampan.
Wanita-wanita yang kebetulan ada di dalam restoran ini beberapa kali mencuri pandangan pada Ryzel, mereka sesekali melirik wajah Ryzel yang sangat menonjol di antara pria lain.
Meskipun pria Italia itu seksi dan jantan, wajah pria di sini masih kalah tampan dari ketampanan Ryzel yang sudah ada di puncak manusia.
Kesan Ryzel terhadap teman Alessia ini adalah karakternya punya sifat yang keras dan sangat percaya diri, tidak ingin terlihat murahan.
Berbeda dengan Alessia yang lebih lunak di hadapannya, dan mudah untuk didekati.
Teman Alessia ini memiliki nama yang bagus, namanya adalah Milena Vorenz.
Milena adalah teman Alessia dari masih kecil, mereka selalu bersama hingga saat ini mereka sudah besar.
Di sana, mereka menceritakan tentang semua percintaannya yang ternyata Alessia dan Milena sama sekali tidak punya cerita tentang hubungannya dengan pria.
Jadi, kisah percintaan mereka dengan pria itu tidak ada, tetapi mereka itu sempat mengejar satu pria yang sama, cerita itulah yang mereka beri tahu kepada Ryzel.
Memang aneh, tidak seharusnya mereka menceritakan tentang itu. Namun, bagi keduanya cerita itu bukan masalah.
Untuk Milena, dia punya hobi yang berbeda, dia lebih menyukai tenis. Kedua wanita ini punya satu hobi yang sama, yakni bepergian dan bertualang.
Obrolan keduanya sampai di sana saja karena Ryzel ingin memeriksa Raffy yang ada di apartemen sedang tidur.
"Kamu mau ke mana?" Alessia bertanya dengan wajah yang tidak rela.
__ADS_1
Ryzel berdiri sambil membenarkan kemejanya, kemudian dia menjawab, "Aku ke sini bersama adikku yang masih kecil, dan dia ada di apartemen sendirian sedang tertidur. Aku harus ke sana untuk memeriksa dia, takutnya mencariku karena tidak ada di kamar."
Tepat ketika Ryzel mengatakan itu, sebuah pancaran cahaya muncul di mata Alessia dan Milena.
Selanjutnya, mereka berdua berdiri bersamaan dan langsung mengambil kedua tangan Ryzel.
"Kami berdua ikut denganmu ke apartemen."
Ryzel bingung dengan tindakan mereka. Namun, kepala Ryzel mengangguk dan mengikuti permintaan mereka berdua.
Mereka bertiga pergi bersama ke apartemen Ryzel di bawah tatapan orang-orang yang ada di dalam restoran. Sebuah senyuman muncul di wajah mereka semua, sebuah arti diketahui oleh semuanya terhadap Ryzel dan kedua wanita cantik itu.
Sesampainya di dalam apartemen Ryzel yang cukup bagus dan indah, mereka berdua mengangguk secara bersamaan seolah sedang menyetujui tentang suatu persoalan.
Begitu mereka pergi ke kamar, Ryzel dan keduanya melihat Raffy yang masih tidur dengan pulas.
"Adikmu sangat lucu!" Alessia duduk di tepi tempat tidur dan mencoba untuk menyentuh pipi Raffy.
Milena juga ikut duduk dan memandang Raffy dengan senyuman.
"Namun, aku lihat-lihat wajahnya sedikit berbeda denganmu, dia tampan, tetapi lebih ke wajah orang Asia," kata Alessia yang sadar dengan perbedaan wajah Raffy.
Dengan cepat Ryzel membalas ucapan Alessia, "Kami berdua berasal dari Asia, lahir di Indonesia dan asli orang sana."
"Apa?!"
Mereka berdua berseru dengan kaget dan memandang Ryzel dengan sorot mata yang sulit untuk percaya.
Suara mereka yang keras, membuat Raffy yang tertidur merasa bising dan dia terbangun dengan kondisi bingung.
Setelah peristiwa mereka berdua berseru keras, Ryzel duduk di sofa bersama Raffy di pangkuannya menghadap Milena dan Alessia yang duduk di tepi kasur.
Ryzel memberi tahu tentang asal negaranya, dan mengungkapkan pekerjaannya.
Keduanya terkejut karena mereka pikir Ryzel adalah orang Eropa negara tetangga atau orang barat, tetapi dengan kemampuan bahasa Italia yang sangat bagus.
Bagi mereka, ini merupakan kejutan besar yang mencengangkan.
Pekerjaan Ryzel dianggap keren oleh mereka berdua karena mereka jug ingin punya cita-cita seperti Ryzel yang bisa pergi ke mana saja.
Kekayaan Ryzel masih belum diketahui, dengan Ryzel tidak beri tahu karena itu masalah yang lain.
Pengungkapan pekerjaan Ryzel membuat mereka juga memberi tahu tentang pekerjaan mereka yang masing-masing.
"Aku bekerja sebagai pekerja paruh waktu dan juga seorang artis baru di Instagrem. Walaupun jumlah pengikutku baru puluhan ribu, aku bersyukur karena masih ada beberapa iklan yang mau menggunakan jasaku. Setidaknya, aku bisa membayar untuk kebutuhan makanku dan membeli beberapa barang yang aku mau. Ya, itu tercukupi," terang Milena dengan senyuman di wajahnya.
Tidak disangka wanita secantik Milena saja masih bekerja dengan sulit. Untungnya, dia cukup benar bekerja sebagai Selebgrem di Instagrem, menggunakan kecantikannya untuk menghidupinya sendiri.
Ryzel mengangguk mengerti. "Kamu wanita yang cantik dan hebat."
Setelah pujian asal itu keluar dari mulut Ryzel, wajah Milena kembali merah bagai apel matang. Pujian Ryzel terlalu menusuk ke hatinya.
"Um, terima kasih, Ryzel."
Setelah itu, Alessia juga memberi tahu tentang pekerjaannya dahulu yang sempat bekerja paruh waktu dengan gaji yang sedikit rendah. Beruntungnya, dia memilih untuk pindah dan mencoba ke pekerjaan sebagai seorang Selebgrem.
Keduanya memang wanita yang bekerja keras dan cerdas.
__ADS_1
Setelah mengobrol beberapa saat di apartemen, mereka semua pergi ke Campo de' Fiori yang tak jauh dari apartemen Ryzel.
"Sengaja kita mengulur waktu di apartemen kamu karena di siang hari masih ramai oleh toko-toko. Alun-alun menjadi dikelilingi oleh toko-toko emperan yang meninggalkan banyak sampah."