
Hari sudah malam tapi Nuna tak kunjung di temukan oleh Cio dan dia mendapatkan telpon dari Serena
Serena menyuruh nya pulang sebab Serena menemukan sesuatu dan cio harus pulang untuk melihatnya
Cio buru-buru pulang sejak tadi pikirannya kacau apalagi memikirkan Nuna yang sedang hamil anaknya
Cio sampai di mansion dan dia mendengar tembakkan di dalam mansionnya, dia langsung berlari masuk tanpa memikirkan mobilnya yang terbekalai begitu saja
Ketika dia masuk ke mansion dia terdiam melihat apa yang ada di depannya
Cio yang tadi berlari sekarang berjalan mendekati orang-orang yang sedang tersenyum melihat kedatangannya
Di depan Cio ada Daddy, Mommy, Serena dan juga Nuna yang sedang berdiri sambil tersenyum melihat kedatangan Cio
"Apa ini semuanya? " Tanya Cio
"Kenapa Chagii ada disini? apa yang terjadi" Tanya yang masih belum tahu
"Tembakan apa tadi? " Tanya Cio
"Cuma sound system" Jawab Serena santai
"Kaka lupa? hari ini kan hari ulang tahun kaka" Jawab Serena lagi
"Semua nya scenario Serena buat aku hilang Berci, maafin aku yah" Ucap Nuna
Cio tertawa kecil dan dia berjalan terlebih dahulu menghampiri Mommy nya
"Berapa umur kamu sekarang? " Tanya Mommy Intan yang saling berhadapan dengan Cio
"Nine ten" Jawab Cio
"Makasih Mommy sudah mau mengandung Cio dan berjuang dengan nyawa Mommy buat lahirin Cio kedunia ini" Ucap Cio lembut pada Mommy nya
"Dan buat Daddy, makasih udah mau rawat Cio pas Mommy gak ada waktu itu, Daddy sabar rawat Cio padahal Cio terlahir prematur" Ujar Cio pada Daddy nya
"Daddy senang merawat kamu Arbercio, sebab melihat kamu berkembang di depan mata Daddy sangat membuat bahagia" Jawab Daddy Rio
"Kalian berdua orang paling berjasa selama aku hidup Mom, Dad" Ujar Cio
"Maafin Cio selama 19 aku hidup tapi belum bisa kasih sesuatu yang berkesan untuk kalian" Ucap Cio lagi
"Kata siapa? bukannya kamu sudah kasih kami sesuatu yang berkesan?" Ujar Daddy Rio
"Apa? " Ujar Cio bingung
"Yang didalam perut Nuna itu apa" Ujar Mommy Intan dan Cio menatap Nuna
"Kamu sudah kasih bahkan itu sangat berkesan bagi kami Cio" Ucap Mommy Intan
Cio memeluk Mommy Intan dan tentu dia membalas pelukan anaknya
__ADS_1
"Makasih Mom" Ujar Cio
"Daddy dan Mommy pulang cepat-cepat cuma biar bisa ikut kasih kejutan buat kaka" Ujar Serena dan Cio tersenyum dan semakin mempererat pelukannya
"Ay apa kamu ingat ketika Cio masih sangat kecil dia panggil kita apa? " Tanya Daddy Rio
"Mimi dan Didi" Ujar Mommy Intan
Cio tertawa sambil melepaskan pelukan nya "Jangan mengejek ku Dad" Ujar Cio
"Bukankah lucu jika anak kamu nanti panggil kamu itu juga" Ujar Daddy Rio tapi Cio hanya tersenyum
"Kalian semuanya sangat jahat, aku hampir gila karena mencari istriku tapi kalian malah sembunyikan dia" Ucap Cio
"Jangan lah ngomel ka! kaka itu semakin tua" Ucap Serena
"Kita cuma 2 bulan Serena kamu jangan aneh-aneh" Ucap Cio
"Hehe" Serena tertawa
"Kaka tiup lilin? atau mau jadi babi aja" Tanya Serena
Serena menyalakan lilinya yang ada di atas kue lalu mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Cio
Tahun ini berbeda dengan tahun sebelum nya, jika Cio ulang tahun pasti hanya ada 3 orang yang menemaninya tapi sekarang ada Nuna dan calon bayinya membuat Cio sangat bahagia di ulangan tahun 19 tahun nya
Cio meniup lilinnya dan semuanya bertepuk tangan karena cio
"Cio buka boleh? " Tanyanya
"Silahkan" Jawab Daddy Rio
Cio membukanya dan dia ketika dia melihat isinya di tersenyum sebab isinya adalah foto-foto masa kecil Cio dengan Serena
"Kalian dapat dimana? kok aku belum pernah liat foto ini" Ujar Cio
"Itu di album foto almarhum Opah kamu" Jawab Daddy Rio
"Mana ka liat dong" Ujar Serena juga ingin melihat foto-foto mass kecil nya
"Haha gigi kaka ompong" Ejek Serena sambil tertawa
"Haha aku cantik pas kecil sampai sekarang juga sih" Ujar Serena memuji dirinya sendiri
"Makasih Mom, Dad ini hadiah yang berharga buat Cio, apalagi ada foto kalian pas masih muda" Ujar Cio
"Ini foto-foto nya emang gak ada di album mansion kita karena dulu Omah kalian yang suka foto-foto kalian makanya dia banyak koleksi nya" Ujar Daddy Rio dan Cio mengangguk
"Ini buat kaka" Sambil menyerahkan kotak kado untuk Cio
"Boleh buka? " Tanya Cio
__ADS_1
"Uh silahkan" Jawab Serena
Hadiah Serena sepatu dan sepatu yang di belikan Serena adalah yang ingin Cio beli akhir-akhir ini
"Kamu tau aja apa yang kaka incar Serena" Ucap Cio sambil mengacak-acak rambut adiknya
"Aku kan suka pinjam ponsel kaka buat itu juga" Ujar Serena
"Makasih yah adik cantik" Ucap Cio
"Sama-sama kaka cerewet" Jawab Serena
Nuna mendekati Cio dia juga membawa kotak kecil yang ada di tangannya
"Apa itu? " Tanya Cio yang melihat kotak yang ada di tangan Nuna
"Buat kamu" Ujar Nuna sambil menyodorkan kotak itu ke Cio
Cio mengambilnya dan langsung membukanya di depan Nuna
Cio mengerucutkan alisnya melihat isi kado Nuna yang isinya ada jepit rambut hello kitty
"Apa ini?" Tanya Cio yang bingung dengan arti isi kado Nuna
"Kamu mau aku pakai jepit rambut ini? " Tanya Cio dan Cio memasang jepit rambut itu ke kepalanya
"Kaya gini? " Tanya Cio membuat yang geleng-geleng dengan tingkah Cio
"Bukan itu artinya" Ujar Nuna
"Terus apa? " Tanya Cio
Nuna mengelus perutnya tapi Cio masih belum mengerti maksud Nuna
"Kaka ih! itu gak ngerti, artinya anak kaka cewe" Ujar Serena yang geram melihat Cio yang kebingungan dengan kode Nuna
"Hah? kamu gak bercanda kan" Ujar Cio
"Gak! orang ka Nuna periksa kemarin sama aku tapi ka Cio gak tau" Jawab Serena
"Yes! " Teriak Cio kegirangan sebab keinginan nya terkabul
"Ini hasil USG nya kemarin" Ujar Nuna menyerahkan hasil USG anaknya
Cio menatap nya sambil tersenyum bahagia "Anak aku beneran cewe" Ujar Cio masih tak percaya dengan hasil kelamin anaknya
"Mom, Dad! cucu kalian cewe" Adu Cio sambil menunjukkan hasil USG itu dengan bangga
Cio menatap Nuna dan memeluknya dengan erat "Hadiah yang kamu kasih benar-benar buat aku sangat senang Chagii" Ujar Cio
"Aku janji bakal jadi Papah yang baik untuk putri kita" Ujar Cio
__ADS_1
"Aku gak nyangka kalau ka Cio sesenang itu punya anak cewe padahal dia tipikal orang pasti kalau mau punya anak maunya cowo tapi aku salah ternyata" Batin Serena