SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 208


__ADS_3

3 bulan berlalu


Cio sudah libur kuliah dan dia sekarang menemani Nuna yang sedang duduk di ayunan sambil menikmati hawa pagi karena sekarang udah hari-hari dia akan melahirkan


"Berci akhir-akhir aku cape banget" Ujar Nuna


"Cape kenapa? bukannya kamu selalu aku bantuin" Jawab Cio yang duduk di samping Nuna


"Sering konstruksi sampai aku kaget" Ucap Nuna dan Cio tertawa


"Berci takutttt" Ucap Nuna bahkan dia menarik tangan Cio


"Takut apa? takut ngelahirin? " Tanya Cio dan Nuna mengangguk sambil memanyunkan bibirnya


"Operasi Cesare aja yah" Ucap Cio


"Tetap aja sakit kan? " Ujar Nuna dan Cio mengelus rambut Nuna


"Aku tau jika melahirkan itu mempertaruhkan nyawa, tapi kamu gak boleh kaya gitu yah" Ucap Cio


"Kamu aja takut apalagi aku yang bakal jadi saksi melihat kamu melahirkan anak kita nanti, kayanya lebih menyeramkan melihat kamu menahan sakit ketimbang aku di ditaruh di tempat yang gelap di tengah hutan" Ucap Cio


Nuna melepaskan tangan Cio lalu dia berayun-ayun pelan sambil menatap kedepan


"Aku kaya orang bodoh soalnya malah pikirin hal begituan" Ucap Nuna dan dia tertawa kecil


"Mommy Intan aja sering kesini buat ngeliat keadaan kamu Chagiii, se perduli itu dia sama kamu dan calon cucunya padahal dia lagi sibuk-sibuknya, kemarin aja Serena ngambek gara-gara gak di temenin ke salon langganan nya" Ucap Cio


"Daddy Rio juga sering ngasih aku makanan sehat walaupun di anter lewat ojek online" Ucap Nuna


"Aku bahagia berada disini Berci karena ada kamu dan keluarga kamu yang selalu ada buat aku" Ucap Nuna


"Sedangkan Mamah Figo malah masuk rumah sakit jiwa gara-gara gak menerima kematian Tuan Figo, kamu pernah memikirkan gak,kalau aku jahat" Tanya Nuna


"Enggak" Jawab Cio


"Jangan bahas mereka" Larang Cio dan Nuna diam sambil menatap Cio dengan nanar


Serena datang tiba-tiba dengan teman-temannya Nuna bahkan mereka membawa banyak kantong kresek hitam yang berisi makanan yang sengaja mereka beli untuk mereka makan bersama nantinya


Syifa dan Wati langsung menarik tangan Cio agar menjauh dari Nuna tapi Cio hanya diam dengan ekpresi kesal nya sedangkan Nuna malah senang tanpa memperdulikan Cio yang sudah tersingkir


"Kalian datang kok gak ngabarin sih? " Tanya Nuna


"Sengaja, biar kamu senang" Jawab Pritta


"Betul ka bahkan mereka berani ambil libur hari buat kaka" Ucap Serena

__ADS_1


Syifa dan Wati sudah berkerja di kantornya cabang milik Daddy Rio sebab Serena yang meminta Daddynya untuk memasukkan mereka berdua kesana sebagai staff biasa saja sedangkan Pritta masih menjaga toko miliknya


"Ya gimana gak mau nolak kalau Serena yang minta" Ucap Wati


"Iyah" Tambah Syifa


"Kita ke taman belakang aja lebih luas daripada disini"Ajak Serena lalu mereka pergi lagi menuju taman belakang mansion


Cio hanya diam tapi dia mengikuti para wanita yang ada di depannya


Baru berapa langkah Cio gerakkan kakinya ada tangan yang menepuk bahunya, dia adalah King


"Kaget gak? " Tanya King


"Kok disini? " Teriak Serena yang mendengar suara King dan langsung menyaut pertanyaan King pada Cio sambil menatap tajam King


"Aku kangen kamu" Jawab King santai bahkan sambil tersenyum manis pada Serena


"Pergi dari sini! aku mau quality time sama mereka" Usir Serena pada King


"Gak! sebab aku bakal disini karena udah 1 minggu kita gak ketemu Serena" Ucap King dengan manja bahkan dengan bibir yang di sengaja kan maju


"Jijik ih" Ucap Serena lalu pergi sambil terus memeluk tangan Nuna


King dan Cio mengikuti nya bahkan mereka berdua sambil tertawa kecil karena Nuna


King dan Cio ingin menjauhkan makanannya tapi Serena malah memukul tangan mereka


"Ngapain? mau di jauhin makananya? kami mau makan" Omel Serena


"Kami mau duduk Serena, emangnya makanan ini lebih penting dari pada kami? " Tanya Cio


"Ya! " Jawab Serena


"Duduk di bawah aja" Suruh Serena dan King diam menatap datar ke arah Serena


"Kenapa liat aku kaya gitu? gak suka? pergi sana" Suruh Serena dan King masih diam berdiri menatap Serena dengan tatapan yang sama


"Oke! " Jawab King dan dia benar-benar pergi sampai semuanya terdiam termasuk Serena yang terkejut dengan sikap King yang biasanya pasti akan merayu nya tapi kali ini malah tidak sama sekali


"Berci King kenapa kok kesabaran gak setebal biasanyaa? " Tanya Nuna


"Aku gak tau"Jawab Cio


Serena buru-buru berdiri lalu dia berlari tanpa berpamitan pada yang lainnya


King berjalan dengan santai sambil menempelkan ponsel nya ke telinganya

__ADS_1


" Ka! "Panggil Serena bahkan dia sambil menahan tangan King


King menoleh menatapnya dengan tatapan sama seperti yang dia taman tadi


" Aku harus pergi"Ucap King


"Kaka marah sama aku? " Tanya Serena


"Aku sibuk, ada meeting mendadak" Jawab King


"Hari ini kaka libur gak mungkin kaka ada meeting, jangan bohong ke aku" Ucap Serena


"Aku marah ke kamu karena makanan yang ada di pinggir jalan sana lebih penting dari aku, bahkan kamu nyuruh aku duduk di bawah ketimbang harus menjauhkan makanan itu tadi? keterlaluan" Ucap King dan dia menepis tangan Serena lalu pergi dengan cepat


Serena tidak mengejar nya, dia hanya membiarkan King pergi lalu dia kembali lagi menuju taman


Serena menampilkan senyum nya pada yang lainnya "King kenapa? " Tanya Nuna


"Katanya ada meeting mendadak makanya langsung pergi" Jawab Serena bohong


Mereka pun tidak mau berpikiran buruk dan percaya saja dengan ucapan Serena tadi


Disisi King


King memukul-mukul setir mobil nya dengan keras, dia benar-benar kesal pada Serena yang memang menjengkelkan di pikirnya


Tiara muncul sambil tertawa di sampingnya King sampai King sendiri terkejut kali ini dengan kehadiran Tiara


"Gimana rasanya jatuh cinta dengan wanita yang lebih muda dari kamu? " Tanya Tiara


"Anak kecil" Jawab King


"Kenapa kamu menyuruh ku membuka hati ku untuk Serena? sekarang aku suka beneran sama dia sampai gak bisa kontrol kayagini gimana Tiara? " Tanya King


"Menghilang lagi untuk beberapa hari, menurutku Serena akan merasa bersalah nanti" Jawab Tiara


"Gak mungkin, bahkan aku pergi ke luar kota aja dia gak ada sama sekali cari aku" Ucap King


"Gengsi dia lebih besar dari gunung es yang ada di Kutub utara sana" Ujar Tiara


"Kalau suka kejar sampai dapat kalau menyerah ya tinggalkan" Ucap Tiara lagi


"Selalu begitu Tiara? ada nasehat yang lebih baik dari itu? " Tanya King


"Aku pergi lagi" Ucap Tiara lalu menghilang


"Sial" Ucap King

__ADS_1


__ADS_2