SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 66


__ADS_3

Cio datang dengan kereta makanan yang terhidang makanan di atasnya


Nuna masih terbaring di tempat tidur sambil memainkan ponsel Cio


"Sarapan yuk" Ajak Cio karena Nuna yang memang lapar dia pun menganggukkan kepalanya


Cio pun mengambil ponsel yang ada di tangan Nuna dan duduk di hadapannya Nuna sambil menawarkan makanan untuk Nuna


"Mau yang mana? " Tanya Cio sambil tersenyum


"Gado-gado ada? " Tanya Nuna membuat Cio ternganga sambil mengangkat alisnya


"Ini sarapan Chagiii bukan makan siang" Jawab Cio


"Tapi aku biasanya sarapan akun pakai gado-gado" Ujar Nuna


"Makanan nya cuma ada roti, buah-buahan dan susu" Ujar Cio


"Mana kenyang makanan gitu?" Ucap Nuna


"Makan dulu yah! nanti suruh anak buahku buat beliin" Ucap Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya


"Aku makan yang ada aja, nanti kamu kuliah kan" Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya


"Aku tadi cuma bercanda aja" Sambung Nuna dan dia mengambil apel dan menggigitnya sambil tersenyum pada Cio


"Kamu benar-benar sudah memaafkan aku? " Tanya Cio yang masih penasaran dengan Nuna


"Aku hanya berusaha menerima tapi bukan memaafkan" Jawab Nuna membuat Cio mengerucutkan alisnya


"Coba kamu lebih sering ngomong dengan Mommy dan Daddy tentang masa kecil kamu biar kamu punya keinginan punya anak Berci" Ujar Nuna tapi Cio malah hanya angguk-angguk sambil menguyah buah anggur


Nuna menatap Cio yang sedang melamun dengan tatapan kosong tapi mulutnya tetap mengunyah


"Berciiii" Ujar Nuna sambil menyentuh wajah Cio dan dia menatap Nuna sambil mengangkat alisnya


"Apa gak papa kok kalau kamu kecewa sama aku tapi aku mohon jangan pergi yah, jangan berubah seperti dulu" Ucap Cio lembut


"Kamu masih mengangumi Lisa kan? tapi kamu malah bertemu ku dan memaksa untuk memilih ku padahal hati kamu masih di Lisa" Ujar Nuna membuat Cio terdiam


"Aku sudah lupa dengan dia Chagiii" Jawab Cio tegas sambil menggegam tangan Nuna


"Benarkah? apa jangan-jangan kamu takut jika aku hamil kamu gak bisa lepasin aku karena anak itu? " Ujar Nuna


"Aku mohon jangan bahas tentang hamil dan anak Chagiii"Keluh Cio sambil melongak dengan ekspresi marah


"Kenapa? coba kamu jelaskan biar kita gak terus menerus bertengkar tentang ini" Ucap Nuna


"Aku berikan diriku seutuhnya ke kamu tadi malam tapi kamu malah membuatku kecewa karena kamu menggunakan pengaman tanpa memberitahu ku" Sambung Nuna


"Kamu akan hamil anak ku tapi bukan sekarang! aku mohon jangan desak aku" Ucap Cio

__ADS_1


"Aku hanya butuh jawaban kamu Berci bukan malah kamu memberi alasan yang bukan Jawaban dari pertanyaan ku" Ujar Nuna


"Di hati kamu ada 2 orang wanita Berci tapi aku hanya beruntung saat ini" Sambung Nuna


"Di hati ku hanya ada kamu Chagiii sedangkan Lisa hanya tempat singgah sesaat ku" Jawab Cio


"Kamu cuma bikin cape diri kamu Berci jika kamu terus menerus membohongi diri kamu" Ucap Nuna


"Cukup menyalahkan aku Chagii! Cukup mencari kesalahan ku, aku tahu kalau aku salah tapi aku mohon jangan libatkan siapapun dalam hal ini" Ucap Cio


Nuna menundukkan kepalanya sambil geleng-geleng kepala lalu dia menghembuskan nafasnya dengan berat


"Oh iya aku lupa! kalau umur kamu baru 18 tahun bagaimana bisa aku meminta kamu menghamili ku kan" Ucap Nuna lalu dia tertawa kecil sambil menatap Cio


"Kenapa kamu bawa-bawa umur? " Tanya Cio


"Ya memang begitu kan?" Ucap Nuna sambil tersenyum mengejek untuk memancing Cio


Dia hanya diam sambil menatap Nuna, dia juga sambil geleng-geleng kepala


"Katakan Berci apa yang aku katakan semuanya benarkan? " Ujar Nuna tapi Cio hanya geleng-geleng kepala


"Chagiii kenapa kamu berpikir seperti ini? " Tanya Cio


"Aku bisa baca pikiran kamu! aku bisa dengar semua suara hati kamu Berci" Ujar Nuna dan menepis tangan Cio yang memegang tangannya


"Maksudnya? " Tanya Cio yang bingung dan Nuna yang keceplosan pun menjadi bingung karena ulahnya sendiri


"Kamu jangan bercanda Nuna! mana bisa manusia seperti itu" Ujar Cio


"Tapi aku bisa! " Jawab Nuna tegas


"Kamu memiliki rahasia dengan Lisa kan? dan rahasia itu yang buat kamu gak mau punya anak" Sambung Nuna


"Apa rahasia itu Berci? apa masih tega buat aku seperti ini? " Tanya Nuna


"Chagiii dengar aku! rahasia apa maksud kamu? " Tanya Cio


"Jangan beralasan! " Ujar Nuna


"Apa rahasia itu Berci? " Tanya Nuna


"Katakan! atau aku akan pergi tinggalin kamu" Ancam Nuna


"Kenapa kamu sangat bersih kekeh buat gak punya anak? apa alasannya Berci? " Tanya Nuna dengan sorot mata tajam


Cio malah turun dari ranjang tapi Nuna menahannya dengan memegang tangannya dengan erat


"Apa yang kamu rahasiakan Berci? " Tanya Nuna tapi Cio malah menepis tangan Nuna


"Aku cape dengan semua tuduhan kamu Chagiii! aku cape kita harus bertengkar padahal aku butuh waktu buat jelasin semuanya" Ujar Cio dan dia pergi meninggalkan Nuna di kamar bahkan dia mengunci kamarnya dari luar agar Nuna tidak pergi

__ADS_1


Cio menuruni tangga dan bertemu dengan Rio tapi Cio tetap melanjutkan langkahnya tapi Rio terus menatap Cio sampai Cio sudah menuruni semua anak tangga


"Duarrr! " Ujar Serena mengagetkan Daddy nya


"Serena! " Ujar Rio yang terkejut karena ulah putrinya


"Kenapa liatin kaka sampai segitunya? " Tanya Serena dan ikut menatap Cio


"Muka dia kaya lagi kesel" Ujar Rio


"Paling juga berantem Dad! " Jawab Serena


"Berantem?kok bisa, bukannya mereka sudah damai yah" Ujar Rio


"Daddy kasih ajaran aja buat kaka! siapa tau dia ada pencerahan" Saran Serena dan Rio mengejar Cio tadi sedangkan Serena naik lagi ke kamarnya


Rio bisa mengejar Cio yang sudah dekat dengan garasi mobilnya dan dia menahan bahu Cio


"Mau kemana? Nuna mana? " Tanya Rio dan Cio hanya diam menatap daddynya


"Dia di kamar Dad! " Jawab Cio singkat


"Ada apa? " Tanya Rio lembut pada putranya


"Gak ada Daddy" Jawab Cio


"Apa seperti ini cara kamu memperlakukan istri kamu Arbercio? " Tanya Rio


"Aku dengan Nuna tidak ada apa-apa Dad" Ujar Cio


"Daddy pernah muda dan Daddy sudah pernah seperti ini dengan Mommy kamu! kamu gak akan bisa mengelak" Ucap Rio


"Aku tidak mau punya anak dan Nuna sangat menentang itu dad" Jawab Cio tapi dia enggan menatap Rio membuat Rio menghela nafasnya


Rio merangkul bahu putranya membawanya ke tempat duduk yang ada di samping mobil-mobil mewah nya


Setelah mereka duduk dan Rio mulai menanyai putra nya lagi


"Apa yang buat kamu seperti itu Arbercio? " Tanya Rio


"Aku hanya belum siap memiliki anak Dad" Jawab Cio


"Kenapa belum siap? bukankah kamu tahu jika Daddy dan Mommy sangat menginginkan cucu?" Ucap Rio


"Aku mohon Dad jangan ikut campur" Ujar Cio


"Daddy ikut campur? Apa daddy membiarkan saja jika putra Daddy menyakiti wanita dan wanita itu adalah istrinya sendiri? " Tanya Rio


"Ini sudah sangat tidak benar! jika kamu tidak mau memiliki anak buat apa kamu menikahinya? " Tanya Rio


"Jangan sakiti Nuna kalau tidak kamu akan berhadapan dengan Daddy! " Ancam Rio dengan tegas

__ADS_1


Cio berdecak kesal dan pergi meninggalkan Rio kembali masuk kedalam mansion


__ADS_2