Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 112: Berkah Tak Terduga


__ADS_3

Tidak ada reaksi dari mereka bertiga, wajah mereka tetap datar dengan mata yang seram.


Ryzel sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh mereka dengan memberinya tiga ekor ikan.


Berpikir sejenak untuk memikirkan segala kemungkinan, Ryzel mencoba untuk bertanya lagi, dia berharap pertanyaannya benar.


Dengan ekspresi yang ramah, Ryzel bertanya, "Kalian ingin memotong ikan ini untuk kalian?"


Benar saja, mereka merespons dengan anggukan kepala, menandakan pertanyaan Ryzel pas dengan maksud mereka bertiga.


Mengambil ketiga ekor ikan yang telah mati ini, Ryzel membawanya ke dalam kamar dan mulai memotong ketiga ikan untuk mereka.


Entah mengapa Ryzel merasa ada yang salah dengan ini, dia merasa dirinya sedang diperbudak oleh ketiga elang tersebut.


Menggelengkan kepalanya, Ryzel menyingkirkan pikiran tersebut dan fokus memotong ikan.


Gerakan Ryzel memotong ikan cukup cakap, dia dengan mudah membelah perut ikan dan mengeluarkan organ dalamnya, kemudian dia memotong daging ikan serupa dengan teknik potongan ikan yang dilakukan para chef.


Sebelum diberikan kepada elang, Ryzel memasak daging ikan sampai setengah matang. Setelahnya, dia menaruh daging-daging tersebut ke tiga piring dengan jumlah potongan yang sama.


Ryzel tidak mau ada ketidakadilan di antara mereka karena perbuatannya.


Begitu burung-burung elang melihat Ryzel keluar dengan membawa dua piring yang berisikan potongan daging ikan, mereka langsung turun dari pagar dan mendarat di permukaan balkon.


Pertama dia membawa dua piring dahulu, kemudian dia kembali ke dalam untuk membawa satu piring yang tersisa.


Ketika semua piring ditempatkan di balkon, mereka bertiga dengan lahap memakan daging-daging ikan tersebut yang dimasak oleh Ryzel sendiri.


Kemampuan masak memang berguna, tetapi dia tak menyangka kemampuannya berguna untuk elang-elang ini.


Melihat mereka sibuk dengan makanannya, Ryzel berjalan ke dalam kamar untuk kembali menyiapkan persiapan untuk pergi dan juga pulang nanti.


Hal itu dilakukan untuk menghemat waktu.


"Oke, semuanya sudah beres, sudah saatnya untuk pergi." Ryzel menatap kedua tas di depannya dengan puas..


Akan tetapi, dia baru sadar bahwa di depannya saat ini ada tas tambahan selain tas peralatan siaran langsung.


"Tunggu, tas apa ini?" Ryzel mengangkat tas tersebut dan itu terasa ringan, mungkin hanya ada 3 kilogram beratnya.


Rasa ingin tahu tumbuh di dalam hati Ryzel, bersamaan dengan rasa curiga dan takut.


Tas ini sangat mencurigakan lantaran muncul secara mendadak tanpa ada informasi tentang asalnya.


Makin lama dia memandang tas tersebut, Ryzel makin takut dengan tasnya. Berbagai macam spekulasi muncul di dalam kepalanya.


Ryzel bahkan mengira ini adalah tas yang berisikan bom.


Dengan keingintahuan yang sangat besar, Ryzel membuka ritsleting tas dan melihat isinya.


Wajah Ryzel yang takut berubah menjadi ekspresi yang senang tak tertahankan.

__ADS_1


"Ini tas ruang penyimpanan!" seru Ryzel yang sadar dengan tas tersebut.


Tas ini berasal dari Sistem dalam rangka pemberian tugas masuk.


Bisa-bisanya dia lupa dengan ini, tampaknya Ryzel sudah kecanduan dengan segs sehingga dia tidak ingat dengan sesuatu yang penting ini.


Tas dengan isi yang besar karena disisipkan teknologi canggih dari Sistem sehingga mampu meluaskan ruang yang ada di dalam tas sampai 10 meter kubik.


Ruang dengan besar 10 meter kubik muat untuk beberapa mobil, dan itu adalah ruangan yang sangat luas. Ryzel sangat senang dengan hadiah ini.


Tanpa berpikir lama lagi, Ryzel menyimpan semua barangnya termasuk tas juga ke dalam tas ruang penyimpanan tersebut.


Selain memiliki ruang yang besar, tas ini memiliki desain yang keren dengan warna berwarna hitam dan logo yang bertulis nama Ryzel.


Tulisannya pun memakai huruf yang bagus dan keren, seperti pemiliknya.


Dengan adanya tas ini, Ryzel tidak perlu khawatir dengan berapa banyak barang yang dia bawa.


Sekarang dia bisa memasukkan banyak baju ke dalamnya. Sama sekali tidak takut tas tidak muat dan tidak cukup karena barang yang dibawa terlalu banyak.


Namun, tas yang sudah disiapkan untuk pergi ke pantai tetap Ryzel gunakan dan tidak disimpan ke dalam tas ruang penyimpanan luar angkasa.


Saking senangnya Ryzel, dia tidak sadar bahwa ketiga elang sedang berjalan masuk ke dalam kamar menggunakan kedua kakinya.


Berikutnya, kaki kiri Ryzel dipatuk pelan oleh Burung Elang Jawa, membuat Ryzel terkejut sampai dirinya terpental ke atas kasur.


"Woah! Apa itu?!" jerit Ryzel yang panik.


"Ada apa? Kalian belum kenyang?" tanya Ryzel kepada ketiga burung elang ini.


Respons yang diberikan mereka kali ini adalah sebuah gelengan kepala, artinya mereka sudah kenyang.


Bingung dengan hal ini, Ryzel bertanya sekali lagi, "Apa yang kalian inginkan?"


Alih-alih menjawab, ketiga burung ini terbang secara bergantian ke depan wajah Ryzel dan menyentuh kening Ryzel dengan paruhnya.


[Ding! Selamat Anda Mendapatkan Berkah dari Dewa Burung!]


Sebuah logo terbentuk di dahi Ryzel, itu memiliki lambang mirip dengan kepala elang yang memiliki tiga jambul dengan warna logo berwarna biru langit.


Sebelum Ryzel bereaksi, ketiga burung tersebut keluar dari kamar dengan mengeluarkan suara yang tidak asing di teling Ryzel.


"Pria tampan ini terlalu menggemaskan. Sayang sekali, kita tidak bisa berkomunikasi dengannya dengan bebas."


"Mungkin dengan berkah yang kita berikan, dia bisa mengetahui apa yang kita bicarakan."


"Ada-ada saja beliau besar ini, hal itu tidak mungkin terjadi."


"..."


Ketiga burung tersebut menghilang dari kamar dan meninggalkan Ryzel dalam kondisi yang bingung.

__ADS_1


Tanda tanya besar muncul di wajah Ryzel, matanya menatap ke pintu balkon yang terbuka dengan wajah yang sangat-sangat tidak mengerti.


Tepat ketika Ryzel ingin pergi ke balkon, sebuah jendela sistem muncul di depan wajahnya yang berisi sebuah keterangan yang penting.


[Berkah Dewa Burung: Berkah Dewa yang memberikan pengguna sebuah efek yang luar biasa. Burung bagian bawah menjadi lebih tahan lama, memahami bahasa semua burung, poin ketampanan bertambah 3 poin, dan fisik bertambah 5 poin. Efek spesial: terkunci.]


Tubuh Ryzel terjengkang ke belakang dan menabrak sisi kasur, dia menatap jendela sistem dengan ekspresi yang tidak percaya.


"Ada apa ini?!"


Di saat yang bersamaan, Laurel dan Kawan-kawannya sudah siap untuk berangkat ke pantai, tinggal mereka merasa wajah agar terlihat lebih cantik lagi.


Mereka berempat merias wajah di kamar Laurel dan Naura. Obrolan selalu mereka adakan dengan bermacam-macam pembahasan yang sangat acak dan tak penting.


Akan tetapi, di hari ini, mereka terus mengobrol tentang pertempuran mereka melawan Ryzel.


Bagi mereka, pertempuran semalam sangat berkesan dan impresif.


"Aku tidak menyangka idolaku memiliki stamina yang sangat kuat," ucap Syifa yang dengan perasaan yang mengambang. Dia mengingat pertempurannya di pagi hari tadi dan di malam hari.


Laurel dan lainnya tersenyum secara bersamaan.


"Bukan kamu saja. Aku juga terkejut Ryzel memiliki barang yang sangat besar dan panjang. Untungnya, itu cukup di lubang kita berempat," kata Firda dengan pipi yang tersipu.


Mendengar ucapan keduanya, Laurel pun menambahkan, "Aku pun ragu pada awalnya setelah melihat ukurannya, ternyata muat juga meski itu sangat terasa sesak di dalam."


"Secara keseluruhan, milik Ryzel sangat-sangat luar biasa dan hebat. Aku ingin melakukan hal itu lagi." Naura memandang ketiganya yang masih merias.


"Bukan hanya kamu saja. Aku juga sama."


"Tusukannya yang keras masih bisa diingat di pikiranku."


"..."


Wanita-wanita ini ternyata lebih brutal. Ryzel tidak tahu bahwa dirinya sedang dibicarakan.


"Aku bertambah tampan lagi, angka sembilan puluh sembilan sangat cocok untukku." Ryzel memandang sosoknya di cermin dengan puas.


Setelah mendapatkan Berkah Dewa Burung, Ryzel memeriksa efek dari kemampuan tersebut.


Sistem tidak berbohong, efeknya sungguhan berfungsi. Fisiknya menjadi lebih kuat dengan otot-otot yang meledak-ledak dan padat, ketampanannya pun bertambah.


Selain itu juga, dia sadar bahwa perkataan yang dia dengan sebelumnya berasal dari ketiga burung tersebut.


Namun, suara ketiga burung ini mirip dengan seorang wanita yang membuat Ryzel bingung pada awalnya.


Pada saat ini, Ryzel bisa memahami kicauan burung. Kemampuannya yang berbicara dengan semua binatang menjadi lebih berfungsi, dia bisa mengobrol atau berbicara dua arah dengan burung.


Selain itu juga, Stephen memiliki ketahanan yang lebih lagi. Mungkin dia sulit keluar jika tidak dipaksakan.


Tidak tahu kenapa kemampuan tahan lama ini seakan memaksanya untuk memiliki sebuah Harem yang berisikan wanita cantik dari berbagai negara.

__ADS_1


"Entahlah, lebih baik aku memakai baju sekarang dan pergi bersama mereka ke pantai."


__ADS_2