
Seminggu berlalu
Hari ini Cio pulang agak terlambat karena dia ada tugas kelompok dengan teman sekelasnya dan kali ini dia sekelompok dengan Lisa
Mereka mengerjakan nya di cafe bahkan mereka mem booking tempat nya agar bisa lebih fokus katanya
Cio sejak tadi hanya menulis materi-materi kedalam kertas sedangkan Lisa mengetik ke laptop dan yang juga begitu mencari-cari materi nya
Cio menatap jam tangannya karena dia juga takut jika Nuna akan mencemaskannya jika terlambat pulang
"Daritadi liat jam terus Cio? emangnya istri kamu se posesif itu? " Tanya Lisa
"Aku gak mau dia khawatir aja" Jawab Cio dan kembali menulis di kertas
"Oh ya Cio, 2 minggu lagi kelas kita bakal adain tour kan sebelum kita naik semeter" Ujar Lisa
"Ya, terus? " Tanya Cio dan menatap Lisa
"Katanya kamu belum masukin suara buat kita mau pergi kemana" Jawab Lisa
"Oh,tapi ketua kelas belum kasih aku kertas buat pilih gimana mau pilih" Ujar Cio
"Kamu mau ke pantai atau ke kegunug? " Tanya Lisa
"Kamu pasti pilih pantai kan Cio" Ujar Lisa
"Kalau kamu tau pilihan ku kenapa harus tanya? " Ujar Cio dia kembali menulis
"Siapa tau kamu mau pergi ke gunung katanya kalau banyak pilih gunung bakal buat perkemahan" Ucap Lisa
"Aku gak mau bermalam disana, kamu pasti tau alasannya kan"Ucap Cio
" Apakah masih? "Tanya Lisa tapi Cio hanya mengangguk
"Apa Nuna gak bisa hilangin rasa itu? Bukannya kamu bilang jika kamu sama orang yang tepat semua itu akan hilang? dan kamu juga bilang orang yang tepat itu aku tapi nyatanya engga" Ujar Lisa
"Kamu terlalu banyak mengingat Lisa" Ujar Cio
"Apa Nuna bukan orang yang tepat? " Tanya Lisa
"Memangnya kenapa? apakah itu urusan mu? " Tanya Cio
"Gak kok Cio, maaf" Ujar Lisa dan Cio mengangguk
Lisa kembali fokus pada laptopnya sampai semua perkerjaan mereka selesai tapi Cio belum mau pulang karena dia merasa lapar
"Ini! " Sodor Lisa makanan kesukaan Cio
Cio mengambil nya dan bahkan langsung memakannya dia tersenyum sambil memakan-makanan itu
"Ekpresi kamu gak pernah berubah kalau makan itu" Ujar Lisa
"Karena rasanya sangat enak"Jawab Cio
" Oh yah bilangin sama Nuna, kalau Mamah nya sekarang butuh dia sebab karena kematian Om Figo dia lebih sering melamun bahkan ngobrol sendiri "Ujar Lisa
" Aku tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi, sebab dia sendiri yang membuat semua terjadi"Ucap Cio
__ADS_1
"Tapi apa kamu tega biarin tante aku seperti itu? " Tanya Lisa
"Dia pun gak akan mau juga jika harus bertemu dengan Mamah Figo" Ujar Cio dan Lisa hanya angguk-angguk saja
Cio merasa sudah cukup kenyang lalu dia pun permisi pergi pulang tapi Lisa mengejarnya sampai mobil
"Cio tunggu" Panggil Lisa dan Cio menghentikan langkah nya
Lisa menyerahkan minuman spesial untuk Cio "Apa ini?" Tanya Cio tapi belum mengambil minuman yang ditangan Lisa
"Minuman sehat Cio dan ini bagus juga buat kamu, kamu kan suka cape gitu" Ujar Lisa dan Cio mengambil nya dari tangan Lisa
"Coba minum aku juga minum kok" Ucap Lisa dan Cio mengangguk
"Nanti aku minum, ya sudah aku pulang dulu yah" Ucap Cio dan dia berjalan menuju mobilnya
Lisa juga menuju mobilnya pergi untuk pulang
Disisi Nuna
Nuna sedang duduk di ayunan di halaman Mansion dan dijaga beberapa bodyguard dan juga pelayan
Nuna menunggu kedatangan Cio, wajahnya cemberut karena Cio tak kunjung datang sejak tadi padahal di sudah di katakan jika Cio sedang di jalan
Gerbang terbuka dan mobil Cio masuk, senyum Nuna sangat lebar melihat kedatangan suaminya
Cio keluar mobil dia melihat Nuna yang sedang berdiri sambil tersenyum
Cio menggerakkan kepalanya kekiri ke kanan sambil berjalan mendekati Nuna
"Aku datang" Ujar Cio dan Nuna hanya tertawa
"Kenapa lama? bukannya katanya cuma sebentar? " Tanya Nuna dengan bibir manyunnya
"Aku tadi lapar Chagii jadinya makan dulu sebelum pulang" Jawab Cio
"Kenapa semua pesan ku gak di balas? " Tanya Nuna
"Kan lagi fokus buat kerjain tugas, aku gak main ponsel sama sekali" Jelas Cio
"Aku gak ngapa-ngapain kok, kamu percaya kan sama aku" Ujar Cio lagi
"Aku percaya kok tapi kangeeeennnnn" Ucap Nuna manja dan memeluk Cio dengan erat
Cio tertawa kecil dan membalas pelukan Nuna "Kita masuk yah" Ajak Cio dan Nuna mengiyakan
Di dalam kamar Nuna tak mau melepaskan Cio, bahkan dia juga ikut masuk ke dalam kamar mandi ikut menemani Cio mandi
Nuna duduk di dalam bathtub sedangkan Cio mandi, Cio tertawa melihat Nuna yang seperti anak kecil
"Mukanya kenapa kaya gitu? " Tanya Cio
"Burung kamu mengkerut gitu Berci" Jawab Nuna dan dia tertawa seperti anak kecil
Cio menggoyangkan pinggulnya di depan Nuna jadinya adiknya bergerak ke kiri dan ke kanan
Nuna tertawa melihat Cio yang malah iseng padanya "Dasar jahil" Ujar Nuna
__ADS_1
"Kan suka liatin" Ucap Cio
"Lucu aja Berci" Ucap Nuna
"Berci boleh minta sesuatu gak? " Tanya Nuna
"Boleh! " Jawab Cio yang sedang menggosok kepalanya dengan sampo
"Aku mau liat kamu tembak buah pakai pistol kamu boleh? " Tanya Nuna yang takut jika Cio akan mengomel
"Hah? gimana? " Tanya Cio
"Kamu jago main pistol kan Berci? jadinya aku liat kamu tembak buah pakai pistol kamu" Jawab Nuna
"Besok yah setelah aku pulang kuliah" Ucap Cio
"Ayo keluar, aku sudah selesai ini" Ucap Cio lagi
"Pelan-pelan turunnya licin" Ujar Cio dan dengan perlahan Nuna turun dari tempat duduknya
Jam sudah menunjukkan pukul 20.02 malam
Nuna tersenyum sambil memeluk paha Cio sedangkan Cio sedang membaca di laptop
"Berci aku kan gendutan setelah lahiran emangnya kamu gak papa? " Tanya Nuna dengan nada manja dan bibirnya maju
"Masih mau bahas itu lagi? " Ujar Cio
"Gak aku cuma tanya aja, soalnya aku liat laptop kamu tadi siang, terus aku liat foto-foto teman-teman cewe kamu yang semua cantik" Ucap Nuna
"Jadi di mansion ngapain aja? " Tanya Cio mengalihkan pembicaraan karena dia takut Nuna malah tidak percaya diri jika membahas fisik
"Tidur, makan, kangen kamu, terus berak dan kangen kamu lagi" Jawab Nuna dan Cio tertawa
"Kamu pasti gak kangen kan? " Tuduh Nuna
"Kata siapa? "Jawab Cio
" Aku kangen kamu, malah aku selalu liatin jam karena takut pulang terlambat "Sambung Cio
" Tapi tetap aja kamu terlambat"Ujar Nuna
"Kan makan dulu tadi" Ucap Cio
Nuna mempererat pelukannya ke kaki Cio "Aku tidur yah" Ijin Nuna
"Sambil peluk kaki ku gini? " Tanya Cio
"Iyah biar makin nyenyak" Jawab Nuna
"Good night Chagii" Ujar Cio
"Kalau sudah selesai kamu tidur yah"" Suruh Nuna
"Iyah" Jawab Cio dan Nuna mulai memejamkan matanya
Cio mengelus rambut Nuna menatapnya dengan tatapan Cinta
__ADS_1