
Hari berganti pagi
Cio sudah bangun dan dia sedang duduk di bar dapur miliknya sambil melamun keberadaan Nuna
Hampir semalaman Cio tidak bisa tidur akibat luka-luka yang di derita, apalagi luka tusuk nya yang juga ikut sakit
"Duar! " Kaget seseorang di belakang Cio, dia adalah Lisa yang datang ke mansion Cio
"Kamu? " Ujar Cio terkejut
"Boleh duduk? " Tanya Lisa dan Cio mengangguk
"Aku bawa obat-obatan yang ku beli di apotek tadi, sekalian makanan kesukaan kamu" Ucap Lisa dan dia mengeluarkan isi dari paperback yang dia bawa
"Anak buah kamu gak halangin aku datang, kamu yang suruh? " Tanya Lisa dan Cio menganggukkan kepala nya
"Keluarga kamu udah tau belum kalau kamu sudah pulang? " Tanya Lisa
"Belum" Jawab Cio
"Ada kabar baik tentang Nuna? " Tanya Lisa dan Cio menggelengkan kepalanya
"Kenapa lesu begitu? semangat dong, aku bakal ikut kok temenin kamu cari Nuna" Ucap Lisa
"Kamu makan sekarang yah" Ujar Lisa dan membuka makanan yang dia bawa tadi lalu menyiapkannya ke hadapan Cio
"Cio aku punya kabar" Ucap Lisa
"Apa? " Tanya Cio
"Om Figo meninggal" Ucap Lisa dan Cio tersenyum tipis mendengar ucapan Lisa
"Kamu tau siapa yang bunuh dia? " Tanya Lisa lagi
"Nuna! " Ucap Lisa dan Cio benar-benar terkejut mendengar ucapan Lisa
"Nuna menusuknya dengan pisau buah bahkan sampai mengenai jantung om Figo makanya dia tidak selamat, akibat tusukanya sangat dalam" Ucap Lisa
"Istri ku yang membunuh nya? kamu kata siapa? " Tanya Cio
"Tante ku yang bilang soalnya dia sudah di bawa kerumah sakit kemarin dan aku sempat jenguk tadi malam" Ucap Lisa
"Siapa yang bawa dia bukannya disana sudah tidak ada orang" Tanya Cio
"Satu orang yang sembunyi pas kita datang dan dia juga yang bawa tante ku kerumah sakit" Ucap Lisa
"Bahkan dia pingsan gara-gara di cekik oleh Nuna" Sambung Lisa
"Kenapa istriku sangat mengerikan" Ucap Cio tak percaya
__ADS_1
"Tapi dia dimana sekarang Lisa? jika pak tua itu sudah tewas bagaimana bisa istriku tidak ada di tempat itu? " Tanya Cio
"Menurut ku dia kabur pas kita mau masuk tadi tapi hebatnya dia hilang kaya ada orang lagi yang bawa dia" Ucap Lisa
"Siapa? " Tanya Cio cepat dan pikiran langsung tertuju pada King
Cio langsung ingin turun kursinya tapi dia terdiam akibat melihat seseorang yang sudah berdiri dibelakang nya dengan tatapan datar dengan tubuh mematung
Dia adalah Nuna, dia berdiri sejak tadi karena melihat Cio dan Lisa ada di mansion cio bahkan duduk berdua
"Seharusnya aku gak kesini" Ucap Nuna dan dia pergi tapi Cio menarik tangan Nuna namun dia menepis nya
Nuna berlari pergi dan Cio mengejarnya meninggal kan Lisa yang masih duduk di kursi itu
"Chagii! " Panggil Cio dan Cio berhasil mendahului Nuna lalu dia berdiri didepan Nuna
"Aku kira kamu hilang" Ujar Cio dan ingin memeluk Nuna tapi Nuna mundur bahkan menatap jijik ke arah Cio
"Aku menyesal karena sudah pulang" Ucap Nuna
"Kamu marah karena Lisa? " Tanya Cio yang tidak merasa bersalah
"Dia sekarang sudah berubah Chagii, dia tolongin aku" Ucap Cio dan Nuna tertawa kecil
"Aku hilang cuma 2 hari tapi kamu malah sudah berani bawa dia ke mansion kita? " Tanya Nuna bahkan matanya berkaca-kaca menahan tangis
"Dia datang cuma anterin aku obat" Jawab Cio yang terus membela Lisa
"Jangan pergi Chagii! aku butuh kamu" Ucap Cio memohon pada Nuna
"Kamu sudah punya pengganti aku kan? " Ucap Nuna dan dia berlari tapi tidak sengaja menyenggol luka tusuk Cio, Cio langsung berlutut ke lantai akibat rasa sakit lukanya
Nuna tidak tau dan dia tetap pergi meninggalkan Cio yang kesakitan
Nuna bisa pulang ke mansion karena dia temukan oleh Daddy Rio dan Prince yang memang ikut mencari keberadaan Nuna
Daddy Rio masih ada di depan mansion dengan Papi Prince sambil berbincang sesuatu
"Nuna kamu kenapa? kok nangis? " Tanya Daddy Rio
"Dad aku gak mau disini! aku mau pulang ke kost-kostan ku dulu, tolong anterin aku kesana" Pinta Nuna
"Memangnya kenapa? bukannya kamu tadi mau kesini" Tanya Papi Prince
"Aku nyesel kesini" Jawab Nuna
"Aku mohon Dad anterin aku ke kost-kostan ku dulu" Ucap Nuna bahkan sambil menangis
"Iyah-iyah Daddy anterin yah" Jawab Daddy Rio yang tidak tega melihat Nuna terus menangis di depanya
__ADS_1
"Kamu anter Nuna, aku yang liat kedalam! " Ujar Papi prince
Daddy Rio pun pergi dengan Nuna menuju kost-kostan nya Nuna yang dulu
Disisi Cio
Cio masih terduduk di lantai sambil memegangi lukanya dan Papi Prince datang
"Cio! " Ujar Papi prince
Tangan dan baju Cio penuh dengan darah bahkan wajahnya juga pucat karena terlalu banyak darah yang keluar
Lisa juga datang mendengar terikan Papi Prince memanggil Cio
"Cio! " Ujar Lisa
"Om kita harus bawa dia ke rumah sakit seperti nya luka Cio terbuka" Ucap Lisa
"Iyah! " Ucap Papi prince
Papi prince memanggil anak buahnya untuk membantunya membawa Cio kerumah sakit
Di dalam mobil Cio hanya diam dengan mata terus membasahi pipinya
Bukan karena sakit yang dia rasa tapi karena Nuna marah padanya
"Sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit Cio, kamu tahan yah" Ujar Lisa namun Cio hanya diam tak berbicara apapun
Disisi Nuna
Nuna sudah sampai di kost-kostan nya dulu ternyata di kost-kostan nya hanya ada Syifa sedangkan Wati dan pritta pergi ke pasar
Daddy Rio ikut masuk membuat Syifa agar salah tingkah melihat Daddy Rio yang sudah menua tapi kharisma nya masih terlihat
"Kelihatan banget Sugar Daddy nya" Ujar Syifa
"Nuna kamu beneran mau disini? " Tanya Daddy Rio
"Aku mau disini Daddy, aku gak mau disana karena aku sudah gak di anggap oleh Berci" Ujar Nuna
"Apa yang kamu liat? sejak tadi Daddy tanya kamu gak jawab" Ujar Daddy Rio
"Di dalam ada Lisa Daddy makanya aku kecewa dengan dia"Ujar Nuna
" Ada Lisa?"Ujar Daddy Rio yang memang tidak tau
Daddy Rio sudah tau jika Cio sudah pulang ke mansion tapi dia tidak atau jika ada Lisa, tapi dia juga tidak tau jika Cio mendapatkan luka tusuk dan luka bakar
"Daddy akan marahin dia, kalau begitu Daddy pergi dulu yah, kalau ada apa-apa cepat hubungi Daddy jangan engga" Ujar nya
__ADS_1
"Iyah Dad" Jawab Nuna dan Dia pergi meninggalkan Syifa di kost-kostan