
"Tolong dengarkan aku dulu, Tuan Yamato!" Ayah Keiko berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ayah Hydro sama sekali tidak memedulikan Ayah Keiko dan dia melotot ke arah Ryzel yang duduk di sebelah Ayah Keiko.
Wajahnya terlihat memerah karena amarah yang meledak-ledak.
Bisa dilihat dari tatapan matanya, Ayah Hydro benar-benar marah bahkan niat membunuh sedikit dikeluarkan dari sorot matanya yang menusuk.
Melihat tampilan Ayah Hydro, Ryzel hanya tersenyum sambil memperlihatkan trisula yang awalnya adalah sebuah gelang tiba-tiba berubah menjadi trisula yang besar dan panjang.
Ketiga ujung dari bilah trisula diarahkan ke leher Ayah Hydro yang duduk bersimpuh di depannya.
Melihat semua pemandangan yang terjadi di bawah penglihatannya, Ayah Hydro menjadi takut dengan tubuhnya mulai gemetar hebat.
Tekanan dapat ia rasakan, aura yang terpancar dari tubuh Ryzel terasa begitu kuat, membuat Ayah Hydro yang punya sedikit kekuatan menjadi merasa lemah dan tidak berdaya.
Tidak hanya Ayah Hydro saja yang merasa tubuhnya lemah karena dampak dominasi Ryzel, Ayah Keiko dan jajaran anggota Dojo, semuanya menjadi lemas.
Sampai-sampai untuk berbicara pun sulit dilakukan.
"Aku meminta maaf atas perbuatanku yang sudah keterlaluan, tetapi aku meminta kamu untuk mendidik anakmu dengan benar. Ajarkanlah kesopanan kepada orang lain, dan jangan meremehkan orang lain. Untungnya, anakmu bertemu denganku, jika dia bertemu dengan orang yang lebih kejam, mungkin anakmu sudah mati hari ini," kata Ryzel dengan suara yang dingin.
Ujung trisula masih menunjuk ke leher Ayah Hydro. Jika Ryzel mendorongnya sedikit saja, leher Ayah Hydro akan tertusuk dan berdarah.
Begitu mendengar ucapan Ryzel, Ayah Hydro yang ketakutan itu menanggapi dengan anggukan kecil. Baju yang ia kenakan sekarang sudah basah oleh keringat yang mengucur di sekujur tubuhnya.
Melihat respons dari Ayah Hydro, Ryzel menyimpan kembali trisula miliknya.
Trisula yang megah dan gagah itu mengecil dan terus menyusut, trisula mengubah bentuknya kembali menjadi gelang di pergelangan tangan Ryzel.
Semua orang yang melihat ini masih tidak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat.
Keiko yang melihat ini menjadi sangat terkejut lantaran dia menganggap bahwa gelang trisula di tangan kiri Ryzel hanyalah mainan gelang anak-anak, tetapi dia salah. Trisula itu adalah sungguhan dan benar-benar ajaib.
Melihat mata semua orang terkejut, sebuah pikiran terlintas di benak Ryzel.
"Kalian tak perlu bertanya-tanya dan memikirkan tentang keanehan ini. Aku akan menjelaskannya, tetapi sebelum itu, Ayah Hydro dan Ayah Keiko harus berjanji untuk tidak memberi tahu atau menyebar luaskan tentang ini dan apa yang aku ingin bicarakan nanti."
Lantas, Ayah Keiko dan Ayah Hydro mengangguk hampir bersamaan mendengar kata-kata Ryzel.
Melihat tanggapan mereka, Ryzel tersenyum dan melanjutkan, "Sebenarnya, aku penguasa laut di dunia ini. Mungkin kalian menganggap aku membual dan mengada-ada. Sayangnya, aku berbicara tentang fakta yang ada. Lihatlah!"
Di detik berikutnya, semua air minum yang ada di gelas, tangki air, gentong air, kolam renang, pemandian air khusus keluarga, dan air lainnya terbang menuju Ryzel bersamaan dengan beberapa ikan koi yang ada di kolam ikan.
Air ini bergerak dan melayang di atas kepala mereka membentuk beberapa pola gambar yang menakjubkan.
Semua ini terjadi selama beberapa menit lamanya, kemudian Ryzel mengembalikan semua air itu ke tempat semula.
Ryzel tidak hanya bisa mengendalikan laut, melainkan semua air bisa dia kendalikan dan kontrol semaunya.
Usai melihat pertunjukan itu, semua Keluarga Minamoto yang melihat ini langsung bersujud ke arah Ryzel dengan penghormatan yang tinggi, diikuti oleh Ayah Hydro yang secara hormat bersujud kepada Ryzel.
Sejujurnya, Ryzel tidak suka dengan sujud ini karena lebih menganggapnya seperti seseorang Dewa yang harus disembah. Ryzel sama sekali tidak merasa dirinya seorang Dewa dan juga tidak ingin dianggap Dewa oleh orang lain.
Tujuan Ryzel menunjukkan kekuatannya adalah supaya mereka tahu bahwa dia bukanlah orang yang bisa diganggu.
Pada dasarnya, Ryzel sangat benci masalah.
Setelah itu, Ryzel memberi tahu lagi kepada Ayah Keiko dan Ayah Hydro untuk tidak lagi bersujud kepadanya karena itu terlalu aneh, dan Ryzel juga tidak suka.
Kalau mereka mau, cukup membungkukkan tubuh secukupnya dan tak perlu bersujud lagi. Lagi pula, itu hanya sebuah penghormatan. Ryzel tidak gila dan kecanduan perasaan dihormati.
Dengan begitu, Ayah Hydro yang bermusuhan dengan Ryzel kini menjadi sekutu.
Ryzel tetap memberi uang untuk biaya perawatan kesembuhan Hydro karena Ryzel merasa dia sudah berlebihan dalam pertandingan itu.
Kini ada dua Keluarga Minamoto dan Keluarga Yamato yang melayani Ryzel. Ternyata Keluarga Yamato juga tahu pasal pedang kayu yang Ryzel pegang. Tak heran jika dia menjadi mendukung Ryzel sepenuh hati, tidak lagi terpaksa karena ditindas.
Semuanya sudah selesai. Keluarga Minamoto dan Keluarga Yamato sudah berjanji dan bahkan telah membuat surat perjanjian tentang informasi Ryzel yang sebenarnya bukan orang biasa.
Perjanjian juga dilakukan yang berisi sebuah rencana bisnis Ryzel dalam mengembangkan Dojo Keluarga Minamoto. Selain itu, Ryzel juga menanam modal ke Keluarga Minamoto untuk membuat usaha Takoyaki karena masakan tersebut sangat enak saat Ryzel coba.
Takoyaki yang terenak yang pernah Ryzel coba. Sungguhan ada guritanya, dan tak sama seperti di jajanan jalanan Indonesia yang di mana Takoyaki di sana tidak ada guritanya, melainkan hanya telur saja lalu ditambah toping sosis dan lain-lain. Jelas, itu bukan takoyaki namanya.
Tentu saja, ucapan Ryzel sangat didengar oleh Keluarga Minamoto dan mereka segera akan membuat proposal tentang bisnis ini.
Sementara itu, Ryzel juga menyuntik dana ke Keluarga Yamato yang memiliki bisnis dalam bidang perikanan.
Keluarga Yamato ini punya perusahaan sendiri yang menjual ikan hasil tangkapan dari anggota keluarga dan grup mereka. Bisnis mereka cukup besar, tidak hanya bidang perikanan, Ayah Hydro investasi ke beberapa perusahaan lokal Tokyo sehingga membuatnya banyak uang.
__ADS_1
Mengetahui ini, Ryzel juga tidak hanya menyuntikkan ke bidang perikanan, tetapi ke beberapa perusahaan yang diinvestasikan oleh Keluarga Yamato, kebetulan juga beberapa perusahaan mereka butuh dana untuk memperluas jangkauan penjualan. Ingin membuat cabang lebih banyak.
Ryzel ingin keluarga keduanya makin kaya dan cukup untuk bisa menjaga keluarga mereka masing-masing.
Bisa dikatakan Keluarga Minamoto dan Keluarga Yamato, dan beberapa keluarga kuno lain di sini bukan keluarga besar yang terkenal. Tidak heran mereka membutuhkan uang juga.
Keluarga Minamoto saja hanya mengandalkan Dojo sebagai pendapatan utamanya yang di mana itu tidak bisa diandalkan lantaran orang yang ingin berlatih makin lama makin sedikit yang berminat.
Di zaman ini, modernisasi membuat banyak orang meninggalkan budaya mereka sendiri.
Langit menjadi remang-remang dengan cahaya yang makin menghilang, Ryzel telah memberikan sejumlah uang sebesar 100 miliar ke Keluarga Minamoto sebagai hadiah telah menampung pedang kayu ini. Bisnis dan uang 100 miliar adalah uang yang berbeda. Ryzel memberikan uang 300 miliar kepada Keluarga Minamoto untuk membangun bisnisnya.
Ryzel juga memberi uang 100 miliar juga kepada Keluarga Yamato sebagai hadiah.
Dengan begitu, kedua keluarga ini benar-benar setia kepadanya. Sistem memberi persentase kesetiaan orang, dan orang dari kedua keluarga ini mendekati 100% setia. Sistem memberi tahu hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa 100% setia.
Uang Ryzel yang berjumlah Rp85.510.732 Miliar berkurang 500 miliar dan totalnya menjadi Rp85.510.232 Miliar Rupiah.
Cuma berkurang di ujung angkanya saja.
Uang 100 miliar yang Ryzel berikan ke masing-masing keluarga, bebas digunakan untuk membeli apa saja.
Setelah merasa semuanya selesai, Ryzel bersama Raffy dan Keiko berpamitan untuk kembali pulang ke apartemen.
Keiko sudah menjadi calon istrinya, Ayah Keiko membebaskan Ryzel ingin melakukan pernikahan kapan saja.
Rencana pernikahan akan. Ryzel lakukan setelah dia kembali lagi ke sini. Pastinya, itu tidak sampai menunggu satu tahun.
Ryzel ingin menikah setelah semua masalah telah selesai. Masalah tentang keluarganya saja masih diproses.
Beruntungnya, Keiko yang keras kepala dan mudah marah ini bisa mengerti dan memahami ini.
Di malam hari, mereka berdua bercinta penuh kemesraan yang tak tertahankan, Keiko memberi pengertiannya tentang hubungan mereka. Lagi pula, Keiko juga sedang kuliah di sini, semester terakhir.
Tak heran juga apabila ayahnya mendesaknya untuk berjodoh dengan Hydro, memang sudah waktunya untuk Keiko menikah.
"Terima kasih banyak, Sayang." Keiko menatap kedua mata Ryzel yang ada di depan wajahnya.
Mereka berdua sedang berpelukan miring. Keduanya habis melakukan kegiatan panas mereka, membuat Keiko lelah.
Ryzel yang melihat Keiko begitu lembut sambil menyentuh pipinya tidak tahan untuk tidak memberikan kecupan lembut di bibirnya.
"Aku mengerti, Sayang. Aku sangat-sangat berterima kasih kepadamu. Jikalau saja tidak ada kamu, mungkin aku tak bisa sebahagia ini," balas Keiko dengan senyuman lebar di wajahnya. Terdapat perasaan bahagia dan puas. "Kamu tahu alasan aku tidak mau dijodohkan dengan Hydro?"
"Tidak, ada apa memangnya dengan dia?" tanya Ryzel dengan wajah yang ingin tahu.
"Dia seorang playboy dan kerap bermain dengan wanita yang bekerja di klub-klub atau bar. Aku sangat tidak suka."
"Lantas, aku juga bermain dengan banyak wanita, kamu tahu sendiri, kan? Kamu juga membenciku?"
Keiko mengelus dan bermain dengan bibir Ryzel. "Sayang, kamu itu berbeda dengan Hydro. Dia bermain dengan wanita yang awalnya memang sudah kotor dan liar karena pekerjaannya. Sementara kamu bermain dengan wanita yang perawan dan belum pernah melakukan kegiatan itu, kan?"
"Um, ya. Kamu benar." Ryzel mengangguk membenarkan perkataan Keiko.
Kalimat Keiko tidak salah. Memang ada perbedaan yang dilakukan oleh Ryzel, tak sama seperti Hydro.
Setelahnya, mereka sempat mengobrol selama beberapa menit, sebelum akhirnya Keiko tertidur karena dekapan Ryzel yang hangat.
Omong-omong, orang tua Keiko sudah tahu bahwa Keiko telah melakukan itu dengan Ryzel, dan mereka tidak marah, melainkan senang. Dengan begitu, Ryzel sudah terjamin akan menikahi putrinya.
Keesokan harinya, di pagi hari yang sangat indah dengan udara yang segar, Ryzel bersama dengan Raffy dan Keiko pergi ke bandara untuk menjemput beberapa orang.
"Ryzel!!"
Di bandara, Ryzel melihat 3 wanita seksi dengan pakaian yang agak tertutup, tetapi masih membentuk lekukan tubuhnya tengah berlari menuju Ryzel sambil meneriaki nama Ryzel.
Semua orang yang melihat ini terhipnotis oleh bola-bola besar yang terombang-ambing dan bergoyang hebat di tubuh ketiganya.
Berikutnya, di bawah tatapan dari banyak orang, ketiga wanita ini memeluk Ryzel yang berdiri di samping seorang wanita cantik dan satu anak kecil.
Tanpa malu, ketiga wanita cantik dan seksi ini memeluk Ryzel, bahkan menciumi pipi Ryzel penuh sayang.
Hal ini membuat pria-pria yang ada di bandara iri sekaligus heran.
Banyak tebakan yang mereka pikirkan tentang siapa identitas ketiga wanita itu dengan Ryzel.
"Maly, Putrea, Aruny, kita bertemu lagi," kata Ryzel dengan senyum lembut di wajahnya menatap ketiga wanita yang berdiri di depannya.
Mereka adalah tiga wanita yang Ryzel temui di Kamboja, awal dari bagaimana Ryzel bisa melakukan hal itu. Bisa dikatakan Malu adalah orang pertama yang Ryzel tusuk. Keperjakaan Ryzel diambil oleh Maly.
__ADS_1
Baginya, ketiga wanita ini sangat berkesan di hidup Ryzel.
"Akhirnya, setelah menunggu satu bulan, kami bertemu lagi, Sayang." Maly memegang tangan Ryzel penuh perasaan bahagia di dalam hatinya.
Mereka bertiga memandang wajah Ryzel yang tampak jauh lebih tampan dari sebelumnya.
"Ayo kita pergi dahulu ke apartemen, aku ingin membicarakan sesuatu kepada kalian."
Setelah mengatakan itu, ketiga wanita ini dibawa oleh Ryzel ke apartemen bersama Keiko dan Raffy.
Di perjalanan, Maly dan teman-temannya sempat mengobrol dengan Keiko, mereka masih belum tahu tentang apa yang sesungguhnya terjadi.
Sementara itu, Raffy benar-benar diperlakukan baik oleh mereka bertiga, sampai-sampai Raffy dipeluk oleh bola-bola raksasa itu sehingga sulit untuk bernapas.
Setibanya di apartemen, peristiwa pengungkapan Ryzel tentang Harem dijabarkan kepada Maly dan temannya.
Hal ini membuat Maly dan temannya terkejut. Mereka sangka Ryzel hanya akan memilih salah satu dari mereka bertiga untuk dinikahi, mereka sudah sangat bersedia dan pasrah jika berhasil dipilih atau gagal.
Keputusan Ryzel ini benar-benar tak disangka oleh ketiganya.
Keputusan mereka terhadap rencana Ryzel, tentu saja adalah kesetujuan. Mereka sama sekali tidak keberatan. Siapa yang tidak mau punya suami seperti Ryzel, semua wanita yang ada di dunia ini pasti mau, termasuk mereka bertiga.
Ryzel menjadi sangat lega dengan persetujuan mereka. Ia kira ini akan sulit untuk meyakini mereka bertiga. Ternyata itu sangat mudah.
Dengan demikian, Keiko dan tiga wanita Kamboja ini mengobrol layaknya seorang saudari dekat.
Mereka berempat bercerita tentang kehidupan mereka untuk mengenal satu sama lain, tak lupa juga membeberkan cerita mereka ketika bertemu dengan Ryzel.
Dari cerita Maly, Keiko menjadi paham mengapa Ryzel punya banyak wanita. Hal itu memang bukan karena Ryzel yang mengajak, semuanya yang mengajak adalah pihak wanita, serupa dengannya yang mengajak Ryzel lebih dahulu, tetapi alasan terbesar mereka bisa seperti itu karena pesona Ryzel yang terlalu sulit untuk ditahan.
Pesona ketampanan Ryzel yang membuat semua ini bisa terjadi.
Pada saat mereka bercerita lebih dari 1 jam, Ryzel meminta mereka untuk tetap di sini dan menjaga Raffy selagi dia pergi, dia harus menjemput seseorang di pagi hari ini.
Di Bandar Udara Internasional Tokyo, berdiri di tempat tunggu orang, Ryzel mencari sosok wanita yang ia tunggu-tunggu.
Setelah menunggu lebih dari 15 menit di bandara, sosok wanita yang Ryzel tunggu akhirnya muncul.
"Hum! Aku sudah mencarimu ke mana-mana, ternyata kamu ada di sini!"
Wanita bertubuh kecil ini memeluk Ryzel dan memukul tubuh Ryzel dengan kepalan bayinya.
Ryzel mengelus kepala wanita ini dengan perasaan sayang. "Maaf, Linh. Kamu terlalu kecil untuk dilihat."
"Jahat! Aku tidak kecil! Kamunya saja yang besar!" protes Linh sambil mendongak untuk melihat Ryzel.
Orang yang datang adalah Linh, mereka sengaja Ryzel datangkan untuk menemuinya di sini. Kebetulan Linh ada waktu bebas, Maly dan temannya pun sama.
Mengangkat tubuh Linh, Ryzel mencium pipinya dan berbisik di telinganya, "Selamat datang, Sayang."
Ekspresi wajah Linh yang marah sekejap berubah menjadi tersipu, dan dia menenggelamkan wajahnya di bahu lebar Ryzel.
Melihat Linh tak mau turun karena terlalu malu, Ryzel membawa satu koper yang dibawa Linh untuk dimasukkan ke dalam mobil yang baru saja Ryzel beli kemarin, dibantu oleh Keluarga Yamato.
Mobil mewah Lamborghini Urus keluar dari area bandara dan melesat menuju suatu daerah di Kota Tokyo.
Kembali ke apartemen, Linh akhirnya bertemu dengan Maly, Putrea, Aruny, dan Keiko.
Mereka semua mengobrol sejenak untuk berkenalan, kemudian dilanjutkan oleh Ryzel yang menerangkan tentang keputusannya untuk menjadi semua wanita yang pernah melakukan itu dengannya menjadi istrinya.
Linh yang mendengar ini sangat terkejut, wajahnya menekuk dengan warna merah.
Raut wajah Linh sangat-sangat terlihat marah, dia melototi Ryzel dengan tatapan yang tajam saking marahnya.
Semua orang terkejut dengan reaksi Linh sehingga Maly mencoba menenangkan Linh.
"Kamu!!" Linh menunjuk Ryzel dengan wajah yang murka.
Ryzel diam di depan semua wanitanya dan menatap Linh dengan tenang.
"Kamu ... kamu ... Kamu benar-benar membuatku tidak habis pikir, Ryzel," Linh berkata dengan mata yang perlahan melunak. "Mengapa kamu baru berpikir sekarang? Aku sudah menunggu keputusan ini dari dahulu. Aku sangat setuju dengan keputusanmu ...."
Melepaskan pelukan Maly dan wanita yang lain, Linh memeluk Ryzel seperti seorang anak SMP yang tengah merengek ke abangnya untuk dibelikan sesuatu.
Melihat pemandangan ini, semua orang tersenyum senang dengan kebahagian memenuhi hati mereka.
Maly dan semua wanita Ryzel saling memandang satu sama lain, dan mengangguk bersama.
"Kebahagiaan baru saja dimulai."
__ADS_1