
Malam berganti pagi
King masuk dengan Nyonya dan Tuan Figo mereka berjalan mendekati Nuna dan langsung memeluk nya
"Sayangggg" Ucap Nyonya Figo dan Nuna hanya diam membeku menerima pelukan itu sedangkan Cio masih duduk disamping Nuna
Nuna menatap Cio tapi Cio hanya membalas dengan senyuman
"Hasil sudah keluar sayang dan hasilnya positif jika kamu benar-benar anak kami" Ucap Nyonya Figo tapi Nuna menggeleng kan kepalanya namun air mata luruh membasahi wajahnya,Cio berdiri mendekati King
"Ini benaran? " Tanya Cio dan King menganggukkan kepalanya
"Gua sudah suruh anak buah kita jaga laboratorium nya biar gak yang tukar hasil tapi semuanya aman" Jawab King
"Tapi gua udah suruh lu usut ini semuanya? " Tanya Cio
"Sudah tapi karena tragedi sudah lama mungkin prosesnya agak lambat" Jawab King
"Dan kabar bahagia nya si Juan itu sudah menghabisi Jordi" Sambung King membuat Cio tersenyum tipis
"Kabar yang benar-benar bagus! " Ucap Cio sambil menepuk pundak King
"Tapi lu harus waspada pada pak tua itu" Ucap King berbisik pada Cio dan dia menatap laki-laki paruh baya di depanya
"Pirasat seorang ibu gak akan salah sayang" Ucap Nyonya Figo sedang kan suaminya tersenyum bahagia
Nuna terdengar sesegukan menangis entah kenapa karena Nyonya Figo juga menangis sambil memeluk erat Nuna
"Kamu anak Mamah sayang" Ucap Nyonya Figo lalu melepaskan pelukan dan menatap Nuna
Nuna hanya diam menatap wanita yang sudah melahirkannya ini
"Berciiiii" Panggil Nuna dengan nada serak karena menangis tapi Cio mendekati Nuna
"Kenapa Nuna? " Tanya Cio
"Aku gak mau" Ucap Nuna lirih membuat Cio menghela nafas dengan berat
Cio menunduk agar bisa lebih dekat lagi dengan Nuna karena Nuna juga berbicara pelan
"Gak mau kenapa? dia orang tua kamu, apa kamu gak senang jika orang tua kamu lengkap?" Tanya Cio lembut pada Nuna
"Aku gak mau Berci" Jawab Nuna bahkan dia kembali menangis
Cio berdiri tegak lalu menatap orang-orang yang ada disana
__ADS_1
"Boleh aku bicara dengan Nuna berdua? jika terus didesak dia akan semakin menangis" Ujar Cio
King menatap sepasang suami itu tapi Tuan Figo tidak mau keluar namun Nyonya Figo menggandeng tangannya lalu keluar bersama King
Nuna semakin menangis tapi Cio menghapus air mata Nuna sambil mencubit-cubit pipi dan hidungnya Nuna dan cara itu berhasil membuat Nuna berhenti menangis
"Aku gak bisa Terima mereka" Ucap Nuna
"Kenapa? apa kamu gak senang punya keluarga Nuna? " Tanya Cio
"21 tahun yang lalu mereka kemana? kenapa mereka hanya mencari ku sebentar? " Tanya Nuna
"Nuna aku tau kamu pasti belum siap, tapi bagaimana pun kamu anak mereka" Jawab Cio
"Jangan kamu seperti ini Nuna? dewasalah! Terima mereka" Sambung Cio
"Ibu ku tetap sulasmi Berci bukan mereka, karena aku bisa tahu bagaimana dia membesar kan dengan susah payah berbeda dengan mereka yang hanya datang untuk mengatakan jika mereka orang tua ku" Sanggah Nuna
"Tapi Mamah yang sudah melahir kamu Nuna" Ucap Cio
"Kamu sebut dia Mamah? " Tanya Nuna tidak percaya, Cio hanya angguk-angguk kepala
Nuna menatap tajam Berci bahkan giginya bergetak karena marah
"Dia bukan Mamah kamu apalagi aku! " Ucap Nuna
"Pergi kemana!? " Tanya Cio
"Apa kita harus berdebat lagi setelah kita berbaikan tadi malam? " Tanya Cio
"Apa salah mereka sampai kamu tidak mau mengakui mereka? sangat lucu! " Ucap Cio dengan nada serius
"Benar-benar keras kepala! " Ucap Cio lalu dia menghela nafas berat
"Tinggalkan aku" Suruh Nuna
"Aku gak akan pergi! " Jawab Cio
"Aku bilang mau sendiri! kamu paham kan bahasa ku? " Ucap Nuna tapi Cio mengelengkan kepalanya lalu Nuna malah mencoba Duduk dengan panik Cio menahan Nuna
"Oke! aku pergi tapi kamu jangan pernah turun dari sini" Ucap Cio sambil menahan Nuna
"Lepasin aku" Suruh Nuna
"Tapi janji jangan turun dari tempat ini, tetap disini" Ucap Cio tapi Nuna hanya menganggukkan pelan dan Cio melepaskan Nuna
__ADS_1
"Aku keluar" Pamit Cio lalu dia pergi dengan berat hati sedangkan Nuna tidak menatap Cio sama sekali
Di luar Nyonya Figo langsung mendekati Cio yang baru keluar dari kamar Nuna
"Apa kata Nuna? " Tanya Nyonya Figo dengan wajah yang sangat penasaran
"Dia masih belum bisa Terima kalian" Ucap Cio dengan wajah sendu
"Papahhh" Ucap Nyonya Figo dan memasukkan tubuh nya ke dalam pelukan suaminya
"Pasti kamu kan yang sudah hasut dia buat tidak Terima kami!" Tuduh Tuan Figo sambil menunjuk Cio
"Jaga ucapan anda! " Tegur King tegas
"Bagaimana bisa putri kami tidak menerima kami?" Tanya Tuan Figo
"Apakah anda tidak mau introspeksi diri dulu sebelum menuduh orang lain? " Tanya Cio dengan ekspresi datarnya
"Kalian datang ketika dia sudah hapal pahit asam nya kehidupan,ketika dia tidak punya siapa-siapa dia menanggung kesediaanya sendiri, apa kalian tahu? " Tanya Cio
"Kalian datang dan malah mendesak dia, kenapa anda menuduh saya yang menghasutnya? "Sambung Cio
" Jika kalian benar-benar orang tuanya Nuna maka belajar lah memahami dia bukan malah menuduh orang lain yang tidak-tidak"Tambah Cio lagi
"Apa yang harus kami lakukan Nak agar dia mau menerima kami? " Tanya Nyonya Figo sedangkan Suami diam karena ucapan Cio tadi
"Aku tidak tahu, Nuna orang nya keras kepala sulit untuk memberi tahu nya jadi kita tunggu dia tenang nanti kita ajak bicara lagi" Saran Cio
"Nuna orang nya sudah berpikir semoga dia memikirkan ini dan mau mengakui kalian" Tambah Cio
"Kapan dia mau di ajak bicara lagi? " Tanya Nyonya Figo
"Aku tidak tahu" Jawab Cio
"Suami macam apa kau tidak tahu tentang istri mu sendiri? beginilah jika memiliki suami bocah! " Ucap Tuan Figo membuat Cio menatap sinis laki-laki itu
"Pernikahan kami belum sebulan seperti wajar jika aku kurang tahu tentang istriku tapi apakah sudah tahu betul tentang istri anda sendiri? " Ucap Cio
"Bahkan kalian tadi berdebat hanya karena tentang makanan yang salah anda pesan untuk istri anda sendiri padahal kalian sudah berpuluh-puluh tahun bersama kan? " Sambung Cio laki-laki Tuan Figo terdiam sambil mendengus kesal
"Jangan sampai saya bawa pulang dia lalu saya tutup akses bertemu dengan kalian! " Ancam Cio membuat Tuan Figo memukul Wajah Cio
"Berani nya kau mengancam ku? bahkan ketidak sopanan mu ini membuat tekad bulat memisahkan kalian" Ancam Tuan Figo membuat Cio langsung menatapnya dengan tatapan kemarahan
King ingin maju tapi ditahan oleh Cio dan Cio mendorong King lalu berdiri didepan King dengan membelakangi nya
__ADS_1
"Mau memisahkan kami? anda siapa? bahkan anda saja belum diterima oleh Nuna" Ucap Cio lalu dia tersenyum sinis seakan-akan mengejek laki-laki paruh baya itu