SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 118


__ADS_3



Nuna dan Cio masih sempat berfoto untuk mengabdikan hari itu


Hari semalam dan acara pertunangan juga sudah selesai, mereka pulang tapi lagi Nuna bersikap sangat manja pada Cio sampai dia lupa jika dia sedang ngambek


Nuna bergelayut manja di tangan Cio bahkan sesekali tangan nya masuk kedalam jas Cio tapi Cio juga menahan tangan Nuna karena Nuna mengelus dada nya


"Chagiii" Tegur Cio sambil menahan tangan Nuna yang terus mengelus dada nya lalu dia mencium tangan Nuna


"Apa? emang gak boleh elus dada kamu?" Tanya Nuna dengan ekpresi menggemaskan


"Jangan di pancing-pancing Chagiii, kamu lagi halangan kan? " Ucap Cio


Nuna masuk kedalam pelukan Cio bahkan dia mencium bau badan Cio yang memang sangat menyegarkan


"Chagiii ngapain cium-cium ketiak ku! " Tanya Cio sambil tertawa kecil melihat tingkah Nuna


"Bau badan kamu wangi bangat mana segar banget lagi" Ucap Nuna sambil terus mencium bau badan Cio


"Chagiii" Ucap Cio sambil tertawa karena Nuna membuatnya geli


Nuna menghentikan aktivitas nya lalu memeluk Cio dari samping


"Chagiii tadi pas kamu ngomong sama Om Prince dan King kan? aku di tinggalin sama Ka Hellen kan? terus tadi aku di ajak kenalan sama cowo, mana orang nya ganteng" Ucap Nuna dan tentu Cio terkejut mendengar nya


"Siapa? kenapa baru bilang? " Tanya Cio sedikit meninggi


"Cristian Berci, tapi sumpah di ganteng banget tapi ka Hellen juga gak kenal kayanya teman Ka Dania deh" Ucap Nuna lagi


"Gantengan aku atau gantengan dia? " Tanya Cio yang panas mendengar Nuna memuji pria lain di didepannya


"Jelas suami ku yang paling tampan" Jawab Nuna sambil mempererat pelukannya


"Perawakannya gimana? " Tanya Cio yang masih penasaran


"Dia tinggi, pakai kacamata, putih pokoknya ganteng gitu" Jawab Nuna

__ADS_1


"Cristian apa namanya? " Tanya Cio lagi


"Dia cuma bilang Cristian aja" Jawab Nuna


"Dia bilang kenal kamu dan Serena" Sambung Nuna semakin membuat Cio mengerucut kan alisnya


Cio mengingat ingat siapa orang yang bernama Cristian yang di maksud Nuna


"Apa dia menggunakan kacamata? " Tanya Cio menebak


"Betul terlihat sangat berkharisma sekali" Ucap Nuna memuji Cristian


"Seperti nya dia dosen ku dan Serena" Ucap Cio


"Oh pantas, bahkan sangat terlihat jika dia memiliki wibawa" Ucap Nuna


"Ngomong apa aja tadi? " Tanya Cio


"Ka Hellen ajak aku pergi jadi nya dia cuma ngomong yang di awal tadi aja" Jawab Nuna


"Syukur lah ka Hellen bawa kamu pergi" Ucap Cio sambil bernafas lega


"Jauh-jauh dikit" Ucap Cio bahkan dia benar-benar bergeser menjauhi Nuna


Nuna malah tertawa lepas melihat Cio yang pasti ngambek padanya


Nuna memeluk Tubuh Cio dengan eratnya sambil menatapnya dengan tatapan cintanya


"Berciiii" Panggil Nuna berbisik di telinga suaminya


"Cuma aku tinggal bentar loh Chagiii, kamu udah ngomong sama cowo lain mana perhatiin dia" Omel Cio tidak sama sekali tidak menatap Nuna yang ada di sampingnya


Nuna tersenyum nakal lalu berpikir nakal untuk mengerjai Cio


Tangan Nuna langsung menyusuri tubuh Cio bahkan sampai masuk kedalam kemejanya


"Masih ngambek? " Tanya Nuna tapi tangan terus menyusuri tubuh suaminya


Tanpa di duga Nuna mencium leher Cio bahkan meniup-niupnya sampai dia menoleh menatap Nuna yang tersenyum puas

__ADS_1


"Gitu cara kamu buat aku berhenti ngambek? " Tanya Cio dengan nada tegas pada Nuna


"Kamu diamin aku? aku gak tau cara nya gimana buat bujuk kamu Berci" Ucap Nuna menunduk tapi Cio memasukkan Nuna kedalam pelukan nya


"Sekarang kamu kaya gini aja, setelah ini kemana pun kamu gak boleh aku lepasin lagi" Ucap Cio


"Sangat bahaya kalau kamu dibiarin" Ucap Cio lagi lalu Nuna malah tertawa kecil


"Berci kamu cemburu gak? " Tanya Nuna dengan polosnya


"Ya! bahkan besok aku ada niatan buat bikin pemberontakan ke dosen sialan itu karena sudah dekatin kamu" Ucap Cio


"Berci kamu jangan aneh-aneh" Tegur Nuna


"Emangnya kenapa? aku sangat cemburu tapi aku gak mau lampiaskan nya ke kamu tapi ke pelakunya" Ucap Cio


"Jangan Berci" Larang Nuna pada suaminya


"Kenapa? kamu takut yah kalau dia aku apa-apain? kamu pintar karena memang aku bakal apa-apain dia kok" Ucap Cio dengan santainya


"Dia cuma ajak aku ngomong, dia punya hak asasi manusia Berci, masa iya kamu bakal hajar cuma gara-gara ngomong sama aku? " Tanya Nuna


"Tapi bisa kan gak sama istriku, dia yang salah sasaran dan dia harus Terima akibat" Jawab Cio


"Berciiiii" Rengek Nuna


"Hmmmm" Gumam Cio


"Jangan yah" Larang Nuna lagi


Lalu Cio mengangguk pelan lalu memejamkan matanya


"Aku istirahat dulu, kamu kalau ngantuk tidur juga" Suruh Cio tapi Nuna mempererat pelukannya


"Setahu gua pak Cristian orang yang pendiam dan kaku, masa Iyah dia ngajak Nuna ngomong duluan? apa dia suka dengan istriku? " Batin Cio


"Kenapa harus Nuna? kenapa bukan ka Hellen sih" Sambung Cio lagi


Nuna geleng-geleng kepala mendengar suara hatinya Cio yang lucu sekali menurut nya

__ADS_1


__ADS_2