
Tuan Figo baru saja selesai meeting dan dia masuk ke ruangannya tapi berapa terkejut nya dia ketika melihat Rio sedang duduk di kursi kebesarannya sedangkan Prince duduk di kursi didepannya
Mereka berdua sama-sama menatap tuan Figo sambil tersenyum sinis
"Masuk keruangan utamamu sangat mudah bahkan aku bisa mengambil berkas penting disini" Ucap Prince dan dia tersenyum meremehkan
"Hay apa kabar tuan Figo yang terhormat" Tanya Daddy Rio dengan nada penekanan terhormat
Tuan Figo menghela nafas lalu berjalan mendekati dua orang bersikap tidak terjadi apa-apa
"Saya baik Tuan Rio" Jawab Tuan Figo
"Itu kursi saya kenapa anda mendudukinya?dimana kesopanan anda? " Tanya Tuan Figo dan Rio tertawa kecil tapi masih duduk di kursi itu
"Jika kursi ini menjadi milik ku apa yang akan anda lakukan? " Tanya Rio lalu tersenyum sinis
"Apa maksud anda? " Tanya Tuan Figo pura-pura tidak mengerti
"Rio jangan serakah tujuan kita bukan untuk merebut tapi membalas dendam" Ucap Prince dia juga tersenyum sinis
"Haha" Tawa Rio dengan puas
Rio berdiri dengan cepat sambil mengacungkan pistol ke arah Tuan Figo bahkan tatapannya sangat mengerikan
"Hanya nyawa yang bisa membuat ku puas sekarang! Anda sudah keterlaluan Tuan Figo! " Ucap Rio dengan nada tinggi
"Kau lakukan itu pada putraku" Ucap Daddy Rio
"Ternyata anda sudah mengetahui nya" Ucap Tuan Figo tapi dia malah tersenyum santai pada Rio
Rio berjalan dengan cepat dan menempelkan pistol itu tepat di dahinya Tuan Figo
"Tidak pantas hidup! " Tegas Rio dengan tatapan melotot
"Saya akan terus hidup kecuali Nuna berpisah dengan anak anda yang memalukan itu! " Jawab Tuan Figo bahkan dia masih sempat tersenyum meremehkan
Rio merasa ada yang menyentuh perutnya dan dia menunduk, ternyata Tuan Figo juga mengacungkan pistol ke perutnya
"Anda kira, hanya anda yang memiliki pistol? " Ucap Tuan Figo
Prince langsung berdiri dia juga mengacungkan pistol ke Tuan Figo
"Berani anda menyakiti saya, saya akan buat isi perutnya keluar" Ancam Tuan Figo
Rio tertawa sejadi-jadinya mendengar ancaman Tuan Figo dan bahkan Prince tersenyum bukannya malah takut
"Anda hanya tahu bisnis kami bukan siapa kami" Ucap Rio
"Di dunia bawah, kami di beri gelar Dead PR " Ucap Rio
__ADS_1
"Apa anda tahu itu? " Tanya Prince
"Dead PR? " Ucap Tuan Figo
Tuan Figo terdiam sambil menatap wajah Rio didepan nya tapi dia malah menarik pelatuknya namun tangannya kalah cepat dengan Rio dan tembak nya Rio arahkan ke langit ruangannya
Rio juga menepis tangan Tuan Figo sampai pistol itu terpelanting entah kemana
Tuan Figo benar-benar tersudut dengan situasi nya sekarang, dia tidak bisa melakukan apapun selain diam sekarang
"Istri anda bahkan ada di kami sekarang anda bisa apa? " Tanya Rio yang masih mengacungkan pistol ke dahinya Tuan Figo
Prince menyimpan pistol nya dan mendekati keduanya
"Jika nama anda tidak ada di daftar markas kami, seperti nya bukan hal sulit menyingkirkan debu seperti anda" Ucap Prince
Keringat dingin membasahi sisi dahi Tuan Figo bahkan badannya ber gemetar hebat karena dia sangat takut sekarang
"Bahkan kami bisa menghabisi anda tanpa jejak! " Ucap Rio menakuti Tuan Figo yang sudah kalah
Akibat tembakan tadi pintu ruangan Tuan Figo ada yang mengetuk tapi sayang pintunya sudah di kunci oleh bodyguard Rio setelah Tuan Figo masuk tadi tanda dia sadari
"Ruangan ini ada CCTV nya jika kalian membunuh ku pasti akan ada bukti nantinya" Ucap Tuan Figo yang masih ingin menjawab
"Benarkah? CCTV-nya sudah di sabotase oleh anak buah ku, bahkan semua CCTV di tempat ini rusak" Ucap Rio dan dia tertawa
"Ikut kami keluar berlagak seolah-olah tidak terjadi apa-apa" Ucap Rio lagi
"Kemana kalian akan membawa ku? apa kalian kan membunuh ku? " Tanya Tuan Figo yang mulai takut
Disisi Nuna
Cio dan Serena sudah di satukan di ruangan yang sama namun sejak tadi juga Nuna tidak masuk keruangan Cio, dia memilih di luar entah apa sebabnya
Cio terus memandangi pintu berharap Nuna akan masuk ke ruangannya
"Chagi kenapa? apa dia marah dengan ku? " Batin Cio
"Kaaaa" Panggil Serena yang duduk bersila di di ranjngnya sedangkan Mommy intan berada di tengah-tengah mereka
Cio hanya melirik Serena dengan ekor matanya sebab dia masih belum bisa menggerakkan kepalanya tapi anggukan kecil bisa
"Aku sebentar lagi bakal sembuh nih! tapi kok malah kaka yang masuk rumah lagi? " Tanya Serena tapi Cio hanya merespon dengan senyuman tipis
"Kaka ah kok cuma senyum" Rengek Serena
"Serena kaka kamu gak bisa terlalu banyak ngomong" Tegur Mommy Intan lembut
"Setidaknya bilang iyah gitu atau apa" Keluh Serena
__ADS_1
"Serena" Panggil Cio pelan
Serena langsung seneng bahkan dia bertepuk tangan seperti anak kecil yang habis di berikan mainan oleh ibu nya
"Apa ka? " Jawab Serena
"Gak kok" Ucap Cio dan Serena langsung manyun
"Tunggu! aku baru ngeh kok ka Nuna belum masuk? " Tanya Serena yang memang baru sadar
"Mana istriku Mom? " Tanya Cio
"Dia di luar sayang, katanya dia mau telpon seseorang" Jawab Mommy Intan
"Masa Mom? Kita aja di ruangan ini udah mau 2 jam loh" Ucap Serena
"Biar Mommy periksa" Ucap Mommy Intan, lalu dia keluar untuk mencari Nuna
Ketika dia membuka pintu, dia melihat Nuna sedang duduk di kursi sambil melamun
"Nuna" Panggil Mommy Intan, dia juga menyentuh bahu Nuna sampai dia terkejut
"Apa yang kamu lakukan sayang? " Tanya Mommy Intan lalu ikut duduk di samping menantunya
"Aku lagi tungguin King datang Mom soalnya dia janji bakal bawa kabar baik nanti" Ucap Nuna bohong padahal dia memang ingin duduk di sana
"Kabar apa? " Tanya Mommy Intan lagi
"Kamu kan bisa tunggu di dalam sayang? suami kamu cariin bahkan dia gelisah nungguin kamu" Ucap Mommy Intan
"Sebentar lagi aku masuk kok Mom" Ucap Nuna
"Masuk kesakarang aja yuk" Ajak Mommy Intan, Nuna diam sejenak lalu dia mengangguk
Nuna pun masuk bersama Mommy Intan kedalam ruangan Cio
Cio langsung tersenyum melihat Nuna masuk tapi wajahnya Nuna seperti sedih dan Cio tahu betul itu
"Kenapa Chagiii? " Tanya Cio lewat telepati
Nuna menggeleng pelan tanda dia tidak apa-apa
Nuna duduk di sisi kiri Cio sedangkan Mommy Intan duduk di kanannya Cio tepat ditengah-tengahnya Serena dan Cio
"Ka Nuna kok gak mau masuk keruangan ka Cio? sebab ada aku yah makanya ka Nuna gak mau? " Tanya Serena
"Gak Serena bukan itu" Jawab Nuna
"Lalu apa? " Tanya Cio Nuna terdiam tak bisa menjawab pertanyaan kaka beradik itu
__ADS_1