
Ryzel kembali ke tempat Raffy dan Soomin duduk menikmati pemandangan laut dan langit yang cerah, Burung Haast mengikutinya dari belakang dengan cara berjalan perlahan.
Berat Burung Haast ini mungkin belasan kilogram atau menyentuh dua puluhan kilogram.
"Ryzel, kamu tahu dengan sesuatu yang terjadi di negara aku berasal?" Tiba-tiba Soomin bertanya kepada Ryzel yang baru saja duduk di kursinya.
Duduk di atas kursi, Ryzel menoleh ke arah Soomin dan menaikkan salah satu alisnya, kemudian dia bertanya sebagai jawabannya, "Tidak. Memang ada apa di sana?"
Sebelum Soomin menjawab dan menjelaskan, dia menghembuskan napas pendek lalu tersenyum.
"Alasan aku menjadi seorang penyiar gim adalah karena sesuatu yang sudah lama terjadi di sana." Mata Soomin sedikit bergetar memandang wajah Ryzel. "Di negara aku terjadi sebuah kesenjangan gender yang di mana para wanita sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena suatu diskriminasi yang terjadi. Pria-pria di sana sangat patriarki. Namun, aku tidak menyalahkan mereka, para pria."
Mendengar semua ucapan Soomin, Ryzel menjadi bingung. "Bukankah penyebab adalah seorang pria yang terlalu mendominasi? Mengapa kamu tidak membencinya?"
Soomin menggelengkan kepalanya dan kembali menjelaskan, "Pasalnya, di dalam negaraku ada kelompok feminisme yang makin keterlaluan menurutku. Meskipun aku tidak suka para pria yang patriarki, tetapi aku tidak membenci mereka. Kelompok feminisme di sana sampai-sampai ingin dunia ini tanpa kaum pria. Mereka bodoh, mereka semua mungkin tidak tahu dasar bagaimana seorang bayi diciptakan.
"Dengan kaum feminisme mereka yang telah keterlaluan, membuat kesenjangan ini makin parah karena kedua belah pihak antara pria dan wanita saling serang satu sama lain. Bukannya membuat menjadi lebih baik masalahnya, ini memperparah."
Setelah mendengarkan semua penjelasan dan cerita Soomin, Ryzel cukup terkejut mengetahui bahwa di sana ada sebuah masalah yang cukup serius di antara 2 gender.
Selama Soomin menceritakan tentang masalah tersebut, Ryzel mencari informasi yang dijelaskan oleh Soomin di internet untuk lebih dalam lagi.
Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Soomin, di sana memang ada masalah tentang kesenjangan gender yang terbilang jauh. Amerika dan Jepang saja persentase kesenjangannya tidak sebesar Korsel.
Hal ini juga menimbulkan banyak masalah, yaitu angka kelahiran Korsel itu makin turun dan turun. Sebagai negara, itu merupakan masalah yang serius.
Dengan rasa ingin tahu yang bertambah, Ryzel bertanya, "Apakah ada teman wanita kamu yang punya pikiran untuk tidak memiliki anak dan ingin tetap sendiri selama hidup?"
"Banyak," jawab Soomin dengan cepat. "Teman-teman aku dahulunya tidak punya pikiran tersebut, tetapi karena mantan pacarnya yang pernah berbuat kasar kepada mereka dan telah melakukan tindakan yang tak benar, mereka semua masuk ke dalam kelompok feminisme tersebut."
Memang masalah ini serius bagi warga di sana, tetapi Ryzel tak memiliki urusan. Dia sangat bersyukur dengan Indonesia karena wanita dan prianya tidak begitu ada kesenjangan yang begitu jauh.
"Lantas, bagaimana dengan kamu?" Ryzel menatap Soomin dengan serius.
Tidak tahu mengapa, wajah Soomin mendadak memerah, dia menatap mata Ryzel dengan mata yang malu-malu. "Aku tidak ingin menjadi seperti para wanita feminisme. Bagaimana pun, seorang pria itu dibutuhkan oleh kehidupan wanita, aku ingin punya anak dan hidup sebagai seorang ibu. Apalagi ... kalau itu adalah menjadi ibu dari anak-anak kamu."
Ryzel menggelengkan kepalanya tanpa daya mendengar kata-kata Soomin. Wanita ini sudah mirip dengan wanita-wanita yang pernah bermain dengan dirinya.
Semua wanita itu juga ingin sekali menjadi seorang istri untuk Ryzel, bahkan mereka tidak keberatan sama sekali dengan memiliki anak banyak. Mereka bisa melahirkan banyak anak jika Ryzel mau.
Dan Soomin tak berbeda dengan mereka semua.
"Kemarilah, aku ingin memberi tahu kamu sesuatu."
Dengan permintaan Ryzel, Soomin berjalan dan duduk di atas pangkuan Ryzel. Wajah mereka berdua begitu dekat memandang satu sama lain.
Ryzel menyibakkan rambut Soomin yang cukup panjang ke sela-sela daun telinganya.
Wajah Soomin sudah merah merang bak kepiting rebus yang sudah matang. Dia menatap mata Ryzel begitu dekat dan tersadar bahwa Ryzel memang setampan itu.
Sangat memesona dan menawan, membuat dirinya mabuk tak bisa dia tahan. Terlebih wangi tubuh Ryzel yang begitu enak untuk dihirup. Ryzel memang wanita dambaan semua wanita.
"Aku masih belum bisa menerima kamu sebagai pasanganku, kamu sudah tahu, bukan?" ucap Ryzel dengan suara yang dalam dan serius.
Soomin segera mengangguk dan tersenyum. "Aku tahu. Namun, aku tetap berusaha untuk diterima di hati kamu."
"Apakah kamu tidak takut aku seperti pria di sana?" tanya Ryzel sembari memeluk pinggang Soomin dengan lembut.
Sudut mulut Soomin masih terangkat, dan senyumannya memiliki perasaan yang berbeda, dia menggelengkan kepala, menaikkan lengannya untuk melingkari leher Ryzel dan menjawab, "Tidak mungkin, aku bisa melihatmu yang kelihatannya takkan bisa memukul seorang wanita."
Alis mata Ryzel terangkat, Soomin saat ini berbeda.
__ADS_1
"Aku percaya kamu yang takkan pernah berbuat kasar kepada seorang wanita. Jadilah pria yang baik. Aku sayang kamu."
Setelah kalimat itu jatuh, Soomin mengecup bibir Ryzel penuh kasih sayang dan cinta. Ryzel segera membalas kecupan singkat itu, kemudian melepaskan pelukannya pada Soomin.
"Bang Ryzel dan Kak Soomin, aku melihat bayangan gelap di laut!"
Suara Raffy terdengar di antara mereka yang sedang bermesraan.
Seruan anak kecil membuat mereka segera melepaskan diri satu sama lain. Ryzel mengangkat Soomin dan menurunkannya dengan hati-hati, kemudian berjalan mendekati Raffy untuk melihat apa yang dia temukan di laut.
"Apa itu?" Ryzel melihat ke bawah dan menemukan beberapa bayangan hitam besar berenang di bawah kapal Pinisi mereka.
Kyakk!
Burung Haast di dekat Ryzel dan ketiga burung elang yang bertengger di sisi kapal tiba-tiba terbang ke langit.
Mereka berempat terbang di atas laut tepat banyak bayangan hitam yang bergerak di bawah kapal.
Tidak lama setelah burung-burung elang terbang mengitari beberapa bayangan hitam besar tersebut, bayangan itu akhirnya memunculkan sosok mereka.
Byur!
Suara air yang menyembur terdengar, beberapa hewan yang sama seperti ikan dalam ukuran besar keluar dan menampakkan diri di depan Ryzel dan lainnya.
Melihat ini, Ryzel menjadi tidak tenang, dan dia memanggil kru untuk melihat pemandangan saat ini.
"Paus Pembunuh, tidak baik!" Salah satu kru berseru dengan wajah yang panik.
"Siapkan persenjataan!" Ketua kru selain nahkoda tiba-tiba memberi perintah, dan beberapa dari kru mengambil senjata berupa senjata api.
Ryzel melihat mereka membawa senjata api menjadi bingung.
Segera dia meminta para kru untuk tidak melakukan hal yang berbahaya. "Jangan menembak, kita harus mengetahui apa maksud dari mereka yang mendatangi kita."
Usulan Ryzel didengar oleh para kru kapal dan mereka tidak menembak untuk mengusir para paus yang datang.
Mereka hanya berjaga-jaga agar bisa mengamankan keselamatan Ryzel dan semua orang.
Ryzel dan orang-orang yang ada di atas kapal terus mengawasi pergerakan paus orca yang masih berenang di sekitaran kapal, terlihat mereka sedang ingin melakukan sesuatu.
Selama beberapa menit mereka memandang paus orca ini, paus pembunuh tersebut terlihat berbaris dan membentuk sebuah jalan.
Menyaksikan ini, Ryzel meminta nahkoda kapal untuk memperlambat laju kapal untuk sementara waktu.
Nahkoda mengikuti apa yang dipinta oleh Ryzel dan kapal melaju dengan lambat.
Begitu Ryzel dan yang lainnya bingung dengan perilaku aneh paus-paus pembunuh ini, tiba-tiba saja seekor ikan paus ****** muncul di permukaan laut dengan semburan air yang cukup kuat.
Byurr!
"Hati-hati!"
Ryzel segera memeluk Soomin dan Raffy untuk menghalangi air laut yang menyembur keluar menuju kapal.
Dengan banyaknya air yang keluar, beberapa kru terpental ke belakang karena terdorong air yang muncul dari paus ****** besar ini.
Sementara Ryzel sama sekali tidak bergerak seakan dia menancapkan kakinya di kapal menjadi sangat kokoh.
Tubuh fisik Ryzel jauh lebih kuat dibanding para kru. Sebenarnya, kekuatan fisik Ryzel dan manusia biasa tidak adil untuk dibanding-bandingkan.
Setelah kemunculan ****** tersebut, hal aneh kembali terjadi lagi, di mana paus ****** yang punya ukuran jauh lebih besar dari paus orca membuka mulutnya.
__ADS_1
Mulut yang berukuran jumbo itu terbuka dan menampilkan bagian dalam mulut tersebut yang ternyata memang besar dan luas.
Akan tetapi, dengan paus ****** membuka mulutnya, pemberitahuan dari Sistem muncul bersamaan di dalam kepala Ryzel.
Suara mekanis yang sudah sering Ryzel dengan memberi tahu suatu informasi yang membuat Ryzel tercengang dan bertanya-tanya tentang apa dunia yang sebenarnya dia tempati sekarang ini.
[Ding! Dewa Atlantis telah memberi berkah kepada Anda! Selamat untuk tuan rumah telah mendapatkan 3 berkah dewa di dunia ini!]
[Dimohon untuk tuan rumah mengambil trisula yang ada di dalam mulut paus!]
Kyakk!
Tepat ketika Ryzel terkejut dan melirik sebuah tongkat trisula di dalam mulut paus, Burung Haast tiba-tiba mengambil trisula tersebut dari dalam mulut paus, kemudian dia membawanya menuju kapal Pinisi.
Dalam sekejap, Ryzel kini memegang sebuah trisula berwarna biru laut dengan beberapa ornamen emas yang mengagumkan.
Semua orang yang ada di kru kapal terkejut dengan tilikan mata yang sangat-sangat tidak percaya.
Pada saat ini, Ryzel berdiri dia atas kapal laut sambil mencengkeram trisula setinggi dirinya, terlihat sangat gagah dan megah.
Raffy yang suka dengan pahlawan super tercengang melihat Ryzel seperti ini, dia tidak bisa menahan seruan bahagia dan gembira.
[Ding! Sea Authority telah diintegrasikan!]
[Selamat Anda mendapatkan Mythical Trident!]
[Sea Authority : Memberikan tuan rumah sebuah kendali penuh atas laut dan air, mendapatkan temperamen tenang, kekuatan fisik 100.000 poin, bernapas di dalam air, berenang tingkat Dewa, dan komunikasi dengan ikan.]
"Apa yang terjadi sekarang padaku?"
Wajah Ryzel menjadi sangat bingung, tetapi dia tiba-tiba merasakan sejumlah kekuatan yang besar memenuhi tubuhnya.
Ryzel berdiri diam di tempat, menahan rasa nyeri yang luar biasa di tubuhnya.
Di dalam penglihatan semua orang, termasuk Raffy dan Soomin, tampilan Ryzel sekarang sangat menakjubkan bagaikan dewa yang turun ke Bumi.
Angin berwarna biru laut mengitari seluruh tubuh Ryzel, membuat rambut dan baju Ryzel berkibar tampak sangat keren.
Aura tersebut menyelimuti Ryzel seiring berjalannya integrasi kemampuan.
Setelah 1 menit berselang, Ryzel yang diselubungi angin biru yang misterius tiba-tiba membuka matanya. Seketika angin biru tersebut menghilang dan digantikan oleh pancaran mata Ryzel berwarna biru laut yang terang.
Mata Ryzel memancarkan sinar biru beberapa detik, kemudian dia melompat ke dalam laut secara mendadak.
"Tidak! Kamu mau ke mana, Ryzel!"
Soomin berteriak dan berlari ke tepi kapal untuk melihat ke laut.
Semua kru pun sama, salah satu kru wanita dengan pikirannya yang cepat menggendong Raffy.
Begitu mereka melihat ke laut, mereka diperlihatkan sosok Ryzel yang berdiri di punggung paus orca yang berenang cepat seperti seorang makhluk legendaris penakluk paus orca.
Temperamennya yang sangat tenang, memberi kesan Ryzel seperti seseorang yang tak bisa disentuh oleh makhluk fana layaknya manusia
"Keren!!"
"Aku tidak mengerti, mengapa bisa terjadi peristiwa begitu absurd seperti ini?!"
Ryzel berdiri di tubuh paus dengan perasaan yang luar biasa di dalam hatinya.
Sekarang dia berpikir dirinya merupakan sosok pahlawan super seperti yang ada di dalam film.
__ADS_1
Dia tiba-tiba mengangkat trisula di tangan kanannya seraya berkata, "Wahai Hujan, turunlah untukku sekarang!"