
Dikarenakan tempat berduel dan pertandingan ini berbeda dengan ring tinju, Ayah Keiko harus memberikan sebuah pesan supaya mereka ingat dengan batas dari tempat mereka berduel.
Pasalnya, tempat pertandingan Kendo atau sejenisnya yang mengandalkan senjata tak sama dengan tinju atau pun MMA, tidak ada pembatas, sehingga ketika mereka keluar dari area pertandingan otomatis akan terjatuh ke bawah dan dinyatakan kalah.
Ayah Keiko memberikan aturan bahwa pertandingan ini hanya ada satu ronde. Akan dinyatakan kalah apabila salah satu dari mereka mendapatkan luka lebam yang banyak.
Aturan ini sangat dimengerti oleh Ryzel dan Hydro.
Sebenarnya, aturan pada seni bela diri ini tidak seganas yang diterangkan oleh Ayah Keiko. Latihannya pun lebih aman tanpa membuat anggota yang berlatih seni bela diri ini terluka.
"Kalian sudah siap?" tanya Ayah Keiko menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat Ryzel dan Hydro.
Hampir bersamaan mereka berdua mengangguk sebagai responsnya.
Sebelum pertandingan dimulai, mereka diharuskan untuk mendekat dan menempelkan pedangnya satu sama lain.
Setelahnya, Ayah Keiko turun dari tempat pertandingan dan kembali ke tempat duduknya.
Mereka semua bisa melihat Ryzel dan Hydro saling waspada satu sama lain.
Mata Hydro benar-benar tajam dan dia melirik ke beberapa arah untuk mencari celah untuk menyerang sembari bergerak mundur menjauhi Ryzel.
Ryzel tidak bergerak dia masih berdiri di tempat dengan kuda-kuda yang tidak sempurna. Sorot mata Ryzel terkunci pada sosok Hydro yang bergerak ke arah kanan dari sudut pandangnya.
Melihat gerakan ini, Ryzel mengubah arah tubuhnya ke Hydro, dan terus mengikuti ke mana Hydro bergerak tanpa ada tanda-tanda ingin menyerang.
Tentu, ini membuat Hydro kesal karena dia sulit mencari celah untuk menyerang Ryzel, sedangkan itu Ryzel tidak bergerak menyerangnya.
Setelah menunggu lebih dari satu menit, Hydro akhirnya menemukan celah dan dia perlahan mendekati Ryzel untuk melakukan serangan.
Whoosh
Pedang kayu yang dipegang Hydro melambai cepat secara diagonal ke arah dagu kanan Ryzel.
Gerakan Hydro sangat cepat, membuat Ayah Keiko terbelalak.
Namun, ketika bilah pedang kayu itu ingin mengenai rahang kanan Ryzel, sebuah sikut menahan serangan Hydro dan sekejap mematahkan pedang kayunya.
Krak!
Suara kayu patah terdengar di ruangan Dojo ini, disusul dengan suara potongan kayu yang terjatuh ke lantai.
Pada saat ini, semua orang memandang Ryzel dengan mata yang tidak percaya karena dia mematahkan pedang kayu itu hanya dengan fisiknya.
Omong-omong, Ryzel masih mengenakan jas, sangat tidak cocok digunakan dalam pertandingan ini, tetapi mau bagaimana lagi kalau pihak Keluarga Minamoto tidak memberikan dirinya baju yang cocok.
Hydro mematung sejenak, kemudian memandang pedang kayu yang ia pegang telah patah menjadi 2 bagian.
Tidak hanya Hydro, Keiko pun tidak berpikir Ryzel bisa melakukan itu.
"Anu, aku masih tidak biasa. Aku tak sengaja menggunakan seni bela diri Muay Thai," kata Ryzel dengan senyum yang canggung. Tampaknya, dia sudah berbuat salah.
Dengan begitu, pertandingan kembali diulang dan Hydro juga meminta pertandingan ini dilanjutkan lagi.
Ryzel kali ini diperingatkan oleh Ayah Keiko untuk tidak menggunakan seni bela diri fisik karena ini bukan pertandingan MMA.
Pedang yang patah dan rusak itu diganti oleh Hydro dengan pedang kayu yang baru, kemudian dia naik ke atas tempat pertandingan lagi dan bersiap melawan Ryzel.
"Hei, Pecundang. Ingat untuk tidak menggunakan Muay Thai dan seni bela diri yang lainnya. Lawan aku dengan teknik pedang," kata Hydro sambil menatap tajam Ryzel dari jauh.
Kepala Ryzel mengangguk beberapa kali dan dia tersenyum. "Terima kasih pengingat nya. Aku akan menggunakan teknik pedang kali ini."
Mendengar ucapan Ryzel, semua orang yang ada di Dojo menjadi makin tidak yakin dengan Ryzel akan memenangkan pertandingan ini. Pasalnya, Ryzel benar-benar tidak memiliki kemampuan dalam teknik pedang.
Akan tetapi, begitu pertandingan itu dimulai, sosok Ryzel yang awalnya berada di depan Hydro tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Hydro salam satu kedipan mata.
"Kamu kalah, aku pemenangnya."
Ryzel tersenyum di balik punggung Hydro dan menyatakan kemenangannya.
"Apa yang terjadi?!"
"Apakah aku sudah melewatkan sesuatu dalam pertandingan ini?!"
"Aku tidak salah lihat, kan?! Mengapa Ryzel mendadak muncul di belakang Tuan Hydro?"
"Tolong jelaskan apa yang telah terjadi!"
"..."
Diskusi terjadi di antara mereka semua yang menyaksikan pertandingan ini. Mereka sama sekali tidak melihat bagaimana Ryzel bisa pindah secepat itu, jelas-jelas mereka melihat Ryzel masih ada di depan Hydro.
Sementara itu, Hydro benar-benar membeku sekarang, dia terkejut ketika melihat sosok Ryzel menjadi buram dan menghilang di detik berikutnya setelah suara angin melintas di telinganya.
Apa yang ia lihat barusan sangat-sangat tidak masuk akal.
Glup!
Hydro menelan ludahnya, ia menghela napas untuk menstabilkan detak jantungnya.
Perasaan tidak terima muncul di dalam hatinya. Meskipun pemandangan tadi sangat menyeramkan, tetapi Hydro tidak bisa menerima kemenangan begitu saja.
Dengan begitu, Hydro menghadap Tuan Minamoto untuk protes. "Maaf, Tuan Minamoto. Sesuai dengan aturan yang sudah kamu jelaskan, kemenangan ini sama sekali tidak valid dan sah karena salah satu di antara kita harus terluka lebam."
Ayah Keiko mengangguk dan membenarkan ucapan Hydro. "Kamu benar, Tuan Hydro. Kemenangan ini tidak sah dan pertandingan harus diulang sekali lagi."
__ADS_1
Mendengar keputusan Ayah Keiko, senyum lebar terbentuk di mulut Hydro dan dia melirik Ryzel yang berdiri di sisi lain tempat pertandingan dengan tilikan mata yang mampu membuat orang kesal.
Sementara itu, Keiko yang mendengar ini menjadi kecewa dengan keputusan ayahnya. Dia sudah sangat bahagia melihat Ryzel menang, tetapi kebahagiaan ini langsung dihilangkan oleh ayahnya sendiri.
Ingin sekali Keiko menangis, tetapi dalam acara ini dia tidak boleh memperlihatkan kesedihannya.
Sama dengan Ryzel, dia harus berjuang demi cinta mereka berdua.
Menatap Ryzel di atas tempat duel, Keiko memejamkan matanya dan memohon kepada Dewa untuk memberikan Ryzel sebuah keajaiban. Paling tidak, berikan Ryzel kemenangan di pertarungan ini hanya untuk sekali saja.
Dengan keputusan Ayah Keiko, pertandingan diulang untuk ketiga kalinya dan kali ini, Ayah Keiko tidak mau ada protes dan sesuatu yang curang.
Dia menginginkan kemenangan di antara mereka berdua yang sah tanpa ada kecurangan.
Hydro dan Ryzel mengangguk mengerti, kali ini mereka berdua tampak sangat serius.
Berdiri saling berhadapan dan terpisah oleh jarak sejauh 2 meter, mereka berdua melakukan ancang-ancang sebelum menyerang satu sama lain.
Akan tetapi, sebuah pemandangan aneh terjadi.
Di saat ini, Ryzel yang tadinya melakukan kuda-kuda ala Samurai mendadak menegakkan tubuhnya.
Hydro yang melihat ini menjadi bingung dengan apa yang Ryzel lakukan.
Tidak hanya Hydro yang kebingungan, Ayah Keiko dan sederet jajaran Dojo miliknya terheran-heran apa yang sedang dilakukan oleh Ryzel.
Pada kesempatan kali ini, Hydro tidak ingin menyia-nyiakan kemenangannya dan segera menyisihkan kebingungannya untuk bergegas menyerang Ryzel yang tidak dalam kondisi siaga.
Whoosh!
Sebuah ayunan pedang kayu dilakukan oleh Hydro mengarah ke tulang rusuk bagian kanan Ryzel.
Melihat bilah pedang kayunya yang hendak menyentuh tubuh Ryzel, Hydro sudah sangat yakin bahwa kemenangan ada di tangannya.
Akan tetapi, harapannya tiba-tiba hancur setelah sosok Ryzel yang ada di depannya kembali menghilang dan muncul di belakang tubuhnya di beberapa detik berikutnya.
Whoosh! Whoosh! Whoosh!
Dalam sekejap, sebuah suara ayunan pedang yang memotong udara terdengar di seluruh ruangan Dojo yang hening ini, membuat semua orang mematung tak bergerak.
Di saat berikutnya, Hydro yang memasang kuda-kuda itu langsung ambruk dengan baju kimononya yang hancur menjadi ribuan serpihan kain.
Bam!
Di atas tempat bertanding, terlihat sosok Hydro yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Seluruh tubuhnya dipenuhi oleh luka lebam yang hampir menutupi sepenuhnya.
Luka lebam yang tercetak di tubuh Hydro terdiri dari pukulan tumpul dari pedang kayu yang dipegang Ryzel.
Mulut Hydro mengeluarkan darah dari mulutnya akibat luka lebam yang parah.
Jelas, itu bukan batas Ryzel dan itu baru 10% kekuatan yang ia gunakan, mungkin kurang dari itu.
Ayah Keiko membuka mulutnya lebar-lebar dan menatap Ryzel dengan mata yang tidak percaya.
Akan tetapi, wajah Ayah Keiko berubah setelah sadar bahwa Hydro telah terluka parah dan dia sama sekali tidak menerima menantu pilihannya seperti ini.
Dengan amarah yang memuncak, Ayah Keiko bergerak cepat dan melompat ke atas tempat berduel sambil mengeluarkan katana dari sarungnya.
Semua orang yang melihat gerakan Ayah Keiko menjadi panik, dan mereka semua mencoba untuk menahan Ayah Keiko, tetapi sudah terlambat.
Keiko yang melihat ini sama sekali belum sadar dengan apa yang ingin ayahnya lakukan.
Swoosh!
Cahaya dingin melintas di tempat berduel, membuat semua orang mengalihkan pandangan dan menutup matanya untuk tidak melihat pemandangan sadis yang akan terjadi.
Alih-alih suara semburan darah muncul, tabrakan antara benda keras terdengar di telinga mereka semua.
Klang!
Sebuah cahaya yang menyilaukan timbul dari arah tempat duel di tengah-tengah ruangan, mengharuskan mereka semua menghalangi pandangannya agar tidak cahaya yang dapat menyakiti mata.
Semua orang terkejut dengan sesuatu yang terjadi di tempat duel sehingga setelah cahaya putih yang menyilaukan menghilang, mereka langsung melirik ke tempat duel di depannya.
Pada saat ini, mereka semua melihat sosok Ryzel yang berdiri dengan tegak sambil memegang pedang kayu tua di tangannya. Tidak ada keanehan dengan sosok Ryzel.
Namun, Ayah Keiko yang menyerang Ryzel kini terbaring di atas permukaan tempat duel dengan katana yang terlepas dari tangannya.
Mereka semua tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Beberapa dari anggota Dojo segera mengevakuasi Hydro dan membawanya keluar dari Dojo.
Sementara itu, Ayah Keiko sama sekali tidak ingin dibantu dan dia ingin bangkit sendiri.
Ryzel sama sekali tidak memedulikan ini, dia sekarang tengah melihat sebuah layar tipis yang melayang di depannya.
[Absolute Katana: Pedang Kayu yang memiliki ketahanan yang lebih kuat daripada baja, graphene, bahkan Tungsten sekali pun. Senjata yang terkenal takkan pernah hancur. Mampu digunakan untuk memotong dan memukul lawan. Senjata ini dimiliki oleh sosok kuat yang misterius dan ditinggalkan begitu saja tanpa diketahui maksud dari tujuannya.]
[Catatan: Absolute Katana dapat berubah dan bersatu dengan jiwa tuan rumah untuk menyembunyikannya.]
Ryzel mengangkat pedang kayu di tangannya yang sudah berubah bentuk menjadi pedang kayu berwarna hitam dengan beberapa aksen dan ornamen kuno yang misterius.
Bentuknya masih sedikit sama, hanya ada beberapa perbedaan pada bilah dan pembatas antara bilah pedang dengan pegangan.
Mata Ryzel menampilkan perasaan yang tidak paham dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Dia hanya tahu ketika Ayah Keiko ingin menyerang, pedang kayu di tangannya ini bergerak sendiri dan memblokir serangan katana tajam Ayah Keiko.
Di saat yang bersamaan, sebuah pengingat muncul bahwa pedang kayu ini telah mengakui pemilik barunya.
Benar, Ryzel mendapatkan pedang misterius tanpa sengaja.
Tepat ketika semuanya bingung dengan Ryzel.
Di bawah tatapan dari banyak orang di Dojo, pedang kayu yang ada di tangan kanan Ryzel melayang di udara, kemudian pedang itu melesat cepat dan memasuki tubuh Ryzel tanpa jejak.
Semua mata orang yang melihat pemandangan ini menjadi membesar, hampir semuanya tersentak karena fenomena yang terjadi pada Ryzel.
Berikutnya, Ayah Keiko yang marah ini bertekuk lutut menghadap Ryzel, dan dia bersujud seraya berkata, "Selamat datang, Master!"
Setelah Ayah Keiko mengatakan kalimat itu, semua anggota Dojo ikut bersujud dan mengucapkan kata-kata yang sama hampir serempak.
"Selamat datang, Master!"
Gerakan mereka yang mendadak ini membuat Ryzel dan Keiko bingung, hanya mereka berdua yang tidak bersujud dan keduanya saling bertatapan satu sama lain.
Ujung bibir Ryzel sedikit terangkat, senyuman halus diarahkan kepada Keiko di kejauhan.
Keiko yang melihat senyuman ini menjadi malu dengan wajah yang berangsur-angsur memerah.
Tidak disangka bahwa mereka berdua berhasil mewujudkan rencananya untuk bersama.
Setelah kejadian ini, sikap Ayah Keiko berubah drastis terhadap Ryzel.
Awalnya yang menolak Ryzel untuk menjadikan Keiko istrinya, kini dia sangat diizinkan untuk membawa putrinya sebagai istri Ryzel.
Tak hanya itu saja, Ayah Keiko bahkan tak masalah mengenai dirinya yang punya banyak wanita, Ayah Keiko hanya meminta untuk tidak membuat Keiko menangis dan merasa menyesal ikut dengan Ryzel.
Selama satu hari itu, Ryzel sekejap dijamu oleh Keluarga Minamoto bagaikan seorang Raja yang mampir ke keluarga raja dari daerah lain.
Selama di sana, Ryzel dijelaskan tentang asal-usul pedang kayu ini yang mulanya ternyata adalah sebuah pedang kayu yang diberikan oleh pria misterius yang sempat datang ke Keluarga Minamoto.
Pedang Kayu ini digunakan oleh banyak sekali orang di Keluarga Minamoto sampai 200 tahun lamanya dan pedang kayu ini sudah tidak sebagus dahulu kondisinya.
Mereka tidak tahu selama ini pedang kayu yang legendaris itu adalah pedang kayu yang selama ini mereka gunakan untuk berlatih.
Menurut catatan Keluarga Minamoto, pewaris dari pedang ini akan mengubah dunia.
Keluarga Minamoto juga diwajibkan untuk melayani pewaris layaknya Pemimpin atau Sesepuh Keluarga.
Tidak hanya itu yang diinformasikan oleh Ayah Keiko, dia bilang kepada Ryzel bahwa Keluarga Minamoto berada di daftar terendah dari keluarga lainnya yang ada di Jepang.
Dengan informasi ini Ryzel menjadi paham mengapa Ayah Keiko lebih memilih Hydro ketimbang dirinya.
Alasannya ialah Hydro merupakan anak tunggal dari Keluarga Yamato yang nantinya akan menjadi pewaris keluarga.
Keluarga Yamato ini punya kekayaan yang cukup besar dan banyak sehingga Ayah Keiko ingin Keluarga Yamato membantu keluarganya dengan cara menjodohkan Keiko dengan Hydro.
Namun, rencana itu gagal karena adanya Ryzel di sini.
Dengan begitu, Ryzel akan bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.
"Ayah Keiko, aku ingin memberi tahu kamu bahwa menantumu ini memiliki kekayaan yang jauh lebih banyak dari Keluarga Yamato," ungkap Ryzel dengan nada yang sedikit bangga.
Ayah Keiko yang mendengar ini menganggap Ryzel sedang bercanda.
Bagaimana tidak, Ryzel masih terlihat sangat muda, dan pakaiannya pun tidak begitu mahal.
Tidak perlu Ryzel banyak bicara, dia mengeluarkan kartu hitam dari sakunya dan memberikannya ke tangan Ayah Keiko.
"Kartu hitam ini buktinya. Kalau Ayah Keiko masih tidak percaya, kamu bisa melihat pemegang saham dari perusahaan Gugel dan perusahaan Zel inc. Dan jika menurut Ayah Keiko masih belum cukup buktinya, Ayah Keiko bisa melihat saldo ini dan konversikan ke mata uang Jepang."
Ryzel mengeluarkan semua bukti bahwa dia punya kekayaan yang lebih dari kekayaan yang Keluarga Yamato punya.
Dibantu oleh Keiko dan keluarganya, mereka akhirnya menemukan bukti kekayaan Ryzel.
Pada saldo yang ada di rekening bang Ryzel terdapat puluhan triliun rupiah, kemudian dia menemukan ada nama Ryzel di jajaran pemegang saham perusahaan Alfabets, kemudian Kartu Hitam yang diberikan oleh Ryzel adalah asli karena ada nomor serinya.
Mengetahui fakta ini, Keiko, Ayah Keiko, dan seluruh orang yang ada di Keluarga Minamoto menjadi sangat senang.
Mereka benar-benar bahagia karena mereka tidak sengaja menemukan berlian di jalan.
Keiko pribadi masih tidak percaya bahwa Ryzel adalah pria muda paling kaya. Hal ini membuat Keiko kurang percaya diri.
Namun, Ryzel peka dengan Keiko dan dia segera mencium bibirnya di hadapan semua Keluarga Minamoto. Pria harus jantan dan berani.
"Omong-omong, aku ingin bertemu dengan kepala Keluarga Yamato, apakah Ayah Keiko punya nomor teleponnya? Aku mau meminta dia untuk datang ke sini," kata Ryzel kepada Ayah Keiko.
"Punya. Tunggu sebentar, biar aku saja yang yang meneleponnya untuk datang ke sini."
Tidak lama setelah panggilan antara Ayah Keiko dan Kepala Keluarga Yamato terputus.
Sesosok pria tua dengan rambut putih datang ke rumah utama Keluarga Minamoto dengan sikap yang dingin.
"Apakah ini pelaku yang membuat anakku terluka hebat?"
Belum sempat Ayah Keiko menjelaskan tentang maksud undangannya ke sini, Ayah dari Hydro ini tiba-tiba mengucapkan kalimat yang ofensif kepada Ryzel.
Mendengar ucapan Ayah Hydro, semua Keluarga Minamoto menjadi marah dan tak sabar untuk menebas mulut pria tua itu.
Dengan cepat Ayah Keiko memberi isyarat kepada seluruh anggota Dojonya untuk tidak melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Ayah Hydro berdiri. "Mengapa diam? Itu benar kamu, kan? Kalau begitu, aku mau kamu bertanggung jawab atas anakku yang cedera parah hingga masuk ke rumah sakit."