SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 194


__ADS_3

1 bulan berlalu


Cio dan Nuna baru saja selesai melihat calon anak mereka yang sudah berumur 6 bulan


Cio sudah sembuh sejak 1 minggu yang lalu makanya mereka bisa pergi untuk memeriksa keadaan Nuna


Cio berjalan sambil melihat hasil USG putrinya sambil tersenyum dengan bangga


"Sebentar lagi Chagii kita bakal di panggil Papah dan Mamah oleh anak kita" Ujar Cio lalu mencium kening Nuna


"Kamu sudah siapkan nama buat dia! " Tanya Nuna


"Belum karena banyak nama yang aku pikirkan buat dia Chagii" Jawab Cio


"Kamu gimana sih? bukannya aku sudah suruh kamu buat nama" Ucap Nuna


"Aku sudah pikirkan kok Chagii tapi belum dapat nama yang tepat aja" Ucap Cio


"Berci dia akan punya kemampuan seperti ku bahkan dia juga bisa melihat hal yang tidak bisa di lihat oleh orang lain, aku mau namanya ada Aletha sebab artinya kebenaran, apa yang dia katakan pasti sebuah kebenaran" Ucap Nuna


"Aletha? kemampuan seperti kamu bahkan bisa melihat yang tidak terlihat? " Ujar Cio


"Benarkah? putri ku punya mata batin ke-enam? " Tanya Cio tak percaya


"Iyah" Ucap Nuna dan Cio langsung diam sambil menutup mulutnya karena kagum


"Tapi kasihan dia Chagii soalnya pasti banyak roh yang selalu jahilin dia" Ujar Cio


"Gak papa Berci, dia pasti bakal punya sahabat yang ngelindungin dia" Ucap Nuna


"Siapa? " Tanya Cio


"Aku gak bisa jawab" Ujar Nuna


"Loh kok gitu sih? main rahasia-rahasian ceritanya? " Ujar Cio


"Kita tanya dia aja nanti" Ucap Nuna dan Cio diam menatap Nuna


"Kenapa ngeliat aku kaya gitu? " Tanya Nuna


Cio langsung mencium pipi bulat Nuna dengan gemas dan Nuna malah tertawa di perlakuan Cio seperti itu


"Ihh kenapa sih makin hari, makin gemesin aja, mana pipinya makin bulat" Ujar Cio


Nuna menekan pipinya yang memang berisi itu sambil memikirkan sesuatu di benaknya


"Hey kok diam? " Tanya Cio


"Gak papa" Jawab Nuna singkat lalu Cio tersenyum sambil menepuk-nepuk kepala Nuna dengan pelan

__ADS_1


"Sekarang siapa yang bocil di antara kita? bahkan orang-orang aja gak percaya kalau kamu itu lebih tua dari aku Chagii" Ucap Cio


"Artinya aku awet muda sedangkan kamu makin tua" Jawab Nuna


"Mana ada gitu" Ucap Cio


"Itu udah bener kok" Ujar Nuna


"Aku umur 29 tahun anak kita umur 10 kan Chagii? woah aku masih sangat muda" Ucap Cio lalu dia tertawa kecil


"Aaaa jadi gak sabar buat ajak dia jalan-jalan nantinya" Ucap Cio


"Kalau terlalu di manja nanti anaknya bakal manja loh" Ujar Nuna


"Aku punya banyak ide di kepala ku Chagii tapi aku takut kalau aku gak bisa kasih itu semuanya sama dia" Ujar Cio


"Pasti bisa kok" Ujar Nuna dan Cio mengangguk paham


"Kamu itu orang nya bertanggungjawab andai kamu itu orang nya gak bertanggung jawab mungkin kita gak bakal sampai sekarang" Ujar Nuna


"Bukannya kamu yah yang harus bertanggungjawab atas kehamilan kamu sendiri, kan kamu yang bolongin pengaman ku sampai bisa buat kamu hamil" Ujar Cio dan Nuna tertawa mendengar ucapan Cio


"Sebab nya sih, aku minta hamil malah gak mau, di pake dong tapi gak di hamilin" Ujar Nuna


"Kelakuan kamu ini ada-ada aja Chagii" Ujar Cio lalu mencium pipi Nuna


Mereka jadi bahan tontonan orang yang ada di rumah sakit tapi meraka acuh


"Iyah" Jawab Cio sambil memainkan pipi Nuna


"Kamu mau kasih aku hadiah? gausah Chagii" Ujar Cio lagi


"Kamu gak mau yah aku kasih hadiah" Tanya Nuna


"Seneng tapi aku gak butuh hadiah soalnya hadiah paling mewah itu kamu" Ujar Cio dan kembali mencium kening Nuna


Mereka pun sampai di parkiran tapi pandangan Nuna terfokus pada samping kirinya


Dia melihat sepasang kekasih sedang berdebat dengan hebat di parkiran


Cio yang ingin masuk mobil tidak jadi karena melihat Nuna yang masih berdiri di depan mobilnya


"Liat apa? " Tanya Cio dan dia melihat arah mata Nuna


"Mereka berdebat tentang kehamilan" Ujar Nuna


Sepasang kekasih itu sedang berdebat ingin menggugurkan bayi yang di kandung oleh cewe nya


Cio diam ikut mendengar kan perdebatan sepasang kekasih itu

__ADS_1


"Ayok masuk ke mobil" Ajak Nuna dan Cio membuka kan mobil untuk Nuna dan kemudian dia juga masuk lalu pergi


"Masih mikirin yang tadi? " Tanya Cio dan Nuna langsung menggeleng


"Tapi kok tega yah, cowonya nyuruh cewenya gugurin anak hasil mereka berdua? " Tanya Nuna pada Cio


"Itulah yang di namakan berani berbuat tapi gak mau bertanggung jawab, aku malu liatnya apalagi cowonya paksa cewe nya gugurin padahal pasti dia yang minta buat lakuin itu sampai terjadi" Ujar Cio dan Nuna menatap Cio sambil tersenyum


Cio juga menatap Nuna "Kenapa liatin aku kaya gitu? " Tanya Cio


"Gak papa" Ujar Nuna lalu dia memeluk tangan Cio


"Bocil ku memang lain" Ujar Nuna dan Cio malah tersenyum


"Masa aku di samain sih? mana sama cowo brengsek kaya tadi" Ujar Cio


"Gak kok" Ucap Nuna


Nuna melepaskan pelukannya lalu menyandarkan tubuhnya sambil mengelus perutnya yang buncit


"Mikirin apa? " Tanya Cio karena Nuna hanya diam sambil melamun


"Gak ada kok" Jawab Nuna


"Berci Mommy Intan udah gak kaya kemarin lagi kan? " Tanya Nuna


"Masih mikirin Mommy? bukannya aku udah bilang jangan di pikirin lagi bahkan Daddy juga udah bilang itu ke kamu kan" Jawab Cio


"Gimana gak kepikiran sih? dia gak sehangat dulu lagi bahkan sering nyindir aku pas kamu di bawa pulang ke mansion nya" Ujar Nuna tertunduk


"Ini sudah 1 bulan berlalu, Kayanya Mommy udah gak kaya gitu lagi" Ujar Cio


"Semoga aja" Ujar Nuna


Mereka pun sampai di mansion dan Cio membuka Nuna pintu mobil tapi dia malah tidak mau keluar bahkan bertingkah seperti anak kecil


"Ayo masuk Chagii" Ajak Cio tapi Nuna geleng-geleng


"Kenapa? " Tanya Cio


"Mau di gendong" Jawab Nuna manja dengan bibir bawahnya maju ke depan


"Gimana caranya? bukannya kata dokter gak boleh Chagii, nanti bayinya sakit kalau kamu minta di gendong" Ujar Cio


"Bukannya aku gak mau gendong kamu tapi aku gak mau anak kita kenapa-kenapa" Sambung Cio bahkan dia sambil mengelus rambut Nuna dengan lembut


"Sini" Ujar Nuna dan Cio lebih mendekati nya lalu memeluk Cio dengan eratnya


"Mau di peluk kamu terus gak mau di lepas" Ujar Nuna dengan manjanya

__ADS_1


"Iyah Chagii, tapi masuk dulu yuk" Ajak Cio lalu Nuna menurut, melepaskan pelukannya lalu mereka masuk kedalam mansion


__ADS_2