
[Selamat Kepada Anda Telah Mendapatkan Kemampuan Kontrol Benih, Saham Perusahaan Indoeat sebesar 20%, dan Uang 96 Miliar Dong!]
Pemberitahuan ini terdengar jelas oleh Ryzel. Dia tersenyum sambil mengunyah makanannya yang ada di dalam mulut.
Pada saat ini, Ryzel dan Linh sedang makan di restoran mahal di atas lantai Gedung Botaxco Financial. Restoran atau Kafe ini termasuk mewah karena menyediakan atau memberikan pemandangan yang indah.
Keduanya bisa melihat keluar kafe dan langsung menghadap pemandangan malam kota yang begitu memukau.
Sejak tadi Linh terfokus pada pemandangan yang di luar, dia menatap ke arah jendela yang bersih dan di baliknya adalah sebuah pemandangan Kota Ho Chi Minh pada malam hari.
Tepat ketika, Ryzel hendak mengambil makanannya di atas meja, dia merasakan sebuah perasaan hangat yang datang di perut bagian bawahnya.
Energi hangat ini seakan mengisi sesuatu di dalam tubuhnya, tepat di bagian bawah perut atau atas adik besarnya. Berkumpul di sana untuk sementara waktu lalu menyebar ke seluruh tubuhnya.
Namun, penyebaran energi hangat ini tidak selama ketika perasaan hangat berkumpul di bagian bawah perutnya.
Setelah itu, sensasi hangat dan nyaman pelan-pelan menghilang dari tubuhnya dan tidak lagi terasa.
Alis Ryzel bertaut, wajah tampak heran karena dia sekarang merasakan sesuatu yang asing di dalam tubuhnya, tetapi saat dia mencoba untuk merasakan lebih kuat sesuatu asing tersebut, Ryzel tidak bisa melakukan apa-apa dengan sesuatu yang asing dalam tubuhnya.
Sesuatu tersebut tidak bisa diapa-apakan dan terasa harus memicu kondisi tertentu agar bisa mengendalikan sesuatu yang asing ini.
Dengan demikian, Ryzel mengabaikan perasaan asing di dalam tubuhnya dan fokus makan sambil memandangi keimutan wajah Linh di depannya.
Seakan dirinya tidak boleh menyaksikan lebih lama paras wajah Linh, secara tiba-tiba ponselnya berbunyi dan sebuah panggilan datang dari nomor yang tidak tercatat atau tidak dikenal.
Sebuah firasat muncul di hatinya, panggilan telepon ini berasal dari hadiah saham yang dia dapati.
Ada 1 hadiah lainnya yang aneh, dan dia berspekulasi bahwa sejumlah energi asing yang hangat dan nyaman berasal dari kemampuan tersebut.
Tanpa menunggu lama lagi, Ryzel mengambil ponselnya yang menyala dan berdering, kemudian mengangkat panggilannya.
Begitu Ryzel menerima panggilan telepon ini, dia mendengar suara pria yang terdengar tenang dan berwibawa.
Pria di balik telepon mengenalkan dirinya sendiri kepada Ryzel, sedangkan pria tersebut sudah tahu dengan Ryzel.
Orang yang meneleponnya ini adalah pria yang memiliki identitas yang luar biasa, berasal dari marga keluarga yang sudah terkenal akan harta kekayaannya dan keluarga pebisnis sukses. Selain itu, orang ini juga seorang anak dari orang yang kaya dan sangat sukses, memiliki banyak perusahaan yang besar. Pria ini kebetulan menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Indoeat.
Meskipun aura dari suara pria tersebut terasa menekan karena saking kuatnya temperamen orang yang kaya dan sukses, Ryzel masih bisa mengendalikan dirinya sendiri lantaran Tempramen Pangeran yang ia punya.
Temperamen Pangeran ini dapat menghilangkan rasa tekanan atau dominasi dari orang yang lebih tua dan memiliki banyak pengalaman. Pihak lawan bicara pun bisa merasakan aura Ryzel yang tenang dan bijaksana.
Pria yang terdengar tua dan berwibawa ini menjelaskan tentang dividen Ryzel dan pengetahuan dasar tentang kondisi perusahaan. Ryzel mendengarkan dengan penuh perhatian dan fokus sampai pihak lawan bicara menyelesaikan ucapannya.
Di sebuah gedung di Jakarta, terdapat seorang pria tua berambut agak panjang dan rapi sedang duduk santai di sebuah ruangan kantor.
Dia sedang melakukan panggilan telepon dengan seorang, tidak lain dan tidak bukan adalah Ryzel.
Sebuah aura bisa dirasakan begitu seseorang melihatnya, pria ini sangat berwibawa dan berkarisma, terlihat mencolok karena kepribadian yang keluar hanya dari tampilan tubuh.
Beberapa kali pria ini tersenyum sambil menggenggam ponsel ke arah telinganya dan juga beberapa kali menganggukkan kepalanya.
Durasi menelepon ini tidak lama, berlangsung selama belasan menit. Panggilan itu diakhiri oleh Ryzel.
“Ryzel Dicky, aku pernah mendengar nama ini. Apakah dia orang yang sama dengan orang itu?“
Usai bertelepon dengan Ryzel. Pria ini mengetik sesuatu di ponselnya untuk mencari suatu kebenaran yang sudah ia duga.
Setelah melihat ponselnya dengan lekat selama beberapa saat, pria ini tersenyum lebar dan mengangguk-angguk.
Dengan hati yang senang dan perasaan yang lega, dia bergumam, “Benar dugaanku, Ryzel adalah orang yang sedang terkenal di aplikasi Tiktod.“
__ADS_1
Wajah yang dikirimkan oleh seseorang tentang Ryzel ini sesuai dengan wajah Ryzel yang ada di dalam layar ponselnya.
Tak menyangkal, pria yang hanya bekerja berjalan-jalan saja ke luar negeri bisa mendapatkan saham dari perusahaannya.
“Aku curiga dengan pemuda satu ini. Kurasa pemuda ini memiliki hubungan dan relasi yang dalam serta luar biasa dengan keluarga atau kelompok tertentu. Tidak mungkin pemuda yang memiliki latar belakang yang begitu biasa bisa mendapatkan beberapa persen saham perusahaan ini.“ Pria tua tersebut memegang dagunya sambil bersandar di punggung kursi. “Terlebih lagi sikapnya di dalam telepon barusan sangat tenang, tidak seperti pemuda yang payah dan tidak berpengalaman. Aku makin penasaran dengan pemuda ini.“
Tatapan mata pria tua tersebut bergerak ke layar ponselnya yang masih menampilkan gambar Ryzel yang sedang berfoto di sebuah pantai.
“Siapa tadi, Ryzel? Kamu terlihat serius sekali saat menjawab telepon.“
“Panggilan dari perusahaan, Linh.“ Ryzel tersenyum dan menatap Linh yang memandangnya dengan wajah yang penuh rasa ingin tahu.
Mendengar jawaban Ryzel, Linh mengangguk paham. Pantas, Ryzel begitu serius ketika berbincang di dalam panggilan, sampai-sampai dia bisa merasakan bahwa Ryzel saat itu berbeda, tampak seperti orang lain, tetapi dengan versi yang lebih baik lagi dari Ryzel yang sekarang ini.
Pada momentum itu, Linh menatap dan memandang Ryzel dengan penuh perhatian, dia benar-benar suka melihat tampilan Ryzel ketika menelepon barusan, terlihat elit dan berbeda. Aura atau tampilannya menjadi lebih baik, setiap gerakannya yang sengaja atau tidak sengaja sangat elegan.
Secara keseluruhan, kedua versi Ryzel tersebut sama-sama Linh sukai. Keduanya tampan dan memiliki karakteristik yang seru.
Setelah itu, keduanya pergi dari kafe ini karena dia sudah terlalu lama diam di sini. Idealnya orang-orang diam di sana sampai 2 jam saja.
Mereka berdua turun dari gedung dan pergi dengan jalan kaki menuju tempat terakhir yang sudah masuk ke dalam agenda yang yang dibuat oleh mereka berdua. Tempat itu adalah Ben Thanh Street Food Market atau Pasar jajanan jalan Ben Nghe.
Sosok keduanya waktu berjalan bersama, terlihat makin dekat. Linh tidak malu lagi untuk memeluk tangan Ryzel, bahkan mencium pipinya.
Akan tetapi, adegan mereka bermesraan tidak masuk ke dalam bingkai kamera ruang siaran langsung.
Sejak keduanya masuk ke Menara Botaxco Financial, Ryzel sudah merekam dan menyalakan siaran langsung lagi. Seluruh pemandangan yang dilihat oleh keduanya di lantai 49 gedung ini dilihat juga oleh para penonton.
Terdapat total 190.000 penonton di kala itu. Sangat banyak orangnya. Hal itu karena jumlah orang-orang yang ingin menonton siaran langsungnya makin bertambah seiring waktu, dan kanal Tiktodnya makin dikenal orang-orang.
Saat tahu jumlah penonton Ryzel begitu banyak, Linh sangat terkejut, ternyata pria ini memang terkenal di negara asalnya.
Jujur saja, Linh tidak heran. Wajah Ryzel yang tampan dan ditambah dengan tubuh serta sikap yang luar biasa bagus, semua itu menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang menyukainya.
“Kamu mulai siaran langsung lagi?“ Linh memeluk tangan kiri Ryzel dan menengadahkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah Ryzel.
Tubuhnya terlalu mungil dan kecil sehingga dia harus mengangkat kepalanya begitu tinggi agar bisa melihat wajah Ryzel dengan jelas.
Menggenggam tongkat gimbal di tangannya, Ryzel menundukkan kepalanya dan tersenyum kepada Linh. “Iya, masih ada waktu sebelum kita pulang ke hotel, kupikir lebih baik untuk siaran langsung sambil memperlihatkan makanan khas Vietnam di sini.“
“Oke, lakukan saja. Aku akan membantu kamu menjelaskan makanan yang di sini kepada mereka semua.“ Linh tersenyum manis dan tidak keberatan dengan Ryzel yang mulai siaran langsung.
Selanjutnya, mereka berdua masuk ke dalam pasar malam ini atau street food malam ini untuk membeli beberapa makanan tradisional, seperti kue kering dan makanan ringan yang lain, jika memang ada di sana.
Namun, mereka lebih sering mencicipi jajanan di sini secara langsung. Pasar ini bertema street food, bukan pasar tradisional yang banyak menjual makanan kering dan sudah dibungkus.
Tidak apa-apa, terpenting para penontonnya bisa melihat suasana dan bagaimana bentuk dari jajanan jalan di Vietnam.
Sebenarnya, tidak ada yang berbeda dengan Indonesia atmosfer atau lingkungannya, kedua negara tersebut terpaut dekat dan masih di satu wilayah Asia tenggara..
Mereka makan malam di tempat itu, banyak jajanan yang mereka beli dan cicip. Semua makanan terasa enak, kebanyakan terbuat dari makanan laut yang di mana itu masih cocok dengan lidah Ryzel.
Apalagi, sebagian besar makanan Vietnam didominasi oleh sayuran. Jika Ryzel makan makanan Vietnam, mungkin dia makin sehat.
Sayangnya, dia akan terus sehat karena dia kebal dari penyakit. Tidak begitu berpengaruh banyak bagi Ryzel, lebih-lebih tubuhnya sangat kuat, melebihi batas manusia.
Puas makan makanan yang ada di Ben Nghe, keduanya membungkus beberapa makanan, ada makanan kering yang mereka bawa.
Keduanya naik taksi dan pulang kembali ke hotel.
Sekarang sudah jam 9 malam lewat beberapa menit, takkan lama lagi masuk ke tengah malam.
__ADS_1
Jadi, mereka harus pergi sekarang karena waktu itu berjalan cepat.
Di dalam mobil, Ryzel sempat mengobrol dengan orang-orang yang ada di siaran langsungnya. Obrolan yang dilakukan Ryzel dan para penonton adalah sesi penutupan ruang siaran langsung.
Setelah itu, Ryzel menutup siaran langsung dengan akhir yang menyenangkan. Dia sempat tertawa dan bercanda dengan para penontonnya, dia sangat interaktif sekali, benar-benar memperlakukan para penonton layaknya seorang teman.
Sesampainya di hotel, mereka berdua berpisah untuk sementara waktu. Mereka ada kesibukan yang harus dilakukan.
Ryzel sibuk memantau dan memeriksa akun Tiktod, dia harus memperhatikan saldo di akun Tiktodnya yang kian bertambah setiap dirinya melakukan siaran langsung.
Besok dia harus mengalokasikan atau menyumbangkan semua saldo yabg terkumpul di akun Tiktod miliknya ke situs amal atau lembaga amal. Sama seperti beberapa Minggu sebelumnya.
“Sudah ada delapan puluh juta lebih. Aku heran dengan penonton-penonton ini, apakah mereka orang-orang kaya? Tidak sedikit uang yang mereka keluarkan untuk berdonasi amal ini.“ Ryzel mengelus dagingnya sambil menatap layar luas Jenbook yang menunjukkan angka nominal saldo di akun Tiktod.
Tok! Tok!
Tiba-tiba suara ketukan pintu berbunyi, mendengar ini Ryzel langsung menoleh ke arah pintu kamar yang merupakan sumber dari suara tersebut.
Ketukan itu terus muncul secara beruntun dan tidak ada tanda-tanda ingin berhenti.
Segera Ryzel berdiri dan berjalan menuju pintu kamar. Tangannya terulur dan menekan kenop pintu hingga pintu terbuka.
Saat pintu itu terbuka, Ryzel melihat Linh berdiri di depan pintunya dengan menggunakan jaket hitam.
Jaket hitam ini menutupi seluruh tubuh Linh sehingga hanya terlihat wajah, pergelangan tangan sampai jari-jari tangan, dan sepatu.
Itu bukan punya Ryzel, tetapi Linh memang punya jaket yang oversize atau ukuran besar.
“Bolehkah aku masuk ke dalam?“ tanya Linh sambil menatap Ryzel dengan wajah yang penuh permohonan. Pupil matanya yang bulat itu memancarkan sinar imut yang tak tertahankan, sulit bagi Ryzel menolaknya.
Ryzel mengangguk dan dia mempersilakan Linh untuk masuk. Tentu saja, Linh tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan dia buru-buru masuk ke dalam kamar Ryzel.
Melihat Linh sudah masuk ke dalam kamar, Ryzel menutup pintu kamar dan berjalan ke dalam kamar bersama Linh.
“Ada apa, Linh? Kelihatannya sangat penting, malam-malam begini kamu menyempatkan waktu untuk pergi ke kamarku. Apakah ada keperluan yang penting?“ Duduk di kursi meja kerja yang disediakan oleh pihak hotel, dan melirik ke arah Linh yang duduk di atas kasurnya.
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Ryzel tidak dijawab oleh Linh, dia menatap Ryzel dengan tilikan mata yang aneh.
Di detik berikutnya, tangan Linh bergerak dan membuka jaketnya secara perlahan.
Mata Ryzel terfokus pada gerakan Linh, dia diam dan terus memperhatikan apa yang ingin dilakukan Linh.
Akan tetapi, ketika jaket itu hampir terbuka, Ryzel baru tersadar dengan apa tujuan Linh datang ke kamarnya.
Jaket itu terbuka dan terlepas dari tubuh Linh. Sosok Linh yang tanpa busana diperlihatkan di depan mata Ryzel.
Glup!
Tanpa sadar Ryzel menelan air ludahnya sendiri begitu melihat apa yang ada di depannya.
Wanita ini tidak memakai baju selain jaketnya saja. Bola-bola besar itu sedikit terombang-ambing, membuat dampak besar kepada adik besar Ryzel.
Tanpa berbicara lagi dan basa-basi, Ryzel menerkam Linh dan mulai bermain kegiatan di malam hari kemarin.
Untuk beberapa waktu yang lama, kamar Ryzel dipenuhi suara aneh dari seorang wanita remaja dan juga bunyi dari kulit yang bertabrakan.
Keduanya bermain permainan suami-istri sampai jam 3 pagi. Berikutnya, mereka tidur hingga jam 8 pagi.
Di pagi hari ini, Ryzel dan Linh sama sekali tidak pergi ke mana-mana, mereka masih di dalam kamar Ryzel dan melanjutkan permainannya.
[Ding! Kontrol Benih Berfungsi!]
__ADS_1
[Anda dapat memilih untuk membuat wanita ini mengandung atau tidak. Jika iya, benih Anda 100% akan lolos seleksi dan membentuk sebuah kehidupan di dalam tubuh wanita ini, dan memilih tidak, benih milik Anda dipastikan gagal dan takkan hidup di ruang bayi wanita ini.]