Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 72: Wisata di Koh Tui


__ADS_3

“Anu, Kalian jangan terlalu lama memeluk aku, tidak enak dilihat orang,” ucap Ryzel yang kikuk karena tengah dipeluk oleh tiga wanita cantik dan berisi.


Sontak, mereka bertiga melepaskan pelukan dan menatap Ryzel. Namun, Maly menatap Ryzel dengan wajah yang tersenyum memiliki makna tersendiri. “Bilang saja kamu tidak mau adik kecil kamu bangun, kan? Sepertinya … kamu menyukai milik kita bertiga.“


Senyuman Maly tersungging di wajahnya, ternyata dia tahu reaksi aneh Ryzel. Bagaimana tidak, Maly saja memeluk tubuh Ryzel di bagian depan yang secara otomatis tubuhnya menempel di tempat adik kecil Ryzel berdiam diri.


Ryzel tersenyum malu dan wajahnya yang tampan memerah, tampak lucu di mata mereka bertiga sehingga tak kuat menahan untuk tidak mencubit wajah Ryzel.


Gerakan mereka yang tiba-tiba ini membuat Ryzel makin malu dan kaku.


Setelah suasana yang canggung ini berakhir, mereka berempat pergi ke Desa Koh Tui pusatnya wisata di sini.


Di sana terdapat banyak tempat wisata dan toko, bahkan ada atm untuk menarik uang.


Untungnya Ryzel memiliki banyak pecahan receh uang yang ternyata berguna di sini, barang-barang di sini tidak terlalu mahal. Ryzel menginap saja hanya 60 dolar per malam dengan fasilitas yang bagus dan nyaman. Makanan juga tidak terlalu mahal karena makanan di sini kebanyakan makanan laut sehingga itu masih segar bahan bakunya dan harga wajar agak mahal.


Sesampainya di Koh Tui, Ryzel diajak untuk berjalan di sebuah jembatan tali yang terdapat pijakan kayu yang kecil, Ryzel diharuskan untuk berjalan dari sisi ujung ke ujung lainnya, cukup menantang karena jembatan ini ada di ketinggian puluhan meter di dalam hutan.


Sambil melewati rintangan, Ryzel juga menikmati pemandangan alam yang indah, tak lupa tangan kiri Ryzel memegang tongkat gimbal dan siaran langsung.


Para penonton yang melihat ini semuanya merasa ngeri dan takut, terlebih ketika kamera ponsel diarahkan ke bawah. Akan tetapi, itu berbeda dengan Ryzel, dia hanya tersenyum dan berjalan di atas kayu yang ikat tali, terlihat ringkih yang bisa saja membuat Ryzel jatuh kapan pun.


Pria ini tidak takut, kakinya melangkah di atas kayu seakan dirinya sedang berjalan di permukaan tanah.


Ryzel tidak heboh, melainkan penonton yang heboh, komentar banyak yang dikirim sampai bergulir begitu cepat, dan ketiga wanita yang mengajak Ryzel ke sini pun berteriak heboh.


Padahal, Ryzel yang menjalani tantangan, bukan mereka bertiga.


Setelah bermain rintangan tali di hutan, mereka berempat pergi ke tempat wisata lain.


Wisata satu ini saja sudah terlihat sangat seru, para penonton Ryzel semuanya menonton keseruan Ryzel melewati segala rintangan di hutan ini sembari memperlihatkan bagaimana indahnya hutan hijau.


Kemudian mereka melanjutkan wisata hiburan dengan berpetualangan dari Koh Tui menuju Pantai Long Set dengan cara menyisir hutan, tentu ditemani pemandu yang mereka sewa.


Sangat menyenangkan dan seru, mereka mengenakan sendal yang anti-slip karena medan perjalanan banyak melalui jalan yang berair lantaran hutan ini adalah hutan hujan.


Benar, tempat wisata yang mereka kunjungi ini adalah Pantai Long Set.


Ingin rasanya mereka pergi ke Sanloem, tetapi itu harus naik perahu ke pulau seberang tersebut. Mereka ke pulau Koh Rong saja naik kapal pesiar dari pelabuhan. Saking terkenalnya wisata ini, penyewa mobil ikut dengan mereka sampai ke hotel dengan menggunakan mobil orang lain, mobilnya ditempatkan di pelabuhan, dan ia menjadi supir mereka hingga sampai ke hotel.


Di sana, pria tersebut menatap keindahan pantai sejenak sebelum kembali lagi ke pelabuhan.


Supir itu menunggu mereka di pelabuhan, menikmati laut di sana sampai keempatnya pulang.


Ryzel sudah mengajak orang ini untuk berlibur bersama, tetapi dia tidak mau dan berpegang teguh pada keinginannya. Tidak bisa memaksa seseorang, Ryzel membiarkan supir ini di Pelabuhan Sihanoukville.


Di sana, ada beberapa tempat untuk memberi supit itu hiburan. Seharusnya, tak ada masalah menunggu mereka lama-lama.


Di pantai ini, mereka berempat berenang dan mencoba untuk bermain selancar air dengan papan.

__ADS_1


Melihat Ryzel yang lihai dalam berselancar di atas ombak, mereka menjadi ingin bisa dan meminta diajarkan kepada Ryzel cara berselancar.


Tidak bisa Ryzel tolak permintaan mereka, Ryzel mengajarkan wanita ini dengan syarat tidak menggunakan baju yang sangat terbuka karena dia akan memulai siaran langsung.


Mengajarkan mereka selancar sekaligus mengajarkan para penonton juga. Di dalam siaran langsung Ryzel tak boleh menampilkan seseorang yang terlalu seksi, takut ditegur oleh pihak lembaga penyiaran.


Mereka bertiga setuju dan mereka mengganti pakaiannya dengan baju renang yang tertutup, paling tidak itu tak menampilkan belahan bola besar dan mulus mereka.


Tindakan ini juga mencegah adanya kecemburuan di antara wanita yang kenal dengan Ryzel. Gina, Rina, Rani, dan Haimi suka menanyakan tentang Maly.


Dengan adanya siaran langsung beberapa hari ini, Ryzel sudah mendapatkan panggilan interogasi dari mereka semua, bertanya seputar siapa tiga wanita yang ada di siaran langsung miliknya.


Tentu saja, Ryzel menjawab bahwa mereka semua teman yang tak sengaja bertemu. Padahal, Gina dan wanita lainnya, semuanya berteman karena pertemuan yang tidak disengaja.


Ryzel masih memegang erat prinsip yang tidak ingin berpacaran. Sebuah trauma masih membekas di dalam hati dan pikirannya.


Sebuah mimpi buruk yang tak ingin Ryzel alami lagi, sekali saja sudah cukup dalam seumur hidup.


“Kamu seimbangkan kedua kaki kamu ketika berdiri dan papan selancar membawamu. Santai saja, jangan panik ….“


Saat ini, Ryzel memberi pengajaran kepada ketiga wanita ini dengan penuh kesabaran. Mengajarkan sesuatu pengetahuan kepada orang memang bukan perbuatan yang mudah, harus disertai kesabaran dan ketenangan, jangan sampai emosi tersulut karena orang yang ajari sekian lama tak bisa-bisa menguasai sesuatu yang kita ajarkan.


Akan tetapi, di momen inilah yang membuat keseruan mereka dimulai.


Banyak sekali momen lucu ketika mereka belajar berselancar, ketiganya kerap kali jatuh ke laut dan berguling terbawa ombak. Untungnya, ombak laut tidak besar, ukurannya pas untuk belajar berselancar.


Tidak ada luka di antara mereka, hanya kemasukan air di telinga mereka dan itu adalah hal yang biasa.


“Meskipun tertutup, aku bisa mengetahui bahwa ketiga wanita ini memiliki sebuah aset yang sangat besar. Pria yang mendapatkan ketiga wanita ini pasti sangat beruntung!“


“Dewa Zeus, tolong beri aku kehidupan seperti orang ini! Aku akan mengorbankan sebuah apel untuk permintaan itu! Maaf, jika tersisa setengah.“


“Baru tadi aku mengocok sesuatu, apa aku harus mengocok barang lagi sekarang?“


“Aku tidak tahan dengan suara dan tubuh Ryzel di balik bajunya yang basah, itu penuh dengan otot. Ingin aku jilat rasanya!“


“Suara Ryzel sangat mendamaikan hati, kalau guru sekolah aku seperti ini, aku akan semangat bersekolah!“


“Oke, aku mulai paham dengan cara mendapatkan banyak wanita—maksudnya berselancar air.“


“…”


Rentetan komentar memiliki segalanya yang ingin diucapkan para penonton. Banyak orang yang menyaksikan ini yang terfokus pada visual mereka berempat.


Perpaduan antara 1 pria tampan dan 3 wanita cantik dengan latar video pemandangan pantai, membuat siaran langsung enak dan nyaman dilihat.


Terdapat lebih dari 143.000 penonton yang menyaksikan Ryzel dan ketiga wanita ini belajar berselancar dengan ekspresi yang senang dan tersenyum.


Walaupun tak mengerti apa yang diucapkan oleh mereka berempat, para penontonnya ini tetap merasakan keseruan mereka.

__ADS_1


Siaran langsung berlangsung selama beberapa jam, kurang lebih 3 jam hingga akhirnya siaran langsung ditutup oleh pemandangan perubahan langit yang menjadi gelap.


Setelah itu, mereka berempat duduk bersantai di pinggir pantai menikmati panorama mengangguk dan memukau Pantai Long Set.


“Besok kami bertiga ingin pergi ke pulau sebelah, kamu ikut, kan?“ Menoleh ke samping kanan, Maly melihat Ryzel yang berbaring santai di kursi pantai.


“Ke mana?“ Ryzel bertanya dengan wajah yang tertarik.


Maly menyedot sedotan yang ada di gelas minumannya. “Pulau sebelah, Koh Rong Sanloem atau Samloem. Banyak tempat yang seru di sana, kita bisa menyelam menikmati keindahan bawah laut.“


“Benar, di sana ada tempat mercusuar yang sudah lama ditinggalkan, sangat misterius!“ tambah Aruny yang antusias dengan perjalanan berikutnya.


Kepala Putrea mengangguk beberapa kali dan berkata, “Ada juga pangkalan militer terbengkalai peninggalan zaman dahulu.“


“Aku akan ikut, tampaknya itu seru.“ Ryzel menjadi sangat tertarik dan memutuskan untuk ikut.


Sistem memberi tahu tentang ke mana ia akan masuk besok. Hari ini tak ada tugas masuk yang dirilis. Kemungkinan, besok juga tidak ada dan dia bebas pergi ke mana saja.


Sebelum mereka kembali ke vila yang ada di Pantai Royal, mereka menyaksikan sebuah keindahan pantai yang sangat memukau mata.


Ombak pantai di malam hari gelap menyala berwarna biru, seakan-akan berkilau mengungkapkan cahaya biru agak redup. Fenomena ini disebut iluminasi plankton.


Populasi plankton yang bertambah secara masif. Plankton yang menyebabkan fenomena ini terjadi dari jenis Gonyaulax sp, plankton ini termasuk ke dalam Bioluminesensi yang mampu memancarkan cahaya di air laut.


Terjadi karena adanya reaksi kimia di dalam tubuh pada plankton tersebut sehingga dapat memancarkan cahaya biru yang cantik.


Pertama kalinya Ryzel melihat ini dan ia segera mengabadikan momen langka ini dengan berfoto dan membuat video yang nantinya akan diunggah di akun Instagrem dan Tiktod.


“Sangat indah. Cahaya biru ini seakan memaksa hatiku menjadi damai dan tenang.“ Maly menatap pantai yang memiliki gelombang air tak besar dan tak kecil yang menyembur cahaya biru.


Ekspresinya menunjukkan perasaan rindu yang tak tertahankan, seolah-olah ada sesuatu yang berat yang pernah dialami di hidupnya.


Ryzel memperhatikan tatapan mata Maly yang mempunyai arti, tetapi ia tidak ingin mengganggu Maly dan membiarkannya merenung.


Keputusan ini juga dipilih oleh teman-temannya, Aruny dan Putrea. Mereka berdua hanya diam dan ikut mengamati keindahan fenomena alam pantai.


Setelah itu, mereka berempat berjalan pergi menuju resor dengan menyewa jasa ojek, ada ojek di sini meski sulit untuk ditemukan.


“Akhirnya, kita sampai juga di vila tercinta. Ryzel, kamu mau ikut kita bertiga?“ Maly bertanya dengan manik mata yang memikat sambil menonjolkan buah besar.


Dengan canggung, Ryzel menggelengkan kepalanya sangat cepat dan mulai berjalan mundur. “Tidak perlu, aku ada kerjaan dan harus digarap malam ini.“


“Umm … baiklah. Semangat, ya!“


Berikutnya, ketiga wanita ini menarik tangan Ryzel dan mencium pipi Ryzel secara bergantian.


Serangan tak terduga dilancarkan oleh wanita cantik ini. Ryzel tertegun sesaat setelah ciuman- ciuman itu mendarat di kedua pipinya. Tidak lupa meninggalkan sensasi lembut ketika mereka mencium Ryzel. Bola mereka menghimpit tubuh Ryzel di segala arah.


Sehabis itu, Ryzel berjalan meninggalkan mereka bertiga dan pergi menuju tempat vila miliknya berada.

__ADS_1


“Aku bisa-bisa kelepasan suatu saat jika mereka terus bertindak dan menghantam aku seperti ini ….“


__ADS_2