
Melihat wajah Ryzel yang agak berkeringat, Laurel merasa salah dengan ucapannya, dan dia berkata lagi, "Anu, aku tidak aneh-aneh, Ryzel. Di kamarku bukan hanya ada aku dan Naura, tetapi juga ada Firda dan Syifa yang akan datang ke kamarku nanti malam."
"Memangnya akan ada apa di sana?" tanya Ryzel yang ingin tahu. Dia ingin memastikan tidak ada sesuatu yang aneh dari keempat orang ini.
Selain dia tidak mau mengulangi kejadian brutal Maly, Ryzel takut hal yang lain terjadi, seperti sesuatu yang melanggar aturan hukum negara ini.
Maka dari itu, dia harus tahu apa yang ingin dilakukan oleh Laurel sampai-sampai dia harus ikut ke sana.
"Sebenarnya, aku sedang ulang tahun hari ini. Jadi, aku ingin merayakan ulang tahun di kamar dengan memotong kue yang sudah aku pesan dari sini," kata Laurel dengan wajah yang malu.
Dia malu membeberkan dirinya sedang ulang tahun sekarang. Padahal, dia ingin membuat Ryzel terkejut bahwa dia sedang ulang tahun.
"Ulang tahun?!" Ryzel kaget, dia baru tahu Laurel ulang tahun sekarang.
Sebagai pria yang baik dan rajin mandi, Ryzel merasa dia harus memberi hadiah kepada Laurel untuk ulang tahunnya.
Laurel mengangguk kecil karena terlalu malu, dan tidak berani menatap Ryzel.
Wanita-wanita lainnya hanya bisa menatap Laurel dengan wajah yang tersenyum.
"Um, baiklah. Namun, aku tidak bisa lama karena kamu tahu, itu bukan hal yang baik kalau ada pria di antara wanita." Ryzel menerima permintaan Laurel karena keinginan Laurel ini menyangkut ulang tahunnya yang di mana itu spesial.
Lagi pula, Ryzel tidak enak untuk menolak permintaan ini, sama saja dia tidak seperti seorang pria.
Dalam sekejap wajah Laurel berubah, rona merah di pipinya menghilang, digantikan mata yang cerah penuh semangat.
"Oke, terima kasih, Ryzel, sudah mau menerima keinginanku," ucap Laurel yang berterima kasih dengan tulus.
"Sama-sama," kata Ryzel sambil tersenyum. "Nanti malam, kan?"
"Iya, jam sembilan kamu harus datang ke kamar. Masih ada waktu satu sampai dua jam lagi." Laurel mengangguk kejam dengan wajah yang masih menampilkan ekspresi yang bahagia.
Ryzel menghabiskan minuman di tangannya dan bangkit dari kursi pantai ini. "Kalau begitu, aku ke kamar dahulu, aku harus membereskan pekerjaanku sebelum datang."
"Baik. Semangat, ya!" Laurel tersenyum dan memberikan semangat.
Naura dan lainnya pun sama, mereka menyemangati Ryzel melalui lisannya.
Namun, Ryzel perhatikan, Syifa memberi semangat dengan suara yang kecil.
Wanita yang satu ini sangat pemalu sekali, dan bertingkah agak aneh kepadanya.
Sebelum pergi, Ryzel melemparkan senyuman kepada mereka berempat, kemudian melambaikan tangannya tanda perpisahan.
Setelah itu, dia berjalan masuk ke dalam hotel, meninggalkan mereka semua di area kolam renang.
Melihat kepergian Ryzel, Laurel dan kawan-kawannya mengobrol seperti biasa, tetapi obrolan mereka saat ini terdengar aneh dan tidak biasa.
"Laurel, kamu benar-benar yakin dengan ini? Kamu mau melepaskan itu untuk Ryzel?" tanya Naura dengan wajah yang aneh.
Permukaan wajah Laurel berubah merah dan dia mengangguk. "Benar, ini kesempatan aku untuk membuktikan bahwa aku adalah penggemarnya yang paling setia."
__ADS_1
"Namun, bukannya ini terlalu berlebihan?" Kali ini Firda yang melontarkan pertanyaan.
"Tidak, aku sudah siap dengan rencana ini dari kemarin. Dan keputusanku telah bulat. Kalian tahu pribadiku seperti apa, aku biasanya cepat berubah pikiran terhadap sesuatu. Jika keputusan ini tidak berubah selama satu hari, artinya aku serius."
Naura dan Firda tidak bisa menjawab dan bertanya lagi. Laurel sudah yakin dengan keputusan yang dia buat sendiri soal masalah ini.
Sebagai teman, mereka hanya bisa mendukung penuh apa yang dipilih oleh temannya.
Mengingatkan secara berlebihan sangatlah tidak berguna, malah itu membuat hubungan pertemanan menjadi hancur.
"Anu, Laurel. Bolehkah aku meminta sesuatu darimu," celetuk Syifa yang sedari awal perjalanan terlihat aneh.
"Ada apa, Syifa? Kamu mau minta apa?" tanya Laurel sambil memiringkan kepalanya.
Terdiam sekilas, Syifa menatap Laurel dengan tegas, dan menjawab, "Itu, bolehkah aku ikut bergabung nanti?"
"Bergabung?!"
Firda dan Naura berseru hampir berbarengan dan mereka berdua menatap Syifa dengan mata yang hampir keluar.
Laurel sendiri pun sama kagetnya dengan mereka berdua. Dia tidak menyangka Syifa akan mengatakan ini.
Mereka berempat terus mengobrol membahas ini dengan asyik.
Di dalam kamar, Ryzel tengah membuat video pendek yang berisikan pemandangan laut di sini.
Dia tadi sempat merekam pemandangan matahari terbenam dengan ponselnya, kemudian sekarang sedang dia unggah untuk dijadikan video pendek Tiktod.
Peralatan siaran langsung yang selalu siap siaga langsung diambil, ponselnya yang selalu dijadikan alat siaran langsung dipasangkan ke tongkat gimbal.
Berikutnya, memeriksa koneksi WiFi portabel yang selalu stabil dan bersiap untuk menerbangkan ruang siaran langsungnya.
Dengan jarinya menunjuk ke layar ponsel, tombol mulai siaran langsung ditekan, dan siaran langsung akun Tiktodnya berhasil menyala.
Tidak sampai 1 menit ruang siaran langsung dilakukan, terdapat puluhan ribu orang, bahkan hampir seratus ribu orang masuk ke dalam ruang siaran langsung Ryzel DNA mengirimkan banyak rentetan.
Kolom komentar dengan cepat bergulir di layar sehingga Ryzel agak sulit membaca. Untungnya, dia bisa membaca komentar yang ditampilkan, dan Ryzel membalas komentar yang dibaca. Tak lupa memberi hadiah kepada orang yang tahu di mana dia sekarang.
Kuis dadakan selalu dia lakukan ketika dia pergi ke suatu tempat. Ryzel selalu lakukan dan diusahakan konsisten.
Meskipun penonton banyak yang kecewa karena tidak menjawab pertanyaan dengan benar, mereka masih asyik menonton siaran langsung Ryzel.
Obrolannya yang tak membosankan membuat para tamu baru yang datang ke ruang siaran langsung menjadi betah, ditambah dengan visual Ryzel yang membuat mereka nyaman dan senang, apalagi penonton wanita.
Banyak dari para penonton yang bertanya tentang ketiga burung elang yang sempat datang ke hotelnya di Jakarta Pusat.
"Sebenarnya, burung-burung itu datang ke sini tanpa sepengetahuanku, mereka datang entah dari mana dan hinggap di pagar balkon, masih sama dengan apa yang dilakukan mereka di hotel sebelumnya,x" kata Ryzel ke layar ponsel.
Mendengar ini para penggemar menjadi penasaran dan meminta Ryzel untuk keluar kamar dan pergi ke balkon kamar.
"Oke-oke, aku akan menuruti permintaan kalian." Ryzel berdiri dari kursi meja kerja kamar dan berjalan perlahan ke ruang balkon yang ada di luar.
__ADS_1
Baru saja dia berjalan beberapa langkah, kameranya yang diaktifkan ke kamera belakang ponsel menangkap tiga sosok burung besar dengan jelas dari ruang balkon.
Melihat ini, Ryzel tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, burung elang ini ternyata datang lagi di malam hari.
Dalam sekejap siaran langsung menjadi heboh, rentetan makin bertambah banyak karena semua orang mengirimkan banyak rentetan komentar hampir secara bersamaan.
Setelahnya, siaran langsung Ryzel malam ini hanya mengobrol dan menyaksikan interaksi Ryzel dengan ketiga burung elang.
Meskipun demikian, banyak orang suka dengan siaran langsungnya, bahkan melebihi 230.000 orang yang menonton di malam hari ini.
Memecahkan rekor penonton terbanyak Ryzel dalam siaran langsungnya sendiri.
Siaran langsung disiarkan berdurasi cukup panjang, yaitu 1 jam lebih 30 menit, mungkin lebih 30 menit sekian.
Ryzel menghentikan siaran langsungnya seperti biasa, tanpa persetujuan banyak penonton. Jika tidak dipaksa, dia bisa-bisa siaran langsung sampai pagi.
"Sudah waktunya aku pergi."
Melihat jam menunjukkan angka 9, Ryzel memakai jaketnya, membawa dompet dan ponsel, kemudian berjalan keluar dari kamar.
Kamar Laurel berseberangan dengan kamarnya, dia mengetuk kamar Laurel beberapa kali dan pintu tak lama dibuka.
Laurel sendiri yang membuka pintunya dan dengan senyuman di wajahnya mempersilakan Ryzel untuk masuk ke dalam.
Ketika di dalam, Ryzel bertemu dengan yang lainnya, Naura, Firda, dan Syifa sudah ada di kamar dengan bajunya yang rapih dan agak terbuka.
Ryzel masih memaklumi pakaian mereka dan tidak merasa risih juga.
Tidak lama berselang, Laurel meniup lilin yang membentuk angka 24 tahun dan dia langsung membagikan kue ulang tahun yang berukuran sedang ini kepada Ryzel dan lainnya.
Rasa kue ini cukup enak, Ryzel pribadi menyukai kue ini karena rasanya yang tidak terlalu manis dan pas di mulut.
Mereka semua menghabiskan potongan kue ini, dan bahkan Naura dan Firda meminta lagi kuenya.
Dalam beberapa waktu yang singkat, kue ulang tahun habis dan hanya tersisa tempat atau alasnya saja.
Duduk di lantai, Ryzel menyandarkan diri di ranjang dan memejamkan matanya.
Tidak ada yang harus dilakukan setelah menghabiskan makanan, dia menunggu Laurel melanjutkan acara.
Akan tetapi, tiba-tiba saja ruangan menjadi hening, suara tawa dan celotehan mereka menghilang, tak lagi didengar oleh telinga Ryzel.
Aneh dengan ini, dia membuka matanya dan melihat ke sekeliling kamar.
Ryzel melihat mereka berempat, dia kira mereka pergi, ternyata masih ada di dalam kamar.
Akan tetapi, wajah Ryzel berubah karena ketika dia melihat ke tubuh keempatnya.
Mereka berempat tidak memakai pakaian apa pun, bahkan tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka berempat.
Tepat di depannya, mereka berjalan beriringan menuju ke arahnya. Wajah mereka yang memerah terlihat sangat seduktif.
__ADS_1
"Apa-apaan kalian ini?!"