
Setelah itu, Ryzel berjalan keluar dari kamar sambil menggendong tas yang sudah disiapkan.
Pakaiannya ketika keluar cukup sederhana, tak berbeda dengan pakaian yang biasa dia kenakan ketika keluar dari kamar atau tempat penginapan.
Ketika keluar dari kamar, Ryzel sudah ditunggu oleh keempat wanita yang hebat ini.
Mereka berlima bergegas pergi ke pantai yang dituju oleh mereka semua.
Jaraknya tidak jauh, malah terhitung dekat, jalan pun dapat mereka capai tempat tersebut dengan waktu yang singkat.
Di perjalanan menuju pantai, Ryzel selalu mendapatkan perlakuan yang memanjakan.
Entah Laurel atau teman-temannya, mereka pasti dengan sengaja menempelkan kedua bola yang mereka punya ke bagian tubuh Ryzel secara acak.
Lebih sering tangannya yang menjadi korban. Kedua bola yang mereka punya menghimpit tangan dan memberikan perasaan yang menakjubkan.
Jujur saja, sebagai pria normal, Ryzel menyukai kekenyalan bola wanita yang sangat membuatnya nyaman dan suasana hati menjadi senang.
Tidak ada protes terhadap perilaku mereka yang seperti ini, Ryzel memperbolehkan mereka dalam diam untuk melekatkan bola-bola lembut dan kenyal ke tubuhnya.
"Aku lihat di siaran langsung kamu yang menampilkan kamu pintar bermain papan seluncur. Bisakah kamu mengajari aku juga, Ryzel?" tanya Laurel dengan wajah yang penuh dengan harapan kepada Ryzel.
Awalnya Ryzel ingin menolak, tetapi ketika melihat wajah mereka berempat yang menampilkan ekspresi seperti ini, Ryzel mau tak mau menuruti permintaan mereka semua.
Ryzel menjawab sambil mengangguk kepalanya, "Baiklah, tetapi lihat kondisi pantainya dahulu, kalau memiliki ombak yang besar dan ganas, lebih baik jangan."
"Ya, kami mengetahui itu, Ryzel." Laurel mengangguk menunjukkan dirinya paham.
Mereka tampak senang setelah Ryzel ingin mengajarkan mereka bermain papan seluncur.
Dengan begitu, mereka bisa lebih dekat dengan Ryzel tanpa harus melakukan hal itu di kamar.
Di dalam perjalan, Ryzel menyempatkan waktu untuk mengaktifkan siaran langsung sambil berjalan.
"Halo, Semuanya!"
Kebiasaannya ketika baru menyalakan ruang siaran langsung adalah menyapa orang-orang yang masuk ke dalam ruang siaran langsungnya dengan ekspresi yang ceria.
__ADS_1
Tidak lupa untuk melakukan basa-basi yang terlalu basi untuk menambah kesan asyik dan seru.
"Siapa wanita di samping Ryzel?!".
"Aku kira hanya satu ternyata ada empat wanita di sebelah Ryzel! Ada urusan apa sebenarnya mereka di sini?"
"Ryzel, bisakah kamu mengenalkan keempat wanita cantik di sebelah kamu kepada kami?"
"Boba besar terdeteksi, ada satu wanita yang memiliki Boba besar di antara keempat wanita yang ada."
"Aku tampak familier dengan jalan yang dilalui Ryzel."
" Tekan 1 untuk menjadi seorang Ryzel yang memiliki ketampanan dan keberuntungan didekati banyak wanita."
"..."
Para penonton ruang siaran langsung Ryzel masih sama, mereka sangat random dalam membahas apa-apa, terkadang di luar konteks yang Ryzel ucapkan.
Namun, Ryzel tidak mempermasalahkan ini, malah dengan adanya mereka membuat kolom komentar selalu menjadi asyik dan menyenangkan, para penonton lainnya betah dengan mereka yang melucu atau melawan.
"Perkenalkan, wanita yang ada di sebelah kiri adalah Laurel, kanan ini andalah Naura, ini Syifa, dan di belakang kiri adalah Firda.
Ketika Ryzel memperkenalkan diri mereka secara satu per satu, mereka berpose dan menunjukkan wajahnya ke kamera siaran langsung.
Mereka berempat memang pada dasarnya cantik, tidak peduli pose apa yang digunakan, mereka tetaplah cantik.
Setelah sampai di pantai, Ryzel yang datang bersama dengan keempat wanita cantik dalam sekejap jadi pusat perhatian orang yang ada di pantai.
Pria dan wanita yang memiliki wajah tampan sangatlah terbatas. Tidak semua orang memiliki ketampanan yang diinginkan.
Maka dari itu, tidak aneh jika mereka mengalihkan pandanganya ke Ryzel dan temannya.
Selama di pantai, Ryzel mencoba untuk mengabaikan tatapannya penasaran dari banyak orang. Metode mengabaikan cukup berhasil meski ada membuat Ryzel malas ke pantai.
Sebisa mungkin Ryzel melupakan sesuatu yang membuatnya malas ke pantai.
Sesuatu tersebut adalah para wanita asing yang selalu mencoba untuk mendekati dirinya.
__ADS_1
Laurel dan lainnya mampu menahan serangan Banyan wanita asing, tetapi tetap saja itu terasa merepotkan orang lain. Ryzel lebih memilih meminta tolong ke teknologi atau sesuatu yang lain.
Ombak di pantai tidak berangsur tenang dan kalem sehingga Ryzel tidak bisa mengajari ketiganya kemampuan berselancar karena kondisi alam yang tidak mengizinkan.
Di pantai mereka hanya berjemur sambil bermain air sedikit-sedikit. Ryzel tidak mematikan ruang siaran langsungnya meski dari awal perjalanan sama sekarang.
Batre ponselnya sudah mau habis, oleh Ryzel diakali dengan power bank. Mengisi daya sambil siaran langsung z sangat-sangat memaksakan.
Pas akhirnya, Ryzel meminta izin kepada para penonton untuk mematikan ruang siaran langsung.
Untungnya, para penonton Ryzel adalah orang yang baik dan pengertian, terkadang. Jadi, mereka mengizinkan Ryzel mematikan ruang sekarang langsung.
Tidak-tidak itu becanda.
Penonton Ryzel tidak mau ruang siaran langsung Ryzel dihentikan atau dimatikan.
Sayang sekali, kontrol penuh atas ruang siaran langsung Ryzel masih ada di tangan Ryzel sendiri sehingga tak peduli mereka setuju atau tidak, kalau Ryzel mau mematikan siaran langsung itu pasti akan mati.
Setelah ruang siaran langsung mati, Ryzel menyimpan ponsel di dalam tasnya dan dibiarkan diisi baterainya oleh power bank.
Menatap ke arah pantai, Ryzel bersantai sambil rebahan memandangi keindahan pantai yang alami bersama empat wanita yang juga ikut rebahan cantik di samping tubuhnya.
Para wanita yang ikut ke pantai dengannya tidak memakai baju renang yang seksi, malah mereka memakai baju renang yang tertutup meski memang terlihat ketat dan terbentuk lekukan tubuhnya.
Mereka berempat mengobrol dengan Ryzel membahas sesuatu yang acak, sesekali menyentuh tubuh Ryzel tanpa busana bagian atas, otot-otot perutnya yang indah tak tahan untuk tidak disentuh.
Naura lebih sering menyentuh, bahkan secara terang-terangan dia mengelus sela-sela otot perut Ryzel yang memiliki eight pack bahkan lebih dengan gerakan yang menggoda.
Matanya pun tidak lagi terasa sedang kagum, melainkan lebih ke pandangan yang sedang aktif ingin melakukan hal itu.
Ryzel tidak mungkin melakukan hal tersebut dengan keempat wanita di pantai ini secara terbuka.
Oleh sebab itu, Ryzel memandang keempat wanita dengan maksud tertentu.
Pandangan mata Ryzel memiliki arti di mana dirinya memberi tahu untuk melakukan hal itu nanti.
Keempat wanita paham dan mereka akhirnya tidak lagi memberikan kontak fisik kepada Ryzel dengan yang semacam itu.
__ADS_1
Agak hambar jika ke pantai tanpa berselancar. Mereka memutuskan untuk pergi ke hotel daripada diam di sini dan berjemur terlalu lama.
"Ayo kita kembali ke hotel! Aku merasa bosan sekarang."