SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 10


__ADS_3

Nuna dari tadi masih memakan donatnya bahkan tanpa sadar dia memakan donat yang berjumlah 8 buah menjadi tersisa 3


Nuna baru sadar dan dia langsung berhenti,dia benar-benar sangat suka donat mulai dia kecil sampai sekarang dan dia baru juga baru sadar kenapa Cio tau jika dirinya suka donat tapi dia tidak mau bertanya dan hanya diam sambil duduk disampingnya Cio begitupun Cio


Ponsel nya Cio berdering yang menelpon adalah Serena dan Nuna melihat nama yang dilayar ponselnya Cio,Cio mengangkat nya


"Kaka dimana?aku mau pergi,bisa temanin gak?"Tanya Serena


"Sekarang?"Tanya Cio


"Gak sih tapi sore nanti,tapi Kaka sudah harus ada dirumah sekarang"Ucap Serena


"Setelah makan Kaka pulang"Ucap Cio


"Beneran yah ka!jangan nanti-nanti kalau kaka telat aku ngambek gak mau nanti pergi kepernikahan Kaka"Ucap Serena Dengan nada manja


"Iyah bawel"Ucap Cio sambil tertawa kecil dan Nuna melihat Cio tertawa ikut tersenyum


"See you brother"Ucap Serena dan mematikan ponselnya


"Kalau kamu pergi aku boleh pulang?aku disini sudah seminggu dan selama itu juga aku gak masuk kerja"Tanya Nuna dengan nada takut pada Cio


Cio menatap Nuna dan melempar ponselnya ke atas meja membuat Nuna kaget dan takut


"Ngapain pulang?mau ketemu pacar lu itu?buat apa?"Tanya Cio dengan tatapan datar


Cio menyentuh lehernya Nuna yang biru gara-gara di gigit tadi tapi bukan hanya menyentuhnya bahkan menekan luka itu sampai Nuna meringis dan memegangi tangan Cio


"Lu akan tetap disini sampai pernikahan nanti!kalau lu berani lakukan hal kaya tadi lagi gua juga akan lakukan hal yang sama ke pacar lu"Ancam Cio


Cio melepaskan tangannya dari leher Nuna dan menatap Nuna sambil tangan menopang kelapa nya dia tas meja


Cio menatap kalung yang Nuna pakai dan dia menyadarinya dan buru-buru menyimpan kalungnya kedalam bajunya


Tatapan Cio yang tadi berada di leher Nuna sekarang berpindah ke wajah Nuna mereka saling tatap tapi anehnya tatapan Cio tidak sedingin dan setajam tadi bahkan sekarang tatapan Cio membuat Nuna berani menatapnya

__ADS_1


Cio mendekatkan wajahnya ke wajah Nuna tapi Nuna menjauh namun tangan Cio menahan pinggang Nuna


"Dikamar ini hanya ada kita buat apa kamu menolak?"Tanya Cio sambil tersenyum tipis dan Nuna lagi-lagi menampar wajah Cio dengan kuat


"Jaga sikap kamu Bae! ingat aku lebih tua dari kamu"Ucap Nuna dengan nada serius karena sangat tidak terima


Cio turun dari duduk dan menarik tangan Nuna dengan kasar menuju kamar


Nuna berontak dengan sekuat tenaganya dan sampai Cio menggendong Nuna karena Nuna berontak hebat


Digendongan Cio,Nuna tetap berontak tapi Cio masih bisa menghandle nya sampai masuk dikamarnya


Cio melemparkan Nuna ke atas ranjang cukup kencang sampai Nuna meringis dan Cio ikut naik ke ranjang sambil menaiki tubuh Nuna bahkan mencium-cium leher dan pipi Nuna


Nuna menangis histeris bahkan ketakutan sambil meminta tolong


Cio menghentikan aktivitas nya tapi tangannya memegangi kedua tangan Nuna


"Menurutlah Nuna dan aku tidak membuat kamu sakit dan takut"Ucap Cio dengan lembut dan Nuna masih menangis


Cio melepaskan tangannya dari tangan Nuna bahkan Cio meletakkan kepalanya di dada Nuna tangannya juga memeluk pinggang Nuna


"Aku tidak mau menikah dengan kamu,aku hanya akan menikah dengan Jordi dan itu kemauan almarhum ibu ku dan semuanya sudah kami siapkan"Ucap Nuna dengan nada serak karena menangis tadi


"apa kamu tega mengambil kekasih orang lain padahal kamu sendiri tidak mencintai wanita itu?"Tanya Nuna dan terdengar jika Cio menghela nafasnya


Cio melepaskan pelukannya dan dia juga turun dari tubuh Nuna dan dia duduk disisi ranjang


"Mencintai atau tidak pernikahan yang sudah aku siapkan akan tetap terjadi!"Ucap Cio dengan tegas


"Kamu memiliki adik perempuan kan?apa kamu tega jika adik kamu diperlakukan seperti ku oleh pria lain?"Tanya Nuna membuat Cio tersentak


"Jangan mendebat ku!"Teriak Cio dia juga berdiri sambil menunjuk wajah Nuna


"Peran mainan hanya diam dan melakukan apa yang akan pemiliknya ingin kan bukan malah mendebat!"Ucap Cio yang masih dengan nada tinggi

__ADS_1


"Sejak kapan aku jadi mainan kamu?"Tanya Nuna santai


Cio diam memerah bahkan giginya menggeretak karena sangkin marahnya


"Jangan buat aku marah!"Teriak Cio


"Apa seperti ini calon suami ku? benar-benar seperti anak kecil tidak ada wibawanya sama sekali"Ucap Nuna


Cio berjalan mendekati Nuna dia menundukkan kepalanya mensejajarkan wajahnya dengan Nuna


"Aku seperti anak kecil?"Tanya Cio sambil tersenyum menyeringai


Cio berdiri lagi tapi tidak menatap Nuna dan malah pergi begitu saja


"Kita buat rumah tangga neraka bersama"Cio membatin sambil berjalan pergi,karena jaraknya masih dekat dan Nuna mendengar nya


Nuna hanya diam dan menghapus air matanya dengan punggung tangannya


"Dia seperti remaja gila"Ucap Nuna


"Bagiamana keadaan Jordi sekarang?"Tanya Nuna pada dirinya sendiri


Dia berharap keajaiban untuk bisa pergi dari sana tapi sangat mustahil karena penjaganya sangat ketat dan lompat dari gedung sama saja mati konyol,Dia hanya bisa pasrah sekarang


Disisi Cio


Cio sekarang sedang menyetir menuju pulang ke mansion nya karena untuk menemani Serena pergi


Cio memukul-mukul setir mobilnya dia sangat kesal dan marah pada sikap Nuna tadi padanya


"Apa benar kalung itu,kalung yang pernah ku berikan dulu?"Tanya Cio


Ponselnya berdering yang menelpon adalah King dia pun mengangkatnya ponselnya


" Cio lu dimana?

__ADS_1


__ADS_2