
Di dalam kepala Ryzel, dia mendengarkan banyak pemberitahuan dari Sistem mengenai hadiah yang dia dapatkan dari tugas masuk kali ini.
Pengetahuan bermain biola dan sejumlah kekuatan memasuki tubuh Ryzel di detik-detik berikutnya.
Perasaan nyeri dan runyam memenuhi seluruh tubuhnya. Dia menahan sensasi yang datang ini sebaik mungkin, paling tidak anak-anak kecil tidak mengetahui reaksi aneh dari tubuhnya.
Proses integrasi kemampuan di kesempatan kali ini berlangsung selama kurang dari 3 menit. Setelahnya, Ryzel merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya, dia merasa lebih kuat dari dirinya sebelum proses integrasi dilakukan.
Dia juga merasa dirinya sudah menjadi seorang yang dapat memainkan alat musik biola dengan mudah meski kemampuannya tidak begitu andal layaknya para profesional yang telah bermain biola berpuluh tahun.
Setelah proses integrasi selesai, Ryzel beradaptasi dengan fisiknya yang bertambah kuat, dia harus belajar mengendalikan kekuatannya yang telah meningkat.
Mengangkat kepalanya, mata Ryzel mengarah kepada anak kecil yang masih sibuk makan kue dan beberapa makanan kecil dengan ibunya. Mereka membiarkan Ryzel berdiam diri, mungkin takut menganggu.
“Apakah enak makanannya?“ Ryzel bertanya kepada mereka semua dengan wajah yang ramah.
Gilang dan Bagus mengangguk hampir bersamaan, keduanya menunjukkan ekspresi wajah yang sangat menikmati makanan yang dimakannya.
“Gilang suka makanannya, rasanya manis dan lezat!“
“Aku juga! Bagus suka brownies cokelat ini! Manis sekali!“
Ryzel merasa senang ketika mendengar jawaban mereka berdua yang bersemangat ini, sampai mereka berdua tak sadar bahwa di mulutnya ada remahan kue.
Merasa tidak ingin kalah, Rani juga menjawab dengan jujur dan energik, “Rani juga suka makanan kue stroberi ini, ada asamnya sedikit!“
“Kalau begitu, kalian cepat habiskan makanannya. Setelah ini, kita akan pergi ke dalam.“ Ryzel menatap mereka bertiga dengan mata yang lembut.
“Baik! Gilang sang pembersih makanan akan menghabiskan makanannya!“
“Bagus juga!“
“Rani ikut ….“
Setelah anak-anak mengatakan itu, mereka bertiga dibantu oleh ibunya, Ibu Nuraini menghabiskan semua makanan. Tak terkecuali Ryzel, dia pun sama, dia menghabiskan beberapa makanan.
Makanan yang ada di atas piring telah ludes dimakan oleh mereka berlima, kemudian mereka beranjak pergi dari restoran atau kafe ini setelah Ryzel membayar semua makanannya.
“Kalian bertiga sudah siap bertualang?“ Ryzel menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat anak-anak.
Mereka bertiga mengangguk kejam dengan wajah yang bahagia dan ceria.
“Tentu saja! Gilang selalu siap!“
“Bagus suka petualangan!“
“Rani siap ….“
Mendengar semua jawaban dari ketiganya, Ryzel tersenyum lebar seraya berkata, “Ayo kita berjalan dan mulai bertualang!“
“Ayo!“
Pada saat berikutnya, mereka semua berjalan menuju ke wahana atau fasilitas yang terdekat.
Selama kunjungan kali ini, Ryzel tidak lupa untuk memulai siaran langsung. Siaran langsung wajib dilakukan untuk keberlangsungan hidup dan tugas masuk.
Ditakutkan ada tugas masuk yang memiliki persyaratan jumlah pengikut akun Tiktod.
Berdiri di bawah pohon dekat salah satu contoh anjungan rumah adat atau tradisional Indonesia, yaitu anjungan rumah dari Sumatra Barat, Ryzel mengangkat tongkat gimbal dan mengarahkan kamera ponsel ke sosoknya dengan latar belakang pohon.
Anak-anak dan Ibu Nuraini tengah berjalan mengelilingi contoh rumah adat ini lebih dekat.
“Apakah ada yang bisa menebak aku ada di negara mana sekarang?“ Ryzel tersenyum ke arah ponsel dengan senyuman misterius.
Tebak-tebakan sedang berlangsung sekarang, dia sengaja berdiri di bawah pohon ini agar tidak ada yang tahu para penontonnya bahwa dia telah berada di Indonesia.
Lebih dari 194.000 penonton yang aktif mencoba untuk menebak lokasi Ryzel berdiri saat ini. Detektif dadakan banyak bermunculan seketika.
Rentetan komentar langsung beterbangan dan memenuhi kolom komentar yang ada di ruang siaran langsung Ryzel disertai banyak sekali hadiah yang dikirimkan oleh para penggemar Ryzel.
“Tidak ada petunjuk yang jelas, cuma ada pohon. Namun, aku harus tetap mencoba untuk menebak. Dilihat dari dedaunan pohon ini aku memiliki firasat Ryzel sedang berada di Rusia.“
“Sangat sulit, tidak ada petunjuk lebih selain pohon di belakang tubuh Ryzel. Aku bingung. Aku menebak kamu di Korea Utara!“
“Jerman menurutku, tebakan aku benar, kan?“
“Pada payah semuanya. Lihatlah dari pantulan cahaya dari matanya, itu terlihat ada bangunan yang mirip dengan bangunan rumah asli Indonesia! Aku tebak kamu di Indonesia!“
__ADS_1
“Aku pendukung Inggris! Aku menebak kamu ada di Spanyol!“
“…”
Banyak sekali komentar yang beterbangan di layar ponselnya, Ryzel sampai sulit untuk membaca tiap komentar yang bergulir. Itu bergulir sangat cepat.
Akan tetapi, Ryzel langsung mendapatkan orang yang layak untuk diberikan hadiah tebak-tebakan kali ini.
Tanpa berlama lagi, akun Tiktod yang menjawab dengan jawaban yang benar dia hubungi melalui pesan.
Tak lama berselang, Ryzel mengirimkan uang 2 juta rupiah ke pemenang tebak-tebakan di kesempatan kali ini melalui ponsel yang satunya lagi.
Ryzel memiliki ponsel lain selain ponsel gaming yang biasa dipakai untuk siaran langsung. Ponselnya yang baru ini dibeli ketika membelikan Linh ponsel iPon, dan ponsel yang Ryzel beli juga memiliki merek yang sama dan varian yang.
Ponsel baru khusus digunakan untuk mentransfer uang dan lainnya, selagi ponsel utama atau ponsel gaming ini dipakai untuk siaran langsung.
Tidak mungkin Ryzel membawa Jenbook yang besar untuk mengirimkan uang. Terlalu repot dan tidak praktis saat dibawa.
“Abang, kamu lagi apa?“ Rani kecil yang telah selesai melihat sekeliling tampilan luar rumah adat istiadat dari Sumatra Barat mendatangi Ryzel sambil menatapnya dengan tatapan yang penuh rasa penasaran.
Ryzel agak terkejut dengan kedatangan Rani ini, kemudian dia mengusap pipi Rani dengan hati-hati. “Abang lagi mengobrol dengan orang-orang di ponsel.“
“Abang lagi siaran langsung?!“ Rani baru sadar dan dia bertanya dengan wajah yang penuh keterkejutan.
“Iya, kamu mau ikut Abang?“ Ryzel menatap ramah wajah Rani yang lucu dan imut.
“Umm ….“ Rani tidak langsung menjawab, dia merenung beberapa detik terlebih dahulu. “Boleh, tetapi aku malu.“
“Tak perlu malu.“ Ryzel menampilkan senyuman ramahnya dan mengarahkan ponsel ke wajahnya dan wajah Rani yang berdiri di sebelahnya.
Tentunya Ryzel harus berjongkok untuk memperlihatkan wajah Rani, gadis kecil ini terlalu pendek karena masih anak-anak.
Berikutnya, wajah Rani dan Ryzel masuk ke dalam ruang siaran langsung begitu jelas, membuat semua orang yang menyaksikan siaran langsung kini tersenyum hangat.
Melihat Ryzel yang bersanding dengan Rani kecil, menciptakan sebuah pemandangan yang hangat dan sangat damai.
Lucu dan indah dapat dilihat di satu gambar secara bersamaan. Anak kecil selalu disukai oleh orang-orang, lebih lagi gadis kecil yang menggemaskan.
Tak ada yang bisa menolak segala sesuatu yang mengandung keimutan, kecuali orang itu psikopet.
“Bukankah anak kecil ini pernah terlihat di ruang siaran langsung di awal-awal?!“
“Di mana kedua anak laki-laki yang pernah ikut siaran langsung Ryzel?“
“Gadis kecil siapa ini? Apakah adik Ryzel? Terlihat sama-sama berpenampilan baik.“
“Utututu, gadis kecil yang imut, aku ingin mengarungi gadis ini.“
“Imut dan tampan di dalam satu bingkai ruang siaran langsung! Aku tidak kuat ….“
Pada saat Ryzel dan Rani membaca para komentar, tiba-tiba Gilang, Bagus, dan Ibu Nuraini datang untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan.
“Rani, kamu sedang lihat apa dengan Abang Ryzel?“
“Kelihatannya seru, Bagus mau lihat!“
Kedua anak laki-laki ini langsung berlari dan berdiri di samping dan belakang Ryzel yang sedang berjongkok sambil memegang tongkat gimbal yang terpasang ponselnya.
Begitu kedua anak ini melihat layar ponsel Ryzel, mereka berdua terlihat kebingungan.
“Cepat sekali tulisannya! Aku tidak bisa membaca!“ kata Gilang sambil mencoba membaca deretan komentar salah satu penonton yang bergulir. Sayangnya, Gilang tidak bisa membaca dengan tuntas karena tulisannya lebih dahulu menghilang.
Bagus pun sama, matanya sampai sempat juling ketika membaca rentetan komentar di layar ponsel Ryzel, dan dia menggelengkan kepalanya untuk meredakan rasa pusingnya. “Kepalaku pusing, aku tidak bisa membaca tulisannya.“
Menyaksikan tingkah mereka berdua yang tertangkap kamera ponsel, para penonton merasa lucu dan mereka semua tertawa di tempatnya masing-masing ketika menonton acara siaran langsung di kesempatan ini.
Setelah itu, Ryzel mulai siaran langsung bersama dengan anak-anak mengunjungi anjungan rumah tradisional Indonesia di tempat wisata ini.
Sambil melihat, para anak-anak ini juga belajar dan berkenalan dengan rumah-rumah tradisional khas Indonesia atau kumpulan rumah adat istiadat Indonesia, sekaligus melihat baju adat dan lainnya.
Ada total 33 buah anjungan daerah yang bisa mereka kunjungi dan pelajari.
Sangat menyenangkan bagi mereka bertiga karena mereka berkenalan dengan pengetahuan yang baru di hidupnya.
Mereka makin senang untuk mengunjungi tempat selanjutnya.
Di bagian tempat Anjungan Daerah, mereka menghabiskan waktu lebih dari 2 jam lamanya, mereka benar-benar menyimak setiap bangunan. Pasalnya, di dalam rumah adat istiadat setiap daerah ada pameran benda-benda adat, seperti baju atau pakaian adat alat musik tradisional, peralatan kesenian, hasil kerajinan, dan lain-lain.
__ADS_1
Begitu Ryzel dan lainnya berjalan keluar dari kawasan Anjungan Daerah, tiba-tiba Ryzel didatangi oleh gerombolan wanita-wanita yang kebetulan berkunjung ke sini.
Wanita-wanita ini adalah penggemar Ryzel, mereka mengetahui lokasi Ryzel karena mereka juga sedang menonton ruang siaran langsung Ryzel saat ini.
“Aaa! Ryzel!“
“Sungguhan?! Tampan sekali!“
“Akhirnya, aku bertemu dengan idola! Aaa!“
“Lihat wajahnya! Sangat memesona! Lebih tampan dari yang ada di layar ponsel!“
“…”
Terdapat sekitar 18 orang wanita yang mendatangi Ryzel, mereka berteriak ketika melihat sosok Ryzel dari dekat, dan memberikan komentar pujian terhadap visual Ryzel.
Adegan ini tak sengaja masuk ke dalam ruang siaran langsung, membuat para penonton menjadi iri dan ingin juga melihat Ryzel secara langsung.
Ryzel terkejut dengan kedatangan mereka ini, kemudian menerima mereka dengan senang hati. Para wanita yang datang ini hanya meminta berfoto bersama, Ryzel tidak keberatan, bahkan mengajak mereka untuk masuk ke dalan ruang siaran langsungnya.
Mereka tidak hanya berfoto dengan Ryzel, tetapi juga dengan ketiga anak kecil yang sempat masuk ke dalam kamera. Wanita-wanita ini terpesona dengan keimutan ketiganya.
Peristiwa ini hanya berlangsung beberapa menit, Ryzel dan anak-anak dipersilakan untuk melanjutkan lagi urusannya. Para penggemar ini tidak begitu ekstrem dan masih menghargai urusan idolanya.
Para penggemarnya tidak ingin mengganggu Ryzel lebih lama. Setelah mendapatkan foto, mereka semua berpamitan, tak lupa meminta berpelukan sekilas. Ryzel tidak keberatan dan memeluk mereka sekilas secara bergantian. Bukan pelukan kasih sayang.
Berikutnya, Ryzel berjalan bersama anak-anak lagi menuju tempat wisata selanjutnya, yakni Teater Keong Emas.
Anak-anak ingin sekali menonton film. Maka dari itu, Ryzel mengajak mereka semua pergi ke dalam wahana teater ini untuk menyaksikan film yang mendidik.
Film yang mereka tonton memiliki tema tentang planet.
Setelah menonton film ini, Ryzel menjadi tahu bahwa ketertarikan mereka berbeda-beda. Hanya Bagus yang sangat berminat dengan pengetahuan tentang astronomi atau planet.
Rani dan Gilang menyukai hal itu, tetapi tidak begitu suka seperti Bagus.
Untuk Rani, dia menyukai tentang budaya Indonesia, dia selalu banyak bertanya kepada Ryzel tentang pakaian adat yang dia lihat.
Sementara Gilang dan Bagus, mereka lebih suka melihat senjata khas setiap adat istiadat. Para lelaki lebih suka sesuatu yang garang dan keren, contoh senjata.
Hanya tersisa Gilang, Ryzel belum mengetahui minat anak ini.
Selepas menonton film di teater, mereka pergi ke restoran untuk makan siang, ini sudah waktunya makan siang. Anak-anak telah merasakan lapar di perutnya masing-masing.
Di wisata ini sangat mudah untuk menemukan restoran walaupun harus berjalan beberapa menit karena letaknya tidak begitu dekat.
Setiap makan, anak-anak ini terlihat sangat bersemangat, mereka semua memakan makanannya begitu fokus.
Anak-anak duduk di atas kursi sambil menyentuh perutnya yang membesar tanda bahwa mereka sudah kenyang. Mereka sangat puas dengan makanan di restoran yang mereka pilih. Makanan yang menyajikan makanan daerah.
Mereka tidak langsung berangkat lagi menuju tempat wisata lain, mereka duduk di dalam restoran menunggu makanan sedikit turun.
Merasa makanan yang mereka telah sudah turun dari kerongkongan menuju perut, mereka siap untuk meneruskan petualang ini.
Tempat yang akan mereka kunjungi sekarang adalah Museum Fauna Indonesia, Komodo, dan Taman Reptilia.
Museum ini adalah yang sangat ingin dikunjungi oleh Gilang. Dari sini, Ryzel sudah tahu minat Gilang. Dia suka dengan hewan reptil.
Dugaan Ryzel tidak salah, itu benar sepenuhnya. Di museum ini, ketertarikan Gilang sangat jelas dan kentara terhadap hewan reptil, terlebih dengan hewan komodo dan kadal lainnya.
Gilang tidak lagi pencinta ayam, melainkan pencinta reptil. Gilang si Petualang.
Sebelum mencoba sesuatu yang diinginkan ketiga anak kecil, mereka mencoba untuk menaiki wahana kereta gantung. Ada beberapa wahana dan tempat yang harus membayar lagi untuk masuknya. Ryzel sama sekali tidak masalah, dia senang anak-anak bisa belajar sambil bersenang-senang.
“Wow! Tinggi sekali!“
“Lihat! Orang-orang terlihat kecil dari sini!“
“Rani suka pemandangan pohon-pohon yang ada di bawah.“
Ketiganya tak ada habisnya mengomentari apa yang mereka lihat. Benar-benar dangat aktif, terlebih Gilang dan Bagus.
Puas dengan naik kereta gantung, mereka berjalan menuju tempat persewaan sepeda. Anak-anak sangat ingin sekali naik sepeda yang bisa dikendarai oleh 2 atau bahkan 3 orang.
Oleh karena itu, sebelum mereka pulang, mereka harus mencoba bermain sepeda seperti itu sambil mengelilingi beberapa tempat di TMII ini.
Siaran langsung sama sekali belum Ryzel matikan setelah dia nyalakan lagi usai menonton film di wahana teater.
__ADS_1
Tepat ketika Ryzel ingin bertanya, tiba-tiba ada seorang wanita yang begitu muda mendatanginya.
Berdiri di depannya, wanita ini berkata, “Apakah kamu Ryzel Trapeler yang ada di siaran langsung itu?“