SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 177


__ADS_3

Malam berganti siang


Cio membuka matanya sebab dia sejak tadi mendengar tangisan yang cukup kencang di telinganya


Cio sudah menduga siapa yang menangis di samping nya pastinya Nuna


Ketika dia menatap kesamping ternyata benar jika itu adalah Nuna yang sedang menghadap Cio tapi sambil menangis


"Nangis kenapa? mau di peluk atau laper hm? " Tanya Cio lembut pada istrinya


"Tangan ku sakit Berci" Adu Nuna dan dia memperlihatkan nya pada Cio tangannya yang Cio perban tadi malam


Cio langsung duduk untuk melihat tangan Nuna yang luka tadi malam


"Ke rumah sakit mau? " Tanya Cio tapi Nuna menggeleng


"Aku sebenarnya juga lapar Berci"Ujar Nuna dan Cio tertawa kecil mendengar ucapan Nuna


" Mau makan apa? atau makanan yang ada di mansion aja? "Tanya Cio


"Gak tau mau apa tapi aku laper" Jawab Nuna


"Kok gitu sih?" Ujar Cio


"Cintanya aku mau makan apa? " Tanya Cio


"Aku mau makan apa aja tapi di suapin yah"Pinta Nuna dengan manja pada Cio


" Siap"Jawab Cio


"Kita ke ruangan makan yah" Ajak Cio dan Nuna mengangguk tanda mengiyakan


Mereka pun ke ruang makan dan Nuna memeluk tangan kekar Cio bahkan sangat erat seperti orang akan pergi jauh


Cio hanya geleng-geleng saja dengan sikap Nuna yang menurutnya semakin seperti anak kecil di matanya


Mereka sampai di ruang makan, makanan sudah tersaji rapi di sana


Cio dan Nuna duduk "Mau makan apa? " Tanya Cio


"Terserah kamu aja" Jawab Nuna


"Minum susu dulu yah" Ujar Cio dan Nuna mengangguk lalu Cio meminum kan Nuna segelas susu yang sudah di siapkan oleh pelayan


"Habis" Ujar Cio karena Nuna menghabiskan segelas susu itu


Cio mengambilkan makanan untuk Nuna sedangkan dia hanya diam menatap Cio


"Makan yah" Ujar Cio dan ingin menyuapi Nuna tapi terhenti karena Nuna diam sambil meneteskan air mata nya


"Loh kenapa lagi? kok nangis lagi" Tanya Cio panik


"Aku keinget kamu yang kemarin, kamu cariin aku sampai malam padahal kamu masih takut buat pergi malam-malam"Ujar Nuna dia memanyunkan bibirnya, matanya penuh dengan air mata


" Aku gak papa kok Chagii, jangan nangis lagi yah, laper kan katanya, ayo aku suapin buka mulutnya"Ujar Cio


"Aku ngerasa bersalah ke kamu, apalagi tadi malam kamu sampai semarah itu ke aku" Ujar Nuna


"Marah ku hilang, aku sudah maafin kamu semuanya kok" Ujar Cio sambil mengelus rambut Nuna


"Kamu baik banget sih sama aku? padahal aku sering jailin kamu bikin ngambek tapi kamu selalu maafin aku" Ujar Nuna


"Mulai lagi" Ujar Cio pelan


"Kan kamu istri aku masa aku jahat sih? " Ujar Cio

__ADS_1


"Aku pernah liat suami cemburu atau marah ke istri nya terus dipukulin" Ujar Nuna


"Apa aku tega seperti itu sama istriku yang sedang hamil? jika aku menyakiti kamu, akan ada 2 wanita yang aku sakiti sekaligus" Ucap Cio


"Kamu dan calon anak kita" Ujar Cio lagi


"Sekarang jangan nangis lagi, makan yah" Ucap Cio sambil menghapus air mata Nuna dengan jempolnya


"Aku sayang banget sama kamu Berci" Ujar Nuna


"Iyah aku juga kok" Ucap Cio yang dengan sabar menanggapi sikap Nuna yang semakin menjadi-jadi


"Semoga anak kita nanti gak secengeng kamu yah" Ujar Cio


"Dia cewe kenapa emangnya kalau dia cengeng"Ujar Nuna


"Gak papa kok" Ujar Cio dan memasukkan Nuna kedalam pelukan nya


Hari semakin Siang dan Cio sudah pergi ke kampus meninggalkan Nuna di mansion


Cio sampai bersamaan dengan Serena "Ka Cio" Panggil Serena dan langsung memeluk tangan Cio dan berjalan menuju kelas mereka


Tapi Cio seperti lesu membuat Serena tersenyum "Past ka Nuna bertingkah aneh lagi kan? " Ujar Serena


"Bukan aneh tapi lebih ke lucu, semakin hari semakin manja aja" Jawab Cio


"Kaka cape? " Tanya Serena


"Kaka harus simpan tenaga Serena" Jawab Cio


"Ka Nuna juga gitu kan karena kaka yang hamilin, kalau enggak juga gak akan kaya gitu" Ucap Serena


"Demi kamu yang minta keponakan" Ucap Cio dan Serena tertawa


"Oh yah ka kemarin ka Nuna ketemu jenna kan? " Ujar Serena


" Kata Daddy jauh-jauh sama keluarga om Gema sedangkan Mommy malah sebaliknya"Ujar Serena


"Daddy kaya gitu karena Om Gema sahabat Mommy bahkan sering pengen rebut Mommy dari Daddy makanya Daddy kaya gitu" Ucap Cio


"Tapi menurut ku saran Daddy buat jauhin kita dari keluarga om Gema gak salah juga sih" Ucap Serena


"Aku sempat dengan Daddy marah-marah karena katanya dari kantor Om Gema sempat kirim kaya penyusup gitu ke kantor Daddy sampai ada dokumen yang di ambil" Ucap Serena


"Jenna juga sering buat keributan di sekolah" Ucap Serena


"Apa Om Gema masih dendam yah sama Daddy? " Tanya Serena


"Menurut kamu kebetulan gak sih Jenna bisa ketemuan sama Nuna di taman? " Tanya Cio


"Kemungkinan aja sih kebetulan soalnya Jenna itu sering bolos sekolah" Jawab Serena


"Jenna aja gak kenal sama Ka nuna" Ujar Serena lagi


"Lisa pasti gak bakal berani buat ganggu kita tapi aku gak tau nanti orangnya ka Nuna yang bakal datang" Ujar Serena


"Apa Daddy punya kabar tentang Tuan Figo? " Tanya Nuna


"Kayanya Daddy gak akan mungkin bahas itu sama aku kecuali kaka yang tanya Daddy langsung" Ucap Serena


"Kamu bener juga" Ucap Cio


Mereka pun berpisah karena kelas mereka yang berbeda dan Cio melihat tempat duduk lisa yang kosong seperti nya dia tidak masuk


Cio juga duduk di kursinya sedangkan Jessica juga acuh pada Cio berbeda dengan dulu

__ADS_1


Disisi Nuna


Nuna sedang dengan teman-teman nya karena dia yang mengundang nya datang lagi


Mereka duduk di taman mansion yang ada di belakang


"Aku punya tebakan loh" Ujar Syifa


"Apa? " Ujar Nuna


"Apa perbedaan teh hangat sama teh dingin" Tanya Syifa


"Yang satu hangat yang satu dingin" Jawab Nuna


"Salah"Ucap Syifa


" Aku males mikir jadi jangan harap aku aku mau tebak"Ujar Pritta


"Wati apa" Ucap Syifa


"Terserah kamu aja" Ucap Wati


"Beda 2 ribu aja" Ucap Syifa


"Kan gak mutu banget tebak-tebakannya" Ujar Pritta


"Lagi PMS yah? kok marah-marah aja" Ucap Nuja


"Aku lagi boke Naa jualan gak laku" Ucap Pritta


"Iya" Timpal Wati dan Syifa yang ikut lemas


"Untung Serena sering datang ke kos jadinya makanan aman soalnya di makanan terus" Ucap Wati


"Iyah itu bocil satu paham banget kalau datang pasti makanan banyak banget" Ucap Syifa


"Kalian M-Banking? " Tanya Nuna dan mereka bertiga langsung memalingkan wajahnya menatap Nuna


"Apa nih maksudnya? " Tanya Pritta


"Aku mau bantu kalian, mau aku transfer" Jawab Nuna


"Gak usah Naa" Tolak Wati


"Udah ku kirim ke nomor kamu Nomor rekening ku" Ucap Syifa


"Aku juga" Ucap Pritta yang mulai mengetik nomor rekening nya


"Loh-loh kok gini sih" Ucap Wati


"Siapa suruh rekening di tolak" Ucap Syifa


Wati juga menulis nomor rekening nya ke Nuna "Udah? " Tanya Nuna


"Udah"Jawab mereka


Nuna mengetik sesuatu di ponselnya dan di ponselnya mereka bertiga langsung mendapatkan notifikasi uang masuk


" Wah kamu benaran kasih Naa? "Tanya Syifa tak percaya


" Iyah"Jawab Nuna


"Banyak banget 5 juta Naa" Ujar Pritta


"Buat kalian jadinya kalau ada apa-apa jangan sungkan yah, jadinya kita berteman enak gak ada yang gak mood kaya tadi" Ucap Nuna

__ADS_1


Mereka langsung memeluk Nuna tanda berterima kasih karena membantu keuangan mereka


__ADS_2